Share

Bab 4

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-05-29 18:35:48

Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang.

"Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang."

Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua karyawan salon itu sudah tahu jika Asila di blacklist dari semua langganan Aleska.

Asila masih berusaha menghubungi Aleska tapi tetap tak mendapat jawaban.

Akhirnya karena beberapa orang terus mendesaknya dia mengeluarkan kartu miliknya sendiri lalu membayar semua tagihan dengan uangnya. Setelah itu dia pergi dengan kesal. Bagaimana bisa Aleska melakukan itu kepadanya .

Sampai di dalam mobil dia segera menghubungi Luke mengadukan semua yang Aleska lakukan. Tapi lagi lagi Luke pun tak bisa di hubungi. Semua asumsi negatif menyeruak masuk ke dalam pikiran Asila.

"Sialan, apa mungkin mereka sedang bersama?" geram Asila.

Asila memukul setir mobilnya berkali kali karena kesal. Lalu ketika dia membuka ponselnya matanya membola ketika melihat Aleska mengunggah story tangan seorang laki laki.

"Apa apaan ini? Aleska sejak tadi tak mengangkat telfon ku tapi dia bisa mengunggah story?" pekik Asila.

"Dan Luke? Dia pasti bersama dengan Aleska. Story ini, tangan ini pasti milik Luke. Sialan kau Luke, sialan kau Aleska!"

Asila berteriak marah tanpa peduli dengan orang orang sekitar yang menatap aneh pada nya. Meskipun dia berada di dalam mobil tapi tetap saja suaranya terdengar sampai keluar.

#

Aleska yang sejak tadi hanya menatap ponselnya ingin sekali tertawa. Dia saat ini sedang berada di kediaman orang tuanya. Sementara Aleska menerima lamaran Gaharu, dia wajib kembali ke rumah dan itu semua karena permintaan Gaharu. Aleska awalnya menolak tapi setelah di pikir kembali, jika dia tetap di apartemen bisa saja Asila atau Luke akan mencarinya di apartemen. Selama ini mereka hanya tahu tempat tinggal Aleska adalah apartemen bukan hunian mewah yang bahkan tak akan bisa di bayangkan oleh Luke juga Asila.

Tok Tok

Pintu kamar Aleska di ketuk dari luar, belum sempat dia membuka pintu tiba tiba pintu terbuka dan seseorang menubruk tubuhnya sampai terjungkal ke belakang.

"Yak......apa yang kau lakukan?" teriak Aleska.

Kedua orang tua Aleska sampai berlari ke arah kamar Aleska dan melongo ketika melihat dua orang yang berada di atas ranjang.

"Astaga .... kalian berdua ini kenapa?"

Rasya tak habis pikir melihat putrinya juga keponakan nya dengan posisi yang sekarang.

Aleska yang sadar siapa yang baru saja menerjangnya pun menghembuskan napas panjang.

"Kangen sekali dengan Aleska. Aku buru buru pulang karena dengar kau mau menikah dengan Om Aru. Ah, senang sekali akhirnya kalian bisa menikah."

Keira bangun dari atas tubuh Aleska setelah dia mencium seluruh wajah Aleska.

"Aleska, Keira nanti turun ke bawah kalau sudah siap makan malam."

Kael sendiri sudah pergi dari depan kamar Aleskan setelah tahu apa yang terjadi. Dia hampir lupa jika dua perempuan muda itu akan selalu membuat kehebohan jika sudah bersama.

Aleska bangun dari posisinya, dia menatap aneh karena tiba tiba Keira pulang.

"Kau tahu dari mana jika aku akan menikah dengan Om Aru?"

"Aunty Rasya yang memberitahu ibu semalam, jadi aku langsung ambil penerbangan pertama untuk datang kesini. Ah, aku senang sekali kau menikah dengan nya. Hidupmu pasti akan terjamin dari pada kau bersama Luke. Laki laki sialan itu!"

Keira yang tersadar jika dia salah bicara langsung menutup mulutnya dan melirik Aleska dengan raut wajah yang tak nyaman.

