Beranda / Rumah Tangga / Obsesi Gila Atasan Suamiku / Bab 66. Respon alami pria.

Share

Bab 66. Respon alami pria.

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-03 23:20:21

"Kamu!!" Teriak Risma dengan kedua bola mata yang membulat tajam.

"Sungguh, ini respon alami pria. Kalau nggak begini, kamu malah harus meragukan kejantananku." Ujar Vino panik mencari pembenaran.

Ntah kenapa, Risma malah merasa kesal dan malu sendiri dengan milik Vino yang terlihat menonjol.

"Keluar!!! Dasar nggak tahu malu!!" Teriak Risma, tapi wajahnya bukanya terlihat marah, malah terlihat malu.

"Kamu yakin nyuruh aku keluar!! Oke aku bakal keluar ... " Ujar Vino seraya melangkah ke arah pintu kamarnya.

Tiba-tiba ia berjalan kembali. "Aku lupa ini kamarku, kamu yang harusnya keluar ... "

"Biarlah kamu keluar dengan baju terbuka seperti ini!!"

Vino tersenyum miring, ia tahu Risma berwatak keras dan selalu mempertahankan harga dirinya.

Ia mendorong kursi roda Risma ke arah pintu.

Sementara Risma sendiri kedua bola matanya melotot tajam, ia tahu ucapan Vino barusan bukan main-main.

Vino beneran akan mengeluarkannya dari dalam kamar.

Sekuat tenaga Risma menggerakkan tangannya,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 67. Selamanya kamu akan jadi milikku.

    Risma terdiam, wajahnya sangat panik. Awalnya Vino berniat untuk menunggu, sampai Risma merasa siap, tidak berniat untuk memaksanya. Tapi setelah mendapatkan pesan dari Rita tentang seorang pria di kampus yang terus mengejar Risma, rasa cemburu pun membakar Vino. Apalagi, Rita menjelaskan kalau pria itu teman masa kecil Risma. Bagaimana pun juga Risma sekarang itu istrinya, tidak ada salahnya dirinya meminta kewajiban Risma sebagai seorang istri sekarang. "Kenapa panik? Jangan-jangan kamu udah nggak segel!!" Kata Vino, ia sengaja memancing kata-kata agar istrinya terpancing. Mengingat watak Risma yang keras, dan sangat sulit di kendalikan, ditambah gadis itu sangat menyukai adrenalin. Jadi Vino tahu bagaimana cara memancing gadis itu. Wajah Risma memerah, ucapan Vino barusan terdengar biasa, tapi sebenarnya memiliki makna yang kasar, seakan Vino meragukan harga dirinya. Jadi wajah Risma memerah bukan hanya karena malu, tapi juga marah. Bahkan kedua tangan Risma juga terkepal.

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 66. Respon alami pria.

    "Kamu!!" Teriak Risma dengan kedua bola mata yang membulat tajam. "Sungguh, ini respon alami pria. Kalau nggak begini, kamu malah harus meragukan kejantananku." Ujar Vino panik mencari pembenaran. Ntah kenapa, Risma malah merasa kesal dan malu sendiri dengan milik Vino yang terlihat menonjol. "Keluar!!! Dasar nggak tahu malu!!" Teriak Risma, tapi wajahnya bukanya terlihat marah, malah terlihat malu. "Kamu yakin nyuruh aku keluar!! Oke aku bakal keluar ... " Ujar Vino seraya melangkah ke arah pintu kamarnya.Tiba-tiba ia berjalan kembali. "Aku lupa ini kamarku, kamu yang harusnya keluar ... ""Biarlah kamu keluar dengan baju terbuka seperti ini!!"Vino tersenyum miring, ia tahu Risma berwatak keras dan selalu mempertahankan harga dirinya. Ia mendorong kursi roda Risma ke arah pintu. Sementara Risma sendiri kedua bola matanya melotot tajam, ia tahu ucapan Vino barusan bukan main-main. Vino beneran akan mengeluarkannya dari dalam kamar. Sekuat tenaga Risma menggerakkan tangannya,

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 65. Jonny yang berdiri.

