Share

Bab 94

***

"Selamat datang, Tuan Muda."

Sejumlah pelayan yang berdiri berjajar merundukkan tubuh sembilan puluh derajat menyambut Luga begitu memasuki pintu masuk utama mansion mewah itu.

"Di mana Vie-ku?" tanya Luga langsung, sambil melangkah lebih masuk.

Beberapa orang bawahan yang mengikuti di belakang membawa cukup banyak paperbag, dan sebuah buket bunga mawar biru.

"Ada di kamar, Tuan. Nona belum bangun dari tidur siang dua jam lalu," jawab kepala pelayan yang merupakan seorang wanita dewasa dengan pakaian formal.

Tentu saja Yerinsa di kamar, memangnya bisa ke mana gadis itu dalam keadaan kaki terantai belenggu. Luga mendengkus geli dengan pemikiran sendiri, sejujurnya hanya memastikan saja.

Luga melempar sembarangan jas yang baru dilepas ke arah pelayan, disambut dengan kelabakan. Lalu, menoleh pada pria yang membawa buket bunga. "Kemarikan," katanya mengulurkan tangan.

Buket bunga diberikan, laki-laki itu berlalu menuju tangga untuk naik ke lantai atas sambil melepas kancing lengan da
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status