Home / Mafia / PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA / BAB 147 CINTA? OMONG KOSONG!

Share

BAB 147 CINTA? OMONG KOSONG!

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-02-28 21:11:59

"Gila! Pantas saja aku tidak bisa menemukannya. Dia tinggal di puncak gunung begini."

Vante setengah menggerutu setelah menempuh empat jam perjalanan menuju selatan. Dua hari setelah sang kakak akhirnya menghubungi.

Pemuda itu sempat berteriak heboh begitu mendengar suara sang kakak. Sebelum dia kemudian sadar kalau dia mungkin saja diawasi anak buah Zen.

Perlu dua hari bagi Vante mempersiapkan diri untuk menyusul sang kakak. Dengan dalih ingin mencari inspirasi untuk bahan tulisan. Vante pamit
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 210 MENYANJUNGNYA

    Vante hanya bisa menipiskan bibir saat banyak senjata terarah padanya. Vante dikeroyok, tapi tak ada ketakutan sama sekali di wajahnya.Pria dan wanita bersenjata di depan Vante adalah mereka yang tadi cosplay jadi pejalan kaki. Setelah mobil pergi, mereka balik menodong Vante.Pemuda yang sampai detik ini tidak ada takutnya sama sekali. Vante tetap berdiri dengan kepala tegak, menantang pada mereka yang merasa bisa saja mengancam hidupnya."Anak buah Lucio Costra memang payah. Kecuali main keroyokan, kalian tidak punya keahlian lain.""Berani kau menghina tuan kami!" Hardik satu dari mereka."Tuan kalian bukan hanya perlu dihina. Jika dibutuhkan, dia harus dimusnahkan." Kokangan senjata terdengar serempak. Mereka tentu marah mendengar ucapan kalem tapi penuh provokasi dari Vante.Mereka siap menghabisi Vante sesuai perintah tuan mereka. Namun hal itu belum sempat terjadi. Ketika Vante dengan santai menarik senjata dari pinggangnya.Adik Valin yang tiap hari berkutat dengan keyboard

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 209 BRILIAN

    Yang disapa hanya menoleh. Tanpa ingin menyudahi kegiatan panas mereka. Meski acara bermesraan mereka terjeda, posisi keduanya tidak berubah. Sang pria tetap menempel pada tubuh si perempuan."Sunny, kau menyuruhku ke sini buat apa? Kalau hanya untuk menontonmu bermesraan dengan dia, aku akan bawa Rosalie pulang."Kata Xavier seraya memandang datar pada Sunny. Sang mantan dari masa kuliah.Sunny tertawa, sebelum melambaikan tangan pada Rosalie. Sosok yang memegang ujung pakaian Xavier di bagian pinggang. Tampak ketakutan, dengan mata memindai sekelilingnya."Sini, duduk sini," panggil Sunny."Jangan meracuninya," desis Xavier penuh peringatan.Sunny kembali tertawa. "Kau protektif sekali padanya." Perempuan itu tertawa perih, mengingat Xavier tidak pernah memperlakukan dirinya sedemikian rupa di masa lalu."Oke, cium dia. Baru aku akan biarkan kalian pergi.""Jangan ngaco kamu." Xavier merasakan Rosalie memegang erat lengannya. Dia tahu Rosalie jarang bahkan belum pernah pergi ke temp

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 208 MAU PAMER

    Dua beradik itu tampak panik. Terlebih Valin. Dia takut hal buruk terjadi pada suaminya. Bahkan Vante yang biasanya acuh dengan Zen. Kali ini tampak cemas. "Jangan kenapa-napa, Zen," doa Valin dalam hati.Suasana makin tegang ketika mereka bertemu brankar dengan tubuh pasien tertutup kain. Pasien meninggal. Valin membeku dengan pikiran mendadak blank."Maaf, Tuan. Jalur khusus ke ruang pemulasaraan jenazah kebetulan sedang diperbaiki. Sekali lagi maaf, jika mengganggu kenyamanan kalian.""Tunggu dulu, itu pasien dari ruang VVIP satu?" Vante bertanya dengan jantung berpacu cepat."Oh, bukan. Identitas pasien tidak boleh kami beritahukan. Kecuali pada pihak keluarga. Yang jelas, pasien ini bukan dari ruang VVIP satu."Kelegaan seperti disiramkan ke dada Valin dan Vante. Setidaknya bukan Zen yang log out."Kenapa Kakak memandangku begitu?" Tanya Vante ketika mereka telah berada di ruangan Zen.Jika status pasien masih dalam perawatan intensif alias setara ICU. Akan ada pembatas transpar

