Share

Bab 178

last update publish date: 2026-10-28 14:13:47

Clara sedikit terperanjat kaget di dalam kamar mandi bawah yang temaram. Punggungnya menempel erat pada dinding kamar mandi yang baru saja dikunci rapat oleh adiknya. Napas wanita itu mulai memburu, sementara kedua bola matanya menatap ragu ke arah Adrian yang berdiri sangat dekat di hadapannya.

"M-mau langsung gimana, maksud lo?" tanya Clara dengan suara gugup.

Adrian tidak langsung menjawab. Alih-alih berbicara, tatapannya justru turun menelusuri lekuk tubuh kakak tirinya itu. Clara malam ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 180

    Clara tidak menjawab, gadis itu tampak fokus mengurut milik adik tirinya itu. Ia juga menikmati apa yang sedang dilakukan oleh adik tirinya itu.“Sshh... uuhh! Rasanya aneh banget, di dada gue. Terus ini punya Adrian juga berdenyut-denyut terus,” gumam Clara, dalam hati.Beberapa saat kemudian, Adrian sudah mencapai batas. Napasnya memburu tak beraturan, sementara sekujur tubuhnya mulai menegang hebat menanti detik-detik puncak pelepasannya.“Kak, gue udah mau keluar,” bisik Adrian dengan suara serak di telinga Clara, raut wajahnya menyiratkan kelegaan sekaligus desakan yang sudah tidak bisa ditahan lagi.Tanpa menunggu waktu lama, ia berbalik secara perlahan sambil merangkul erat pinggul Clara. Memposisikan tubuh mereka sedemikian rupa agar milik Adrian langsung mengarah ke lubang kloset di dekat mereka.Clara yang sedari tadi setia menggerakkan tangannya, merasakan perubahan drastis pada ritme napas dan ketegangan di tubuh adik tirinya itu. “Udah mau ya, Yan? Jadi tambah gede kayakn

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 179

    “Gak bakal kenapa-napa, Kak. Kan cuma dibantuin sebentar doang pake tangan, gak lebih. Sumpah, deh!” rayu Adrian semakin gencar, menatap mata Clara dengan tatapan memohon yang sulit ditolak.Clara menggigit bibir bawahnya, dadanya bergemuruh hebat menahan dilema. “Tapi ini beneran salah, Yan. Kalo sampe ketahuan Mama atau Kak Siska, gimana? Bisa hancur abis kita di rumah ini.”“Makanya kita pelan-pelan aja, gak bakal ada yang tau. Pintu kan udah dikunci rapet, Kak,” jawab Adrian menenangkan, mendekatkan wajahnya.“Eum... gimana, ya?” Clara tampak kembali berpikir untuk yang kesekian kalinya.“Ayo dong, Kak! Jangan digantung begini, rasanya tersiksa tau!” bujuk Adrian, sambil memilin pucuk gunung kembar kakak tirinya itu.“Aahh! Adrian... ngilu tau!” keluh Clara.“Mau ya, Kak?”Clara menghela napas panjang, menyerah pada desakan bertubi-tubi itu. “Iya-iya! Tapi awas ya kalo sampe berisik atau ketahuan orang rumah, gue bakal ngamuk sama lo!” ancam Clara memperingatkan dengan nada seteng

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 178

    Clara sedikit terperanjat kaget di dalam kamar mandi bawah yang temaram. Punggungnya menempel erat pada dinding kamar mandi yang baru saja dikunci rapat oleh adiknya. Napas wanita itu mulai memburu, sementara kedua bola matanya menatap ragu ke arah Adrian yang berdiri sangat dekat di hadapannya."M-mau langsung gimana, maksud lo?" tanya Clara dengan suara gugup.Adrian tidak langsung menjawab. Alih-alih berbicara, tatapannya justru turun menelusuri lekuk tubuh kakak tirinya itu. Clara malam ini mengenakan pakaian santai yang secara kebetulan sangat mirip dengan yang dikenakan Siska sebelumnya, sebuah tanktop tipis berbahan lentur tanpa menggunakan dalaman sama sekali di baliknya.Pemandangan itu membuat tenggorokan Adrian terasa kering seketika. Tanpa banyak bicara lagi, tangan Adrian bergerak perlahan.Ia meraih bagian bawah tanktop tipis Clara, lalu menyingkapnya ke atas secara perlahan-lahan. Kain lembut itu terangkat, menyingkap kulit mulus sang kakak tiri hingga akhirnya kedua gu

