Share

DESI GERAM

Author: Rini Alnabil
last update publish date: 2026-03-28 20:59:18

DESI GERAM

Setelah kedua orang tuanya Yudi dan juga kakaknya sepakat memberikan uang untuk tambahan beli rumah kepada Yudi. Akhirnya Desi dan Yudi pun berlalu pulang karena hari sudah larut malam dan rencana beli rumah di tunda esok hari. Kebetulan Bapaknya Yudi akan mencarikan rumah di sekitar rumahnya.

Tiba di rumah Desi, nampak mobil Nia sudah nampak terparkir di halaman. Sepertinya keluarga Desi sudah pulang dari restoran.

"Des ini Nia belikan kamu baju tidur. Harganya lumayan loh belum tentu kamu bisa beli." sindir sang Ibu dengan pandangan sulit di artikan.

Nampak Desi dan Yudi tertegun seakan tidak suka dengan ucapan sang Ibu karena ucapan tersebut terasa merendahkan.

"Des dari mana dulu,pulangnya kok larut malam," sambung sang Bapak.

Desi dan Yudi pun akhirnya duduk walau mereka terlihat kesal kepada sang Ibu yang baru saja menyindirnya.

"Saya dan Desi ada rencana mau pindah dari sini dan beli rumah."

HENING

Beberapa saat kemudian di ruangan keluarga nampak menjadi sepi. Tidak ada obrolan lagi. Kedua orang tuanya Desi saling berpandangan seakan dalam diri mereka dihinggapi rasa tanya masing-masing.

"Iya, Desi dan Yudi mau pindah karena ada rencana mau beli rumah." sambung Desi.

"Uang dari mana? Mau beli rumah." ejek sang Ibu dengan tersenyum sinis.

Sontak Desi matanya terbuka dengan lebar, sindiran demi sindiran selama ini yang terlontar dari sang Ibu coba dia pendam. Tapi kali ini Desi seakan tidak terima dan sepertinya dia sudah tidak tahan membendung emosinya.

"Bu kenapa Ibu selalu merendahkan Desi! Apa karena Desi miskin dan tidak pernah mencukupi Ibu? Sementara Nia mendapatkan pasangan yang kaya dan bisa mencukupi kebutuhan Ibu jadi Ibu seenaknya selalu menyindir Desi," dengan mata yang berembun Desi berucap.

Sontak Yudi pandangan matanya mengarah kepada Desi dengan cepat dia mengelus pundak sang istri dengan lembut.

Sementara Ibunya Desi terlihat terkesiap juga sang Bapak. Mereka tidak menyangka kalau Desi akan bicara seperti itu.

"Nak Yudi sebaiknya bawa Desi istirahat di kamarnya, maafkan ucapan Ibu ya," Bapaknya Desi terlihat gugup dengan keadaan tersebut.

Yudi pun membawa sang istri ke dalam kamar dengan wajah terlihat khawatir.

°°°°

Desi merebahkan badannya di atas ranjang dengan kasar. Air mata pun terlihat berhamburan menetes. Yudi pun seakan tidak tega melihat kondisi Desi yang terlihat sedih dan kecewa karena ejekan dari Ibunya Desi.

"Des yang sabar ya, ini semua salahku. Aku belum bisa memberikan kamu yang terbaik. Pokoknya secepatnya aku akan bawa kamu dari sini agar kamu tidak banyak pikiran. Mungkin kamu banyak pikiran Des makannya belum juga di kasih keturunan," ucap Yudi sambil membuka bajunya kemudian dia berlalu ke arah pintu dan menyambar handuk yang ada di belakang pintu.o, setelah itu dia berlalu memasuki kamar mandi.

Setelah Yudi memasuki kamar mandi, Desi nampak tengah memikirkan apa yang baru saja di ucapkan oleh Yudi kalau dia banyak pikiran jadi tidak kunjung hamil.

"Apa benar yang di ucapkan Yudi? Tapi..."

Desi pun seakan tidak mau jika dia yang di salahkan karena siklus menstruasinya pun lancar dan ketika di ranjang dia yang berg4ir4h dan jarang mencapai k3pu4s4n. Sementara Yudi selalu kelelahan dan pada akhirnya hubungan suami istri pun tidak di lanjutkan dengan maksimal seperti yang di harapkannya. Pikiran Desi seakan bertraveling.

