Share

Bab 35

Penulis: Franky D Ghost
last update Tanggal publikasi: 2026-09-10 23:20:05

"Kamu ketemu Adrian di mana, Nak? Sekarang dia ada di mana? Dia baik-baik aja, kan? Dia gak kenapa-kenapa, kan, Sis?"

"Satu-satu kali nanyanya, Mah! Aku tadi gak sengaja ngeliat dia lagi jalan di trotoar daerah deket sini. Kita baru aja selesai makan siang bareng,” jawab Siska.

"Syukurlah! Terus sekarang dia ikut kamu pulang, kan? Kamu bawa dia ke mana, Sis?" Maya terdengar terisak lega.

Siska menghela napas panjang, meresapi rasa berat di dadanya. "Enggak, Mah. Adrian gak mau pulang. Dia... di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 201

    Viktor tampak melongo menatap sosok wanita yang baru saja memanggil nama sahabatnya itu. Bahkan, matanya nyaris tidak berkedip sama sekali seolah sedang melihat makhluk dari dimensi lain. Sheila mengabaikan ekspresi aneh Viktor dan langsung memfokuskan pandangannya pada Adrian, menyapa juniornya itu dengan senyuman tipis yang jarang sekali ia tunjukkan kepada orang lain. “Adrian!” sapa Sheila sekali lagi sambil merapikan tas selempangnya. Adrian membalas sapaan itu dengan gestur yang sangat santai dan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka sebelumnya. “Eh, Kak Sheila. Ada apa, Kak?” tanya Adrian ramah. Sheila memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku mantel tipis yang ia kenakan, lalu berbasa-basi kecil. “Kemarin waktu pulang dari tempat kos gue, lo kehujanan di jalan gak?” tanya Sheila, memastikan keadaan juniornya itu. Adrian tersenyum lebar, “Aman, kok! Kan gue bawa mobil kemarin, Kak. Jadi gak mungkin basah kuyup,” jawab Adrian santai tanpa beban. Mendengar pe

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 200

    Adrian hanya tertawa puas melihat reaksi histeris sahabatnya. Menutup kembali galeri ponselnya dengan senyuman penuh kemenangan.Sementara Viktor masih berdiri terpaku, menatap nanar ke arah layar ponsel Adrian yang kini sudah digelapkan kembali. Napasnya memburu, keringat dingin bercampur rasa tidak percaya masih jelas terlihat mengalir di pelipisnya.Otak Viktor seolah menolak untuk memproses apa yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Sosok wanita yang selama ini dikenal paling dingin, angkuh, dan disegani di lingkungan kampus ternyata bisa tak berdaya dan bertekuk lutut di hadapan sahabatnya.“Sumpah, Yan... ini beneran Kak Sheila, kan? Bukan editan aplikasi AI atau hasil editan lain, kan?” tanya Viktor dengan suara bergetar hebat, matanya masih melotot tak percaya menatap Adrian yang berdiri santai.“Heh, sembarangan banget kalo ngomong! Mana ada editan seniat dan sedetil itu, bego! Itu asli seratus persen, hasil karya gue kemarin siang sebelum gua ke kampus jemput

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 199

    Adrian mengemudikan mobil Clara dengan kecepatan sedang. Saat melihat sosok Viktor yang baru saja memasuki area kampus dengan motor sport kesayangannya, Adrian langsung membunyikan klakson mobil dua kali dengan nada bercanda.Bip! Bip!“Sialan! Brengsek! Siapa sih main klakson-klakson dari tadi, bikin jantungan aja!” umpat Viktor kaget setengah mati sambil mengelus dadanya begitu melihat mobil sedan berhenti tepat di sampingnya. Kaca jendela mobil perlahan turun, menampakkan wajah Adrian yang tersenyum lebar tanpa dosa.“Woy, Tor! Sehat?” tawa Adrian puas di balik kemudi.Viktor mendengus kesal, melepas helm full-face miliknya dan mengibaskan rambutnya yang sedikit basah karena keringat. Ia menatap mobil itu dari depan hingga belakang dengan pandangan heran. “Sialan! Gue kira siapa yang usil. Tumben banget lo hari ini bawa mobil, Yan? Biasanya kan paling rajin naik motor lo.”Adrian membuka pintu mobilnya dan melangkah keluar dengan santai. “Mobil boleh minjem. Bentar, gue cari tempat

