Share

BAB 11 LOLOS UJIAN

Author: sugi ria
last update publish date: 2026-01-09 19:42:23
"Mohon tanda tangan di sini, Nona."

Kian menyerahkan satu berkas pada Valin. Gadis itu menerimanya dengan ragu. Valin langsung tercekat melihat kop berkas surat yang akan dia tanda tangani. Formulir pendaftaran pernikahan.

Jadi Zen serius dengan niatnya. Kian sendiri hanya diam, tidak bicara sama sekali. Pria itu sesekali memandang Vante yang berada di brankar. Benar-benar situasi yang menguntungkan Zen.

"Tuan, boleh saya bertanya? Kenapa Tuan yang menghandle perawatan adik saya. Apa tuan itu
sugi ria

halo teman-teman, selamat datang di buku baru othor. kisah Zen dan Valin. semoga kalian suka. terima kasih, lope lope sekebon teh buat teman-teman ❤️🫶🫶

| 12
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Feifei Nazma
aku suka alur ceritanya ..., Thor aku juga suka novelmu yg lain , cerita tentang Zio dan Lea,, Zico dan Raisa,,archi dan livi, sampai ku baca berulang-ulang .........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 210 MENYANJUNGNYA

    Vante hanya bisa menipiskan bibir saat banyak senjata terarah padanya. Vante dikeroyok, tapi tak ada ketakutan sama sekali di wajahnya.Pria dan wanita bersenjata di depan Vante adalah mereka yang tadi cosplay jadi pejalan kaki. Setelah mobil pergi, mereka balik menodong Vante.Pemuda yang sampai detik ini tidak ada takutnya sama sekali. Vante tetap berdiri dengan kepala tegak, menantang pada mereka yang merasa bisa saja mengancam hidupnya."Anak buah Lucio Costra memang payah. Kecuali main keroyokan, kalian tidak punya keahlian lain.""Berani kau menghina tuan kami!" Hardik satu dari mereka."Tuan kalian bukan hanya perlu dihina. Jika dibutuhkan, dia harus dimusnahkan." Kokangan senjata terdengar serempak. Mereka tentu marah mendengar ucapan kalem tapi penuh provokasi dari Vante.Mereka siap menghabisi Vante sesuai perintah tuan mereka. Namun hal itu belum sempat terjadi. Ketika Vante dengan santai menarik senjata dari pinggangnya.Adik Valin yang tiap hari berkutat dengan keyboard

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 209 BRILIAN

    Yang disapa hanya menoleh. Tanpa ingin menyudahi kegiatan panas mereka. Meski acara bermesraan mereka terjeda, posisi keduanya tidak berubah. Sang pria tetap menempel pada tubuh si perempuan."Sunny, kau menyuruhku ke sini buat apa? Kalau hanya untuk menontonmu bermesraan dengan dia, aku akan bawa Rosalie pulang."Kata Xavier seraya memandang datar pada Sunny. Sang mantan dari masa kuliah.Sunny tertawa, sebelum melambaikan tangan pada Rosalie. Sosok yang memegang ujung pakaian Xavier di bagian pinggang. Tampak ketakutan, dengan mata memindai sekelilingnya."Sini, duduk sini," panggil Sunny."Jangan meracuninya," desis Xavier penuh peringatan.Sunny kembali tertawa. "Kau protektif sekali padanya." Perempuan itu tertawa perih, mengingat Xavier tidak pernah memperlakukan dirinya sedemikian rupa di masa lalu."Oke, cium dia. Baru aku akan biarkan kalian pergi.""Jangan ngaco kamu." Xavier merasakan Rosalie memegang erat lengannya. Dia tahu Rosalie jarang bahkan belum pernah pergi ke temp

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 208 MAU PAMER

    Dua beradik itu tampak panik. Terlebih Valin. Dia takut hal buruk terjadi pada suaminya. Bahkan Vante yang biasanya acuh dengan Zen. Kali ini tampak cemas. "Jangan kenapa-napa, Zen," doa Valin dalam hati.Suasana makin tegang ketika mereka bertemu brankar dengan tubuh pasien tertutup kain. Pasien meninggal. Valin membeku dengan pikiran mendadak blank."Maaf, Tuan. Jalur khusus ke ruang pemulasaraan jenazah kebetulan sedang diperbaiki. Sekali lagi maaf, jika mengganggu kenyamanan kalian.""Tunggu dulu, itu pasien dari ruang VVIP satu?" Vante bertanya dengan jantung berpacu cepat."Oh, bukan. Identitas pasien tidak boleh kami beritahukan. Kecuali pada pihak keluarga. Yang jelas, pasien ini bukan dari ruang VVIP satu."Kelegaan seperti disiramkan ke dada Valin dan Vante. Setidaknya bukan Zen yang log out."Kenapa Kakak memandangku begitu?" Tanya Vante ketika mereka telah berada di ruangan Zen.Jika status pasien masih dalam perawatan intensif alias setara ICU. Akan ada pembatas transpar

