Short
Tak Hanya Pernikahan, Tetapi Hidupku Pun Dicuri

Tak Hanya Pernikahan, Tetapi Hidupku Pun Dicuri

Par:  MichelleComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapitres
1Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Saat lonceng pernikahan berbunyi, mempelai pria yang seharusnya menikah denganku, Adrian Marjono, menghilang. Dia adalah bos mafia Keluarga Marjono, sekaligus pria yang telah kucintai selama tujuh tahun. Menurut tradisi keluarga, hari ini aku seharusnya diakui sebagai istri sang bos. Namun, yang terjadi malah aku berdiri sendirian di depan altar. Pada saat yang sama, ibuku mengirim sebuah video ke grup obrolan keluarga. Di dalam video itu, Adrian berlutut di aula perjamuan di sebelah dan menyematkan cincinku ke jari saudara kembarku, Livia Pranata. Para kerabat bersorak. Ayahku tersenyum berdiri di samping mereka. Livia menangis di bahu Adrian, sementara Adrian menghiburnya seolah-olah sejak awal dialah pengantin wanita. Aku melepaskan kerudung pengantinku, bersiap meminta penjelasan, ketika ibuku menandai namaku. [ Elena, Livia itu saudaramu. Dia selalu lemah dan selama ini dia selalu mengalah untukmu. Kali ini, biarkan dia yang mendapatkannya. ] Dengan tangan gemetar, aku meneleponnya, "Kenapa semuanya menyembunyikan ini dariku?" "Karena sejak kecil kamu selalu bertengkar dengan Livia. Kalau kami kasih tahu kamu lebih awal, kamu pasti akan membuat keributan. Gimana kalau dia sampai melukai dirinya lagi?" "Kamu sehat. Kamu masih bisa mengadakan pernikahan lain nanti. Kita ini keluarga. Jangan membuat semuanya jadi buruk hanya karena seorang pria." Aku menggenggam ponsel itu, tetapi tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Jadi, ternyata bukan hanya pernikahanku yang bisa mereka berikan kepada orang lain. Mereka bahkan bisa mengorbankanku bersamanya. Sejak saat itu, aku selesai dengan mereka.

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Aku kembali ke ruang pengantin dan mengirim satu pesan kepada Adrian.

[ Pernikahan ini dibatalkan. ]

Kurang dari sepuluh detik kemudian, telepon darinya masuk, "Elena, apa kamu sudah puas bikin keributan?"

Suaranya terdengar berat saat melanjutkan, "Livia mengiris pergelangan tangannya. Dokter bilang dia nggak boleh syok lagi. Apa kamu benar-benar mau memperebutkan sebuah upacara dengannya sekarang?"

Kotak cincin terbuka di atas meja rias. Di dalamnya ada sepasang cincin yang kupilih sendiri, dengan nama kami terukir di bagian dalam.

"Adrian, hari ini adalah hari jadi kita yang ketujuh. Ini juga pernikahan yang kita persiapkan selama enam bulan."

"Aku tahu. Tapi ini menyangkut nyawa seseorang. Kamu selalu menjadi orang yang paling bijaksana. Tolong bantu dia melewati ini."

Aku tidak mengatakan apa pun.

"Dia menderita depresi berat. Satu-satunya obsesinya adalah mengenakan gaun pengantin sekali dan menikah denganku sekali."

"Upacara ini nggak ada kekuatan hukum. Dokumen pernikahan Keluarga Marjono nggak berubah. Kamu tetap tunanganku."

Secara hukum, mungkin benar. Namun, di dunia Keluarga Marjono, siapa pun yang berdiri di samping sang bos di altar itu akan diakui sebagai Nyonya keluarga di mata seluruh anggota keluarga.

Dia terdiam sejenak, lalu merendahkan suaranya, "Begitu kondisinya stabil, besok aku akan mengajakmu mendaftarkan pernikahan kita."

Aku bertanya, "Lalu hari ini aku ini apa?"

Di seberang sana hening.

"Hari ini, kita membuatnya merasa aman."

Suara ibuku terdengar dari sisi Adrian, "Adrian, jangan buang-buang waktu lagi untuk dia."

"Elena sudah benci Livia sejak mereka masih kecil. Livia nggak sekuat dia. Nggak sesehat dia. Sekarang Livia bahkan nggak bisa dapat sebuah pernikahan tanpa Elena membuat semuanya seolah-olah tentang dirinya?"

"Kalau Elena berani datang ke sini membuat masalah, anggap saja aku nggak pernah punya anak seperti dia."

"Bu, hari ini seharusnya adalah hari pernikahanku."