°°°°°°

CEKLEK

Yudi terlihat keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggang. Badannya nampak terlihat segar setelah air shower mengguyurnya.

Yudi menatap Desi yang terlihat mengerucutkan bibirnya. Yudi pun berpikir kalau Desi tengah memikirkan sindiran dari Ibunya.

"Sudah Des jangan terlalu di pikirkan, namanya juga seorang Ibu pasti ingin melihat anaknya bahagia," ucapnya sambil memakai baju dan menggantungkan handuk kembali di belakang pintu.

"Iya, memang ucapan Ibu benar adanya. Aku belum bahagia hidup bersama kamu," sindir Desi seakan termakan omongan.

Sontak Yudi terkejut dengan ucapan Desi. Dia pun terlihat menghampiri Desi dan duduk di tepi ranjang.

"Kita harus berobat ke dokter Mas, siapa tahu kamu yang bermasalah. Kamu selama hubungan sama aku selalu menyudahi permainan. Sementara aku belum terpuaskan," sindir Desi.

Yudi melotot ke arah Desi dan sepertinya dia tidak terima dengan apa yang di ucapkan dari bibir mungil istrinya itu.

"Kenapa kamu jadi mempermasalahkan itu Des!" terdengar Yudi seakan tidak terima.

Desi terlihat beranjak dari ranjang, kemudian berlalu pergi memasuki kamar mandi. Yudi terlihat meremas rambutnya dengan kasar.

°°°°°°

Keesokan harinya Desi hanya mengurung diri di dalam kamarnya. Yudi hari ini mengajak kembali Desi untuk mengunjungi rumah kedua orang tuanya karena tadi subuh dapat kabar dari Bapaknya Yudi ada rumah yang akan di jual.

"Aku kurang enak badan Mas, kamu saja sendiri yang pergi," titah Desi sambil matanya berselancar di layar ponsel.

"Kemarin kamu yang berambisi untuk segera keluar dari rumah ini. Kenapa sekarang seakan tidak bersemangat," Yudi menatap lekat ke arah sang istri.

"Sudahlah Mas, aku malas berdebat, kepalaku pusing dan aku ingin istirahat," jawab Desi memberikan sebuah alasan.

Secepat kilat Yudi menyambar ponsel yang tengah dipegang oleh Desi, kemudian oleh Yudi di simpan nya di atas nakas.

Sontak Desi melirik ke arah Yudi dengan pandangan kesal.

"Kenapa sih, Mas!"

"Kalau kurang enak badan istirahat bukannya mainin ponsel. Itu malah tambah pusing," sindir Yudi.

Desi pun terlihat menutup wajahnya dengan bantal. Rasa kesal terhadap suami dan juga Ibunya seakan dia coba tahan.

"Aku pamit kalau begitu." ucap Yudi.

Desi hanya diam seakan malas untuk bicara. Setelah terdengar Yudi menutup pintu kamar, Desi pun membuka bantalnya yang menutupi penuh wajahnya. Terlihat Desi membuang napas kasar.

Suara motor yang melaju dengan kecepatan sedang terdengar lekat ke kuping Desi dan sepertinya Desi sudah tidak asing lagi dengan bunyi suara motor itu. Pemilik motor tersebut adalah suaminya sendiri.

°°°°°°

TOKK---

TOKK---

TOKK---

Pintu kamar Desi ada yang mengetuk beberapa kali.di luar sana. Terdengar suara Nia sang adik dari Desi memanggil-manggilnya.

"Masuk-!" teriak Desi.

CEKLEK

Setelah pintu terbuka dengan lebar terlihat sosok adiknya tersebut. Nia terlihat beda dari penampilan sebelumnya karena kini adiknya tersebut semakin cantik dan anggun dengan memakai baju baru yang terlihat harganya pasti sangatlah mahal sekali.