"Maaf...."

"Kenapa kau minta maaf? Faktanya memang Luke sialan. Dia berani mengkhianati ku dengan Asila."

Mata Keira membola ketika mendengar semua itu.

"Kau sudah tahu?"

Aleska mengangguk lalu dia menceritakan semuanya pada Keira awal mula dia bisa mengetahui semua itu. Dan berujung harus menikahi Gaharu. Awalnya Keira prihatin dan marah tapi mendengar kalimat terakhir tentang Aleska yang meminta Gaharu menikahi nya membuat Keira tertawa terbahak.

Aleska langsung cemberut. Dia saat ini benar benar sangat malu jika mengingat kebodohannya kemarin.

"Aku malu sekali, bahkan orang tua Om Gaharu sampai melongo dan menahan tawa mereka. Yang ada dalam pikiran ku saat itu aku harus bisa membalas Luke dengan mencari laki laki yang jauh di atas Luke, yang setara dengan ku dalam segala hal. Tapi aku tak tahu jika dia tiba tiba datang kesini untuk melamar ku."

Keira mencubit gemas pipi Aleska, karena Aleska masih suka sekali ceroboh tanpa berpikir panjang. Lalu Aleska ingat jika Keira sudah tahu hal itu.

"Dari mana kau tahu kalah Luke bersama Asila?"

Keira mengingat kapan dia bertemu Luke dan Asila.

"Ah, kau ingat ketika ada acara perusahaan ayah di hotel milik Kakek, disana aku melihat Luke. Tapi dia tak mengenalku jadi aku bisa mencari tahu dan mengambil fotonya sebagai bukti. Hanya saja saat aku ingin memberitahu mu, kau selalu bercerita jika Luke dan Asila adalah orang baik. Aku sempat minta pendapat ayah dan ibu, lalu mereka menyuruh ku untuk tetap diam. Ayah pernah bilang jika orang yang sedang jatuh cinta itu tak akan percaya pada orang lain dan akan selalu denial dengan perasaannya, kecuali dia melihat sendiri memakai mata kepala dia sendiri."

Mata Aleska berkaca kaca mendengar semua itu, lalu dia memeluk Keira erat. Sedangkan Keira menepuk pelan lengan Aleska yang tengah memeluknya.

"Tak apa, yang penting kau sudah sadar. Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?"

Belum sempat Aleska menjawab ponselnya kembali berdering dan itu dari Asila.

"Angkat, aku ingin tahu apa yang dia inginkan darimu."

( Oh God, Aleska, kau kemana saja? Aku menelfonmu dari tadi. Kenapa kau tak mau mengangkat telfonku? Kau tak biasanya begini? )

Aleska sampai menjauhkan ponselnya dari dekat telinga karena teriakan keras dari Asila.

"Ada perlu apa?"

Asila sempat terdiam mendengar reaksi Aleska saat ini.

( Ada apa? Apa maksud mu? Kau membuatku harus membayar biaya salon yang sangat banyak Aleska. Kau membuatku malu di depan banyak orang karena aku hampir saja tak bisa membayarnya )

Keira menahan tawanya karena dia sudah tahu apa yang terjadi. Salon itu adalah milik Ibu Keira, otomatis berita itu juga sampai di telinganya.

"Kau yang melakukan perawatan, kenapa aku yang harus membayarnya? Asila, mulai detik ini aku tak akan mengeluarkan uang ku untuk mu. Semua fasilitas yang kau pakai akan aku ambil."

( Apa maksud mu? Kau tahu bukan jika aku tak mampu mempunyai semuanya? Jika kau mengambilnya aku bagaimana? Kau tega padaku? Kita berteman sudah lama )

Keira memutar bola matanya malas mendengar itu.

"Maafkan aku Asila, tapi aku ingin membeli mobil baru karena mobil yang lama sudah tak layak pakai. Jadi mulai hari ini tolong kembalikan semuanya ya? Aku juga akan menjual apartemen yang kau tempati. Aku butuh modal untuk membuka cabang yang baru."