"Kamu dan Adrian sudah bersama selama tujuh tahun. Apa satu hari akan membuatmu mati?" Nada bicaranya berubah semakin dingin, "Tapi itu bisa membuat Livia mati. Dia baru saja pulang dari rumah sakit."

Adrian kembali berbicara, "Elena, jangan membesar-besarkan masalah ini. Keluarga Marjono ada di luar. Kamu tahu apa arti upacara ini."

Tentu saja aku tahu. Karena itulah, aku menyulam gaun pengantin itu sendiri.

Di bagian kerahnya tersulam lambang elang hitam Keluarga Marjono. Di bagian roknya tersulam motif sulur warisan Keluarga Pranata. Selama tiga bulan, aku bekerja hingga larut malam, menusuk jari-jariku berkali-kali sampai jahitannya tampak kabur di mataku.

Dulu Adrian pernah menggenggam kedua tanganku dan berjanji bahwa seluruh Keluarga Marjono akan tahu kalau aku adalah satu-satunya pengantinnya.

Sekarang dia berkata, "Ada satu hal lagi."

"Katakan."

"Livia melihat gaunmu. Dia menyukainya."

"Lepaskan gaun itu dan suruh seseorang antarkan ke sini. Kalau dia memakainya, dia akan lebih cepat tenang."

Aku menatap gaun putih itu di cermin dan bertanya, "Tahu berapa lama aku membuat gaun ini?"

"Aku tahu. Nanti aku akan buatkan yang lebih bagus untukmu."

"Nggak perlu."

"Elena."

"Aku akan membawanya."

Dia mengembuskan napas, lalu berkata, "Jangan terlalu dipikirkan. Setelah Livia sembuh, aku akan menebus semuanya."

Aku mengakhiri panggilan.

Pendamping pengantinku membuka pintu menyampaikan, "Elena, tamu-tamu nanya di mana Bos sekarang."

"Dia nggak akan datang."

Dia mematung seketika.

"Dia sedang di sebelah, menikahi Livia."

Aku menghapus lipstik merah di bibirku, melepaskan gaun pengantin, lalu mengenakan mantel hitam. Bagian dada gaun itu masih menyimpan kehangatan tubuhku ketika kulipat dan kumasukkan ke dalam kantong pakaian dari kertas.

Tak seorang pun di luar menghentikanku.

Koridor yang menghubungkan dua aula perjamuan dipenuhi mawar putih dan para pengawal Keluarga Marjono. Bunga yang sama, musik yang sama, jadwal pastor yang sama. Hanya pengantinnya yang telah diganti.

Setengah jam kemudian, aku memasuki aula perjamuan di sebelah.

Ruangan itu begitu riuh hingga mampu menenggelamkan suara lonceng pernikahan dari luar.

Para prajurit Keluarga Marjono berjaga di sepanjang dinding. Kerabat mengelilingi Livia, tertawa dan mengucapkan selamat kepadanya. Selendang putih menutupi bahunya, sementara perban baru masih membalut salah satu pergelangan tangannya.

Adrian berdiri di samping sambil mengusap air matanya.

Ibuku menggenggam tangan Livia, berkata, "Livia kita cantik sekali hari ini."

Ayahku mengangguk. "Adrian pria yang bertanggung jawab. Kita bisa memercayakan Livia kepadanya."

Tanteku mengangkat gelas sambil mengucapkan, "Livia benar-benar beruntung. Elena terlalu keras. Pria mana yang bisa tahan dengan sifat seperti itu selamanya?"

Sepupuku menimpali, "Sejak dulu dia selalu berusaha mengungguli Livia. Kali ini Bos Adrian benar. Seorang pria memang seharusnya melindungi yang lebih lemah."

Adrian melihatku lalu segera menghampiri, menghalangi pandanganku ke arah Livia.

"Kenapa kamu datang sendiri?" Lalu dengan suara lebih pelan dia berkata, "Livia baru saja tenang. Jangan buat dia terguncang lagi."

Aku menyerahkan kantong pakaian itu kepadanya. "Gaunnya."

Dia menerimanya. "Elena, aku tahu hari ini kamu diperlakukan nggak adil."

"Setelah Livia pulih, aku akan memberimu pernikahan yang lebih megah. Tempatnya, tamunya, gaunnya, apa pun yang kamu inginkan."

Aku tidak menjawab. Dia berbalik hendak pergi, lalu berhenti.

"Karena kamu sudah di sini, carilah tempat duduk. Jangan sampai Livia mengira kamu menyerahkan gaun ini dengan terpaksa."

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
10
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status