"Kak sebentar lagi Nia mau pergi sama Mas Hendra. Ibu dan Bapak kebetulan sedang pergi ke rumah saudara jadi Nia pamit sama kakak mau pergi," ucap Nia tersenyum renyah ke arah kakaknya tersebut.

Desi hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.

"Beruntung sekali Nia, bisa mendapatkan Hendra." batinnya.

Desi pun pikirannya berselancar jauh kalau saja dulu tidak menolak Hendra untuk di jodohkan dengannya. Mungkin hidupnya akan bahagia dengan Hendra yang kaya raya.

Bersambung..

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PASANGANKU MANDUL    CURIGA

    CURIGA Helmi menyipitkan matanya tatkala membaca pesan yang datang dari temannya dan dia pun seakan tidak percaya dengan kabar tersebut. "Hendra sekarang punya wanita lain, kasihan adik dari istrimu itu ternyata dikhianati oleh suaminya." pesan tersebut buat Helmi dihinggapi rasa penasaran dan tanda tanya besar karena dia berpikir tidak mungkin kalau Hendra punya wanita lain selain Nia adik dari istrinya.Helmi pun seakan ingin mengadu kabar tersebut kepada sang istri yaitu Desi.Tapi Helmi terlihat ragu untuk mengabarkan berita tersebut kepada sang istri karena dia pun dulu pernah mengkhianati istrinya dan nantinya dia takut di salahkan oleh Desi dan mungkin Desi akan memojokkan dirinya mungkin sama saja Helmi dan Hendra suka mempermainkan hati perempuan atau selingkuh."Kamu jangan ngomong sembarangan," Helmi membalaskan pesan. Helmi pun seakan tidak mau gegabah dia tidak mau memberikan kabar tersebut kepada Desi sebelum ada buktinya karena Hendra di mata keluarga Desi adalah ses

  • PASANGANKU MANDUL    ADA WANITA LAIN

    ADA WANITA LAIN Hiks, Hiks...Tiba-tiba Nia datang tersedu menangis mendatangi rumah Bu Sani.Sang Ibu merasa heran dan terkejut dengan kedatangan sang anak yang tiba-tiba datang dengan berderai air mata. "Nak kenapa?" tanya Bu Sani dihinggapi rasa khawatir."Mas Hendra-" jawabnya tercekat"Ada apa dengan Hendra?" tanya Bu Sani terlihat heran."Punya simp4nan," Nia semakin tersedu menangis.Bu Sani membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan kabar berita yang dia dengar."Maksud kamu Hendra punya wanita lain?" Bu Sani hatinya begitu gelisah dan menatap lekat ke arah Nia. Nia menganggukkan kepalanya. Nampak seketika wajah Bu Sani pucat tatkala mendengar kabar tersebut dan badannya terasa lemas karena Hendra adalah menantu yang sangat dia sayangi dan selalu dia sanjung. Dalam hati Bu Sani berpikir apa mungkin ini adalah karma kepada dirinya karena dulu suka membanggakan Hendra dan selalu memandang sebelah mata kepada Yudi mantan menantunya.Bu Sani selalu membanggakan menantunya

  • PASANGANKU MANDUL    PENYESALAN

    PENYESALANPak Hasan mencoba menenangkan hati Desi yang kini tengah terluka karena sudah tersindir oleh mantan Ibu mertuanya. Sementara Bu Sani Ibu dari Desi hanya terdiam seakan tidak mau ikut campur. Tapi dalam hati Bu Sani sebenarnya dihinggapi rasa malu oleh Yudi dan keluarga dari Yudi karena Bu Sani yang berperan penting untuk memisahkan Desi dan Yudi dengan alasan Yudi lah pria mandul. Bu Sani hanya menghela napas panjang dan menyesali diri dengan tingkahnya yang selalu memojokkan Yudi saat itu. Bu Sani terlihat berlalu dari hadapan sang suami dan anaknya itu. Terlihat Bu Sani duduk di teras rumah dan menatap lekat ke arah anak angkatnya dari Desi. Bu Sani mengusap lembut rambut sang anak."Bagaimanapun juga aku harus menyayangi anak ini. Meskipun bukan darah daging Desi. Aku harus belajar ikhlas dan tidak menyakiti perasaan orang lain," batin Bu Sani. Terlihat sang anak tersenyum renyah ke arah Bu Sani dan memeluk erat kemudian mengecup sekilas pipi Bu Sani. Dalam hati Bu San

