مشاركة

Bab 45

مؤلف: Author Lee
last update تاريخ النشر: 2026-06-22 17:25:14

Aaron tengah menyeka sudut bibirnya dengan sebuah serbet putih ketika Olivia tiba di ruang makan. Pakaiannya juga sudah rapi. Kehadiran Olivia di sana langsung mengalihkan perhatiannya.

"Selamat pagi," sapa Olivia pelan. Nada bicaranya terdengar sedikit gugup saat Aaron melirik ke arahnya.

Olivia belum pernah menyapa Aaron sebelumnya. Jadi hal itu membuat Aaron sedikit kaget, tapi ia tidak memperlihatkannya.

"Hm," sahutnya berdeham.

Sebenarnya bukan tidak ada maksud Olivia melakukan hal tersebu
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 49

    "Mereka sudah melihat rekaman kejadian dari kartu memori itu," kata Josh lagi. "Dan plat mobil yang sengaja menyebabkan kecelakaan itu juga terlihat. Sangat jelas."Aaron menarik kursi kerjanya, kemudian duduk sambil menyandarkan tubuh ke sandaran kursi. "Apa mereka sudah menyelidiki siapa si pemilik mobil?""Mobil itu hanya mobil sewaan, Tuan." jawab Josh. "Dan mereka sudah mendapatkan identitas si penyewa." Suara Josh terdengar semakin pelan."Hans Norton."Kedua alis Aaron langsung terangkat saat mendengar nama itu. Ia tergelak hambar seraya mendengus keras. "Sulit kupercaya. Ternyata dia masih belum menyerah juga."Josh hanya tertunduk.Bibirnya melengkung. Namun senyuman itu tak sampai ke mata. Aaron menopang dagunya dengan sebelah tangan.Hans Norton, adik tirinya. Secara biologis, ia dan Hans memang punya keterikatan darah. Namun sampai kapan pun, Aaron tidak akan pernah mengakui hal tersebut.Pria yang berusia dua tahun lebih muda darinya itu adalah hasil perselingkuhan Louis

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 48

    Setelah memberitahu sebuah kenyataan baru tentang hidupnya yang membuat calon istrinya seketika membeku, Aaron mengajak Olivia untuk pulang.Olivia pun hanya menurut tanpa sedikit pun keinginan untuk bertanya lebih banyak. Meskipun sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan yang melayang di benaknya saat itu tentang kehidupan pria itu.Mobil sedan mewah itu melaju stabil. Tidak laju, namun juga tidak lambat, walaupun jalanan saat itu termasuk agak sepi.Aaron hanya diam selama perjalanan pulang, membuat waktu perjalanan mereka terasa jauh lebih panjang dan lama dibandingkan dengan saat mereka pergi tadi.Sesekali Olivia melirik ke arah pria yang tengah menyetir mobil di sampingnya itu. Wajahnya yang dingin tidak memperlihatkan ekspresi apa pun. Tatapan matanya hanya tertuju penuh ke sepanjang jalan yang mereka lalui.Waktu saat itu sudah melewati jam makan siang ketika mereka akhirnya tiba di mansion. Claudia buru-buru meminta para pelayan untuk memanaskan kembali lauk yang sudah terhida

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 47

    "Mom, aku datang mengunjungimu."Olivia seketika terpaku saat mendengar ucapan Aaron yang begitu pelan. Suaranya amat rendah, jauh berbeda dengan sosok Aaron Kendrick yang selama ini dilihatnya.Yang paling menyita perhatian Olivia, setiap kata yang diucapkan Aaron seolah menyimpan kesedihan dan keputusasaan yang begitu mendalam.Meskipun tidak bisa melihat ekspresi wajah Aaron, tapi Olivia dapat merasakan perasaan pria itu saat ini. Tanpa diminta, Olivia pun ikut berjongkok di sampingnya.Aaron langsung menoleh ke samping, menatap Olivia yang berjongkok di sampingnya dengan tatapan lurus ke arah batu nisan ibunya. Tidak ada ekspresi apa-apa di wajah wanita itu."Mom, ini Olivia Rose, calon istriku." ucap Aaron lagi setelah kembali menatap ke depan. "Dia yang sudah merangkai bunga ini untukmu." tambahnya lagi dengan seulas senyum tipis."Kuharap bibi menyukainya." ujar Olivia spontan.Sekali lagi Aaron menoleh ke arahnya, menatapnya dengan alis terangkat. Ketika itu pula, Olivia berpa

