Share

Bab 23

Author: Elenor
Tepat pada saat ini, Farel kebetulan berada di ruang pantry kantor. Mendengar percakapan yang terjadi, dia tertegun sejenak.

Selama ini, baik dia maupun Rio merasa kalau Clara tidak akan pernah rela meninggalkan perusahaan.

Mereka juga yakin Clara akan mencari kesempatan untuk tetap bertahan, apa pun yang terjadi.

Kemarin, saat Hilda yang akan menggantikan Clara tiba di perusahaan, mereka mengira Clara akan mengambil langkah antisipasi.

Bagaimanapun, Hilda memiliki paras yang cantik.

Clara mana mungkin akan membiarkan wanita seperti itu berada di sisi Edward.

Namun, dalam dua hari terakhir, Clara bukan hanya menerima kehadiran Hilda, tapi juga mulai akrab dengannya. Bahkan sekarang, dia berniat mengajari Hilda bagaimana cara membuat kopi yang sesuai dengan selera Edward?

Ini …

Sebenarnya apa yang terjadi?

Clara tentu tidak menyadari kebingungan yang ada dalam benak Farel.

Baginya, cukup menyelesaikan pekerjaan yang menjadi rutinitasnya selama ini. Dia juga menolak ajakan Hilda untuk m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (35)
goodnovel comment avatar
Komar
Clara nantinya akan berhasil ngembangin AI dg Dilan, nyaingin perusahaan Edward... klo versi vidionya akhirnya Edward dan Elsa menyesal, ingin balik Clara gak mau, Clara lalu menyambut cinta Dilan... itu versi vidionya...
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Kapan cerainya, kapan Ckara keluar dari perusahann Edward..???
goodnovel comment avatar
Nurmayli Umar
susah bukanya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 632

    Orang yang berbicara tadi agak rabun dan tidak dapat melihat wajah Edward dengan jelas, tetapi melihat sosoknya yang tinggi dan tegap, dia tampak memiliki aura yang sangat berkelas.Melihatnya langsung mengambil koper dari tangan Clara dan membantu memasukkannya ke dalam bagasi, mereka refleks berasumsi bahwa dia pasti adalah suami Clara.Mendengar ucapan temannya, yang lain langsung menoleh, tetapi hanya dapat melihat punggung Edward.Beberapa saat kemudian, Edward dan Clara masuk ke mobil dan pergi.Pada saat yang sama, Rita dan Nenek Gori juga memperhatikan kepergian mereka.Nenek Gori dan Lily kebetulan baru saja terbang kembali dari Kota Sonora hari itu, jadi Rita datang ke bandara untuk menjemput mereka.Tidak seorang pun dari mereka menyangka akan melihat mobil Edward di sana.Kemudian, apa yang terjadi selanjutnya adalah adegan yang disaksikan oleh para karyawan Morti Group.Nenek Gori dan yang lainnya sudah mendengar bahwa Edward telah lama tidak menghubungi Vanessa, yang seol

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 631

    Ponsel Gading berdering.Gading melirik nama penelepon, dia menyapa Vanessa dan yang lainnya sebentar, lalu memberitahu Edward untuk tidak usah menunggunya. Dia kemudian berbalik ke sisi lain untuk menjawab panggilan itu.Setelah Gading menjauh, Edward akhirnya berbicara, "Kalian makan di sini juga?""Iya." Vanessa bertanya, "Kapan pulang?""Semalam.""Masih belum selesai urusannya?"Lift tiba, Edward masuk bersama Vanessa dan yang lainnya. "Belum."Saat itu, Edward menerima pesan teks. Dia mengangguk pelan kepada Vanessa sebagai isyarat, lalu membalas dua pesan, dan tak lama kemudian lift sudah sampai di lantai dasar.Keluar dari lift, Vanessa menatapnya dan bertanya, "Apa kau ada waktu nanti malam?"Edward menjawab, "Aku sudah ada janji malam ini."Vanessa pun tersenyum dan berkata, "Kalau gitu, lain kali saja.""Oke." Tepat setelah Edward selesai berbicara, ponselnya berdering lagi. Dia pun berkata kepada Vanessa, "Aku masih ada urusan, harus balik kantor sekarang."Vanessa berkata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 630

