Share

Bab 11 | To The Rescue

Author: Romero Un
last update publish date: 2025-11-15 10:35:53

‘Nyokap?’

Ivy mengerutkan dahi. Ia sama sekali tidak paham apa yang diucapkan Samantha barusan.

Kenapa karena ibunya, Samantha mau menolong Ivy? Hal ini menjadi tanda tanya besar di hati Ivy. ‘Apa mungkin ibunya ternyata adalah teman mama?’

Tengah larut dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba ada orang lain berkomentar di samping Ivy.

“Sam, kayaknya dia kena obat nih!”

Ivy tidak kenal suara itu. Tidak pernah dengar.

Kemudian suara asing itu kembali berkomentar, “Kalau cerita dari anak-anak bene
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 51. Skill Memasak (S2)

    “Apa thesis-mu belum selesai?” Ivy melirik kesal ke arah Lexton yang menanyakan hal konyol itu. Ia baru akan memasuki bulan ke 8 S2-nya dan sudah ditanya soal thesis. “Mata pelajarannya saja belum semua kuambil, Om Lex! Jangan tanya aneh-aneh deh!” Lexton pun menarik Ivy ke dalam pelukannya dan pura-pura menangis. “Huwaaa! Lagian siapa yang suruh kamu ambil S2? Setelah kubilang kutunggu lulusmu, kau malah tidak lulus juga!” Ivy terkekeh sambil menepuk-nepuk punggung tunangannya itu. Tahun lalu ia sudah menyelesaikan S1-nya. Namun, melihat dunia cyber semakin berkembang dan tuntutan pekerjaan yang semakin luas, Ivy merasa perlu bekal tambahan untuk melangkah ke dunia orang dewasa itu. Karena itulah, ia perlu melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Kali ini ia mengambil jurusan cybersecurity & digital forensics. “10 bulan lagi aku lulus. Sabar aja, Om Lex!” Lexton tak mungkin melarang dan hanya bisa menerima kenyataan bahwa pernikahan yang sudah ia bayangkan bebera

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 50 | Kutunggu Lulusmu!

    “Ivy!”Teriakan familiar itu membuat Ivy menoleh dengan senyum mengembang. “Morning, Sam! Tess!”Samantha terlihat nyengir lebar. “Mom bilang hari ini ada makan-makan di rumah. Lu wajib datang. Nanti cari baju sama gue!”“Eh?! Lagi?” Dahi Ivy mengernyit. Heran kenapa mereka senang sekali membuat acara.Samantha pun ikut bingung. “Nggak biasanya juga ada banyak acara dalam minggu yang sama.”“Bisa jadi ini cuma perayaan kecil,” ujar Tessa menebak-nebak. “Buat rayain hubungan Ivy sama Om Lexton yang udah di-acc!”Wajah Ivy memerah mendengarnya. ‘Berarti hubungan kami sudah resmi ya? Jantung gue nggak bisa tenang jadinya.’“Bisa jadi. Pokoknya, lu jangan pulang dulu nanti!” tukas Samantha mengingatkan. “Tunggu gue kelar! Oke?!”Ivy hanya bisa mengangguk paham. “Oke! Ketemu di kantin biasa ya!”“Sip!”Bertepatan dengan janji mereka, entah sebuah kebetulan atau apa, dosen mereka tidak datang untuk mengajar. Baik dosen Samantha dan Tessa, maupun dosen Ivy. Begitu masuk kelas masing-masing,

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 49 | Rencana

    “Sam!” seru Ivy yang langsung menerobos kerumunan. Sekali lagi, bagi Ivy, Samantha datang bak pahlawan. Kali ini, ia diselamatkan dari mereka yang tengah penasaran dengan jati diri di balik status mahasiswinya.“Lu nggak apa-apa?!” tanya Samantha sambil mengecek kondisi Ivy. “Gue nggak nyangka jadi begini.”“Nggak apa-apa. Semua udah beres, Sam! Tenang aja!” ujar Ivy, nyengir lebar. Kemudian, Ivy berjinjit sedikit dan berbisik pada Samantha. “Tolong bawa gue ke Om Lexton aja. Keluarga lu yang lain pada sibuk nanyain gue.”Samantha mengangguk. Dengan gaya protektifnya, ia membawa Ivy ke dekat Lexton duduk. “Ivy! Finally, kamu lepas dari mereka!” seru Lexton sambil merentangkan tangan, menyambut Ivy. Ivy pun hanya terkekeh. Sejak tadi, Lexton berusaha mengamankan Ivy, tetapi Jeremy selalu melarang. Sepertinya Samantha lebih terlihat sangar ketimbang Lexton, sehingga mereka tidak berani mendekati Ivy.“Kamu udah pulang, emang kuliah udah selesai?” tanya Giana pada Samantha. “Aku bol

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 48 | Selamat, Anda Sudah Dicampakkan!

