ホーム / Pendekar / PENDEKAR PENGUASA BUMI / 4. Misi Pertama dan Pertemuan Tak Terduga

共有

4. Misi Pertama dan Pertemuan Tak Terduga

作者: Suryadharma
last update 公開日: 2026-03-28 16:42:12

Bayu dan teman-temannya saling pandang. Mereka merasakan aura aneh dari Aksara, sesuatu yang berbeda dari pemuda lemah yang mereka kenal.

Meskipun mereka tidak bisa melihat Qi, naluri mereka mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah. Dengan wajah kesal, Bayu menurunkan tangannya.

“Ini belum selesai, Aksara! Kau akan menyesal!” ancamnya, lalu berbalik pergi bersama teman-temannya.

Aksara menghela napas lega. Ia berhasil menghindari konflik besar, dan yang terpenting, ia tidak sepenuhnya mengungkapkan kekuatannya. Ia merasakan Ignis tersenyum dalam benaknya.

“Bagus, Aksara. Kontrol yang baik. Tapi ingat, lain kali, jangan biarkan emosimu mengendalikan Qi-mu.” Peristiwa itu menyebar dengan cepat di desa.

Orang-orang mulai berbisik, bertanya-tanya tentang perubahan pada Aksara. Beberapa masih meremehkan, menganggapnya hanya kebetulan. Namun, ada juga yang mulai melihatnya dengan tatapan berbeda, tatapan yang sedikit mengandung rasa ingin tahu dan bahkan sedikit hormat.

Aksara tahu, ini hanyalah permulaan. Perjalanan untuk membuktikan dirinya masih panjang, namun ia tidak lagi sendirian. Ia memiliki Ignis, dan kekuatan yang baru ditemukan, siap menghadapi dunia.

Beberapa minggu berlalu sejak Aksara kembali ke desa. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di reruntuhan kuil, melanjutkan latihannya dengan Ignis.

Meskipun ia telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, Ignis terus menekankan pentingnya dasar yang kuat dan kontrol yang sempurna atas Qi.

Aksara juga sesekali keluar untuk mengamati dunia, merasakan perubahan dalam dirinya, dan menguji batas-batas kekuatannya secara diam-diam.Suatu pagi, Ignis muncul dengan ekspresi serius di wajah spiritualnya.

“Aksara, sudah saatnya kau menghadapi dunia nyata. Latihan di sini memang penting, tapi pengalaman di luar sana akan mengasahmu lebih jauh.”Aksara mengangguk, hatinya berdebar.

Ia tahu ini akan datang. “Misi apa, Ignis?”

“Di Hutan Bayangan, sekitar dua hari perjalanan dari sini, tumbuh sebuah ramuan langka bernama Lumut Hati Naga,” jelas Ignis.

“Ramuan itu memiliki energi spiritual yang sangat murni, dan aku membutuhkannya untuk mempercepat pemulihan sebagian kecil kekuatanku. Ini juga akan menjadi ujian bagimu. Hutan Bayangan tidak sepi. Ada monster spiritual tingkat rendah yang berkeliaran, dan mungkin juga kultivator lain yang mencari ramuan serupa.”

“Lumut Hati Naga?” Aksara mengulang, mencoba mengingat. Ia pernah mendengar desas-desus tentang hutan itu, tempat yang dihindari banyak orang karena bahayanya.

“Ya. Kau harus menemukannya dan membawanya kembali. Ini adalah misi pertamamu di dunia luar sebagai seorang kultivator,” kata Ignis. “Ingat semua yang telah kuajarkan. Gunakan akalmu, dan jangan gegabah.”

Aksara mempersiapkan diri. Ia membawa perbekalan seadanya, dan dengan liontin Ignis yang selalu melingkar di lehernya, ia memulai perjalanannya menuju Hutan Bayangan. Perjalanan itu tidak mudah.

Medan yang terjal, semak belukar yang lebat, dan suara-suara aneh dari dalam hutan membuat suasana mencekam. Namun, Aksara tidak gentar. Ia merasakan Qi mengalir di tubuhnya, memberinya kekuatan dan ketahanan.

Setelah sehari perjalanan, ia memasuki bagian hutan yang lebih dalam. Pepohonan menjulang tinggi, menutupi sinar matahari, menciptakan bayangan-bayangan gelap yang bergerak.

Tiba-tiba, sebuah suara geraman keras memecah keheningan. Dari balik semak-semak, muncul seekor Serigala Bayangan, monster spiritual tingkat rendah dengan mata merah menyala dan taring tajam. Ia memiliki aura Qi yang lemah, namun cukup untuk mengancam manusia biasa.

Aksara tidak panik. Ia mengambil kuda-kuda, mengalirkan Qi ke tangannya. “Ingat, Aksara, gunakan kecepatan dan presisi!” suara Ignis bergema di benaknya. Serigala itu menerkam.

Aksara mengelak dengan gesit, lalu melancarkan pukulan yang diresapi Qi ke sisi tubuh monster itu. Serigala itu mengaum kesakitan, terlempar beberapa meter.Pertarungan berlangsung singkat.