    Clara tertegun sejenak, lalu berkata dengan ekspresi tenang, "Tapi Mama harus pergi dinas ke luar kota besok.""Hah?" Elsa berkata dengan nada kecewa, "Pergi lagi?""Iya." Clara mengacak-acak lembut rambut putrinya. "Sudah malam. Kamu pulang dulu bareng ayahmu, istirahat. Mama akan beritahu kalau sudah balik nanti."Elsa cemberut. "Iya, Ma."Saat itu, Edward tiba-tiba bertanya, "Berapa hari?"Clara mengira Edward menanyakan hal itu karena ingin tahu kapan dia bisa kembali untuk mengurus ulang akta nikah mereka dan mengajukan perceraian.Dia pun menjawab, "Mungkin dua atau tiga hari."Edward mengangguk, sikapnya cukup lembut. "Oke, hati-hati di jalan ya."Setelah itu, dia dan Elsa masuk ke mobil dan pergi.Edward dan Elsa baru saja sampai di rumah ketika Gading menelepon, "Aku dengar kau sudah pulang? Akhirnya urusanmu selesai juga ya?" Edward memperhatikan Elsa naik ke kamarnya, lalu duduk di sofa lantai bawah. "Belum secepat itu."Gading tertegun."Jadi, besok masih belum ada waktu u

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 629

    Keesokan paginya, Clara baru menerima balasan dari Edward.[Maaf, aku baru lihat panggilanmu. Besok aku ada urusan yang sangat penting. Soal perceraian, hanya bisa kita tunda dan cari waktu lain.]Setelah membaca pesannya, Clara tidak bisa menyalahkan apa pun.Toh, kali ini dia juga melewatkan kesempatan mengurus akta cerai karena urusannya sendiri.Dia pun tidak membalas pesan itu.Sore harinya, Clara dan Dylan pergi ke jamuan makan malam.Vanessa dan yang lainnya juga menghadiri makan malam itu, termasuk Dani.Begitu menemukan kesempatan, Dani segera menghampiri untuk menyapanya."Selamat malam."Clara mengangguk dan lanjut berkata, "Sudah lama nggak ketemu.""Iya." Tatapan Dani tertuju pada wajahnya. "Kau sibuk ya akhir-akhir ini sampai kurang tidur?"Clara mengangguk. "Lumayan sibuk."Dani selalu memperhatikan perceraiannya dengan Edward dan tahu bahwa hari ini seharusnya adalah hari terakhir untuk mengurus akta perceraian mereka.Dengan kata lain, Clara dan Edward masih berstatus

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 628

    Menjelang akhir jam pulang kantor, ponsel Clara berdering.Kali ini, pesan dari Prof Nian: [Bersiaplah, Senin jam 2 pagi.] Melihat pesan Prof Nian, Clara tidak terkejut.Setelah menyelesaikan pekerjaan terakhirnya di pangkalan, dia sudah tahu bahwa dalam waktu dekat harus pergi ke sana lagi.Setelah membalas pesan Prof Nian, Clara memikirkan soal perceraiannya dengan Edward. Untuk mempercepat proses perceraian, dia memutuskan untuk memberi tahu Edward secara singkat tentang jadwal kerjanya: [Aku akan pergi dinas urusan pekerjaan beberapa hari ke depan, mungkin baru selesai sekitar satu minggu.]Saat dia kembali, masa untuk mengurus akta cerai mereka selama tiga puluh hari masih belum berakhir. Jika Edward bisa kembali tepat waktu, mereka masih bisa mengurus akta cerai setelah memperbarui akta nikah mereka yang hilang.Edward tampaknya cukup sibuk akhir-akhir ini, jadi dia pikir pria itu tidak akan membalas pesannya sampai besok.Tanpa diduga, Edward langsung membalas pesan Clara: [Oke,

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 627

    Clara sebenarnya tahu betul penyebab semuanya menjadi seperti itu.Dia duduk di sana dan terdiam cukup lama.Keesokan harinya, dia sendiri yang mengantar Elsa ke sekolah sebelum berangkat bekerja.Sore itu, tepat saat jam Elsa pulang sekolah, Clara mengambil ponsel dan meneleponnya.Elsa sangat senang menerima telepon dari ibunya. "Mama, ada apa?""Nggak ada apa-apa, Mama cuma mau menelepon saja. Kamu nanti pulang ke rumah nenek buyut, kan? Mama akan minta pelayan membuatkan makanan kesukaanmu."Elsa mengangguk dengan antusias. "Oke."Setelah itu, Clara mengobrol sebentar dengan Elsa sebelum menutup telepon.Meskipun Elsa tidak tahu mengapa Clara tiba-tiba meneleponnya, dia tetap sangat senang karena Clara telah berinisiatif untuk menghubunginya.Dia juga berpikir bahwa Clara hanya akan menghubunginya sesekali.Tak disangka, dia kembali menerima telepon dari Clara setelah pulang sekolah keesokan harinya.Tidak hanya itu, pada hari ketiga dan keempat, Clara juga menelepon untuk memberit

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status