Início / Mafia / PEREMPUAN MILIK MORETTI / Harga yang Mulai Ditagih

Compartilhar

Harga yang Mulai Ditagih

last update Data de publicação: 2026-06-19 19:37:38

Suara klakson kapal masih menggantung jauh di udara.

Tak ada yang bergerak.

Elena menatap Adriano.

Matanya tak berkedip.

Di belakang pria itu, staf tadi menundukkan kepala pada map di tangannya. Pulpen masih berada di atas kertas. Tinta belum mengering.

Angka itu masih ada di sana.

Deretan nol yang bahkan gagal dipahami kepalanya.

Matanya turun.

Ke ujung pena.

Ke jemari yang menulis.

Ke tinta hitam yang baru saja memindahkan sesuatu ke namanya.

Bukan uang.

Bukan angka.

Sesuatu yang terasa lebih
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sebelum Ia Sempat Membawanya Pergi

    Kilauan jingga memantul tipis di permukaan laut yang membentang di sisi jalan. Julian memegang setir dengan satu tangan. Ponsel berada di dekat dashboard. Layar yang sempat padam menyala lagi saat mobil melewati guncangan kecil. Jemput aku di pelabuhan. Matanya turun sekilas. Kembali ke jalan. Lampu lalu lintas berubah merah. Mobil berhenti. Jari telunjuknya mengetuk lingkar kemudi satu kali. Berhenti. Hijau. Mobil bergerak lagi. Gudang-gudang pelabuhan mulai muncul di kejauhan. Crane tinggi berdiri membelah langit seperti rangka besi hitam. Semakin dekat, buku-buku jarinya memucat di atas setir. Pintu masuk area pelabuhan terbuka. Kerum

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Harga yang Mulai Ditagih

    Suara klakson kapal masih menggantung jauh di udara.Tak ada yang bergerak.Elena menatap Adriano.Matanya tak berkedip.Di belakang pria itu, staf tadi menundukkan kepala pada map di tangannya. Pulpen masih berada di atas kertas. Tinta belum mengering.Angka itu masih ada di sana.Deretan nol yang bahkan gagal dipahami kepalanya.Matanya turun.Ke ujung pena.Ke jemari yang menulis.Ke tinta hitam yang baru saja memindahkan sesuatu ke namanya.Bukan uang.Bukan angka.Sesuatu yang terasa lebih berat.Pikirannya melayang pada gerbang putih Stella Maris.Pada jendela lantai dua.Pada laut yang terlihat dari belakang bangunan tua itu.Lalu Julian.Pada pesan yang dikirim dari ponselnya.Aku aman.Semuanya berjalan sesuai rencana.Napasnya terasa pendek.Mulai sekarang setiap keputusanmu punya alamat.Dan kau sudah tahu alamatnya.Jemarinya mengencang pada kain gaun.Tatapannya terangkat kembali."Kalau aku berhenti melawan..."Suara itu terdengar asing di telinganya sendiri.Tak ada per

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Yang Akan Tinggal Selamanya

    Adriano kembali berjalan.Langkahnya memantul pendek di lantai beton gudang.Elena mengikuti tanpa suara.Udara di dalam terasa lebih dingin dibanding luar. Langit-langit tinggi membentang jauh di atas kepala, dipenuhi rangka besi dan lampu industri yang menggantung dalam deretan panjang. Rak logam berdiri di sisi kanan dan kiri. Peti kayu besar tersusun bertingkat. Sebagian tertutup kain putih. Sebagian lain masih ditempeli label pengiriman.Forklift diam di dekat jalur kontainer.Mesinnya mati.Garpu besinya masih terangkat beberapa sentimeter dari lantai.Rantai logam menggantung di atas kepala, berayun pelan. Sesekali bunyi gesekan tipis terdengar sebelum kembali tenggelam dalam sunyi.Matanya bergerak ke sekitar.Dua pria berdiri dekat peti besar sambil memegang tablet. Salah satunya memeriksa jam tangan. Di dekat area kontainer, seseorang menatap crane di ujung dermaga.Tak ada suara mesin.Tak ada instruksi yang diteriakkan.Tak ada orang yang berlari.Tempat sebesar ini seharu

