Home / Romansa / Obsesi Gila Suamiku / Bab 46. Harga Sebuah Keputusan

Share

Bab 46. Harga Sebuah Keputusan

Author: Elsa Mahesa
last update publish date: 2026-08-03 20:00:14

Ellena terpaksa harus dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Di titik inilah Mahesa benar-benar terhimpit di antara dua pilihan yang sama-sama berat: ambisi besarnya atau wanita yang ia cintai.

Bagi Mahesa, merombak skenario bisnis bukanlah perkara sepele. Mundur dari strategi merusak internal NTV rasanya seperti menampar harga dirinya sendiri. Selama ini, ia memegang prinsip bahwa kemenangan mutlak hanya bisa diraih jika pihak lawan runtuh lebih dulu.

Namun, setiap kali menatap paras puc
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 98. Sekutu yang Berbahaya

    Mahesa membawa Ellena ke sebuah restoran eksklusif yang cukup jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.Begitu mereka duduk, berbagai hidangan menggugah selera lekas memenuhi meja. Aroma rempah yang hangat bercampur wangi masakan yang baru matang sukses membuat mata Ellena berbinar seketika.Berbeda dari trimester awal kehamilannya—saat membaui aroma makanan saja sudah cukup membuat perutnya mual—kali ini selera makannya benar-benar kembali.Bahkan Ellena makan dengan begitu lahap."Pelan-pelan, Sayang," tegur Mahesa sembari terkekeh halus. "Nggak ada yang mau merebut makananmu."Ellena cuma tertawa kecil sebelum kembali menyuap makanan ke mulutnya. "Mas, ini enak banget.""Seenak itu?"Ellena mengangguk antusias. "Salah satu yang paling enak yang pernah aku makan."Mahesa tertawa pelan. Ia tak terlalu memedulikan rasa makanan di piringnya sendiri. Pandangannya justru tersita sepenuhnya pada Ellena yang begitu menikmati tiap suapan.Melihat istrinya kembali berselera makan seperti ini menghad

  • Obsesi Gila Suamiku   Bsb 97. Sosok yang Diinginkan

    Mahesa yang masih mengunci genggaman tangannya pada Ellena tiba-tiba mengalihkan pandangan.Tatapannya terlempar pada Malhera yang masih berdiri tak jauh di area lobi.Seolah baru teringat ada seseorang yang menyaksikan seluruh drama tadi, Mahesa perlahan memutar tubuh menghadap wanita itu."Oh, iya." Suara Mahesa terdengar tenang. Ia lalu menoleh lembut pada sang istri. "Sayang, kenalkan. Ini Malhera."Ellena mengekor arah pandangan suaminya.Dan tepat saat itulah, matanya benar-benar menangkap sosok wanita di hadapan mereka.Langkah napas Ellena seakan tercekat di dada.Malhera memang cantik. Bukan sekadar cantik berwajah menawan, melainkan memiliki aura intimidatif yang membuat siapa pun mustahil mengabaikannya. Tubuhnya tinggi dan proporsional dengan lekuk tegas yang dibalut setelan elegan. Penampilannya tampak begitu terkurasi rapi, seolah baru saja melangkah keluar dari sampul majalah bisnis mode.Tanpa bisa ditahan, Ellena membandingkan dirinya sendiri.Perutnya yang kian membu

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 96. Pesona yang Tak Disengaja

    "Sebagai seorang direktur, seharusnya Anda tahu bagaimana menjaga etika."Dito menatap Ellena tanpa sedikit pun mengendurkan ekspresinya."Tapi sayangnya, hari ini saya tidak melihat itu dari Anda."Ellena merapatkan rahangnya. "Saya datang ke sini untuk menemui suami saya." Tatapannya mengeras. "Jadi tolong jaga ucapan Anda."Dito mengembuskan napas pendek. "Justru karena ini lingkungan profesional, Anda seharusnya bisa membedakannya. Ini kantor ALTV, bukan rumah pribadi Anda. Anda datang tanpa janji, tanpa undangan..."Kalimat itu membuat Ellena terdiam. Tenggorokannya mendadak terasa kaku.Ia memang murni datang hanya untuk memberi kejutan kecil kepada Mahesa. Tak pernah terlintas sedikit pun di pikirannya bahwa niat baik itu justru berujung dipermalukan di tengah lobi.Jemarinya mengepal rapat di sisi tubuh. Matanya memerah menahan panas—bukan cuma karena kesal, tapi juga rasa malu yang mendadak menyeruak memenuhi dadanya.Hingga sebuah suara memotong dingin dari belakang."Bersik

