Share

Bab 6

Penulis: Sweety
last update Tanggal publikasi: 2025-12-11 19:01:16

"P–Pak Reon." Laura menunduk sekilas lalu mengangkat wajahnya, menatap pemilik bola mata hitam yang memantulkan sinar keemasan senja itu. 

Laura sudah jadi sekretaris Reon sekitar satu tahun, dulunya dia mengisi posisi sekretaris kedua seperti Ellena sekarang. Dan, sejak saat itu, dia langsung tertarik dengan Reon. Siapa yang tidak jatuh hati?

Bukan hanya tampan, Reon punya kharisma yang membuat semua mata terpesona padanya. Selain itu, dia penerus Adinata Group yang memiliki kerajaan bisnis, baik di luar maupun luar negeri.

Hanya saja, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda Reon jatuh hati pada Laura. Namun, wanita itu tidak akan menyerah begitu saja.

Reon melangkah penuh dominasi dan berhenti tepat di depan meja kerja Ellena. Hawa dingin seakan menguar di udara sekitar Ellena dan Laura. 

Laura menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga. "Em… itu Pak… maksudnya file tugas yang Pak Reon kasih."

Di sisi lain, Ellena hanya berdiri diam dengan pose profesional. Sesekali dia mengangkat pandangannya, menatap garis rahang Reon.

"Kenapa dengan file itu?" Reon melayangkan sorotan tajam. "Kamu sudah selesaikan?"

Laura menggelengkan kepala. "Belum, Pak, sa–saya akan lanjut kerjakan di rumah."

"Oke," ujar Reon datar. Dia lalu menoleh ke arah Ellena. Pandangannya tertahan pada gadis berambut hitam panjang tersebut. 

"Kamu temani saya ke gala di kediaman menteri investasi malam ini, ikut saya sekarang," titah Reon. 

Ellena mengerjap pelan. Reon sudah mentransfer uang yang dia butuhkan untuk pengobatan neneknya, jadi otomatis Ellena mau tidak mau, suka tidak suka akan mematuhi semua perintah Reon. 

Dan, mendengar soal menteri investasi, Ellena paham kalau dia harus berpura-pura jadi tunangan Reon malam ini. 

Sementara itu, Laura membelalak tak santai. Pikirnya dia yang diajak ke pesta itu, makanya dia mau menyerahkan tugasnya pada Ellena. Tapi, kenapa malah Ellena yang diminta pergi bersama bos? 

"Emm, Pak Reon, maaf… tapi, Ellena masih baru sebagai sekretaris, dia masih perlu bimbingan, jadi saya sebaiknya diperkenankan ikut juga untuk mendampingi Bapak dan mengarahkan Ellena," kata Laura mengusulkan. 

Reon melirik tajam, "di sini yang pimpinan kamu atau saya?"

Laura tertegun. "Maaf, Pak, bukan begitu… saya cuma menyampaikan saran supaya—."

"Dan saya tidak butuh saran kamu," tukas Reon. 

"Lebih baik kamu fokus selesai tugas yang saya berikan," Reon kemudian melangkah menuju pintu keluar ruangan. "Jangan bengong aja, Ellena, cepat ikut saya!"

Ellena yang sejak tadi diam, cepat-cepat membereskan barangnya, menarik tasnya dan berlari semut menyusul Reon setelah pamit duluan ke Laura. 

Sementara perempuan itu mengepalkan tinju erat-erat di samping tubuhnya. "Awas kamu, Ellena!"

Di sisi lain, Ellena mengekori Reon dari belakang. Pria itu begitu buru-buru, tapi auranya tidak membara-bara seperti dulu, malah lebih ke dingin mencekam. Dekat tapi sangat sulit dijangkau. 

"Pak Reon…" sahut gadis itu pelan. 

"Hm." Reon tidak menoleh sedikitpun. 

"Apa saya boleh ke rumah sakit dulu untuk mengurus biaya operasi dan perawatan nenek saya?" tanya Ellena hati-hati. 

"Iya, tapi jangan lama-lama, karena kamu butuh makeover. Apa kata orang-orang di gala kalau tunangan saya jelek dan berantakan." Reon mempercepat jalannya. 

"Baik, Pak," Ellena berjuang di belakang Reon untuk menyamakan langkah. 

Ellena lalu menunduk sekilas melihat penampilannya. Dia memang agak kacau—kemejanya kusut, penuh debu jalanan. Matanya juga masih bengkak karena menangis. 

Sebagai seorang sekretaris dia sepatutnya menjaga penampilan, tapi meski sudah dirapikan tetap saja sisa-sisa kendaraan masih menempel di pakaian Ellena. Pasalnya, dia menggunakan ojek online untuk kemana-mana. 