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sebelum Semua Orang Melihat

    Elena berdiri di depan lift.Pintu logam masih terbuka.Adriano sudah berada di dalam. Satu tangan masuk ke saku celana, yang lain menyentuh ujung manset hitam di pergelangan tangannya.Menunggu.Tidak mendesak.Elena melangkah masuk.Pintu menutup di belakang mereka.Ruang sempit itu tenggelam dalam dengung mesin halus di balik dinding baja.Tak ada suara lain.Angka di atas pintu menyala.3. Adriano berdiri menghadap depan.2. Pantulan mereka muncul samar di pintu logam mengilap.Elena menatapnya sekilas.Pria itu bahkan tidak melihat ke arahnya.1. Ding.Pintu terbuka.Adriano keluar lebih dulu.Elena mengikuti beberapa langkah di belakang.Lobby mansion sudah bergerak hidup sejak pagi.Seseorang menyeberang membawa map setebal lengan. Dua staf berhenti dekat meja resepsionis, menun

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Saat Semua Mata Menunggu

    Pagi turun tipis di halaman mansion Moretti.Dari jendela tinggi ruang keluarga, gerbang utama terlihat di antara deretan cemara dan pagar besi hitam.Mobil berjejer di luar.Hitam.Putih.Beberapa dengan logo stasiun berita menempel di sisi pintu.Kilatan kamera menyala bergantian.Mikrofon terangkat di antara kerumunan.Mulut para reporter bergerak cepat.Tangan menunjuk ke arah mansion.Tak ada yang pergi.Di dekat jendela, Valerius mengangkat cangkir tehnya.Uapnya sudah menipis.Tatapannya tetap berada di luar."Mereka masih di sana."Elias berdiri di belakang kursi roda dengan tablet di tangannya."Ya, Signore."Di luar, seorang reporter berpindah posisi.Mencari sudut yang lebih baik.Dua penjaga Moretti berdiri dekat gerbang.Diam.Tidak bergerak."Moretti jarang membiarkan orang

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Pilihan yang Tidak Lagi Miliknya

    Malam menempel di balik kaca jendela.Elena berdiri di depannya sejak entah kapan.Tirai yang biasanya tertutup rapat terbuka sedikit di ujung jari.Cukup untuk melihat taman.Lampu-lampu batu menyala di sepanjang jalur pejalan kaki. Bayangan cemara membentang gelap di atas rumput. Sesekali seorang penjaga melintas di kejauhan, langkahnya teratur, kepala menoleh ke titik-titik yang sudah ditentukan.Gerbang utama terlihat samar dari sayap kamar ini.Terlalu jauh.Terlalu terang.Tak pernah benar-benar kosong.Matanya mengikuti jalur itu.Dari taman.Ke pagar besi.Ke gerbang utama.Seorang penjaga menghilang di balik bayangan pohon.Beberapa detik kemudian, penjaga lain muncul dari arah berbeda.Rute yang sama.Pola yang sama.Jari Elena mengendur.Tirai kembali jatuh menutupi kaca.Pantulannya muncul di permukaan

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Rumah Ini Menggigit yang Ragu

    Halaman belakang mansion terasa lebih luas saat seseorang bekerja sendirian di dalamnya. Rumput masih basah di beberapa sudut, namun matahari telah naik cukup tinggi untuk mengusir sisa dingin pagi. Di tengah taman itu, Elena berdiri dengan gunting rumput besar di tangannya. Bilah besinya terb

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Anjing-Anjing Valerius

    Elena masih berdiri di ambang pintu. Ia tidak bergerak sejak percakapan itu berakhir. Tidak pula melangkah masuk. Seolah garis tipis antara lorong dan ruang makan adalah batas yang tak boleh ia lewati tanpa izin. Kertas koran berdesir pelan. Lalu berhenti. Tatapan abu-abu Valerius Morett

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Meja Itu Tidak Menyediakan Kursi

    Pintu kamar menutup tanpa bunyi. Lorong mansion sudah hidup, tapi tidak pernah benar-benar ramai. Langkah-langkah ringan bergerak cepat di atas marmer mengilap. Kain lembut menyapu permukaan meja konsol. Cairan pembersih meninggalkan jejak kilap di porselen putih. Seorang pelayan berdiri d

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Pagi Setelah Satu Ranjang

    Cahaya pagi belum sepenuhnya menembus kamar. Tirai masih tertutup rapat. Udara dingin menggantung, sunyi, tak terusik. Di ranjang besar itu, dua orang berbagi ruang—hanya satu yang terjaga. Adriano Moretti membuka matanya perlahan. Napasnya tetap tenang. Seolah ia memang tak pernah benar

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status