Accueil / Romansa / Om Bule Kekasihku / Tas Kecil di Kebun Anggur

Share

Tas Kecil di Kebun Anggur

Auteur: Sabrina dewi
last update Date de publication: 2026-04-18 22:31:32

Malam di Tuscany biasanya penuh dengan suara alam. Angin yang menyapu kebun anggur dan sesekali gonggongan anjing dari kejauhan.

Namun malam itu terasa berbeda.

.Terlalu sunyi.

Di villa keluarga Moretti, lampu-lampu taman masih menyala redup di antara pohon-pohon anggur yang panjang. Cahaya kekuningan itu menciptakan bayangan aneh di tanah berbatu.

Di dalam villa, Elena sudah tertidur di kamar tamu yang bersebelahan dengan kamar Daniel dan Nadia. Boneka kecilnya masih dipeluk erat di dadan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Om Bule Kekasihku   Hari Yang Perlahan Pergi

    Udara terasa berat pagi itu. Seolah seluruh rumah mengetahui sesuatu yang tidak ingin diucapkan siapa pun. Di kamar Viola, tirai jendela dibuka sedikit agar sinar matahari pagi masuk dengan lembut. Namun cahaya itu tidak mampu menyembunyikan kenyataan bahwa kondisi Viola semakin memburuk.Ia hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Dokter yang datang pagi itu berbicara pelan dengan Daniel dan Nadia di lorong. “Tubuh Viola semakin lemah.” Nadia memegang perutnya dengan gelisah. Daniel berdiri diam, wajahnya tenang seperti biasa. Namun matanya lebih gelap dari biasanya. “Apakah dia kesakitan?” tanya Nadia. Dokter menggeleng. “Kami memberi obat agar ia tetap nyaman.” Daniel akhirnya bertanya satu hal yang paling sulit. “Kira-kira berapa lama lagi Viola bisa bertahan?” Dokter tidak langsung menjawab. Ia hanya berkata pelan, “Mungkin tidak lama.” Nadia menutup mulutnya dengan tangan. Air mata langsung jatuh. Daniel hanya mengangguk sekali. Tidak ada emosi di wajahnya.

  • Om Bule Kekasihku   Janji Nadia Kepada Viola.

    Malam di villa Moretti terasa lebih sunyi dari biasanya. Langit Tuscany dipenuhi bintang, namun di dalam kamar tempat Viola berbaring, suasana terasa berat. Lampu tidur menyala redup. Viola terlihat jauh lebih lemah dibandingkan beberapa hari lalu. Nafasnya pendek, dan kulitnya pucat hampir seperti kertas. Namun matanya masih jernih. Ia tahu waktunya semakin sedikit. Di sisi tempat tidur, Nadia duduk sambil memegang tangannya. Sementara di kursi kecil dekat jendela, Elena duduk dengan Bruno yang setia di kakinya. Gadis kecil itu memandang ibunya dengan wajah bingung. “Mama masih sakit?” Viola tersenyum lemah. “Sedikit.” Elena turun dari kursinya dan berjalan mendekat. Ia naik perlahan ke tempat tidur dan memeluk ibunya dengan hati-hati. “Kalau mama sakit, Elena akan jaga mama.” Viola hampir menangis mendengar itu. Ia mencium rambut Elena

  • Om Bule Kekasihku   Janji Kepada Seorang Ibu

    Matahari baru saja naik, namun suasana villa terasa berat seolah sesuatu yang tidak terlihat sedang menekan seluruh rumah itu.Di kamar tempat Viola dirawat sementara, udara terasa berbeda. Aroma obat dan bunga lavender memenuhi ruangan. Viola terbaring di tempat tidur dengan wajah yang jauh lebih pucat dibandingkan beberapa minggu lalu. Tubuhnya terlihat semakin kurus, napasnya lebih berat. Seorang dokter yang didatangkan Daniel dari Florence baru saja selesai memeriksanya. Nadia berdiri di dekat jendela sambil menunggu. Daniel berdiri di samping tempat tidur. Dokter itu akhirnya melepas stetoskopnya. “Dokter, bagaimana kondisi Viola sekarang?” tanya Daniel. Dokter menghela napas pelan. “Kondisinya semakin lemah.” “Berapa lama dia bisa bertahan?” tanya Daniel. Dokter tidak langsung menjawab. “Sulit memastikan. Bisa beberapa minggu atau mungkin beberapa bulan.” Nadia memegang perutnya secara refleks. Sementara Viola yang masih setengah sadar membuka matanya perlahan.