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 177

    Mata Clara semakin melotot lebar, menatap mata adik tirinya itu. “Hah? Janji? Janji apaan? Perasaan gue gak pernah janji apa-apa sama lo!” sangkal Clara cepat, bersidekap sambil menatap tajam.“Yaelah, jangan pura-pura lupa dong, Kak Clara manis,” bujuk Adrian dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, terdengar begitu merayu.“Lo jangan ngarang deh, Yan!” bantah Clara.“Lho... gue gak ngarang, Kak! Kan waktu itu lo bilang gue boleh liat dan megang punya lo kalo lagi pengan. Inget, gak?”Clara mendengus keras, memutar bola matanya malas sambil melipat tangan di depan dada. “Ih, ngaco banget! Itu kan cuma candaan doang, bukan janji beneran! Ogah banget gue mau bantuin yang kayak gituan,” tolak Clara mentah-mentah sambil membuang muka, meski rona merah di pipinya jelas terlihat.“Mana bisa gitu, Kak? Pliss, ya? Sebentar aja, Kak Clara yang canti! Gak bakal lama, sumpah! Badan gue udah panas banget nih, tersiksa tau rasanya,” rengek Adrian, mulai melancarkan taktik memelas tingkat tingg

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 176

    Tok! Tok! Tok!Suara ketukan di daun pintu kembali terdengar dari luar, kali ini disertai dengusan napas dari sang pengetuk yang mulai tidak sabaran.“Sstt! Tenang, Kak! Jangan panik, biar gue yang ngomong,” bisik Adrian setengah merapat ke telinga Siska. Tangan pemuda itu masih memegangi bahu Siska yang tampak bergetar hebat.“Ini gue, Kak! Gue masih lama, lo pake kamar mandi bawah aja!” seru Adrian dari dalam dengan nada suara yang sengaja dibuat sesantai mungkin, seolah ia memang sedang buang air atau menyelesaikan urusan pribadi biasa.“Oh... elo! Kirain siapa yang ada di dalam malam-malam begini. Ya udah deh, males gue nungguinnya,” sahut Clara dari balik pintu. Langkah kakinya terdengar mulai menjauh, melangkah menuju ke arah tangga untuk memakai kamar mandi yang ada di lantai bawah.Begitu derap langkah Clara benar-benar menghilang di balik keremangan tangga, Siska tampak bersandar lemas pada dinding keramik dingin sambil menghembuskan napas lega yang sangat berat. Tangannya me

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 175

    Adrian mengangkat tangan kiri kakak tirinya ke atas dan menahannya lembut di dinding kamar mandi. Berhubung malam ini Siska mengenakan tanktop tipis tanpa bra, ketiak mulus wanita itu langsung terpampang jelas di depan mata Adrian, membuat pemuda itu reflek menghirup aroma harum sabun bercampur aroma alami dari tubuh sang kakak.“Eungh! Geli, Yan!” bisik Siska setengah mengeluh, merasakan embusan napas hangat adiknya menggelitik kulit sensitif di area lengannya.“Hehehe, abisnya lo cantik banget, Kak. Bikin gue gak tahan buat nyium ketek lo,” bisik Adrian merayu sambil tersenyum usil.“Udah, gak usah mulai ngerayu, deh! Katanya tadi lo gak bakal lama dan bakal selesai, hm?” protes Siska dengan suara bergetar, meski tatapannya justru menyiratkan kalau pertahanannya mulai runtuh.Adrian tersenyum tipis, mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa sentimeter saja. “Iya, sabar bentar. Tapi ada syaratnya sebelum kita mulai, Kak.”Siska mengerutkan dahi, menata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status