Tak terasa waktu berlalu, Ellena sudah tampil menawan oleh bantuan profesional—kulitnya lembut berseri, rambut panjangnya ditata bergelombang dan make up natural semakin memancarkan kecantikannya. 

Saat ini, Ellena berdiri di sebuah ruangan luas dengan furnitur megah. Terdapat sebuah standing rack dengan deretan gaun haute couture. 

Ellena bolak-balik keluar dari balik tirai dengan  mengenakan gaun tersebut secara bergantian di depan Reon. 

Dan—

Entah mengapa rasanya dia dijadikan seperti boneka oleh Reon. Tapi bukankah itu memang tugas Ellena? Mematuhi semua perintah Reon…  apapun itu. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Moonroe
Kalau udah penyakit hati emang begitu, sih, Laura. Lagian, kamu cuma bumbu neng wkwkwk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 204. Baikan

    Langit sudah berubah menjadi biru gelap dan lampu-lampu lobi memantul di lantai marmer yang mengilap. Karyawan yang pulang kerja berjalan keluar satu per satu, sebagian masih sibuk dengan ponsel atau percakapan singkat sebelum berpisah.Di depan pintu masuk, mobil hitam milik Reon sudah menunggu. Lelaki berjas hitam itu berdiri di samping mobil. Tangannya masuk ke saku celana dan matanya sesekali melirik ke pintu lobi, menunggu sang istri. Tak lama kemudian, Ellena berjalan keluar. Tas istrinya itu bergoyang di bahunya. Begitu melihat Reon, langkahnya berubah menjadi lari yang lebih cepat."Reon!"Reon langsung membentang tangan, menerima pelukan Ellena. Tubuhnya sedikit terdorong ke belakang oleh pelukan tiba-tiba itu. Dia menghela napas pelan, lalu tangannya otomatis melingkar di punggung istrinya."Kamu kelihatan senang banget," katan Reon rendah, setengah menghela napas.Ellena tidak langsung menjawab. Ia hanya memeluk Reon

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 203. Ellena Selingkuh?

    Di balik meja kayu hitam dalam ruangan kerja, Reon duduk bersandar di kursinya. Jasnya dilepas dan digantung di sandaran, hanya menyisakan kemeja putih dengan dua kancing teratas terbuka. Di satu tangan, dia memutar-mutar ponselnya dengan gelisah.Matanya menatap layar komputer, tapi pikirannya jelas tidak berada di sana, melainkan dipenuhi satu hal.Ellena istrinya.Rahangnya menegang sedikit ketika mengingat saputangan inisial A yang ditemukan semalam. Jari lelaki itu berhenti memutar ponsel. Ia menatap layar hitamnya sendiri yang memantulkan bayangan wajahnya."Apa Ellena… benar-benar selingkuh?"Tok.Tok.Pintu ruangannya diketuk dua kali dan Reon langsung kembali ke ekspresi datar yang biasa dia pakai di ruang rapat."Masuk."Pintu terbuka perlahan. Vino melangkah masuk dengan langkah rapi sambil membawa tablet di tangannya. "Permisi, Pak. Saya mau melaporkan mengenai perintah B

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 202. Cheers

    Di ruangan tengah sebuah suite hotel yang diterangi cahaya lampu gantung yang lembut, dua wanita paruh baya duduk bersebelahan dengan sikap santai yang penuh wibawa di atas sofa panjang. Keduanya terlihat awet muda. Kulit mereka terawat dihiasi riasan elegan dan rambut yang ditata sempurna. Siapa lagi kalau bukan Sharron dan Jendela kaca besar di hadapan mereka memperlihatkan pemandangan kota malam yang berkilauan. Diana mengenakan gaun satin berwarna zamrud dengan potongan sederhana dan mahal. Ia menyilangkan kaki dengan anggun, jemarinya yang dihiasi cincin berlian memegang gelas sampanye tipis. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang menyimpan kepuasan.Di sampingnya, Sharron mengenakan setelan sutra berwarna krem pucat. Rambutnya disanggul rapi, dan sepasang anting mutiara berayun pelan di telinganya. Tatapannya tajam namun tenang, seperti seseorang yang sudah memperhitungkan segala kemungkinan jauh sebelumnya.Keduanya menga