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 95. Kejutan di Markas Rival

    Wajah Ellena masih cemberut ketika ia kembali mendekati ranjang.Namun langkahnya mendadak terhenti.Sesuatu di atas meja rias menarik perhatiannya. Sebuah kotak hitam elegan tergeletak rapi di sana.Ellena mengernyit. Ia mengambilnya, lalu perlahan membuka tutup kotak tersebut.Matanya seketika membelalak.Di dalamnya terbaring sebuah kalung cantik berpendar lembut. Tanpa kartu ucapan, tanpa sepucuk surat, bahkan tanpa selipan pesan singkat dari Mahesa.Namun Ellena tak butuh semua itu untuk menebak siapa pengirimnya."Mas..." Senyum perlahan merekah di bibirnya. "Kamu ini... Swet banget"Ia mengambil kalung itu, membelitkannya dengan hati-hati di leher, lalu menyentuh liontinnya pelan."Masih sempat-sempatnya cari hadiah buat aku..." gumamnya lirih.Namun senyum itu perlahan surut."Sementara aku... jangankan kado, menyiapkan apa-apa pun belum."Rasa bersalah mendadak menyelinap di dadanya. Ellena menunduk, menatapi liontin yang kini menggantung manis di dadanya.Ia terdiam beberapa

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 94. Diam yang Menyakitkan

    Sepanjang perjalanan pulang, tak ada sepatah kata pun yang melintas di antara mereka.Mahesa bergeming di balik kemudi, memaku pandangannya lurus pada garis jalanan malam. Sesekali Ellena melirik paras suaminya dari samping, memendam dorongan untuk mencairkan hening yang kian pekat.Namun tiap kali bibirnya hendak terbuka, keberaniannya menciut kembali.Hingga akhirnya, sedan hitam itu menepi tepat di pelataran rumah.Atmosfer kaku itu tak juga terurai.Bahkan sebelum sapuan mesin mati sepenuhnya, Mahesa sudah mendahului dorong pintu. Ia melangkah keluar dan berjalan masuk tanpa sekali pun memutar badan.Tak ada gestur manis seperti biasa saat ia membukakan pintu untuk Ellena. Tak ada pula sapaan hangat yang memecah dingin.Pria itu membawa kebekuannya masuk lebih dulu.Ellena hanya sanggup mematung beberapa saat di dalam kabin, sebelum akhirnya menyeret langkahnya turun, mengekor masuk ke dalam rumah yang mendadak terasa hampa.Di dalam kamar utama, keheningan yang sama kembali membe

  • Obsesi Gila Suamiku   Bab 93. Tatapan Sang Rival

    Mahesa melangkah makin dalam membelah ruang kerja Ellena.Ellena hanya bisa membeku di pijakannya. Matanya membelalak polos, berjuang meyakinkan diri bahwa sosok tegap yang berdiri di hadapannya malam ini memang nyata suaminya.Lebih dari lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Mahesa tak pernah sekali pun sudi menjejakkan kaki di gedung NTV. Bukan lantaran dilarang, melainkan karena pria itu amat teguh memancangkan batas antara urusan domestik dan peta persaingan bisnis mereka.Namun malam ini, batas kaku itu luruh oleh tangannya sendiri."Mas... kamu?" Suara Ellena meluncur lirih, nyaris terendam hening ruangan.Mahesa tak membuang kata. Ia meraih jas yang tersampir di sandaran kursi, lalu menyambar tas tangan Ellena dari atas meja kerja."Ayo pulang."Hanya dua kata, datar namun menyisakan ketegasan yang tak membukakan ruang bantahan.Ellena masih bergeming. Tatapannya mengekor di setiap pergerakan Mahesa; kehadiran pria itu terlampau mendadak untuk sanggup dicerna kepalanya ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status