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 109

    Gaharu baru saja masuk ke dalam kamar rawat Aleska, ia melihat istrinya terlelap karena memang hari sudah larut. Aleska yang merasa ada orang masuk ke dalam kamarnya, perlahan membuka matanya. "Om...." Gaharu yang baru saja ingin masuk ke dalam kamar mandi berhenti. "Kenapa bangun, hmm?" Akhirnya Gaharu mendekat ke arah ranjang Aleska, membantu Aleska untuk duduk dengan nyaman. "Lelah?" Bukannya menjawab pertanyaan Gaharu, tapi Aleska malah balik bertanya pada suaminya itu. "Sedikit, tapi aku lega satu persatu masalah di perusahan Daddy selesai. Besok aku akan mengadakan perlombaan besar di sana, jadi mungkin aku juga akan sedikit sibuk di sana." Aleska mengangguk mengerti, ia bersyukur jika semuanya selesai dengan baik. Namun Aleska kasihan melihat suaminya yang terlihat kelelahan seperti ini. "Kenapa lihatnya begitu?" Aleska menggeleng, ia membuka lebar kedua tangannya untuk memeluk Gaharu. Gaharu yang melihat itu tersenyum, lalu ia mendekat ke ar

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 108

    Gebrakan yang dilakukan Gaharu dan Gerald membuktikan jika siapapun yang menyakiti keluarga mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Saat ini hari sudah gelap, Gaharu dan Gerald serta tim yang lain masih berada di ruangan meting yang utama. "Paman Bram, hari ini cukup sampai di sini. Semuanya sudah lelah, besok kita lanjutkan lagi. Dan untuk pertemuan besok, aku mau setiap divisi dan juga pihak HRD hadir di meting besok. Umumkan kepada semuanya akan ada penggantian jabatan di semua tempat dan divisi. Tak akan ada diskriminasi lagi di perusahaan, dan juga berlaku untuk semua cabang!" Bram serta yang lain mengangguk, lalu Gaharu mengambil ponselnya mengetikkan sesuatu. Ting.... Ponsel Bram berbunyi, ia lalu melihatnya. Matanya membola dan menatap Gaharu cepat. "Tuan, apa ini? Kenapa mengirimi ku banyak sekali yang?" Gaharu tersenyum, ia lalu bangkit dari duduknya saat ini. "Paman, tolong bagi dengan tim Paman yang sudah bekerja keras hari ini. Traktir merek

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 107

    Kegaduhan yang di buat oleh Wijaya dan Cipto membuat semua orang tercengang. Terlebih tak lama setelah Gaharu naik ke atas, beberapa petugas polisi juga tiba di sana. Mereka langsung di arahkan untuk menemui Gaharu di ruangan meting. Yang lebih Gongnya lagi ketika tak lama Cipto dan Wijaya di seret paksa keluar dari perusahaan Kael dengan wajah tertunduk. ( Pengumuman : Karena ada nya kejadian yang merugikan perusahaan, hari ini akan di adakan pemeriksaan ulang dan juga audit besar-besaran setiap divisi. Pastikan data dan juga pekerjaan bersih tanpa adanya data nepotisme dan juga penggelapan dana serta pelanggaran yang lain. Jika di temukan pelanggaran sekecil apapun semua akan di bereskan di pengadilan!) Semua karyawan mendapatkan email pemberitahuan tentang audit itu. Mereka kelabakan dan segera memeriksa pekerjaan mereka masing-masing. Gaharu benar-benar di buat sibuk saat ini. "Tuan Gaharu, ada beberapa divisi yang juga terlibat dengan Cipto dan Wijaya. Mereka sudah

