ANMELDENāAbis ini enak dong, sakitnya bentar doang kok,ā jawab Bambang, ia bahkan membalikkan tubuh Celine, membuatnya merasakan jepitan Celine yang semakin menjepitnya. Memijat keperkasaannya.Celine yang awalnya tersiksa mulai bisa menikmati permainan Bambang, āAh⦠Ah.. Om, disitu Om enakā¦āBambang menarik dagu Celine, mencumbunya panas, menikmati setiap sudut bibirnya. Tangannya pun bergerak bebas memijat seluruh badan Celine yang menurutnya menarik.āEnak kan⦠Udah Om bilangin, sekarang kamu siap-siap ya..āCeline kebingungan dengan kata-kata Bambang sebeluma akhirnya ia menyadari gerakan Bambang sebelumnya belum ada apa-apanya, ia mendapat dorongan yang jauh lebih dalam dan nikmat membuat dia serasa melayang ke angka.āOm Bambang.. Om Bambangā¦āIa meremas apapun yang ia pegang hingga akhirnya, ia merasakan kedutan tanda ia akan mencapai klimaks. Tidak hanya milik Celine, tetapi Bambang pun mulai bersiap mengeluarkan cairannya.āAhhhh..āMereka berdua mengerang bersamaan, melepaskan gaira
Diana duduk di ruang perawatan Herman sembari menatap wajah suaminya, ia hanya mematung dengan senyumannya yang aneh. Tidak ada perasaan lagi antara dia dan Herman.Tapā¦Tapā¦Suara langkah kaki yang mulai menaiki lantai dua dan decitan pintu ruangan yang terbuka membuat Diana menoleh ke arah sumber suara, Celine berdiri di sana dengan wajah yang tampak masih memerah dan berkeringat.āPasti Mas Bambang sudah menghukum bocah ini,ā pikir Diana, ia menatap Celine dengan memberikan senyuman terbaik, menunggu ucapan dan kata-kata yang sangat ingin dia dengar dari Celine, seseorang yang selalu ia takuti di rumah ini.Celine melangkahkan kakinya dengan langkah pelan-pelan, ia bahkan menyangga perut dan pinggangnya, āTante Diana, a-aku minta maaf.ā Celine mengucapkannya dengan menunduk, keringat menetes deras dari dahinya.Diana hanya tersenyum seperti seorang malaikat, āTentu saja aku akan memaafkan anakku, tapi dengan satu syaratā¦ā Diana menyentuh dagu Celine yang terasa panas, membuat Celin
Celine menggigit bibirnya saat Bambang berusaha memasukkan adiknya ke dalam rongga Celine, gesekan antara adik Bambang dengan bibir gua Celine, membuat Celine merasa ia tidak akan sanggup melawan keperkasaan Bambang yang tegak dan besar itu.āOm⦠A-aku gak siap⦠Aku bakal minta maaf aja sama Diana,ā ujar Celine, Bambang melihat wajah Celine yang tampak ketakutan membuatnya tertawa ringan. Ternyata benar, Celine hanya anak penakut yang suka kecentilan di depan orang tapi tidak berani ekseskusi. Berbeda dengan Bianca yang jauh lebih berani.Bambang masih punya perasaan dan logika, ia juga tidak bisa memaksa seorang anak usia 20an awal untuk indehoy dengannya. Ia lansung bangkit dari tubuh Celine dan memakai celananya sebelum Celine menarik lengan Bambang.āAku gak berani main, tapi pegang punya Om, boleh gak?ā tanya Bianca sembari menggerakkan badannya dan menunjukkan sikap centilnya. Bambang mendengus kesal, rasanya sekarang ia sedang ditarik ulur dengan anak manisnya yang centil, Celi
Celine mengangguk dengan napas yang membara, dadanya naik turun seakan paru-parunya terus membutuhkan suplai oksigen. Aliran darahnya mengalir dengan cepat. Otaknya blank, ia tidak tahu cara merespon Bambang yang berada di hadapannya.Tangan Bambang bergerak naik, membelai setiap jengkal tubuh Celine. Ia mulai memijat setiap tubuh sensitive Celine, membuat Celine menggigit bibir bawahnya menahan setiap desahan yang keluar dari mulutnya.Bibir Bambang mulai mencari tepat favoritnya, perut dan dada Celine. Ia menggunakan lidahnya membasahi kulit Celine dengan air liurnya. Tangan Celine mencengkeram erat rambut Bambang, ia menahan rasa nikmatnya di setiap gerakan Bambang.Bambang mulai semakin turun ke bawah, ia mulai memainkan titik sensitive Celine di sana. Memainkan tonjolan Celine dengan lihainya. Nampaknya memang Bambang adalah tipe eater. Ia akan melahap seluruh tubuh mangsanya, memberikan tanda di tubuh mangsanya, menjadikannya miliknya.āAhhhh⦠Om, j-jangan Om!ā pekik Celine, Bam
āGak mau! Emang aku gak salah kok, masak aku harus minta maaf!ā pekik Celine. Bambang langsung mengangguk mengerti.Tangan kekarnya, mulai melayang di udara danā¦Plaaaaakkk!Memukul bokong kenyal Celine. āAwwwwwā¦!ā Celine meneriakkan rasa sakitnya saat Bambang mulai memukul bokongnya, Bambang bertanya padanya sekali lagi mau minta maaf pada Diana atau enggak tetapi jawaban Celine masih sama.Plaaaak!Plaakk!Bambang terus memukul pantat Celine ketika Celine menolak untuk meminta maaf, Celine meringis kesakitan. Ia menahan air matanya yang berada di sudut matanya.āAku pokoknya gak mau minta maafāAahhh..āCeline mendesah, tangan Bambang yang masih bebas mulai bergerak, menyibakkan kaosnya, menggerayangi buah dadanya yang tergantung tanpa bra di posisi itu. Meski kecil, tetapi tangan Bambang sangat lihai meremas dan memainkan tonjolan buah dadanya membuat Celine menggelinjang hebat.āAhhh Omā¦āPlak!Sekali lagi bokong Celine dipukul oleh Bambang, āSakit.. Om⦠Ah..ā Bambang mulai menindi
Bambang memegang wajah Diana yang memerah, ia langsung berjalan ke arah Celine yang masih menunjuk Dian dan menyalahkannya, Bambang memegang tangan Celine dan menyuruhnya meminta maaf.āMinta maaf ke Mamamu!ā sentak Bambang, Celine berontak. Ia menghentakkan tangannya dan memelototi Bambang.āOm percaya sama cewek jalang kayak gitu! Mata Om Bambang rabung ya!ā Celine mendengus kesal. Bambang yang awalnya berusaha untuk tidak tersulut emosi malah membara. Ia langsung menyeret Celine ke kamarnya.āKamu kalo gak mau nurut sama Om Bambang, sekarang waktunya kamu dihukum!ā Bambang menyeret Celine dengan mencengkeramnya dengan kuat. Sekuat apapun tenaga Celine hendak berontak sekali lagi, jelas kalah.Ia menoleh ke arah Diana yang melambaikan tangannya, bibirnya berkata-kata tanpa mengeluarkan suara, āSelamat atas hukumannya, Celineā¦āCeline yang melihat itu semakin meronta-ronta, āDasar jalang! Dasar Jalang!ā Bambang yang sedang menyeret Celine menoleh ke belakang, Diana secara spontan lan