Aksara menggunakan Teknik Naga dasar yang telah ia pelajari, mengelak, menyerang, dan memanipulasi Qi untuk memperkuat gerakannya. Akhirnya, dengan pukulan terakhir yang kuat, ia berhasil mengalahkan Serigala Bayangan itu. Monster itu roboh, tubuhnya perlahan menghilang menjadi gumpalan energi spiritual yang diserap oleh Aksara.

“Bagus sekali, Aksara! Kontrol yang baik,” puji Ignis. “Tapi jangan lengah. Ini baru permulaan.”Aksara melanjutkan perjalanannya, kini dengan kepercayaan diri yang lebih besar.

Ia semakin jauh masuk ke dalam hutan, mencari tanda-tanda Lumut Hati Naga. Saat ia melewati sebuah sungai kecil, ia melihat sesosok gadis muda sedang berjongkok di tepi sungai, tampak sedang mencari sesuatu. Gadis itu memiliki rambut cokelat panjang yang dikepang rapi dan mengenakan pakaian kultivator yang bersih, menandakan ia berasal dari keluarga atau sekte yang lebih baik.

Gadis itu mendongak, matanya bertemu dengan Aksara. Ia terkejut, dan segera mengambil posisi bertahan, tangannya bersiap untuk memanggil Qi. “Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya, suaranya waspada.Aksara mengangkat tangannya, menunjukkan bahwa ia tidak bermaksud jahat. “Namaku Aksara. Aku sedang mencari Lumut Hati Naga. Bagaimana denganmu?”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   142. Dunia Cahaya

    Ketika tim eksplorasi memasuki gerbang dan memasuki multiverse kedua, mereka langsung terpesona oleh keindahan dan kompleksitas dari dunia yang mereka lihat. Multiverse ini sangat berbeda dari multiverse yang telah mereka kenal. Daripada terdiri dari enam alam yang berbeda, multiverse ini tampaknya terdiri dari ribuan dimensi yang saling terhubung, masing-masing dengan karakteristik dan budaya yang unik.Cahaya yang memancar dari dimensi-dimensi ini menciptakan spektrum yang indah, spektrum yang lebih kompleks dan lebih kaya daripada spektrum yang diciptakan oleh enam alam di multiverse pertama. Aksara merasakan keajaiban dan kekhawatiran yang bercampur aduk dalam hatinya. Ia menyadari bahwa apa yang telah ia percayai sebagai seluruh alam semesta hanyalah sebagian kecil dari realitas yang jauh lebih besar."Ini luar biasa," kata Dr. Nexus dengan suara yang penuh dengan keajaiban. "Teknologi yang digunakan untuk membangun multiverse ini jauh melampaui apa yang kami pahami. Ini bukan ha

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   141. Gerbang di Kegelapan

    Tiga bulan telah berlalu sejak Jenderal Orion melaporkan tentang aktivitas yang mencurigakan di perbatasan multiverse. Selama waktu ini, Tim Penelitian Khusus yang telah dibentuk telah bekerja tanpa henti untuk menyelidiki sumber dari aktivitas-aktivitas ini. Tim ini terdiri dari para ahli dari berbagai alam, termasuk para ilmuwan dari Peradaban Cygnus, para dewa dari Alam Dewa, para makhluk primordial dari Alam Primordial, dan para penyihir dari Alam Spiritual.Kepala Tim Penelitian Khusus adalah seorang ilmuwan bernama Dr. Nexus, yang berasal dari Peradaban Cygnus. Dr. Nexus adalah seorang yang sangat cerdas dan berdedikasi, dan ia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mempelajari struktur multiverse dan hukum-hukum yang mengaturnya. Ketika Dr. Nexus datang ke Menara Keseimbangan untuk melaporkan penemuannya kepada Aksara, ia membawa dengan dirinya sebuah perangkat yang aneh, sebuah perangkat yang tampaknya terbuat dari material yang tidak ada di multiverse yang dikenal.

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   140. Konsolidasi dan Persiapan

    Satu tahun telah berlalu sejak pengadilan terhadap Dewa Angin. Selama waktu ini, Aksara telah bekerja keras untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan memperkuat sistem pemerintahan multiverse. Sistem hukum multiverse telah diuji dan terbukti mampu berfungsi dengan adil dan transparan. Departemen-departemen yang telah dibentuk untuk mengelola berbagai aspek dari multiverse telah mulai bekerja dengan efektif, dan perdagangan antar alam telah berkembang dengan lancar.Namun, Aksara juga menyadari bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi masih ada di luar sana, dan mereka masih merupakan ancaman bagi multiverse. Selain itu, ada beberapa alam yang masih menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan yang telah dibentuk.Aksara mengadakan pertemuan dengan Dewan Multiverse untuk mendiskusikan strategi jangka panjang untuk memastikan stabilitas dan keamanan multiverse. Dalam pertemuan ini, Aksara menyaji

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   139. Pengadilan dan Keadilan

