共有

Bab 29

作者: Author Lee
last update 公開日: 2026-06-12 17:55:56

"Maaf, aku hanya akan mengantarmu sampai di sini." kata Olivia saat mereka tiba di depan pintu utama mansion.

Di luar, hujan belum sepenuhnya reda. Rintik-rintik air masih turun meski tidak deras.

"Aku akan meminta penjaga untuk mengantarmu hingga ke gerbang."

Langkah kaki Ethan berhenti tepat di ambang pintu. Pria itu membalikkan badan dan menatap Olivia sekali lagi dengan lekat. Kilatan matanya memperlihatkan sisa-sisa harapan yang masih dimilikinya terhadap wanita itu.

"Olivia," Sekali lagi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 37

    Olivia ragu sejenak untuk membuka pesan itu. Namun akhirnya ia memutuskan untuk tetap membacanya. Mungkin ada suatu hal yang penting, begitu pikir Olivia polos.Olivia,apa kau sudah memutuskannya?kau tidak mencintai Aaron, aku tahu itu.lagipula, pria itu terlalu brengsek untukmu.dia bukan pria yang baik. kau tidak pantas untuknya, Olivia.sebaiknya kau segera pergi meninggalkan tempat itu.aku akan membantumu melarikan diri dari sana, kau tak perlu khawatir.mereka tak akan menemukanmu lagi setelah ini.Deretan pesan dari Ethan yang muncul di layar ponselnya membuat Olivia tertegun. Setiap kalimatnya mempertegas bahwa Aaron bukan seorang pria yang baik, mengingatkannya juga bahwa Olivia tidak mencintai pria itu.Ya, mengingat apa yang sudah dilakukannya hari ini terhadap Olivia, pria itu memang brengsek. Aaron sudah menciumnya tanpa persetujuan, merenggut ciuman pertamanya yang dia pikir akan diberikannya pada pria yang benar-benar dicintainya kelak, lalu mengumbarnya di ruang mak

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 36

    "Kau bisa membuang ponselmu yang lama itu."Kedua alis Olivia yang panjang terangkat. Ya, dirinya tidak salah dengar. Aaron memintanya untuk membuang ponselnya karena dia akan menggantikannya dengan yang baru.Apa-apaan pria ini? Sebanyak itukah uang yang dimilikinya sampai-sampai harus meminta Olivia untuk membuang benda miliknya yang belum tentu rusak?"Ponselnya tidak rusak. Kenapa aku harus membuangnya?" tolak Olivia polos.Aaron mendengus pelan, lalu melemparkan tatapan kesal ke arahnya. "Sudah kubilang, aku akan menggantinya dengan model keluaran terbaru.""Tapi aku tidak butuh." tukas Olivia bersikeras.Perdebatan ini terasa konyol untuk Aaron. Hanya perkara ponsel. Tapi cukup membuat kekesalannya melonjak.Mungkin bukan karena topik pembahasannya. Tapi karena benda itu adalah pemberian dari Ethan, dan sekarang Olivia bersikeras mempertahankannya."Kalau begitu, beri aku nomor ponselmu."Olivia menoleh menatap Aaron dengan alis tertekuk samar. "Untuk apa?""Sebentar lagi kau ak

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 35

    Aaron sudah berada di ruang makan saat Olivia tiba.Hidangan makan siang yang kelihatan begitu nikmat dan lezat sudah tersaji di atas meja.Olivia menarik kursi dan duduk di sisi kanan Aaron. Kepalanya tertunduk. Ia berusaha menghindari tatapan mata Aaron yang mulai tertuju ke arahnya.Saat di kamarnya, Josh memberitahunya bahwa Olivia mengenakan kemeja miliknya. Tapi sekarang wanita itu sudah berganti pakaian.Olivia sudah mengenakan sebuah gaun panjang berwarna kuning yang membuat pembawaan dirinya begitu cerah.Aaron merasa agak sedih karena belum sempat melihat bagaimana penampilan Olivia saat mengenakan kemejanya yang pasti akan kebesaran untuknya."Kenapa lama sekali?" tanya Aaron dengan nada ringan.Olivia berdeham pelan. "Aku mengganti pakaianku dulu sebelum kemari." sahutnya dengan suara sedikit serak. Ia sama sekali tidak menoleh ke arah Aaron.Berpura-pura menyibukkan diri mungkin akan membuat pria itu berhenti berbicara dengannya, begitu pikir Olivia. Ia mulai menyendokkan