  • Om Bule Kekasihku   Ketika Daniel Charter Bermain Dengan Caranya Sendiri

    Kabut tipis menyelimuti kebun anggur, matahari musim semi menyinari perbukitan dengan lembut, dan villa Moretti berdiri megah di puncak bukit seolah tidak tersentuh masalah. Namun di balik ketenangan itu, perang diam-diam sedang dimulai. Di ruang kerja villa, Daniel sudah bangun sejak pukul lima pagi. Laptopnya terbuka dengan beberapa layar penuh data. Paul muncul di panggilan video lagi. “Anda tidak tidur?” tanya Paul. Daniel menjawab tenang. “Tidur dua jam.” Paul menggeleng pelan. “Anda terlihat seperti seseorang yang sedang merencanakan kudeta besar-besaran” ucap Paul. Daniel tersenyum. “Tidak.” Ia menutup satu dokumen dan membuka yang lain. “Hanya membersihkan masalah.” Paul menatap layar Daniel. Di sana ada daftar perusahaan milik Matteo Moretti. Perusahaan anggur. Perusahaan ekspor. Beberapa properti. Namun juga ada beberapa yang mencurigakan. Perusahaan logistik. Gudang pelabuhan. Investasi offshore. Paul bersandar di kursinya. “Anda menggali sangat dalam

  • Om Bule Kekasihku   Sisi Gelap Daniel Charter

    Malam di Tuscany terasa sunyi. Namun di villa Moretti, tidak ada seorang pun yang benar-benar tidur nyenyak. Lampu keamanan menyala di seluruh area kebun anggur. Para penjaga berjalan berpatroli setiap dua puluh menit. Bahkan Bruno, anjing besar kesayangan Elena, terlihat lebih waspada dari biasanya. Di dalam kamar, Elena akhirnya tertidur setelah lama memeluk Nadia. Namun di ruang kerja villa, Daniel masih terjaga. Lampu meja menyinari wajahnya yang serius. Di depannya terbuka laptop dengan beberapa layar berisi rekaman kamera keamanan, peta jalan di sekitar villa, serta beberapa dokumen. Paul muncul di layar panggilan video. “Tuan Daniel, saya sudah menerima laporan dari penjaga yang anda kirim” ucap Paul pelan. Daniel bersandar di kursinya. “Lalu apa yang kamu temukan?” tanya Daniel. “Perangkat yang ditemukan di truk itu bukan barang murah. Sistem pengendali jarak jauh militer modifikasi” kata Paul menjelaskan. Daniel tidak terlihat terkejut. “Matteo.” Paul

  • Om Bule Kekasihku   Pemburu Yang Mulai Diburu

    Debu masih menggantung di udara di depan gerbang villa Moretti. Truk yang menabrak pagar batu itu berhenti miring dengan bagian depan penyok parah. Asap keluar dari mesin yang masih panas. Namun tidak ada yang memperhatikan truk itu lagi. Semua perhatian tertuju pada Daniel. Ia berdiri di depan pengemudi truk yang kini terduduk di tanah dengan wajah pucat dan tangan gemetar. Beberapa penjaga villa mengelilingi mereka. Namun tidak ada satu pun yang berani menyentuh pria itu sebelum Daniel selesai. Daniel masih memegang kerah baju pria itu. Tatapannya dingin. “Elena hampir mati” katanya pelan. Nada suaranya sangat tenang. Justru terlalu tenang. Pria itu gemetar. “A-aku tidak tahu apa yang terjadi! Remnya...” Daniel langsung memotongnya. “Berhenti berbohong.” Ia menarik pria itu berdiri dan mendorongnya ke badan truk. “Siapa yang menyuruhmu?” Pria itu hampir menangis. “Aku hanya sopir! Mereka membayarku untuk mengantar truk ini!” Daniel memicingkan mata. “Mereka?” Pria

  • Om Bule Kekasihku   Hari-Hari Yang Tidak Ingin Dipercepat

    Pagi di Kopenhagen datang dengan cahaya yang lembut. Nadia terbangun lebih awal dari biasanya. Studio masih sunyi, hanya suara samar air kanal yang mengalir di kejauhan. Ia duduk di tepi ranjang kecilnya, memeluk lutut, dan tersenyum kecil saat menyadari hari ini Daniel ada di kota yang sama. Buk

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Om Bule Kekasihku   Saat Segalanya Tak Lagi Runtuh

    Hamburg menyambut Daniel dengan ritme yang berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Tidak ada panggilan darurat di tengah malam. Tidak ada email berjudul urgent yang berlapis tanda seru. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pagi Daniel dimulai dengan secangkir kopi panas yang diminum perlahan,

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-26
  • Om Bule Kekasihku   Ketika Jarak Belajar Bicara

    Waktu mulai bergerak dengan caranya sendiri. Hari-hari Nadia di Kopenhagen berjalan cepat namun sunyi. Setelah euforia pembukaan pameran mereda, ritme residensi kembali ke bentuk aslinya, pagi yang panjang di studio, siang dengan diskusi, dan malam yang sering berakhir dalam kelelahan yang tidak s

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
  • Om Bule Kekasihku   Retakan Yang Hampir Tak Terlihat

    Musim gugur mulai merayap ke Kopenhagen. Daun-daun cokelat mengendap di tepi kanal, dan udara membawa aroma dingin yang lebih tajam dari biasanya. Nadia berjalan pulang dari galeri dengan langkah pelan, mantel menutup tubuhnya rapat. Hari itu panjang, lebih panjang dari yang ia perkirakan. Diskus

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-25
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status