Share

Bab 49 | Rencana

Author: Romero Un
last update publish date: 2026-01-17 14:44:20

“Sam!” seru Ivy yang langsung menerobos kerumunan.

Sekali lagi, bagi Ivy, Samantha datang bak pahlawan. Kali ini, ia diselamatkan dari mereka yang tengah penasaran dengan jati diri di balik status mahasiswinya.

“Lu nggak apa-apa?!” tanya Samantha sambil mengecek kondisi Ivy. “Gue nggak nyangka jadi begini.”

“Nggak apa-apa. Semua udah beres, Sam! Tenang aja!” ujar Ivy, nyengir lebar.

Kemudian, Ivy berjinjit sedikit dan berbisik pada Samantha. “Tolong bawa gue ke Om Lexton aja. Keluarga lu yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 54. Lagi Bayangin Apa?

    “Dia adeknya Lewyn.”Spontan ketiga kakak Lexton terkejut. “Ngapain kamu bawa anak ini ke sini?!” tukas Helga panik. “Apa kamu mau biarin mata-mata masuk terang-terangan, Lex?!”Ivy terkesiap. Ia langsung berdiri dan membungkuk. “Maaf, karena aku nggak tahu soal itu, aku pilih Killian jadi partner tugas kuliah, Aunt Helga.”Wajah marah Helga langsung berubah jadi raut bersalah. “Ah … Ivy, jangan minta maaf! Aku—”“Ivy, diemin aja omongan Helga. Dia emang suka jedar-jeder!” tukas Giana sambil melirik tajam pada adik keduanya itu.“Udah, udah! Killian udah bantuin aku juga,” ungkap Lexton sambil menghela napas panjang, lelah dengan kelakuan ketiga kakak perempuannya itu. “Baik-baik kalian sama dia!”“Ugh! Sorry! Aku kan cuma kaget!” keluh Helga yang kemudian duduk di sebelah kanan Ivy. “Maaf ya Iv. Dan temanmu juga.”“Nggak, Aunt! Ini salah Ivy—”“Kamu nggak salah, Hon,” potong Lexton tidak terima Ivy meminta maaf. Kemudian, ia mengalihkan topik pembicaraan tentang keberadaan tiga CEO

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 53. Konspirasi

    ‘Cih, apa sih yang ada di otak orang-orang tua itu?!’ Lexton mengeluh kesal. ‘Memangnya kenapa kalau aku datang ke kantor pas libur?’Sang presdir mendekat sedikit, mengecek apa yang mereka bicarakan. Kemudian ia malah mendapati kenyataan yang menyebalkan. “Bagaimana kalau dia tahu kita kehilangan proyek tambang emas pada Presdir Lewyn?” ungkap salah satu direktur, yang bertanggung jawab atas anak perusahaan Tanverra yang bergerak di bidang tambang.Lexton semakin kesal mendengarnya. ‘Pantas saja muka Lewyn tadi bikin kesal. Sepertinya dia percaya diri sekali bisa mengambil tambang itu dariku!’Tentu saja pengakuan sang direktur membuat yang lain semakin panik. “Kenapa kau tidak laporkan kemarin saat rapat hari Jumat?!”“Aku berniat melaporkannya setelah mendapat tambang pengganti,” elak sang direktur. “Aku merasa ini hari terakhirku hidup.”Mendengar semua itu, Lexton jadi merasa perlu menggelar rapat saat itu juga. Ia memutuskan untuk muncul dan menghadapi mereka semua. “Ehm! Jadi,

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 52. Kunjungan ke Kantor Tunangan

    “Iya juga, ya! Killian laki-laki!” gumam Ivy dengan wajah menimbang-nimbang. Kemudian, Ivy menjelaskan, “Tapi ini tugas penting. Memang diminta berpasangan. Killian juga bukan laki-laki lain, Om Lex! Dia laki-laki!”“Nggak, nggak! Jangan di rumah dia, Honey!” tegur Lexton frustrasi. “Ke rumahku aja, gimana?”Ivy mengernyit, berniat protes. Namun, tiba-tiba seseorang memanggil nama Lexton dari teras lantai 2. Membuat keduanya menengadah. Seorang wanita dengan gaun ketat berwarna merah terang tersenyum ke arah Lexton. “Wow, kok kau bisa ada di depan rumahku, Lex?”Melihat senyuman yang jelas-jelas ditujukan untuk menggoda Lexton, Ivy melirik ke arah Lexton dengan wajah kesal. “Ayo, pulang aja!”Lexton tertegun sesaat kemudian tawanya meledak. Ia langsung menggendong kekasihnya itu sambil berkata, “Kamu juga cemburu, ‘kan?”Ivy tak menjawab. Hanya menggembungkan pipinya penuh kekesalan. Namun, itu cukup untuk membuat Lexton puas. “Senang juga kalau kamu cemburu begini.”Baru saja Lext

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 51. Skill Memasak (S2)

