Share

#192 Ini Apa?

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-08-23 09:19:40
Zaim merasa ada yang janggal karena suasana Serail siang itu sedikit sunyi.

Biasanya dia akan melihat Heba, mondar-mandir entah melakukan apa untuk membantu Putri Nae bekerja di kebun.

Tapi hari ini tidak ada. Serail itu terasa kosong, seperti saat Pangeran Rasui sebelum menikah menurut Zaim.

Kejanggalan semakin nyata, saat melihat ada Heba di depan kamar pangeran, terlihat mengobrol bersama Daka.

Jika Heba ada di situ, berarti orang yang dia layani ada di dalam kamar. Dan menurut pengalaman, h
aisakurachan

Amun... bandel, tapi ya udah lah 😂😂

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
Ra..beruntung punya amun...wkwkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #299 Siapa Yang Mengatakannya?

    Tapi Amun kehilangan keberanian setelah memanggil. Ini pertama kalinya dia berbicara langsung dengan Bast. Dewi yang seharusnya disembah oleh kaum Boz. Pantas jika dia gugup.“Aku ingin meminta izin,” kata Amun, setelah Ra menyikut sisi perutnya. Tak sabar melihat sikap diamnya.“Aku sudah menikah, dan ingin mengatakan soal diriku kepadanya. Aku tak ingin menyimpan rahasia.”“Katakan saja. Aku mengerti.” Bast tentu mudah memberi izin, karena tahu istri Amun wanita. Dia hanya mengangkat bahu, lalu melambai sekali lagi, dan keluar dari gubuk itu.Hanya beberapa langkah, lalu tidak terdengar lagi suara apapun.“Ayo!” Ra menepuk punggung Amun yang masih memandang tempat ibunya menghilang.Urusan mereka di situ sudah selesai.Baru mereka melangkah keluar setelah mengunci pintu gubuk, terlihat bayangan berputar di langit.“Arran,” kata Amun, melihat dengan jelas siapa yang datang.Ra mengangkat tangannya, dan burung itu mendarat sempurna di sana. “Aku membutuhkanmu ke tempat Luz,” kata Ra,

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #298 Apa Harganya?

    Kaki Ra melangkah menuju ke area yang sedikit sepi. Area yang sama sekali tidak tersentuh oleh perbaikan yang sedang terjadi di istana, karena memang Ra melarang. Tidak ada siapapun yang boleh menyentuh area itu.Tapi memang area yang ada di pojok istana tak jauh dari Serail itu, tak terlalu menarik perhatian. Hanya berisi satu gubuk yang terlihat menyedihkan, karena itu penghuni istana lain memang biasanya luput memperhatikan.Gubuk itu adalah tempat di mana Ra menyimpan mangkuk yang bisa dipakainya untuk berhubungan dengan Osiris, selain memakai Arran.Mangkuk itu lebih cepat dari Arran, tapi jika memakai mangkuk masih tak ada jawaban, maka Ra akan mengirimkan Arran. Dan biasanya selalu begitu.Baik saat Ra kemarin dulu ingin meminta penjelasan soal Lea, atau sekitar dua purnama lalu, saat meminta izin untuk memberitahu Kissa.Meski seharusnya mangkok itu bisa berhubungan dengan Osiris secara langsung, tetapi tetap saja waktu yang diperlukan untuk Osiris untuk merespon sangat lama. R

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #297 Ada Perlu Apa Dengan Ibuku?

    Dan mengikuti Ra adalah pekerjaan yang melelahkan. Anak buah Amun nyaris tak bisa mengimbangi kecepatannya berlari. Tapi Ra memang harus terburu-buru. Dia tak ingin pria yang dilihat Amun itu lolos.Dan usahanya tidak sia-sia, dengan mudah Ra melihatnya. Pria bersabuk hitam tengah berusaha keluar dari gerbang, tapi sedikit ragu, karena melihat banyaknya anak buah Amun yang ada di sana.“BERHENTI!”Pria itu melonjak, tidak menyangka akan mendengar suara Ra dan dia menoleh. Pria itu tidak bernama Geb, Ra mengenalnya. “DALL?!”Melihat Ra berlari ke arahnya, Dall segera saja berbelok dan berlari ke sembarang arah, asal menjauh darinya.Tapi kecepatannya berlari bukan tandingan dari Ra. Sekejap saja, Ra sudah berhasil menyambar bagian belakang tunik Dall dan menarik tubuhnya.Sedikit terlalu bersemangat, tubuh Dall melayang tinggi, menghantam gerbang dan langsung terpuruk.Ra memaki panjang pendek. Dia butuh Dall dalam keadaan hidup. Dengan tergesa, Ra menghampiri Dall, dan membalik tubuh

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #296 Ada Orang Baru?

