Share

Bab 555

Author: Ratih Larasati
“Banyak omong. Jangan lupa gara-gara ulahmu aku yang harus beresin kekacauan.”

Jeffry langsung menusuk titik lemah Herman.

Dulu, laporan pemeriksaan tubuh palsu milik Elora itu dibuat olehnya.

“Oke, oke. Setelah aku ketemu Saryna, nanti aku kabari lagi.”

Herman tidak yakin pesta itu akan selesai jam berapa, dan kapan dia baru bisa menemui Saryna.

Dia takut Jeffry keburu gelisah, jadi sengaja menelepon lebih dulu.

Setelah menutup telepon, Jeffry kembali ke kamar dan berbaring di samping Jery.

Di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Misni
gila ini udh 500 bab masih di awang awang ceritanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 612

    Topik yang datang tiba-tiba itu membuat Shelly tidak bisa memprosesnya. Ekspresinya langsung kaku.Betul juga. Dua tahun tidak mencoba, sekarang malah jauh lebih kuat dari sebelumnya!"Ekspresi apa itu?" Saryna menyadari ada yang tidak beres. Dia memelototinya. "Bagaimana dia membantumu?"Apa Jeffry membantu Shelly menghindar dari Keluarga Gunawan sampai dengan cara naik ke ranjang?"Maksudku, dulu dia sering lembur untuk bekerja. Beberapa hari saja nggak ada apa-apanya."Shelly menjelaskan.Herman mengangguk. "Benar juga. Pekerjaan nggak akan pernah bisa meruntuhkannya, kecuali orang."Api yang baru dipadamkan Shelly malah disulut oleh Herman lagi.Saryna terlambat menangkap kejanggalan tersebut. "Sebenarnya bagaimana situasinya sekarang? Kenapa kedengarannya seolah-olah kamu dan Jeffry adalah satu kesatuan?""Nggak tahu." Shelly langsung menggelengkan kepala. "Aku seduh teh bunga. Kalian bicara dulu."Dia mengambil sebotol teh bunga dari lemari, menyeduh teh dengan air panas, memanfa

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 611

    "Hanya secara hukum."Bibir tipis Jeffry menuturkan tiga kata itu.Di sela-sela kata-katanya tersirat aroma cemburu yang kental.Herman yang berada sejauh itu dan bahkan terhalang gagang telepon pun masih bisa merasakannya."Besok pagi jam sepuluh, Lapangan Berkuda Sinly."Setelah melempar informasi penting itu, Herman menutup telepon.Jeffry melempar ponselnya ke samping, berdiri di depan jendela kaca lebar, memandangi pemandangan malam Kota Sentara yang gemerlap.Cahaya ribuan rumah terpantul dalam kedalaman matanya yang hitam gelap, tapi tetap tidak mampu mengusir warna kelam di sudut matanya.Cukup lama kemudian, dia berbalik mengambil ponsel dan menelepon Maxwell. "Besok pagi antar beberapa kaleng susu formula ke kantorku.""Baik, apa boleh pada jam sembilan saat saya masuk kerja?" tanya Maxwell."Jam delapan." Jeffry memberi waktu yang pasti, lalu menutup telepon.Mobil Maxwell bahkan belum keluar dari jalan depan Grup Dominion. Dia menampar mulutnya sendiri. "Makanya jangan tany

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 610

    Saryna bersembunyi di kamar mandi. Begitu ada kesempatan, dia langsung video call Shelly.Shelly mengarahkan kamera ke Jery. "Semua baik-baik saja. Nggak perlu khawatir.""Aduh, si kecil tambah gemuk! Lebih cakep dari Nana? Kalau ayah ibunya sama-sama ganteng cantik, anaknya pasti nggak akan jauh beda. Ugh, aku nyesel ikut program bayi tabung. Nggak tahu ayah Nana wajahnya seperti gimana, ke depannya bakal jelek nggak ya?"Makin Saryna memandang wajah Jery yang montok dan putih, makin dia mau menggigit."Jangan sembarangan ngomong. Nana pasti ganteng juga."Shelly tidak tahan tiap hari dengar Saryna asal ngomong.Saryna menjulurkan lidah, langsung bilang, "Besok ketemu ya! Aku sudah janjian sama Herman di padang berkuda di Barat Kota. Ayah ibuku ada acara, mereka mengantar aku sama Nana ke sana terus langsung pergi. Kamu ikut juga ya!"Sejak balik ke Keluarga Gunawan, Keluarga Gunawan hampir dua puluh empat jam mengawasi Saryna. Untung Herman akhirnya berguna juga, Saryna berhasil mene