    “Apa thesis-mu belum selesai?” Ivy melirik kesal ke arah Lexton yang menanyakan hal konyol itu. Ia baru akan memasuki bulan ke 8 S2-nya dan sudah ditanya soal thesis. “Mata pelajarannya saja belum semua kuambil, Om Lex! Jangan tanya aneh-aneh deh!” Lexton pun menarik Ivy ke dalam pelukannya dan pura-pura menangis. “Huwaaa! Lagian siapa yang suruh kamu ambil S2? Setelah kubilang kutunggu lulusmu, kau malah tidak lulus juga!” Ivy terkekeh sambil menepuk-nepuk punggung tunangannya itu. Tahun lalu ia sudah menyelesaikan S1-nya. Namun, melihat dunia cyber semakin berkembang dan tuntutan pekerjaan yang semakin luas, Ivy merasa perlu bekal tambahan untuk melangkah ke dunia orang dewasa itu. Karena itulah, ia perlu melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Kali ini ia mengambil jurusan cybersecurity & digital forensics. “10 bulan lagi aku lulus. Sabar aja, Om Lex!” Lexton tak mungkin melarang dan hanya bisa menerima kenyataan bahwa pernikahan yang sudah ia bayangkan bebera

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 50 | Kutunggu Lulusmu!

    “Ivy!”Teriakan familiar itu membuat Ivy menoleh dengan senyum mengembang. “Morning, Sam! Tess!”Samantha terlihat nyengir lebar. “Mom bilang hari ini ada makan-makan di rumah. Lu wajib datang. Nanti cari baju sama gue!”“Eh?! Lagi?” Dahi Ivy mengernyit. Heran kenapa mereka senang sekali membuat acara.Samantha pun ikut bingung. “Nggak biasanya juga ada banyak acara dalam minggu yang sama.”“Bisa jadi ini cuma perayaan kecil,” ujar Tessa menebak-nebak. “Buat rayain hubungan Ivy sama Om Lexton yang udah di-acc!”Wajah Ivy memerah mendengarnya. ‘Berarti hubungan kami sudah resmi ya? Jantung gue nggak bisa tenang jadinya.’“Bisa jadi. Pokoknya, lu jangan pulang dulu nanti!” tukas Samantha mengingatkan. “Tunggu gue kelar! Oke?!”Ivy hanya bisa mengangguk paham. “Oke! Ketemu di kantin biasa ya!”“Sip!”Bertepatan dengan janji mereka, entah sebuah kebetulan atau apa, dosen mereka tidak datang untuk mengajar. Baik dosen Samantha dan Tessa, maupun dosen Ivy. Begitu masuk kelas masing-masing,

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 49 | Rencana

    “Sam!” seru Ivy yang langsung menerobos kerumunan. Sekali lagi, bagi Ivy, Samantha datang bak pahlawan. Kali ini, ia diselamatkan dari mereka yang tengah penasaran dengan jati diri di balik status mahasiswinya.“Lu nggak apa-apa?!” tanya Samantha sambil mengecek kondisi Ivy. “Gue nggak nyangka jadi begini.”“Nggak apa-apa. Semua udah beres, Sam! Tenang aja!” ujar Ivy, nyengir lebar. Kemudian, Ivy berjinjit sedikit dan berbisik pada Samantha. “Tolong bawa gue ke Om Lexton aja. Keluarga lu yang lain pada sibuk nanyain gue.”Samantha mengangguk. Dengan gaya protektifnya, ia membawa Ivy ke dekat Lexton duduk. “Ivy! Finally, kamu lepas dari mereka!” seru Lexton sambil merentangkan tangan, menyambut Ivy. Ivy pun hanya terkekeh. Sejak tadi, Lexton berusaha mengamankan Ivy, tetapi Jeremy selalu melarang. Sepertinya Samantha lebih terlihat sangar ketimbang Lexton, sehingga mereka tidak berani mendekati Ivy.“Kamu udah pulang, emang kuliah udah selesai?” tanya Giana pada Samantha. “Aku bol

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 12 | Bersentuhan

    “Oi! Mau kena razia pedo lu, Lex?!”Lexton segera menjauh dari wajah Ivy dan melihat ke arah suara itu terdengar. Ia berdecak melihat sosok familiar berjalan dari arah berlawanan. “Ian!” seru Lexton, akhirnya bisa menegakkan tubuh lagi. “Bantuin buka pintu! Kartunya di kantong kanan celana.”Lelak

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 7 | Si Nerd Tukang Nyolong

    “Oi, Nerd! Cariin tanda tangan kakak tingkat di BEM dong!”“Sekalian gue!”Semester pertama dimulai dengan kegiatan pengenalan kampus dan atributnya. Universitas Arkamaya menyelenggarakan masa orientasi hanya dalam 1 hari. Tugasnya pun hanya mengumpulkan 30 tanda tangan kakak tingkat mereka. Tidak

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 6 | Cem-ceman Kampus

    “20 tahun?!”Ivy terkesiap ketika selesai menghitung jarak usia yang membentang jauh. Lexton hampir tersedak karena tak menyangka Ivy akan sekaget itu. Namun, percakapan mereka terhenti karena ponsel Lexton yang berdering lembut. Lexton mengangkat tangan ke arah Ivy, meminta waktu sesaat untuk men

  • Om Tajir Milik Si Kutu Buku   Bab 5 | 38-18=20

    “Ya elah! Dia lagi, dia lagi!”“Buset! Kirain udah mati Si Nerd!”Suara sumbang dan cekikikan itu ditujukan pada Ivy.Libur panjang masih tersisa 1 minggu lagi, sebelum perkuliahan dimulai. Namun, ia harus ke kampus hari ini, gara-gara ulah Jesslyn. Sepupunya itu mencabut aliran listrik dari jarin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status