    “Ada berapa banyak orang yang tahu soal Ratu tak bisa minum air yang dicampur dengan lemon?” tanya Ra.Ini penting, karena malk itu ada pada minuman Lea. Tepat di sana. Yufa baik-baik saja saat meminum teh bagiannya, dan yang lain juga sama termasuk dirinya.Yufa menghilang setelah meminum teh milik Lea. Teh yang paling berbeda, karena dibuat tanpa lemon, dan memakai daun mint.Pelakunya tahu benar soal selera Leam dan memilih gelas yang benar.“Hampir semua orang di dapur tahu, Yang Mulia. Karena saya sendiri yang memberi tahu, agar tidak terjadi kesalahan saat membuat hidangan untuk Yang Mulia Ratu.”Ra kembali menelan umpatan. Keinginan Adofo untuk bekerja sempurna membuatnya tak bisa menyempitkan perkiraan tersangka.“Semuanya? Semua orang di dapur?”Adofo mengangguk.“Bahkan untuk pekerja maupun budak yang baru datang, saya selalu mengingatkan tentang ini. Yang Mulia Ratu akan sakit jika menghirup lemon, karena itu saya sangat berhati-hati.”Tidak ada yang salah dari cara kerja Ad

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #295 Kau Yang Membuatnya?

    Lea tak pernah membicarakan keluarganya, hanya sekali waktu saat menghiburnya dulu. Itupun dia hanya membicarakan ayahnya yang mirip Sudi.Dia terkadang menyebut ibunya yang akan sedih jika dia memilih tinggal, tapi hanya itu.Ra kini merasa bersalah. Karena ketakutan akan kehilangan Lea, Ra tidak pernah bertanya tentang kehidupan yang Lea tinggalkan. Dia dengan sengaja menghindari pembahasan soal keluarganya.Ra tak ingin Lea merasa sedih. Tapi kini akibatnya dia tak tahu apapun soal kehidupan itu. Ra merasa telah mengabaikan bagian besar dari kehidupan Lea.“Apa aku boleh masuk?”Terdengar suara Amun meminta izin. Sedekat apapun mereka, Amun tak berani masuk tanpa izin ke dalam kamar Ra, terutama jika ada Lea di dalamnya. Kissa yang berani seperti itu.“Masuk!” sahut Ra.Amun masuk dengan wajah suram. Tangannya masih menggenggam gelas yang tadi berisi darah Ra, dan kini sudah kosong.“Bagaimana?” tanya Ra.“Jangan menyuruhku melakukan hal seperti ini lagi,” keluh Amun. Tapi kali ini

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #294 Dia Punya Dua Adik?

    Ra berlari menyambar Lea yang terdiam mematung, memeluk seluruh tubuhnya, memblokir pemandangan tubuh Yufa dari mata Lea.Dia juga berusaha mengusap darah yang membasahi tubuh Lea, sementara jeritan Edrice memenuhi langit. Tidak perlu diperhatikan lebih jauh, Yufa tak lagi bergerak, diam selamanya.Tubuh Edrice lemah terkulai dan Amun menangkapnya, sementara Sudi tampak terpana. Tak bisa bergerak, memandang Yufa.“Yufa…” Lea memberontak dari pelukan Ra.“Tidak!” Ra mengeratkan pelukan.“Yufa!” Lea memekik dan meronta, meminta Ra melepaskan pelukan. Tapi Ra tidak bergeming.“Aku harus melihatnya!”“Jangan, Lea.”“YUFA!”Lea berusaha menurunkan lengan Ra, memberontak. Perlawanan Lea cukup sengit. Ra bisa dengan mudah melawan Lea, tapi dia takut cengkeramannya akan menyakiti Lea. Dia harus melawan Lea, tapi dengan tenaga seminim mungkin.“Lea, kau tak perlu melihatnya.”Lea menggeleng.“Tidak! Aku harus melihatnya!” Lea memekik. “Tidak boleh! Tidak boleh begini lagi! Yufa harus hidup!”L

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status