    Pengadilan terhadap Dewa Angin berlangsung di ruang pengadilan khusus yang telah dibangun di Kota Multiverse. Ruangan ini dirancang untuk memastikan bahwa pengadilan ini adil dan transparan, dengan perwakilan dari semua alam yang hadir untuk menyaksikan prosiding ini.Dewa Angin berdiri di depan panel hakim yang terdiri dari tiga orang—seorang dari Alam Spiritual, seorang dari Alam Dewa, dan seorang dari Alam Primordial. Panel hakim ini dipilih karena kebijaksanaan dan integritas mereka, dan mereka memiliki tanggung jawab untuk menentukan hukuman yang sesuai untuk pengkhianatan Dewa Angin.Aksara duduk di ruang penonton, menatap pada Dewa Angin dengan pandangan yang penuh dengan kesedihan. Ia mendengarkan saat para hakim mengajukan pertanyaan kepada Dewa Angin tentang motif dan tindakan-tindakannya."Mengapa kau memilih untuk bekerja sama dengan entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi?" tanya hakim dari Alam Spiritual."Karena aku percaya bahwa sistem pemerintahan

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   138. Pencarian di Kegelapan

    Dua minggu telah berlalu sejak pengungkapan pengkhianatan Dewa Angin. Selama waktu ini, Komando Pertahanan Multiverse telah meluncurkan operasi pencarian yang komprehensif untuk menemukan Dewa Angin dan entitas-entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi yang telah bekerja sama dengannya. Namun, hingga saat ini, mereka belum menemukan jejak yang berarti.Aksara duduk di ruang kerja pribadinya, meninjau laporan-laporan dari berbagai tim pencarian. Laporan-laporan ini menunjukkan bahwa Dewa Angin telah menghilang tanpa jejak, seolah-olah ia telah meninggalkan multiverse sepenuhnya. Namun, Aksara percaya bahwa Dewa Angin masih ada di suatu tempat, mungkin di dimensi yang tersembunyi atau di perbatasan multiverse yang belum dijelajahi.Luna datang ke ruang kerja Aksara dengan membawa teh hangat dan makanan ringan. "Kau harus istirahat," katanya dengan lembut. "Kau telah bekerja tanpa henti selama dua minggu terakhir.""Aku tidak bisa istirahat," jawab Aksara dengan suara yang lela

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   137. Pengkhianatan dari Dalam

    Tiga bulan telah berlalu sejak Tim Investigasi Khusus mulai menyelidiki serangan-serangan yang mencurigakan. Selama waktu ini, mereka telah mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan pola yang jelas dari koordinasi antara pihak dalam multiverse dengan entitas yang masih terkorupsi oleh Kekosongan Abadi. Namun, identitas dari pihak dalam ini masih tetap misterius.Aksara duduk di ruang kerja pribadinya, meninjau laporan-laporan dari Tim Investigasi Khusus. Laporan-laporan ini menunjukkan bahwa ada beberapa anggota dari Dewan Multiverse yang mungkin terlibat dalam pengkhianatan ini. Namun, bukti-bukti itu masih tidak cukup kuat untuk membuat kesimpulan yang pasti.Jenderal Orion datang ke ruang kerja Aksara dengan wajah yang serius. "Penguasa," katanya, "kami telah menemukan bukti yang sangat penting. Kami telah melacak sumber dari beberapa serangan ke sebuah lokasi yang tersembunyi di perbatasan Alam Kosmik. Kami telah menemukan fasilitas rahasia di mana para pihak dalam ini telah berko

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   6. Perjalanan dan Latihan di Alam Liar

    Kemenangan Aksara di turnamen desa adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia mendapatkan pengakuan dan rasa hormat yang selama ini ia dambakan. Di sisi lain, ia menarik perhatian yang tidak diinginkan. Malam setelah turnamen, saat desa terlelap dalam keheningan, sebuah bayangan gelap menyelimuti

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   5. Turnamen Desa dan Pengungkapan Kekuatan

    Gadis itu sedikit menurunkan kewaspadaannya, namun masih terlihat curiga. “Aku… aku juga mencari ramuan itu. Namaku Luna. Tapi, kau terlihat seperti… bukan dari sekte mana pun. Apa kau seorang kultivator pengembara?”Aksara tersenyum tipis. “Bisa dibilang begitu. Aku baru saja memulai perjalananku

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   3. Ujian Awal dan Teknik Naga

    “Fokus, Aksara! Jangan biarkan pikiranmu mengembara!” suara Ignis selalu terdengar tegas, namun ada nada dorongan di dalamnya. “Qi adalah perpanjangan dari kehendakmu. Jika kehendakmu goyah, Qi-mu juga akan goyah.”Selain meditasi dan manipulasi Qi, Ignis juga memperkenalkan Aksara pada teknik bel

  • PENDEKAR PENGUASA BUMI   2. Latihan Pertama dan Kebangkitan Potensi

    Kesadaran Aksara kembali, namun kali ini ia tidak merasakan dinginnya reruntuhan kuil atau bau busuk pasar. Ia terbaring di atas hamparan rumput lembut yang memancarkan cahaya keemasan redup. Di atasnya, langit-langit gua yang tinggi berkilauan dengan kristal-kristal spiritual, memancarkan energi

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status