Beranda / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 98 Sang Penyelamat

Share

Bab 98 Sang Penyelamat

Penulis: Fit Tree Fitri
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 07:24:16
Aisyah bisa melihat Sean yang duduk di atas aspal retak. Pria itu terluka ketika keluar dari mobil dan menolong seorang wanita yang terjebak di dalam mobil.

“Jangan mendekat!” Sean mengarahkan pistol pada Aisyah. Dia tahu bahwa tim medis dengan pakaian lengkap itu adalah seorang wanita.

“Menjauh dari Tuan Sean!” Elio siap menembak Aisyah yang terdiam memperhatikan sang suami yang berdarah.

“Dorr!” tembakan mengenai kotak obat milik Aisyah. Wanita itu segera bersembunyi. Dia tidak berisik karena
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka.

| 23
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (14)
goodnovel comment avatar
Rherhen Apriela
nyonya sean mksudnya
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hehehe ...️ Makin Cinta Bang Sean...️
goodnovel comment avatar
Juanita 88
waw kerenyaa nyonya elio
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 145 TAMAT

    Sepasang anak kembar memiliki nama yang indah telah diberikan oleh Sean dan Aisyah. Zayden Sean Mahendra dan Zayra Aisyah Maharani dengan panggilan Zay dan Ayra. Dua bayi kembar yang tampan dan cantik. Keduanya tampak berbeda pada warna rambut. Zayden memiliki rambut hitam sedangkan Ayra mempunyai rambut berwarna perak berkilau sehat. Bola matanya abu-abu kehijauan dan Zayden dengan bola hitam pekat. Tatapannya mampu menenggelamkan semua orang.Bayi kembar tumbuh dengan sehat dan cerdas. Mereka tidak kekurangan apa pun. Sang ahli gizi dan kedua orang tua yang selalu memberikan yang terbaik untuk putra serta putri kembar. Usia masih muda, tetapi sudah memiliki tinggi badan yang melebihi anak-anak usia mereka.“Terima kasih, Sayang.” Sean memeluk Aisyah. Mereka berdua duduk di rumput beralaskan tikar. Melihat sepasang anak kembar yang sedang bermain dengan kakek dan nenek di taman. Ada David dan Noah yang semakin betah di rumah karena memiliki keponakan yang tampan dan cantik.“Bagaiman

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 144 Kebahagiaan yang Sempurna

    Leana membuka pintu yang tidak dikunci perlahan. Dia melihat kepala Sean yang rebah di samping kasur Aisyah. Pria itu terlihat lelah hingga tertidur dengan mata yang masih basah.“Bagaimana kondisi Aisyah?” tanya Leana pada perawat yang berjaga di dekat pintu.“Kondisi Nyonya Aisyah sudah stabil dan semakin membaik,” jawab perawat.“Syukurlah. Aku tidak akan mengganggu mereka.” Leana mendekat dan mencium dahi Aisyah. Dia langsung keluar agar tidak membangun Sean.Cahaya sore menembus tirai tipis ruang perawatan, jatuh lembut di wajah Aisyah. Setelah berjam-jam dalam kondisi tak sadar akibat bius total dan operasi yang penuh risiko, matanya perlahan terbuka. Pandangannya masih kabur, tubuhnya terasa berat, namun detak jantung di monitor menunjukkan stabilitas.Aisyah mengatur napas. Dia melihat sekeliling. Wanita itu berusaha mengumpulkan kembali ingatan sebelum dirinya tidak sadarkan diri setelah dibius total. Jari-jari Aisyah meraba perut uang sudah kempis dan perih.“Sayang.” Sean de

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 143 Pascaoperasi

    Setelah perdarahan berhasil dikendalikan dan kondisi vital Aisyah stabil, tim medis segera mempersiapkan pemindahan ke ruang perawatan. Suasana masih penuh kewaspadaan, karena meski krisis telah teratasi, tubuh Aisyah tetap rapuh setelah operasi besar. Perawat membersihkan area operasi, mengganti kasa, dan menutup luka dengan balutan steril. Dokter anestesi memeriksa kembali tekanan darah, saturasi oksigen, dan memastikan Aisyah tetap dalam kondisi stabil.Noah dibantu perawat dengan hati-hati mengangkat tubuh Aisyah ke atas brankar khusus pasca operasi. Jalur infus, oksigen, dan monitor tetap terpasang, agar kondisi vital bisa terus diawasi selama pemindahan. Sean, yang masih mengenakan pakaian steril, berdiri di samping brankar, menatap istrinya dengan mata penuh haru.“Sayang.” Sean menyentuh pipi Aisyah yang tampak pucat dan dingin.“Sean, kamu ganti pakaian. Kami akan membawa Aisyah pindah ke kamar sebelah,” ucap Noah.“Ya.” Sean mengangguk. Pria itu menghapus air matanya.Pintu r

