LOGINPengkhianatan dari kekasih itu sendiri. Nera menghunuskan pisau kepada Raga. Dia memulai penghianatan dan memanfaatkan hubungan ini untuk melemahkan kekuasaan Raga. Nera adalah sang putri dari seorang buronan Internasional, dan merupakan saingan dari Raga. Raga mengira bahwa dirinya akan dicintai sepenuh hati, namun ternyata dirinya hanya alat bagi kekasihnya.
View More2 Januari 2021Abiwangsa terduduk di penjara bawah tanah, menahan rasa sakit yang luar biasa. Dia tahu bahwa Ranggono telah menyiksanya dengan kejam. Tiba-tiba, pintu penjara terbuka dan Nera berdiri di sana."Ayah, aku datang untuk menyelamatkanmu," kata Nera dengan nada yang tegas.Abiwangsa terkejut. Dia percaya bahwa Nera akan datang untuk menyelamatkannya. "Tapi bagaimana kamu bisa tahu aku ada di sini?" tanyanya."Aku mendengar tentang apa yang terjadi dari polisi kepada pasukanmu," jawab Nera. "Aku tidak bisa membiarkanmu terus menderita."Abiwangsa tersenyum. Dia merasa sangat beruntung memiliki anak seperti Nera. "Terima kasih," katanya dengan suara tegas.Nera mengangguk dan menyuruh Abiwangsa untuk mengikutinya. Mereka berdua bergegas menuju markas Ranggono. Saat mereka tiba di sana, Abiwangsa merasa sangat marah. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.Nera melihat ke arah Abiwangsa dan tersenyum. "Siap," katanya dengan nada yakin. "Kita pasti bisa melewati ini."Abiwang
26 Desember 2020Nera menyadari bahwa tindakan yang diperintahkannya berisiko sangat tinggi. Bisa saja itu membuat Abiwangsa tertangkap. Terlebih lagi sampai detik ini belum ada kabar dari ayahnya itu. Mungkin Ayahnya memerlukan waktu sedikit lebih lama. Atau juga barangkali ayahnya sedang menikmati kemenangannya.“Hei.” Nera memanggil dua ajudan yang ada di depannya itu. Mereka kemudian menanggapi panggilan dari Nera dan segera untuk menghadapnya.“Apakah sudah ada kabar?” Nera kemudian lanjut bertanya kepada ajudannya itu.“Belum tuan putri. Dari pasukan lain belum memberikan kabar juga.” Ajudan itu seperti khawatir dengan bosnya.“Jika sudah berganti hari cepat hubungi markas polisi daerah. Tanyakan mengenai kejadian di sana.”“Baik Tuan putri.” Ajudan itu kembali ke tempatnya.Nera memejamkan mata. Berpikir tentang apa langkah selanjutnya. Tubuhnya yang belum stabil membuatnya tiak bisa banyak bertindak. Dia hanya bisa mengatur semua kegiantannya melalui kasur ini. Melalui peranta
28 Desember 2020Tubuhnya kini memar sebagian. Mukanya sudah tidak beraturan lebam akibat pukulan dari para penjaga penjara. Jika satu lawan satu mungkin saja mereka sudah habis. Sayangnya tangan dan kaki diikat disebuah penyangga. Abiwangsa kemudian dihajar habis-habisan. Mereka semua tertawa, sedangkan Abiwangsa dalam hatinya penuh amarah luar biasa. Mungkin jika dia lepas nyawa para manusia-manusia itu sudah melayang entah kemana.Saat ini Abiwangsa hanya menikmati pandangan matanya yang sudah mulai membaik. Hidungnya masih terus mengeluarkan darah. Sedangkan lidahnya terus merasakan asin darah. Sungguh penyiksaan yang luar biasa. Rencana Abiwangsa untuk menyerang itu membuahkan sebuah kegagalan. Kegagalan besar. Persiapan lima hari ternyata tidak bisa membuat Ranggono hancur. Kehebatannya perlu diakui.Dari tangga turun Ranggono dengan membawa secangkir teh. Uapnya terlihat, sepertinya itu masih hangat. Atau saja baru dituangkan. Langkahnya semakin mendekat ke sel Abiwangsa. Tatap
25 Desember 2020Abiwangsa menyiapkan pasukan untuk menyerang Ranggono dikediamannya. Sayangnya bukan hanya Raga yang memiliki bantuan polisi, Nera juga sudah menyuap polisi untuk tidak ikut campur masalah ini. Itulah mengapa laporan dari Kevin diabaikan begitu saja. Polisi daerah setempat tidak terlalu perduli pada laporan kosong itu. Mereka masih bersantai saja di kantor dan akan mulai bergerak sesuai kesepalatan dengan Abiwangsa.“Seluruh pasukan sudah bersiap?” Abiwangsa mengomandoi sendiri jalannya penyerangan ini.Ouh iya. Misi natal ini adalah misi yang luar biasa besarnya. Perencanaan balas dendam hanya dengan persiapan lima hari. Nera meminta Abiwangsa untuk turun langsung dengan menjadi pemimpin penyerangan. Abiwangsa tentu senang harus terlibat langsung. Semenjak kehadiran Nera dalam hidupnya, Abiwangsa tidak pernah lagi merasakan panasnya medan pertempuran. Si pembunuh berdarah dingin itu sepertinya sedang merindukan masa lalunya.“Pak semuanya siap.” Ajudan pribadinya itu
14 Desember 2020 Nera tersenyum melihat rencana ini, meskipun mengancam nyawanya sendiri. Raga tidak sebodoh itu, atau mungkin dia memang bodoh, namun Ranggono masih mampu berpikir waras. Tidak mungkin Raga dibiarkan pergi menemui Nera yang dahulu pesaingnya, walaupun kini berstatus kekasih. Ranggo
14 Desember 2020 Raga tergeletak di tanah saat sebuah pisau menembus perutnya. Sayatan pisau merobek pipinya hingga bercucuran darah. Perbuatan itu tidak lain adalah ulah dari Nera. Pertemuan ini hanya alibinya saja untuk menghancurkan Raga. Setelah sebuah pisau menghunusnya, kali ini Raga tergelet
25 Desember 2020Kevin berkeliling menikmati suasana natal dan tahun baru. Orang-orang banyak yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Banyak juga hiasan natal disegala penjuru. “Sepertinya masih sama. Pembangunan gereja di sini masih sangat minim.” Kevin berkeluh dalam hati. Walaupun dirinya
20 Desember 2020Dokter keluar ruangan dengan diikuti asistennya. Abiwangsa masih duduk menantikan kabar terbaru dari Dokter. “Nera sudah sedikit membaik. Baru saja dia sadarkan diri.” Kali ini kabar baik membuat Abiwangsa tersenyum. Kekejaman dan pembunuh berdarah dingin hanya julukan untuk semua
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews