공유

Bab 179

작가: Elenor
Sayang sekali, walaupun di luar kelihatan bagus tetapi di dalamnya busuk.

Memikirkan hal itu, dia tiba-tiba merasa bosan dan membuang muka.

Doni juga kagum dengan penampilan Clara.

Pikirannya mirip dengan Gading.

Jadi, dia segera memalingkan mukanya karena jijik.

Agra merasa dia cukup suka perempuan seperti Clara.

Awalnya dia enggan mengalihkan pandangannya, tetapi ketika melihat reaksi Doni, dia bertanya, "Ada apa? Kenapa reaksimu begitu? Apa dia membuatmu marah lagi?"

Richard juga menarik kemb
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (34)
goodnovel comment avatar
Siti Norseha Hashim
Vanessa yang busuk.... Korang tak tahu termasuk lah si Edward yg di bodoh bodohkan si Vanessa
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
sebenernya punya salah apa Clara ke gading, smpe dia sebenci itu ke Clara melebihi Edward...hadeeewh
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Buruan cerai napa..bosen banget sipelakor terus yang dipuji-puji
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 850

    Cuaca malam itu cukup cerah, dan lokasi observasi yang sudah didirikan di atas bukit menawarkan pemandangan indah gemerlap lampu-lampu kota yang memesona.Ketika Clara dan Elsa tiba di atas bukit, beberapa karyawan Morti Group telah memasang panggangan barbeku dan sedang memanggang daging di ruangan terbuka sebelah dek observasi.Melihat mereka berdua, semua orang segera menyapa. Kemudian, seseorang berkata, "Bu Clara, kami punya ahli barbeku di sini. Daging panggang buatannya sangat lezat. Ayo, silakan dicoba."Clara tersenyum dan menerimanya. "Terima kasih.""Sama-sama. Kalau sudah habis, di sini masih ada banyak." Kemudian dia memberikan sebagian kepada Elsa. "Ini Elsa, kan? Ayo, dicoba."Elsa juga menerimanya. "Terima kasih, Kak.""Astaga, aku dipanggil kakak. Bu, apakah Elsa memang selalu manis seperti ini? Dia sangat cantik, sifat dan juga temperamennya persis seperti Anda. Dia kelihatan sopan dan bijaksana, dia juga sangat tenang dan ramah."Orang lain ikut menimpali sambil ters

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 849

    Elsa berkata, “Iya, Ma. Aku tahu.”Setelah itu, Elsa pergi bersama Bi Sari.Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar dengan Dylan tentang urusan perusahaan, Clara akhirnya kembali ke kamar.Ketika sampai di kamar, Elsa sedang mandi.Tepat ketika Clara baru saja duduk, ponsel Elsa yang berada di tempat tidur berdering.Itu adalah panggilan dari Edward.Clara tidak mengangkatnya dan memberi isyarat kepada Bi Sari untuk menjawabnya. Bi Sari tersenyum kecut dan berkata, “Elsa sedang nggak ingin menjawab telepon dari Pak Edward sekarang, dia juga nggak ingin saya menjawabnya. Kalau Elsa ingin bicara dengan Bapak, dia akan menelepon balik setelah selesai mandi nanti.”Clara tidak mengetahui tentang semua hal itu.Hak asuh Elsa berada di tangan Edward, sehingga dia tidak bisa terlalu ikut campur dalam hubungan ayah dan anak itu.Mendengar ucapan Bi Sari, dan mengingat ekspresi tidak senang Elsa hari ini, Clara pun bertanya, "Apa mereka sedang bertengkar?""... Iya."Sebenarnya sejak pesta

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 848

    Lebih dari satu jam kemudian, Clara dan Elsa akhirnya tiba di hotel.Setelah mengetahui kedatangannya, Dylan dan Gery turun untuk menyambutnya.Dylan sudah tahu Clara pergi menjemput Elsa, tetapi Gery tidak. Melihat Elsa keluar dari mobil, dia sempat terpaku sejenak karena terkejut.Clara mengelus kepala Elsa. "Elsa, beri salam ke Om Dylan."Elsa dengan patuh menyapanya, "Halo, Om Dylan."Dylan menjawab, "Anak pintar."Clara kemudian menatap Gery. "Ini rekan kerja Mama, namanya Om Gery.""Halo, Om Gery."Gery menatap Elsa dengan perasaan yang agak rumit.Dia dan Elsa sebenarnya pernah bertemu sebelumnya, tetapi itu sudah terjadi dua atau tiga tahun yang lalu. Elsa masih sangat kecil saat itu, jadi dia mungkin tidak mengingatnya lagi.Dylan berkata kepada Clara, "Acaranya akan segera dimulai, ayo kita masuk."Clara menjawab, "Baik." Sebelumnya, orang-orang di Morti Group hanya pernah mendengar bahwa Clara sudah menikah dan memiliki anak, dan baru-baru ini mereka mengetahui bahwa suamin