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 142 Bayi Kedua

    Tangan dokter akhirnya berhasil menemukan kepala bayi. Dengan gerakan cepat namun penuh kehati-hatian, ia menarik keluar tubuh mungil itu. Sesaat ruangan hening—bayi tak langsung menangis. Semua orang menahan napas.“Putriku….” Suara Sean terhenti. Dia ketakutan melihat tubuh pucat putrinya dengan rambut berwarna perak berkilau seperti ibunya yang telah meninggal. Tidak ada suara tangis dari bibir yang mungil."Segera lakukan stimulasi! Jangan biarkan terlambat!" Suara dokter terdesak.“Berikan padaku!” Noah mengambil ponakannya dari tangan dokter.Noah mengusap tubuh bayi, menepuk lembut punggungnya. Detik terasa seperti jam. Hingga akhirnya, suara tangisan lemah namun nyata terdengar. Tangisan itu membuat seluruh ruangan bergemuruh oleh kelegaan.“Oh God!” Noah memeluk dan mencium keponakan kecilnya. Air mata pria itu telah membasahi wajahnya. Dia menyerahkan bayi perempuan kepada perawat untuk segera dibersihkan.Sean menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata jatuh deras. Dua k

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 141 Bayi Pertama

    Lampu operasi menyinari tubuh Aisyah yang terbaring tak berdaya di meja operasi. Bius total telah membuatnya terlelap, wajahnya tenang namun penuh misteri—seolah berada di ambang batas antara kesadaran dan ketiadaan. Di sekelilingnya, tim medis bergerak cepat, setiap langkah penuh ketegangan.Suara monitor jantung berdetak teratur, namun setiap perubahan angka membuat suasana menegang. Bau antiseptik menusuk, bercampur dengan suara logam instrumen yang bergesekan. Dokter bedah menatap layar monitor dengan mata tajam, sementara perawat menyiapkan alat dengan tangan bergetar halus."Kita mulai insisi. Ingat, bayi pertama dalam posisi aman, tapi bayi kedua melintang. Kita harus bekerja cepat." Suara tegas dokter menembus keheningan. “Kehamilan Aisyah benar-benar beresiko. Padahal dia dan bayi kembar sangat sehat.” Noah meminta untuk tetap di dalam ruangan operasi agar bisa mengawasi kondisi Aisyah dan terus berada di sisi adiknya.“Dokter, apa aku Sean bisa masuk?” tanya Noah.“Tentu saj

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 140 Kontraksi

    Aisyah bangun di pagi hari. Dia duduk dengan sangat susah. Tangannya berpegangan pada pinggir tempat tidur agar mendapatkan bantuan tarikan.“Allahu Akbar.” Aisyah mengatur napas. Dia berdiri dan berjalan perlahan ke kamar mandi.“Sayang.” Sean dengan mudah terbangun. Dia melihat Aisyah sudah masuk ke dalam kamar mandi.“Jangan dikunci.” Sean dengan cepat beranjak dari kasur dan berlari ke kamar mandi. Dia segera masuk dan menyusul Aisyah.“Sayang, kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Sean khawatir. Pria itu segera mencuci muka.“Aku mau buang air kecil dan langsung mandi. Sebentar lagi subuh baru bangunkan kamu.” Aisyah tersenyum.“Jika kamu terbangun. Harus bangunkan aku, Sayang. Apa pun itu,” tegas Sean.“Baiklah.” Aisyah mandi dibantu Sean. Wanita itu duduk du kursi yang memang telah disiapkan.Sean dengan telaten membersihkan tubuh Aisyah. Dia menyampo rambut hitam istrinya. Membilas hingga bersih. Seorang mafia menjadi pria lembut dan perhatian ketika dia dipertemukan Tuhan deng

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 86 Kehilangan

    Langit malam diguyur oleh deras yang hujan. Kaca depan mobil Sean dipenuhi butiran air yang berkilau seperti pecahan kaca. Jalanan sepi, hanya suara gemuruh petir dan deru mesin yang menemani kepulangannya. Namun tiba-tiba, dari balik kabut hujan, sekelompok mobil hitam melaju cepat, memotong jalann

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 83 Obsesi

    Aisyah membuka mata dan mendapatkan satu tangan serta dua kaki yang terikat di tempat tidur mewah. Dia memperhatikan sekeliling. Ruangan yang tampak asing. Di samping meja ada tiang infus yang masih terhubung dengan pergelangan tangannya.“Astagfirullah alazim. Di mana ini?” tanya Aisyah segera dudu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 2 Tragedi Pesawat

    Lampu kabin redup, hanya menyisakan bayangan wajah-wajah tegang. Sean berdiri tegak keluar dari kursinya dengan tetap tenang, ketika para penjahat maju dengan langkah kasar. Senjata mereka berkilat di bawah cahaya lampu darurat, suara dingin mengancam.“Jangan coba-coba melawan. Kau ikut aturan kam

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 1 Permainan Takdir

    Seorang pria yang menjadi incaran duduk bersama penumpang lain di dalam sebuah pesawat yang sedang terbang di langit malam. Sean Costa Nostra. Keturunan keluarga mafia yang kejam. Dia kembali ke tanah air untuk menepati janji pernikahan dengan kekasih masa kecilnya bernama Maria.Usinya masih muda,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status