  • PASANGANKU MANDUL    MELAHIRKAN

    MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y

  • PASANGANKU MANDUL    SEMUA TIDAK TERDUGA

    SEMUA TIDAK TERDUGA Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan dan sementara waktu Mirna harus di rawat untuk beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Yudi kemudian menghampiri Pak Hasan yang tengah duduk di luar. "Pak kita ke kantin," ajak Yudi kepada Pak Hasan sambil tersenyum ramah. Pak Hasan nampak terkesiap dengan suara dari Yudi, karena Pak Hasan tengah tidak fokus pikirannya sedang melamun. "Iya-iya," jawab Pak Hasan.Yudi pun sementara terlihat kembali duduk di pinggir Pak Hasan, kemudian Yudi bercerita kalau dia sudah menikah dan dia berucap syukur karena istrinya sekarang sedang hamil. Yudi seakan ingin membuktikan kepada mantan mertuanya kalau dirinya saat ini tengah berbahagia karena sang istri tengah hamil dan Yudi pun seakan ingin membuktikan kepada mantan Bapak mertuanya kalau dia bukanlah pria mandul yang dulu pernah hinggap dalam dirinya. Terlihat Pak Hasan seakan malu terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa dipungkiri dia pun ketika dulu pernah menyind

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT

    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT Desi terlihat menangis sesungukkan tatkala melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit. Terlihat Helmi sedang tertidur di ranjang dengan kondisi ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sementara Pak Hasan menatap lega terhadap Helmi karena keadaan sang menantu tidak seperti dia bayangkan. Kalau keadaan Helmi ternyata tidak parah namun hanya luka ringan saja. Tapi nampak terlihat Helmi merasa badannya sakit sekali karena sesekali dia meringis. "Mas mengapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Desi dengan berderai air mata. "Sudah Des, kamu jangan banyak tanya dulu kepada suamimu. Biarkan dia istirahat," Pak Hasan berusaha menenangkan hati sang anak. Nampak terlihat Helmi membuka matanya sedikit demi sedikit secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna Helmi pun nampak matanya berselancar ke ruangan sekitar. "Aku dimana," ucapnya dengan lirih. Terlihat Helmi akan bangun dari ranjang tersebut namun dengan cepat Pak Hasan mencoba me

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DESI DAN YUDI

    PERTEMUAN DESI DAN YUDINampak Yudi dan Desi terlihat gugup tatkala mereka beradu pandang di sebuah super market. Desi dan juga Yudi terlihat salah tingkah karena setelah perceraian keduanya, ini pertemuan baru pertama kalinya.Mirna terlihat menatap ke arah Yudi yang tengah salah tingkah ketika b

  • PASANGANKU MANDUL    DESI GUNDAH

    DESI GUNDAHTiga bulan kemudian setelah tragedi Desi melabrak Tari, akhirnya kehidupan rumah tangganya Desi kembali normal dengan Helmi. Dan nampak Helmi melupakan Tari karena dia pun di tegur oleh sahabatnya Hendra yang tidak lain adalah suami dari Nia adik dari Desi. Helmi dan Desi pun terlihat

  • PASANGANKU MANDUL    RAPUH

    RAPUH Setelah melakukan hubungan sepasang suami istri. Helmi pun tertidur pulas dan nampak tengah bermimpi di alam sana. Desi terlihat duduk di kursi yang berada di kamarnya dan pandangan matanya lekat ke benda pipih yang berada di atas meja. Desi pun mengambil ponsel milik suaminya tersebut.Enta

  • PASANGANKU MANDUL    DESI DI MABUK ASMARA

    DESi DI MABUK ASMARASatu tahun kemudian.Desi pun kembali memulai kehidupan baru dengan status dia sebagai janda. Tidak bisa di pungkiri pesona kecantikan janda tanpa anak itu sangat banyak mengambil hati para pria. Seperti janji dari Bu Sani kalau Desi akan di kenalkan dengan teman Hendra yang s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status