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 46

    Seperti yang dikatakan Aaron padanya sebelum ini, perjalanan mereka pagi itu terasa cukup panjang.Meskipun begitu, langit hari itu yang tampak begitu cerah membuat perjalanannya tidak terasa membosankan untuk Olivia. Pemandangan sawah dan perbukitan yang mereka lewati membuatnya merasa takjub.Ini pertama kalinya Olivia melihat Aaron menyetir. Sopir lain yang ada di mansion diminta untuk tetap di sana, menunggu instruksi lebih lanjut untuk menjemput atau mengantar Josh yang masih berada di rumah sakit.Dan untuk pertama kalinya juga Olivia duduk di bangku penumpang di baris depan, tepat di sebelah calon suaminya itu.Selama perjalanan, mereka tidak banyak mengobrol.Aaron fokus pada jalanan. Sementara Olivia hanya memperhatikan pemandangan di luar sana sambil sesekali bergumam takjub. Dan ketika ia bergumam, Aaron hanya menyahut singkat dengan seulas senyum.Mobil mewah yang disetir oleh Aaron berhenti di tempat terbuka yang sepi. Tidak jauh dari tempat mereka berhenti, terlihat sebu

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 45

    Aaron tengah menyeka sudut bibirnya dengan sebuah serbet putih ketika Olivia tiba di ruang makan. Pakaiannya juga sudah rapi. Kehadiran Olivia di sana langsung mengalihkan perhatiannya."Selamat pagi," sapa Olivia pelan. Nada bicaranya terdengar sedikit gugup saat Aaron melirik ke arahnya.Olivia belum pernah menyapa Aaron sebelumnya. Jadi hal itu membuat Aaron sedikit kaget, tapi ia tidak memperlihatkannya."Hm," sahutnya berdeham.Sebenarnya bukan tidak ada maksud Olivia melakukan hal tersebut. Apa yang sudah dilakukannya terhadap Aaron kemarin masih terbayang jelas di benaknya. Dan sekarang ia baru menyesalinya.Pagi ini saat mendengar dari Claudia bahwa pria itu mengajaknya ke suatu tempat yang bahkan Claudia pun tidak tahu ke mana, Olivia jadi sedikit merasa ngeri.Ketika Olivia baru menarik kursi dan duduk, Aaron melakukan hal yang sebaliknya. Kursinya didorong ke belakang. Pria itu sudah hendak meninggalkan meja makan."Setelah selesai sarapan, temui aku di taman bunga di halam

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 44

    Ponsel di atas meja kerjanya berdering ketika Aaron tengah berdiri menghadap ke luar jendela pagi itu.Matahari sudah terbit di sebelah timur. Cahayanya hangat, belum terlalu terik. Kicauan burung yang bernyanyi merdu mengisi suasana pagi yang tenang.Hari ini ia bangun lebih awal dari biasanya. Meskipun baru saja pulang dari perjalanan yang cukup jauh, sekaligus mengalami kecelakaan yang cukup serius, tapi Aaron tidak merasa benar-benar lelah.Ia memutar badan dan berjalan ke arah meja kerjanya, lalu menatap layar ponselnya sejenak sebelum menjawab telepon dari pihak kepolisian.Benda itu menempel di sebelah telinganya. Seorang pria paruh baya berbicara dengannya, menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah mereka lakukan semalaman.Hasilnya nihil.Mereka tidak berhasil menemukan apa pun di lokasi kejadian. Kesengajaan ini terlalu rapi dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.Bahkan karena Aaron sendiri tidak berhasil mengingat nomor plat mobil tersebut, pihak kepolisian tidak bisa mel

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 33

    Olivia menanggalkan gaunnya yang secara keseluruhan telah basah saat dirinya masih menginjak alas kaki di depan pintu kamar mandi.Kini tidak ada sehelai benang pun yang menutupi kulit tubuhnya. Udara dingin menerpa, membuatnya mulai merasa kedinginan.Ia buru-buru berlari ke lemari pakaian, membuk

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 32

    🔞-----Olivia dapat merasakan tatapan mata Aaron yang tertuju penuh ke arahnya. Setiap gerak-geriknya seolah dipantau oleh sepasang mata yang dapat menembus masuk hingga ke dalam tubuhnya."Sampai kapan kau mau terus menyiram tubuhku dengan air?"Suara Aaron yang rendah memecah keheningan dan ket

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 31

    🔞-----Kedua mata bulat Olivia terbelalak sekali lagi saat mendengar Aaron memintanya untuk membersihkan tubuhnya."M-maksudnya?" tanya Olivia polos dengan suara terbata-bata.Aaron mendengus pelan. "Lukaku belum kering 'kan? Apa kau mau lukaku membusuk karena terkena air?"Olivia mengerjap. Yang

  • Obsesi Sang Pewaris Tunggal   Bab 30

    Nada bicara Aaron terdengar sedikit naik. Tidak terdengar kemarahan sama sekali dalam suaranya. Namun cukup membuat Olivia merasa terintimidasi.Olivia ragu sejenak. Tapi kemudian ia menuruti perintah Aaron tersebut. Ia memutar kunci yang berwarna keemasan itu. Klik. Pintu pun terkunci dari dalam.

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status