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 106

    Semua yang dikatakan Gaharu membuat semua orang terdiam. Mereka tak mungkin bisa melakukan itu semua terlebih perihal biaya yang juga akan membutuhkan biaya yang sangat banyak. "Kenapa diam? Bukannya sebelum aku masuk tadi semua sudah pada heboh ingin mengambil alih?" Mata Gaharu tertuju pada Wijaya yang wajahnya sudah keruh dan mengeras. Ia membalas tatapan Gaharu dengan tak kalah tajam. Namun bukan Gaharu namanya jika hanya gertakan kecil itu membuatnya takut. "Ah dan satu lagi, mumpung semuanya sedang berada di sini kebetulan aku ingin memberitahu jika Daddy sudah siuman. Hanya saja, Daddy butuh waktu untuk pulih. Semua pekerjaan Daddy aku yang ambil alih. Dan Daddy juga menitipkan sesuatu untuk semua orang yang hari ini ikut meting di sini. Bukannya hari ini juga termasuk dalam rapat evaluasi kerja semua jajaran dewan direksi? Ah, dan untuk para karyawan sudah sampai di email mereka masing-masing." Gerald dan Bram membagikan semua evaluasi kerja yang hari ini langsung be

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 105

    Gaharu sedang bersama Gerald dan Bram. Ia yang akan mengambil penuh kasus kecelakaan yang menimpa Kael dan juga Rasya. Semua bukti sudah lengkap, dan Gaharu akan mengurus nya siang ini. Kael dan Rasya sudah siuman meskipun keadaan mereka masih dalam pantauan tim dokter. "Sayang, sama Keira dulu, ya, aku mau urus semua tikus yang mencelakai Daddy dan Mommy." Aleska yang badannya sudah mulai pulih, mengangguk. Aleska juga sudah merasa sehat setelah dia istirahat seharian. Terlebih ketika tahu jika orang tuanya juga sudah melewati masa kritis mereka. "Hati-hati, jangan sampai kau dan yang lain terluka." Gaharu mengangguk, dia meraih kepala Aleska lalu mencium nya dalam. Gaharu khawatir jika Aleska akan terbebani dengan apa yang terjadi hari ini. "Sayang, ingat jangan berpikir terlalu berat. Semua akan baik-baik saja , dan percaya pada kami jika semua ini akan segera terungkap. Aku akan menyeret mereka semua yang terlibat membusuk di penjara dalam waktu yang lama." A

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 104

    Aleska mulai terbangun, dia merasa tangannya berat. Ternyata ketika tangannya masih di genggam oleh Gaharu. Merasakan ada pergerakan, tidur Gaharu juga terusik. Dia mulak membuka matanya, dan langsung memeluk Aleska ketika melihat Aleska sudah sadar. "Sayang, akhirnya kau bangun juga." Aleska masih mencerna kembali apa yang terjadi padanya. Lalu matanya membola saat ingat jika kedua orang tuanya sedang di operasi. "Om, Mommy dan Daddy, mereka bagaimana?" tanya Aleska panik. Ia ingin turun dari ranjang tapi tangan Gaharu menahannya. "Sayang, tenang. Jangan langsung bangun begini. Tubuhmu masih lemah." "Tapi aku mau lihat mereka, Om Aru jangan begini atau aku marah. Minggir!" Nada bicara Aleska terdengar meninggi, membuat Gaharu menekan kuat pundak Aleska. "Aleska, dengarkan aku. Kau masih lemah, kau juga butuh istirahat." "Tidak, minggir. Jangan halangi aku. Jangan membuatku marah!" teriak Aleska keras. "Aku juga bisa marah kalau sampai kau dan bayi k

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 6

    Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama. "Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk." Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keama

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 5

    Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 3

    Aleska hari ini pergi ke toko kue miliknya. Dia sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan pernikahannya yang mendadak dengan Gaharu. Huft..... Semua karyawannya menatap aneh pada Aleska. "Nona seperti orang putus cinta, kenapa lemas sekali hari ini?" Aleska mengerjapkan matanya saat

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 2

    Langkah Gaharu membawanya ke taman belakang dimana Aleska baru saja kabur. Duk.... "Aw ...." Sret .... Gaharu menarik pinggang Aleska agar Aleska tak sampai terjatuh karena baru saja menabrak dada bidangnya. Mata Aleska mengerjap ketika mendapati dia dalam pelukan Gaharu. Dia lalu me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status