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 207 KAKAKNYA ATASANKU

    "Audrey."Yuan menahan lengan Audrey. Perempuan itu hendak berbalik pergi. Audrey sama sekali tidak peduli dengan teriakan ibu Yuan."Apa?""Ayo menikah."Semua orang terbelalak. Termasuk Audrey sendiri."Kak Yuan!""Zhang Yuan! Kalau kau berani menikahinya aku tidak akan mengakuimu sebagai anak," ancam sang ibu."Bukankah Ibu selalu ingin menantu yang kaya?"Pernyataan Yuan membuat Yeye terbelalak. "Apa itu benar, Bi?""Bu-bukan begitu." Ibu Yuan gelagapan mendengar pertanyaan Yeye."Biar aku kasih tahu. Dia cari menantu yang bisa dia kendalikan. Benar begitu, Nyonya."Ibu Zhang mendadak pucat."Yuan, ibumu tidak akan setuju dengan hubungan kita. Jadi, kita tak bisa menikah."Senyum Audrey terbit sangat lebar. Pun dengan Yuan."Tapi aku tetap ingin menikahimu. Bagaimana?" Tantang Yuan dengan alis terangkat."Heh, dia tidak akan setuju." Audrey tidak percaya Yuan bersikeras ingin menikahinya."Masa bodoh," ujar Yuan tanpa pikir panjang."Yuan! Apa kamu sudah tidak menganggap aku sebag

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 206 MAU SETIA ATAU TERGODA

    "Dia masih dalam masa pemulihan. Tapi nekat mau menangani Zen.""Kau tahu kalau Valin itu sama seperti Zen. Sama-sama keras kepala. Kalau dia ingin sesuatu harus dia dapatkan."Kian dan Bryan masih adu debat soal kondisi Valin yang drop paska operasi Zen. Saat ini wanita itu sedang ditangani oleh dokter obgyn. Dengan Aiden turut andil di dalam sana.Satu hal yang membuat Kian dan yang lain saling pandang. Heran dengan sikap Aiden."Dan ancaman baru muncul. Aiden, dia menyukai Valin." Sylus muncul dari kamar Valin. Pria itu tentu saja punya peran penting dalam tiap tindakan medis yang berhubungan dengan kesehatan para rekannya. Termasuk Valin.Dia baru saja memastikan kalau Valin baik-baik saja. Sama seperti Zen, Shane dan Mark. Mereka berada di bawah pengawasan ketat Sylus dan tim rumah sakit."Mereka harus segera go publik. Atau keadaan makin runyam." Bryan menanggapi ucapan Sylus."Sebenarnya ini bukan masalah mereka belum go publik atau sudah. Meskipun semua orang mengetahui status

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 205 OLENG

    Ibarat pasukan, dermaga selat Hermas adalah pangkalan militer. Dari sana Lucio mengontrol lini bisnisnya. Jika tempat itu diusik, Lucio akan kehilangan kontrol atas segalanya.Komunikasi, pengintaian, strategi pengiriman. Lucio dan kelompoknya bakal keteteran. Seperti makhluk hidup yang kehilangan inderanya. Bisnis Lucio kemungkinan bisa lumpuh total."Pindahkan semua data ke sini. Kita tidak bisa kehilangan bisnis kita," perintah Lucio meluncur seketika."Kita akan coba," balas Jack cepat."Apa maksudmu coba?" Lucio memicingkan mata. Seingatnya mereka telah membeli sistem pertahanan yang diklaim paling canggih saat ini. Data mereka dijamin aman, tidak akan musnah, rusak, dicuri apalagi dimanipulasi.Rupa Jack berubah pucat. Dia tahu Lucio akan marah, tapi dia tidak punya pilihan selain memberitahu tuannya."Sistem kita juga diserang. Dan skill yang menyerang seimbang dengan Machintos."Lucio ingin meledak saat itu juga. Dia tahu, sistem terus berkembang. Harusnya dia tidak heran jik

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 63 NGAMBEK

    "Ihhh, gak kena!"Valin nyaris melempar tumpukan gelang di tangannya. Dia ada di sebuah wahana permainan lempar gelang. Di mana gelang yang dilempar harus menyangkut di tiang dengan nomor tertentu. Nomor itulah yang menentukan jenis hadiah yang akan Valin dapat.Tapi sejak sepuluh menit lalu, tak s

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 64 DI RUMAH HANTU

    Vier kembali lagi ke pasar malam setelah mengganti pakaiannya. Dia sempat berputar beberapa kali, tapi tidak bertemu Zen. Pria itu menggeram marah. Sejak jembatan Surray direbut, sejak itu Vier ingin sekali menghabisi Zen. Ditambah mereka dikerjai saat berniat menyabotase pengiriman senjata kelomp

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 66 TERLUKA

    "Kenapa kamu membawanya ke sini?"Shane bertanya ketika melihat Valin di mobil Zen."Aku tidak punya waktu membawanya pulang," balas sang tuan.Shane melempar pandang pada Mark. "Zen, apa ini tidak berbahaya. Terlalu banyak orang luar yang tahu soal operasional kita, resikonya untuk bocor makin be

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 71 GAGAL TOTAL

    Alvin yang kebetulan ada di samping Valin, menarik wanita itu menepi. Hingga Valin selamat, tapi Alvin mendesis ketika lengannya terluka.Andrew langsung menendang Tessa yang terkejut melihat bukan Valin yang cidera. Lebih mengejutkan ketika justru dirinya yang nyeri luar biasa, waktu punggungnya m

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status