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 198

    Maya hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Membuat suasana ruang makan seketika terasa semakin senyap dan dipenuhi rasa penasaran yang mendalam di benak anak-anak mereka.Ketiga anaknya tampak tertegun, mencoba merespons informasi tak biasa yang baru saja mereka dengar.Adrian adalah orang pertama yang memecah keheningan, mengusap telinganya yang masih sedikit memerah akibat jeweran Siska tadi. “Jadi... maksud Mama, semua itu atas instruksi langsung dari Papa? Demi apa, Mah? Kok aneh banget hobi Papa?” selidik Adrian dengan nada tidak percaya, matanya menatap lekat-lekat ke arah Maya.Maya menghela napas panjang, merapikan piring makannya yang sudah kosong sebelum menjawab. “Sudahlah, Adrian. Jangan terlalu dipertanyakan lagi. Yang penting kalian sekarang udah tau batasan-batasannya, dan Mama minta tolong... tolong banget, jangan pernah ada di antara kalian bertiga yang membicarakan hal ini atau melaporkannya ke Papa saat beliau telepon atau pulang nanti,” pinta Maya dengan nada ser

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 197

    Sontak saja pertanyaan Clara yang blak-blakan itu membuat Adrian dan Siska terkejut setengah mati. Adrian bahkan sampai tersedak air yang baru saja diminumnya, membuat pemuda itu terbatuk-batuk hebat sambil buru-buru menutupi mulutnya dengan tisu.“Uhuk! Uhuk! K-Kak Clara ngomong apaan, sih?!” seru Adrian gelagapan dengan wajah memerah, baik karena tersedak maupun karena panik.Siska yang duduk di sebelah Clara pun tak kalah kaget. Ia sampai menghentikan suapannya, menatap Clara dan Maya secara bergantian dengan mata terbelalak lebar. “Hah?! Lo ngomong apa tadi, Clar? M-main sendiri gimana maksudnya?”“Duuuh! Clara ini bener-bener deh, mulutnya,” gumam Siska, dalam hati.Sementara itu, Maya tampak mendadak membeku di tempat. Wajah cantik waNita itu seketika merah padam, antara malu bukan main dan panik karena hal privatnya diungkit terang-terangan di hadapan semuanya.“C-Clara! Kamu ini kalo ngomong sembarangan banget!” tegur Maya dengan suara yang agak bergetar, berusaha tetap tenang

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 196

    Adrian terperanjat kaget begitu mendengar suara teguran Maya yang mendadak muncul dari arah tangga. Sementara Clara justru melirik sekilas dan mencibir pelan sambil berbisik, “Mampus, lo!”“Eh, Mama!” sapa Adrian gelagapan, berusaha menata napasnya agar tidak terlihat sedang panik setelah merengek bukan main pada sang kakak tirinya.Maya melangkah mendekat dengan alis terangkat, menatap kedua anaknya secara bergantian. “Iya, ini Mama tanya dari atas kedengaran ribut banget. Emangnya kamu minta apa sih, Yan? Sampe ngerengek begitu ke Clara?” selidik Maya penasaran, memperhatikan gerak-gerik Adrian yang salah tingkah.Adrian langsung memutar otak, mencari alasan yang masuk akal agar kecurigaan ibu tirinya tidak mengarah ke hal-hal yang tidak-tidak. “Oh, itu... anu, Mah. Aku tadi lagi minta izin mau pinjam mobilnya Kak Clara buat jalan besok pagi,” dalih Adrian cepat, berusaha tersenyum.Clara yang mendengar alasan konyol adik tirinya itu langsung mendengus sinis. “Halah, bohong banget,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status