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 201. Saputangan Inisial A

    Ellena akhirnya kembali, dia menarik kopernya untuk keluar dari area kedatangan. Di tengah hiruk pikuk bandara, iris kecokelatan gadis itu langsung menangkap sosok yang berdiri menunggu di balik pagar pembatas. Ya, itu suaminya. Dareon Sankara Adinata yang selalu jadi magnet bagi setiap orang. Wajahnya, auranya serta penampilannya begitu menawan. Wajah Ellena yang kusut karena penerbangan panjang langsung berubah cerah ketika bertemu tatap dengan Reon. Tanpa ragu Ellena mempercepat langkah. "Sayang!" panggilnya pelan.Reon melangkah mendekat dengan senyuman lebar dan tatapannya yang cerah. Di tangannya terdapat buket bunga. Ellena langsung berlari kecil ke arah Reon. Dalam sekejap dia memeluk tubuh suaminya erat-erat.Kopernya nyaris terlepas dari tangan, tetapi Ellena bahkan tidak peduli. Wajahnya menempel di dada Reon seolah ingin memastikan bahwa dia benar-benar sudah pulang.Reon sempat terkejut sesaat, lalu tang

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 200. Permintaan Maaf Areksa

    Di dalam ruangan yang sunyi itu, Ellena menarik tangannya lepas dari cengkeraman Areksa. Napas Ellena terengah-engah. "Kenapa Bapak jadi begini?" ujarnya dengan nada tidak senang. Areksa menatap Ellena tanpa bergerak. Matanya yang biasa berbinar kali ini diisi kilatan amarah. "Aku udah cukup bersabar sama sikap kamu yang selalu bersikap profesional sama aku, Ellena!" Areksa menghela napas pendek, lalu menatap gadis itu lurus-lurus. "Sekarang aku mau bicara blak-blakan sama kamu.""Gak perlu membawa saya ke tempat sepi kayak gini," Ellena mau melangkah keluar tapi pintu ditahan oleh Areksa. Ellena spontan menatap lelaki itu tajam, lalu mundur beberapa langkah. "Pak Areksa, Anda tahu kalau saya sudah menikah, sikap Anda yang begini sangat mengganggu saya," tegas Ellena. Rahang Areksa mengeras. "Iya, saya tahu kamu sudah menikah, tapi aku yakin kamu pasti gak bahagia sama pernikahan kamu, Ellena."Lelaki itu maju selan

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 199. Bertemu Areksa

    Ellena tidak pernah menyangka akan bertemu Areksa di tempat itu. Di Jenewa. Kenapa bisa lelaki itu ada di sini juga? "Aku pikir tadi aku salah orang, ternyata beneran kamu," ujar Areksa saya berhenti di depan Ellena. Dia juga tidak menyangka kalau akan bertemu gadis itu di negara ini. Senyum kamu terukir di bibir Ellena. "Kamu bareng suami kamu?" tanya Areksa. "Enggak, Pak. Saya bareng salah satu desainer senior SS Jewel Co. Kami diminta untuk mengikuti acara lelang di sini.""Kebetulan sekali, aku memang juga mau mengikuti acara lelang malam nanti. Sekalian mau mengikuti forum teknologi kreatif di Palexpo."Ellena hanya bisa tersenyum profesional karena tidak mau percakapan mereka berlanjut. Untungnya salah seorang staf Star Games menghampiri Areksa dan mengabarkan kalau kamar mereka sudah siap. "Kalau begitu aku duluan, Ellena. Senang berjumpa kamu di sini. Sampai ketemu di acara lelang."Ellena menganggu

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 15

    Dada Ellena naik turun, napas berat Reon yang menyapu bibirnya membuat gadis itu semakin panas. Ellena mengangguk kecil. "Iya… hh… saya mengerti, Pak Reon," bisiknya pelan. Dia sudah berjanji akan membuat Graciella tergila-gila dengan Reon mulai malam ini. Maka dari itu perempuan incaran Reon itu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 17

    Reon menjaga wajahnya tetap dengan ekspresi dingin. "Ya, kami kerja bersama, Nona Graciella." Suara beratnya begitu datar. Reon mengeratkan cengkraman di pinggang Ellena. Gadis itu merasakan ibu jari Reon menekan dan menyapu halusbm di sana. Mungkin itu sebuah sinyal agar Ellena masuk ke mode san

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 11

    Di jam istirahat, meja kerja Ellena berubah jadi ruang kecil yang lebih personal. Gadis itu membuka kotak bekal sederhana yang dibawanya dari rumah sakit. Meski hidup Ellena susah, dia masih bersyukur dianugerahi tetangga kontrakan yang begitu baik. Bu Tari dengan senang hati menjaga ne

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 16

    Setelah keluar dari mobil tidak ada yang terjadi di antara Reon dan Ellena. Pria itu menjelma jadi bos dingin seperti biasa, seolah apa yang terjadi di dalam mobil itu tidak berarti sama sekali. Tapi, Ellena memang mau mengharapkan apa? Reon hanya menganggapnya mainan, pion dan alat untuk menda

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status