Beranda / Mafia / Obsesi Sang Penguasa / 45. Pria Dalam Mimpi

Share

45. Pria Dalam Mimpi

Penulis: Nawasena
last update Tanggal publikasi: 2026-03-20 20:48:19

“Kamu lebih beruntung dariku, Bos,” bisik Rendra ketika melihat Byakta yang kini menemani Ivanka di dalam kamar.

Rendra meremas kepalanya. Cairan kental berwarna merah mulai menetes lagi. Matanya sedikit juling, kala merasakan sesuatu yang persis seperti sengatan listrik di kepalanya.

Dengan tubuh yang bergerak kasar, Rendra mencari sesuatu di dalam laci. Tangannya meraih satu obat yang sudah tersedia di dalam suntikan kecil.

Deng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Obsesi Sang Penguasa   71. Kesadaran Terakhir Byakta

    Langkah Ivanka terhenti di ujung lorong. Dari balik kaca tebal yang membatasi ruangan itu, dia bisa melihat sosok Byakta duduk di kursi besi, dengan beberapa alat medis terpasang di tubuhnya. Kabel-kabel menjalar dari pelipisnya, terhubung ke mesin besar yang berada tepat di belakangnya. Lampu putih menyilaukan berpadu dengan ruangan dingin tanpa kehangatan sedikitpun. Bibir kering dan wajah pucat itu sudah hampir kehilangan kesadarannya. Jantung Ivanka berdegup lebih cepat. Tangannya terangkat, menempel di permukaan kaca yang dingin. Sama dinginnya dengan perasaan yang mulai merambat di dadanya. “Byakta.” Suara itu nyaris tidak terdengar. Bahkan untuk dirinya sendiri. Di dalam sana, Byakta menunduk. Napasnya berat. Dadanya naik turun dengan ritme yang tidak stabil. Sesekali tubuhnya bergetar, seperti menahan sesuatu yang tidak terlihat. Sed

  • Obsesi Sang Penguasa   70. Leterlibatan

    “Apa maksud Anda?” tanya Ivanka dengan suara yang mulai bergetar. Bagaspati menatapnya dalam, masih dengan senyum yang ia pertahankan. Entah kenapa, senyum itu terlihat begitu menjijikan untuk Ivanka. “Dr. Kav adalah salah satu orang yang menandatangani proyek awal chip itu.” Dunia Ivanka seperti runtuh dalam satu detik. Dia menggeleng. Dia menolak semua yang didengar. “Tidak mungkin. Ayah saya tidak mungkin terlibat dalam hal seperti itu.” Ivanka meremas kepalanya. Kenyataan yang baru dia dengar, dengan kesulitan yang dialami Byakta terus bersahutan di dalam kepalanya. “Tidak mungkin?” Bagaspati mengangkat alisnya. “Atau kamu yang tidak pernah benar-benar mengenal ayahmu sendiri?” Ivanka mundur satu langkah. Kini, kepalanya terasa penuh. Semua yang ia tahu tentang ayahn

  • Obsesi Sang Penguasa   69. Mulsi Terungkap

    Ivanka meremas jari-jarinya. Dia menatap pintu yang masih saja tertutup. Sejak kejadian di ruang kontrol. Tepatnya sekitar satu jam yang lalu, dia dipisahkan dari Byakta dan Rival. Dia dibiarkan seorang diri di ruangan yang belum sekalipun dia datangi. Walau masih ada di wilayah Obsidian Central, tapi Ivanka belum pernah masuk ke ruangan ini. Ruangan dengan tirai serba hitam dan ada CCTV di setiap sudutnya. Lampu gantung kecil yang kini berada tepat di atas kepalanya. Ini sudah seperti ruangan eksekusi. Tubuh Ivanka meremang ketika mendengar suara langkah kaki berat menuju ke arahnya. Dia semakin menggigit bibirnya, dan menatap pintu dengan tatapan waspada. Pintu terbuka. Bagaspati datang dengan stelah yang terlihat lebih santai dari sebelumnya. Hanya mengenakan kaos ketat yang langsung memamerkan otot-otot tubuhnya dengan sangat jelas. Pria tua itu duduk di depa

  • Obsesi Sang Penguasa   68. Bagaspati

    Ivanka langsung menoleh. Matanya menyipit. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan pria tua itu. Dengan gerakan sebelah tangan, Bagaspati meminta anak buahnya untuk membersihkan semua kekacauan yang dilakukan oleh putranya. Alih-alih menatap Byakta yang sudah ketakutan, Bagaspati justru menatap Rival. Pria itu sudah berdiri dengan wajah tertunduk. “Aku memintamu untuk menjaganya,” katanya dengan suara berat. “Menjaga supaya dia tidak melakukan kekacauan. Tapi lihatlah… lihatlah apa yang sudah kalian lakukan. Dua nyawa sudah melayang karena keteledoran kalian.” “Maaf, Tuan. Akan saya bereskan.” Ivanka mengernyit. Dia tidak pernah melihat Rival sepatuh ini. Bahkan di depan Byakta saja, dia masih bisa mengangkat wajahnya. Tapi di depan Bagaspati, dia seperti sudah kehilangan separuh dari nyawanya. Padahal pria tua itu belum melakukan apa-apa.

  • Obsesi Sang Penguasa   67. Kematian Rendra

    “Biar aku yang melakukannya, Bos.” Rival hendak merebut pistol dari tangan Byakta. Namun pria itu segera menepisnya dengan gerakan kasar. Dia menatap Rival dengan sorot yang sangat tajam. Seolah mengatakan jangan pernah ikut campur, dan hanya dia yang boleh menghukum orang yang menyakiti Ivanka. Sedangkan Ivanka, wanita itu masih berdiri di samping Byakta dengan tangan yang masih memegangi sebelah pipinya. Air matanya sudah tidak bisa lagi ditahan. Dia bahkan sudah tidak peduli kalau Byakta benar-benar menembak Rendra saat ini. “Apa ucapan terakhirmu, Rendra?” tanya Byakta dingin. “Aku akan mengabulkan satu permintaan terakhirmu, sekalipun itu adalah kematian kita berdua.” Tepat ketika kalimat Byakta melangit, ruang kontrol terasa semakin sempit. Pasokan oksigen di ruang itu sudah tidak bisa mencukupi paru-paru keempat manusia dewasa yang ada di sana. Tangan Rendra terkepal kuat di kedua sisi tubuhnya. Darah s

  • Obsesi Sang Penguasa   66. Deretan Kode Yang Mengubah Hidupnya

    Namun Byakta menepisnya pelan. “Aku masih bisa berdiri.” Dia kembali menatap Rendra. Kali ini dengan tatapan yang jauh lebih tajam. “Kalau semua ini benar,” ucapnya pelan, “kenapa kamu tidak bilang dari awal? Kamu sudah terlalu jauh, Rendra. Untuk apa kamu melakukan semua ini? Untuk melawan Black Raven? Untuk menyusup ke markas Arkanza? Ini… ini terlalu jauh, Rendra.” Rendra tersenyum tipis. Dia menatap penyesalan di wajah Byakta tak percaya. Rasa kecewanya lebih besar, dibanding rasa takut yang ia tahan. “Karena kamu tidak akan percaya, Byakta. Kamu bahkan hanya menerima semua rasa sakit ini. Berusaha mengubur masa lalu itu dalam file server ini. Kamu pikir itu bisa menyelesaikan masalah? Kamu pikir organisasi gila itu akan berhenti?” Rendra menepuk pipi Byakta yang sudah berkeringat. “Tidak akan semudah itu, Byakta. Mereka tidak akan menyerah. Bukti

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status