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 34

    Olivia langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang, menimbulkan suara bantingan yang cukup keras.Ia langsung meletakkan kotak obat yang didekapnya untuk menutupi dadanya yang tidak mengenakan apa pun di atas meja terdekat, lalu berlari ke lemari pakaian untuk mengambil pakaian baru.Tanpa sengaja, pandangan matanya terlempar ke arah sebuah cermin besar yang memperlihatkan kesuluruhan penampilannya saat itu.Kedua matanya membelalak lebar menyaksikan penampilannya yang tampak begitu berantakan. Tubuhnya langsung mencelos dan terduduk di atas lantai yang beralas karpet lembut.Jadi, seperti inilah penampilannya yang terlihat oleh Josh dan pelayan tadi saat ia keluar dari kamar Aaron. Berantakan tidak karuan seperti telah melakukan sesuatu yang terlarang di dalam sana.Olivia langsung merengek tanpa suara sambil menghentakkan kaki dan tangannya ke lantai, seperti seorang anak kecil yang baru saja dimarahi ibunya.Penampilannya saat itu sangat memalukan. Josh dan pelayan yang melihatn

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 33

    Olivia menanggalkan gaunnya yang secara keseluruhan telah basah saat dirinya masih menginjak alas kaki di depan pintu kamar mandi.Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi kulit tubuhnya. Udara dingin menerpa, membuatnya mulai merasa kedinginan.Ia buru-buru berlari ke lemari pakaian, membuka setiap pintu lemari enam pintu tersebut lebar-lebar dan akhirnya berhasil menemukan handuk untuk membungkus tubuhnya sementara.Di dalam sana ada banyak sekali pakaian milik pria itu, tergantung dan tersusun dengan rapi. Dilihat dari potongan dan jenis kainnya saja orang-orang sudah tahu bahwa semua itu adalah pakaian mahal dengan harga fantastis.Pilihan Olivia akhirnya berhenti pada sebuah kemeja warna putih bersih dengan lengan panjang.Ukuran kemejanya cukup panjang, hampir menyentuh lutut Olivia. Mengenakan kemeja itu membuat Olivia terlihat seperti sedang memakai sebuah baju terusan."Astaga," gumam Olivia setelah teringat sesuatu.Seluruh pakaian dalamnya juga ikut basah. Mau tidak

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 32

    🔞-----Olivia dapat merasakan tatapan mata Aaron yang tertuju penuh ke arahnya. Setiap gerak-geriknya seolah dipantau oleh sepasang mata yang dapat menembus masuk hingga ke dalam tubuhnya."Sampai kapan kau mau terus menyiram tubuhku dengan air?"Suara Aaron yang rendah memecah keheningan dan ketegangan. Sejak tadi Olivia sama sekali tidak berani mengangkat wajah menatap pria itu.Melihat Aaron yang bertelanjang dada saja sudah membuat jantungnya seperti hampir melompat keluar, apalagi harus melihat tubuhnya yang basah tanpa busana?Matanya tanpa sengaja menangkap bayangan samar di bawah tubuh Aaron. Olivia tertegun sejenak. Awalnya ia sama sekali tidak menyadarinya. Butuh waktu selama beberapa detik untuk sadar apa yang sedang diperhatikannya.Sontak Olivia langsung terkesiap dan menutup mulutnya dengan tangan. Ekspresinya barusan membuat Aaron tidak dapat menahan tawa."Kau membuatku semakin penasaran, Olivia."Aaron yang semula bersandar di tepi bak, kini mulai mendekat ke arah O

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status