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 609

    "Nggak ada alasan apa-apa."Shelly tidak menjawab pertanyaan yang tidak ada gunanya itu.Raut wajah Gavin sedikit meredup. "Aku merasa kamu terlalu menjaga jarak denganku. Sebenarnya aku hanya ingin tahu bagaimana keadaanmu. Jelas-jelas kamu sudah menjadi orang Grup Vantara, tapi malah ikut tinggal bersama Jeffry, dan menempatkan aku di Grup Dominion. Kamu ... takut aku ini bom waktu yang akan membawa masalah bagi Grup Vantara? Kalau begitu kamu hanya memanfaatkan Grup Dominion. Hubunganmu dengan Jeffry sebenarnya tidak sebaik itu? Lalu kenapa kamu ikut bersamanya? Apa dia mengancammu?"Shelly tidak merasa perhatian dari Gavin terasa hangat.Karena di dalamnya ada kecurigaan dan penyelidikan.Shelly berpikir sebentar lalu berkata, "Dia memang nggak mengancamku, tapi aku ikut bersamanya adalah untuk menghindari Keluarga Gunawan. Hubungan kami memang nggak sebaik itu."Jeffry memang baik padanya. Dia tahu dengan jelas tapi tidak akan bilang ke Gavin.Penjelasan singkat saja sudah cukup,

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 608

    Shelly mengganti popok Jery sambil menerima teleponnya. "Nggak tahu.""Dia baru masuk perusahaan langsung ikut terlibat dalam proyek terbesar dan paling potensial perusahaan!" Nada Tania nyaris terkejut. "Pak Jeffry kok bisa pilih kasih seperti itu!"Tangan Shelly sejenak berhenti. "Terlibat dalam proyek?"Tania mengiyakan, "Kamu juga kaget kan? Pak Jeffry belum pernah membuka jalan koneksi untuk orang dalam urusan pekerjaan."Sepengetahuan Shelly, proyek di Grup Dominion itu sangat penting.Dalam proyek itu, bahkan hanya mengerjakan hal kecil pun bisa menjadi "momen gemilang" yang bisa dibanggakan seumur hidup. Apalagi bagi Gavin yang masih baru seperti ini, benar-benar seperti mencapai puncak karir sejak debut.Kalau Jeffry ingin menguji sesuatu ... bukankah itu terlalu berisiko?Di saat Shelly sedang berpikir, ponselnya tiba-tiba berbunyi.Gavin yang menelepon."Tania, aku nggak bisa ngobrol denganmu lagi, aku masih ada urusan."Shelly mengakhiri telepon Tania, lalu mengangkat telep

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 607

    Kekhawatiran Shelly tidak salah. Gavin memang orang yang patut diwaspadai.Rasa waspada mereka tidak boleh lebih rendah dari rasa iba."Pak Jeffry, saya kurang mempertimbangkannya dengan matang!" Maxwell terkejut dalam hati. "Kalau tahu begini, seharusnya Bu Shelly menempatkannya di Grup Vantara saja."Mata Jeffry sedikit menyipit. "Grup Vantara?"Maxwell menjawab, "Tadi pagi waktu saya atur Gavin masuk kerja, Gavin bilang dibanding Grup Vantara dia lebih memilih datang ke Grup Dominion. Setelah saya tanya lebih dalam, barulah saya tahu bahwa dia yang meminta Bu Shelly untuk mencarikan pekerjaan untuknya. Baik di Grup Vantara maupun Grup Dominio, dia tidak keberatan."Suasana di dalam mobil seketika sunyi senyap.Udara semakin tipis. Suasana di sekitar Jeffry perlahan membeku, dia tidak tahu sedang memikirkan apa, matanya dalam dan redup.…Grup Dominion. Jeffry hari ini datang untuk membereskan urusan Wesley.Hansen sudah benar-benar ditendang keluar dari Bairon, Wesley adalah orang k

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 8

    Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 7

    Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status