    Air mata keluar dari pelupuk mata Risma. Sementara Vino hanya bisa menelan ludahnya yang kelu. "Aku nggak akan menyentuhmu jika kamu nggak mau. Aku nggak akan paksa kamu ... " Ujar Vino, walaupun sekarang ia ingin memaksa Risma. Tapi ia tidak ingin memberikan kesan buruk pada wanita itu. Mengingat pernikahan ini untuk selamanya, cepat atau lambat ia yakin cinta bakalan tumbuh diantara mereka. Jika sering bersama. "Sekarang Risma juga sudah jadi istriku. Aku juga nggak bakal ceraiin dia, jadi apa yang aku takutkan sekarang!" Gumam Vino dalam hati, guna menekan rasa ragu dan sakit hati yang memulai menggerogotinya. Vino memang benar-benar merasa takut kalau sampai Risma menghilang dari hidupnya lagi. Air mata yang sebelumnya berjatuhan dari kedua pelupuk mata Risma pun berhenti mengalir, ntah kenapa setelah statusnya sah menjadi istri Vino? Risma merasa, kalau cara pandangannya pada Vino sekarang ini berbeda. Vino tidak seburuk dan sebajingan yang ia kira. Ri

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 64. Tolong jangan!!

    Kembali pada malam sebelumnya di depan kantor KUA. Vino menatap punggung Kaiden yang perlahan menghilang di antara kerumunan malam. Matanya lalu berpaling ke arah Risma, yang duduk lemah di kursi roda, wajahnya pucat tertutup bayang-bayang luka dan kelelahan. Udara dingin malam itu seolah menambah berat beban di dada Vino. "Walaupun pernikahan kita dadakan dan diadakan di pukul dua pagi, tapi pernikahan kita itu nyata," ucap Vino lirih dengan suara penuh harap, mencoba menanamkan keyakinan di tengah keraguan yang menggelayuti hatinya. Risma terdiam, bibirnya bergetar ingin membalas, namun suntikan yang ibunya berikan baru saja mengunci saraf di tubuhnya. Matanya yang berkaca-kaca memancarkan kebencian dan ketakutan yang bertarung dalam diam, tak mampu menolak pelukan Vino yang mengangkatnya ke dalam mobil. Setelah duduk di kursi belakang, Vino menundukkan kepala dan menciumi wajah Risma dengan lembut, seolah ingin menghapus segala luka yang tersembunyi di balik tatapan dinginny

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 63. Nggak bakal jatuh cinta sama orang seperti kamu!!

    Alina terpaku sejenak saat ciuman penuh hasrat itu berbalas dengan senyum miring Kaiden yang menusuk hati. Tatapan Kaiden mengandung ejekan yang tajam saat suaranya mengalun, "Enak mana, aku atau suamimu Nolan yang penyakitan itu?!" Kalimat itu seperti cambuk yang menyayat perasaan Alina, membuat dadanya sesak dan pikirannya berputar liar. Dalam hati, ia bergumam tak percaya, "Darimana dia tahu kalau suamiku punya penyakit itu?" Sebelum Alina sempat membalas, tangan Kaiden sudah cekatan membuka kancing celananya, lalu dengan kasar meraih pinggang Alina untuk menurunkan celananya juga. Tubuh Kaiden menindihnya tanpa ampun, gerakannya liar dan penuh nafsu yang menyeret Alina ke pusaran perasaan campur aduk antara takut, marah, dan bingung. Bekas gigitan dan cakaran mulai muncul di dada Alina, merah meradang seperti luka yang tak hanya di kulit tapi juga di hatinya. Alina menahan napas, dadanya berdebar tak menentu. Matanya berkaca-kaca, tapi ia tak berani menolak atau

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 62. Dia ketagihan.

    Kaiden berdiri di samping Vino seraya memandang punggung Rita yang semakin menjauh.Ia menyipitkan matanya saat dari kejauhan ia melihat mobil Nolan yang datang untuk menjemput Rita."Apakah kamu melihat Alina di dalam mobil Nolan?" tanya Kaiden seraya menghidupkan rokok.Sekarang ini pikirannya terus di penuhi Alina, ntah kenapa ia ingin selalu berada di dekat wanita itu dan takut kalau sampai kehilangan jejaknya lagi. Vino menyipitkan matanya, mengikuti arah pandang Kaiden. "Nggak lihat, palingan Alina sedang tidur. Di masa kehamilan awal, wanita akan mudah lelah dan sering tertidur. Semua itu terjadi karena perubahan hormon, di tambah katamu Alina tipe orang yang memang suka tidur. Ya mungkin, saat bersama Nolan pun, Alina sering ketiduran." Jelas Vino.Penjelasan Vino langsung membuat ekspresi Kaiden membaik, tapi ingatannya tiba-tiba memutarkan bayangan dari kaca rumah Alina.Bayangan itu jelas memperlihatkan Nolan yang sedang mencumbu Alina, bahkan dengan kurang ajarnya, Alina

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status