    Pekikan paling kencang terdengar dari arah pintu. Ternyata Lexton muncul bersamaan dengan pengakuan Ivy. Jeremy yang melihat putranya ikut kaget, merasa kesal. “Kau katanya punya hubungan dengan anak ini, tapi kenapa kau saja tidak tahu hal mendasar seperti jurusan kuliahnya, Lexton?!”Lexton yang ternganga kemudian tergelak. “Gila ya! Hidup punya banyak kejutan buatku!”Dengan langkah angkuh, ia mendekati Ivy dan merangkulnya erat. Berberapa peserta rapat yang masih tidak setuju dengan hubungan Lexton dan Ivy hanya bisa mengernyitkan hidung mereka. “Kamu nggak biarin mereka bully kamu, kan?” bisik Lexton sedikit keras. Jeremy yang mendengar itu pun geram dibuatnya. “Lexton!”“Kami cuma diskusi, Om Lex!” jawab Ivy riang. “Sekalian perkenalan.”“Hahaha! Aku tidak sangka semua ini!” Aloysius terlihat seperti orang yang baru saja memenangkan lotere. “Dunia benar-benar kecil, Nona Helix!”Suasana mulai terasa ringan setelah Aloysius menerima kehadiran Ivy sebagai orang penting di ruang

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 47 | Hedera Helix

    “Nona Ivy, Kepala keluarga Tan memanggil Anda.”Ivy segera mematikan ponselnya dan mengikuti kepala pelayan pria yang menjemputnya. Walau terlihat tenang seolah cuek, sebenarnya hati Ivy berdebar cukup cepat. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan ditanyakan padanya. Sang kepala pelayan mengetuk satu kali, lalu berkata dengan suara sedikit keras. “Nona Ivy Adinata sudah datang, Tuan Jeremy.”Ivy memutar otaknya lagi. Ia sudah membaca semua data anggota keluarga Tan. Ingatannya merujuk pada kepala keluarga Tan, saat mendengar nama itu. ‘Berarti dia ayah Om Lexton,’ batin Ivy. Sebuah kenyataan pun menghantamnya. ‘Berarti dia itu kakek-kakek nggak sih?! Oh my God! Kenapa juga gue suka sama om-om kayak Lexton?!’’Pintu sudah terbuka, tetapi Ivy belum siap dengan kenyataan yang baru saja disadarinya. Ivy melihat Giana memberi isyarat padanya. Kakak tertua Lexton tersebut ternyata sudah menyiapkan kursi untuknya. Namun, Jeremy tidak setuju.“Nona muda, kau bisa duduk di sebelahku,” uj

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 46 | Di Saat Lexton Pergi

    Pada akhirnya Lexton tidak pernah menuruti ucapan sang ayah dan pamannya yang meminta Ivy datang ke rapat. Rapat bulan terkait, Lexton dengan santainya datang tanpa membawa Ivy. Ia menerima banyak ocehan dan keluhan, tapi tetap tidak peduli. Baginya, Ivy tidak perlu menghadapi semua ini. Dan hari ini, rapat bulanan kembali diadakan. Tanpa sepengetahuan Lexton. Di saat ia tengah pergi dinas ke luar negeri. Sekitar pukul 9 pagi, sebuah mobil sedan hitam berhenti di depan gerbang kediaman Ivy. Bertepatan dengan jadwal Ivy berangkat ke kampus. “Nona Ivy Adinata?” sapa seorang pria paruh baya yang baru saja keluar dari mobil. Ivy mengangguk tenang. Dari para seniornya, Ivy sudah mendapat gambaran kemungkinan yang terjadi akibat pembangkangan Lexton terhadap para tua keluarganya. “Apa kalian orang suruhan keluarga Tan?” tanya Ivy terus terang. Si penjemput pun tersenyum lebar. “Senang, saya tidak perlu menjelaskan detail.”Pintu kabin mobil bagian belakang pun dibuka, dan orang itu m

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 37 | 20 Menit Saja

    Beberapa hari berlalu setelah rapat besar keluarga Tan. Lexton tidak pernah menduga, bahwa akan datang harinya di mana ia mendapat tekanan dan ancaman karena sudah menolak seorang wanita.Foto-foto Lexton dengan Ivy terhampar di atas meja kerjanya. Sementara itu, seorang wanita muda cantik jelita

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 36 | Kawin Lari

    “Aku tidak berniat mencari istri sekarang, Dad!” tolak Lexton, membuang muka. Namun, Jeremy memilih tak peduli dengan penolakan itu. “Kamu belum lihat anak itu, Lex.” Jeremy menepuk pundak putranya. “Dia wanita cantik yang anggun. Cocok jadi istri seorang presiden direktur.”Geram karena tidak di

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 18 | Rekaman Bikin Penasaran

    “Makanan favorit dia apa? Dia suka warna apa? Di kantor dia kayak gimana?”Netra Ivy mengerjap penuh antusias ketika melontarkan pertanyaan itu pada Samantha. Tangannya sudah memegang sisi kanan dan kiri ponsel, bersiap mencatat temuannya.“Ivy, stop!” tukas Samantha. “Ini udah pertanyaan ke-berapa

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 17 | Cuma Teman Keponakanmu

    “Aku udah bilang, aku nggak apa-apa, Om!”Ivy memamerkan deretan gigi putihnya, mencoba menutupi rasa malu. Beberapa menit yang lalu. Ivy baru akan mandi, ketika Lexton menghubunginya dan mengatakan kalau ia perlu bertemu dengan Ivy. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Ivy pun langsung tancap gas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status