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 207 KAKAKNYA ATASANKU

    "Audrey."Yuan menahan lengan Audrey. Perempuan itu hendak berbalik pergi. Audrey sama sekali tidak peduli dengan teriakan ibu Yuan."Apa?""Ayo menikah."Semua orang terbelalak. Termasuk Audrey sendiri."Kak Yuan!""Zhang Yuan! Kalau kau berani menikahinya aku tidak akan mengakuimu sebagai anak," ancam sang ibu."Bukankah Ibu selalu ingin menantu yang kaya?"Pernyataan Yuan membuat Yeye terbelalak. "Apa itu benar, Bi?""Bu-bukan begitu." Ibu Yuan gelagapan mendengar pertanyaan Yeye."Biar aku kasih tahu. Dia cari menantu yang bisa dia kendalikan. Benar begitu, Nyonya."Ibu Zhang mendadak pucat."Yuan, ibumu tidak akan setuju dengan hubungan kita. Jadi, kita tak bisa menikah."Senyum Audrey terbit sangat lebar. Pun dengan Yuan."Tapi aku tetap ingin menikahimu. Bagaimana?" Tantang Yuan dengan alis terangkat."Heh, dia tidak akan setuju." Audrey tidak percaya Yuan bersikeras ingin menikahinya."Masa bodoh," ujar Yuan tanpa pikir panjang."Yuan! Apa kamu sudah tidak menganggap aku sebag

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 206 MAU SETIA ATAU TERGODA

    "Dia masih dalam masa pemulihan. Tapi nekat mau menangani Zen.""Kau tahu kalau Valin itu sama seperti Zen. Sama-sama keras kepala. Kalau dia ingin sesuatu harus dia dapatkan."Kian dan Bryan masih adu debat soal kondisi Valin yang drop paska operasi Zen. Saat ini wanita itu sedang ditangani oleh dokter obgyn. Dengan Aiden turut andil di dalam sana.Satu hal yang membuat Kian dan yang lain saling pandang. Heran dengan sikap Aiden."Dan ancaman baru muncul. Aiden, dia menyukai Valin." Sylus muncul dari kamar Valin. Pria itu tentu saja punya peran penting dalam tiap tindakan medis yang berhubungan dengan kesehatan para rekannya. Termasuk Valin.Dia baru saja memastikan kalau Valin baik-baik saja. Sama seperti Zen, Shane dan Mark. Mereka berada di bawah pengawasan ketat Sylus dan tim rumah sakit."Mereka harus segera go publik. Atau keadaan makin runyam." Bryan menanggapi ucapan Sylus."Sebenarnya ini bukan masalah mereka belum go publik atau sudah. Meskipun semua orang mengetahui status

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 205 OLENG

    Ibarat pasukan, dermaga selat Hermas adalah pangkalan militer. Dari sana Lucio mengontrol lini bisnisnya. Jika tempat itu diusik, Lucio akan kehilangan kontrol atas segalanya.Komunikasi, pengintaian, strategi pengiriman. Lucio dan kelompoknya bakal keteteran. Seperti makhluk hidup yang kehilangan inderanya. Bisnis Lucio kemungkinan bisa lumpuh total."Pindahkan semua data ke sini. Kita tidak bisa kehilangan bisnis kita," perintah Lucio meluncur seketika."Kita akan coba," balas Jack cepat."Apa maksudmu coba?" Lucio memicingkan mata. Seingatnya mereka telah membeli sistem pertahanan yang diklaim paling canggih saat ini. Data mereka dijamin aman, tidak akan musnah, rusak, dicuri apalagi dimanipulasi.Rupa Jack berubah pucat. Dia tahu Lucio akan marah, tapi dia tidak punya pilihan selain memberitahu tuannya."Sistem kita juga diserang. Dan skill yang menyerang seimbang dengan Machintos."Lucio ingin meledak saat itu juga. Dia tahu, sistem terus berkembang. Harusnya dia tidak heran jik

  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 108 TES DNA

    Semua yang ada di sana menutup mulut. Syok mendengar apa yang pria tadi katakan. Apalagi Devan, pria yang masih berdiri di sisi Valin. Mantannya punya saham di Excellent Hospital. Ini sangat mengejutkan.Ivone dan Alvin saling senggol. Alvin pada akhirnya hanya menggelengkan kepala. Terdengar musta

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 106 SIXTY NINE

    "Sudah datang?"Zen mengangguk guna menjawab pertanyaan Mark. Mereka sedang ada di gudang senjata. Bukan untuk pengiriman, tapi untuk sebuah misi.Beberapa waktu terakhir senjata mereka sering dipalsukan. Dikirim ke beberapa pembeli lokal menggunakan nama kelompok Zen. Mereka menjualnya dengan harg

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 105 ALA CEO

    "Zen, aku pulang. Mau mandi. Mau meluk bear dan si putih.""Mandi aja di sini."Zen menjawab sambil berkacak pinggang. Valin memejamkan mata lelah. Zen marah lagi."Gak punya baju ganti." Tubuhnya terasa lengket. Dia ingin berendam kalau bisa. Dan kamarnya di The Dream adalah tempat ternyaman untu

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • PENGHANGAT RANJANG SANG MAFIA   BAB 107 SEPARUH RUMAH SAKIT

    "Halo, Lin. Bagaimana kabarmu?""Aku baik, kamu?"Satu panggilan datang dari Xavier. Pria itu memang sudah lama tidak muncul. Zen sengaja membuatnya sibuk. Bagaimana bisa? Pria itu selalu punya cara untuk menjaga wilayah teritorialnya.Keduanya berbincang cukup lama, sampai suara pintu yang dibuka

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status