Share

Bab 518

Author: Ratih Larasati
Jeffry bersandar di kursi putarnya sambil memejamkan mata untuk beristirahat.

Begitu Maxwell selesai melapor, ponselnya berdering.

Herman yang menelepon.

“Saryna datang kepadaku untuk melakukan tes DNA. Dia memberiku dua sampel rambut.”

“Sudah tahu.” Jeffry menjawab singkat.

Jadi, Diana pergi menemui Shelly dan Saryna untuk mengakui Saryna sebagai putrinya.

Lalu bagaimana dengan Agnes?

“Shelly nggak menghubungimu?”

Herman menjawab, “Nggak. Kalau dia menghubungiku, akan segera aku beritahukan kep
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Farida Patujui
Kalo Jeffry tahu , Maxwel menyembunyikan rahasia tentang Shelly maka maka karir akan tammat
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 520

    Shelly keluar dari gedung apartemen. Melihat sosoknya, langkahnya sempat terhenti sebelum akhirnya dia berjalan menghampirinya.“Nggak perlu repot-repot datang untuk mengantarkannya.”Jeffry menjawab, “Kalau nggak sengaja datang mengantarkannya, dari mana aku bisa punya kesempatan?”Dia bukan lagi Nyonya Anderson, juga bukan sekretarisnya.Kalau tidak sengaja datang, tentu mereka tidak akan punya kesempatan untuk bertemu.Perkataan itu terdengar agak menusuk. Shelly sedikit mengernyit.“Barangnya mana?”Sebelum Jeffry sempat mengambilnya, hujan deras tiba-tiba turun.Jeffry membuka pintu mobil. “Masuk dulu.”Tetesan hujan sebesar kacang jatuh deras, membuat pandangan Shelly seketika terhalang. Dia membungkuk masuk ke mobil, mengambil dua lembar tisu, lalu mengusap air hujan di pipi dan sudut matanya.Jeffry memutari mobil menuju kursi penumpang. Saat dia masuk, sebagian besar kemeja putihnya sudah basah dan menempel di dada bidangnya, memperlihatkan samar kulitnya yang kecokelatan.“Ap

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 519

    Pukul satu siang, tiba-tiba turun hujan.Saat Saryna pulang, separuh tubuhnya sudah basah kuyup. Begitu masuk, dia langsung mengomel.“Di Kota Sentara ini semuanya bagus, hanya saja cuacanya berubah terlalu cepat. Saat aku keluar tadi mataharinya masih terik, tiba-tiba hujan turun. Hujannya deras sekali sampai aku baru saja memarkir mobil dan berlari masuk ke gedung, sudah jadi seperti ayam kehujanan.”Dia mengganti sepatu, melepas pakaian luarnya, lalu langsung menuju kamar mandi.Diiringi suara air yang mengalir deras, Shelly menjawab dari ruang tamu, “Aku sudah membuat teh jahe gula merah. Minum satu mangkuk supaya nggak masuk angin.”Beberapa saat kemudian, Saryna keluar dari kamar mandi dan melewati ruang tamu menuju ruang makan.“Untung kamu sudah mempersiapkannya. Aku ambilkan satu mangkuk untukmu juga?”“Nggak perlu, aku sudah minum.”Shelly duduk di sofa sambil menggendong Jery. Tatapannya yang tenang jatuh lembut pada si kecil.Saryna mengambil semangkuk untuk dirinya sendiri

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 518

    Jeffry bersandar di kursi putarnya sambil memejamkan mata untuk beristirahat.Begitu Maxwell selesai melapor, ponselnya berdering.Herman yang menelepon.“Saryna datang kepadaku untuk melakukan tes DNA. Dia memberiku dua sampel rambut.”“Sudah tahu.” Jeffry menjawab singkat.Jadi, Diana pergi menemui Shelly dan Saryna untuk mengakui Saryna sebagai putrinya.Lalu bagaimana dengan Agnes?“Shelly nggak menghubungimu?”Herman menjawab, “Nggak. Kalau dia menghubungiku, akan segera aku beritahukan kepadamu.”Jeffry hanya mengeluarkan satu suku kata.“Tut ….”“Tunggu.”Herman tiba-tiba kembali membuka suara.“Jeffry, ibumu menghubungiku.”Alis pria itu langsung berkerut, garis alisnya menajam.“Untuk apa?”Herman menjawab, “Dia bilang akan membawa Elora ke Kota Sentara dan memintaku memeriksa Elora.”“Kamu menyetujuinya?”“Dia menggunakan Keluarga Vanindo untuk menekanku. Aku hanya bisa setuju.”Nada suara Herman terdengar tidak berdaya.Selain memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Jeffry