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 847

    Jumat sore, Clara akhirnya menyelesaikan pekerjaannya.Dia memijat bahunya yang sedikit pegal dan beristirahat sejenak. Kemudian, seolah teringat sesuatu, dia berpikir sejenak, lalu mengambil ponselnya, dan menghubungi nomor Elsa.Elsa menjawab dengan cepat, "Mama.""Hmm," tanya Clara lembut, "Sudah pulang?""Iya." Sejak hari pertama sekolah, mereka hanya sekali berhubungan, dan itu pun Clara yang menghubungi Elsa.Beberapa hari terakhir ini, dia tidak menghubungi Elsa, dan Elsa pun tidak menghubunginya.Clara tidak terkejut dengan hal tersebut, dia juga tidak berpikir macam-macam.Clara hanya merasa bahwa apa pun yang terjadi, Elsa adalah putrinya. Dan, dia tetap perlu menunjukkan perhatian.Dia memulai percakapan, "Apa kau sudah ada rencana untuk dua hari ke depan mau pergi main ke mana?""Tidak ada," kata Elsa dengan tenang. "Ayah nggak ada di rumah, pergi urusan bisnis." Clara memang tidak aktif mencari tahu jadwal kegiatan Edward, jadi wajar saja dia tidak tahu Edward sedang dal

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 846

    Walaupun lebih dari satu jam telah berlalu, namun Edward masih belum memberi balasan.Sesaat kemudian, Farel berjalan mendekat. "Bu, kami sudah bersiap untuk pulang."Ini adalah cara yang bijaksana dan halus untuk memintanya pergi.Vanessa mengerutkan bibir dan berkata dengan tenang. "Bagaimana kalau aku tetap ingin menunggu di sini?"Farel berkata, "Tolong jangan mempersulit kami, Bu."Vanessa tidak menjawab, tetapi dia juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan beranjak pergi.Farel tidak punya pilihan selain membuatkannya secangkir teh baru.Rio juga belum pulang. Dia berkata kepada Farel yang baru saja keluar dari ruang rapat, "Bos seharusnya ... masih peduli pada Bu Vanessa, kan?"Meskipun dia tidak ingin bertemu dengan wanita itu dan tidak pernah menjawab panggilan Vanessa untuk sementara waktu, namun Edward belum menyatakan putus dengannya.Padahal Edward tahu betul Vanessa mungkin akan datang ke kantor untuk menemuinya sewaktu-waktu, namun dia tetap mengizinkan Vanessa untuk kelua

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 845

    Vanessa disibukkan dengan banyak sekali urusan. Saat dia menyelesaikannya, waktu sudah menunjukkan jam tiga sore lewat.Dia berpikir sejenak, lalu menelepon Rio.Rio sempat merasa ragu sejenak saat melihat panggilan dari Vanessa, tetapi akhirnya tetap menjawab, "Halo, Bu Vanessa.""Apa Edward ada di kantor?"Rio tertegun sejenak dan berkata, "Maaf, saya nggak bisa memberi tahu Anda."Vanessa mengerti bahwa itu berarti Edward ada di sana.Jika tidak, Rio pasti akan langsung mengatakannya sejak awal.Vanessa berkata, "Aku mengerti, terima kasih." Setelah menutup telepon, dia langsung mengambil kunci mobilnya dan keluar. Tak lama kemudian, dia sudah tiba di gedung Anggasta Group.Dia menatap pintu masuk utama gedung Anggasta Group. Setelah duduk sebentar di dalam mobil, dia mengenakan maskernya, dan akhirnya melangkah keluar.Saat itu, tidak banyak orang berlalu-lalang di lobi kantor. Meskipun mengenakan masker, namun resepsionis langsung bisa mengenali sosoknya begitu Vanessa memasuki p

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status