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 517

    “Tenang saja, aku nggak akan mempercayai siapa pun.”Dalam hati, Shelly menambahkan satu kalimat, bahkan Bu Agnes pun nggak akan dia percayai.Mendengar itu, Agnes menghela napas lega, lalu melirik ke belakang Shelly. “Kamu nggak mau mempersilakanku masuk dan duduk sebentar?”“Nggak bisa.” Shelly tidak bergeming. “Di sini bukan hanya aku yang tinggal.”“Aku sudah dengar. Kamu tinggal bersama seorang teman. Kamu pasti cukup kesulitan selama ini. Anakmu di mana?”Agnes terlihat sangat peduli. “Anaknya baik-baik saja? Aku dengar anak laki-laki?”Shelly terdiam beberapa detik sebelum menjawab, “Semuanya baik.”“Baguslah, kalau begitu ....” Agnes berhenti sejenak. “Setelah selesai melakukan tes DNA, segera hubungi Ibu. Nanti Ibu akan menjemputmu pulang. Keluarga Gunawan kita juga bisa dibilang mendapat dua kebahagiaan sekaligus. Kamu kembali kepada keluarga dan membawa seorang anak.”“Seharusnya tiga kebahagiaan sekaligus, bukan? Nyonya Shane juga sudah melahirkan, kan? Bahkan anak kembar.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 516

    Yang bisa dilihat Shelly hanyalah ekspresi Agnes yang begitu penuh harap dan emosional. Dengan air mata membasahi wajahnya, dia menerjang ke arah Shelly dan memeluknya erat.Di ruangan yang sama ini, belum lama tadi, Diana baru saja datang dan mengatakan hal yang sama kepada Saryna.“Selama bertahun-tahun, aku begitu kesulitan mencarimu ....”Air mata Agnes membasahi pakaian Shelly. Suhu hangat dan lembapnya terasa di bahu Shelly.Shelly berdiri tanpa bergerak. Pantulan wajah polos tanpa riasan di dinding lift memperlihatkan ekspresinya yang dipenuhi kebingungan dan mati rasa, membuat raut wajahnya terlihat sangat rumit.“Shelly?”Agnes sudah cukup lama memeluknya sambil menangis. Karena tidak kunjung melihat reaksi Shelly, dia memanggilnya.Bola mata Shelly bergerak sedikit. Dia menatap Agnes.“Bu Agnes pasti bercanda. Aku nggak pernah mendengar Keluarga Gunawan memiliki seorang putri. Kamu pasti salah orang.”“Memangnya aku sendiri nggak tahu apakah aku punya seorang putri atau nggak

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 515

    “Nyonya Agnes dari Keluarga Gunawan.”Shelly mengetahui beberapa hal tentang Keluarga Gunawan, jadi pun mengatakan apa adanya kepada Saryna. “Istri dari adiknya Johan Gunawan. Mereka berdua suami istri sering melakukan kegiatan amal. Mereka punya seorang putra yang sepertinya baru berusia sekitar sepuluh tahun. Aku dengar mereka juga pernah kehilangan seorang putri saat masih kecil.”Saryna duduk di sampingnya. “Dari ceritamu, sepertinya pasangan suami istri ini cukup baik. Berarti keluarga dari kakaknya ... nggak terlalu baik?”“Penilaian kalangan atas Kota Sentara terhadap Keluarga Gunawan memang persis seperti yang kamu katakan.”Shelly mengangguk pelan. Meskipun dia tidak mengkritik Johan dan istrinya secara langsung, ada beberapa hal yang bisa dipahami tanpa perlu diucapkan secara terang-terangan.“Kalau kamu benar-benar keturunan dari putra kedua Keluarga Gunawan, hidupmu pasti akan sangat bahagia.”Saryna mengeluarkan beberapa helai rambut itu. Setelah merenung sejenak, dia berd

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 19

    Hari itu, Elora benar-benar tidak ingin melihat wanita itu lagi, bahkan sedetik pun!Tidak lama kemudian, Jeffry keluar dari ruang istirahat sambil mengaitkan jam tangan abu-abu peraknya di pergelangan.“Kak Jeffry .…” panggil Elora dengan lembut.Dia dengan cepat mengembalikan ponsel ke tempat semu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 8

    Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status