Share

Bab 53

last update publish date: 2026-09-16 23:30:15

Siska mengerutkan dahinya, menatap Adrian dengan raut wajah heran sekaligus bingung. "Kayak kemarin gimana?"

"Ya kayak kemarin pas di kosan. Pake tangan sama mulut lo," bisik Adrian polos tanpa beban, matanya melirik nakal ke arah bibir merah merona milik kakak tirinya itu.

Siska seketika membelalakkan matanya, menepuk pelan bahu Adrian dengan wajah memerah. "Gila lo ya! Gak mau gue! Ini tuh di rumah, Yan, bukan di kosan lo yang bebas. Kalo tiba-tiba Mama atau Clara bangun terus turun ke dapur
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 147

    Clara menjadi orang pertama yang berhasil menguasai diri, walau pipinya masih menyisakan sedikit rona merah akibat perdebatan sebelumnya. Ia berdeham pelan sambil melipat tangannya kembali untuk menutupi rasa gugup.“Ngomongin hal penting lah, Kak! Apalagi coba? Si adek bego ini nih, mau ditipu sama temen kampus gue, makanya gue kasih tau!”Adrian yang berdiri langsung mengangguk-angguk cepat membenarkan alibi Clara. “Iya, Kak Siska. Gue cuma konsultasi sebentar sama Kak Clara gara-gara temennya mendadak nge-chat gue gak jelas.”Siska memicingkan matanya, melangkah memasuki kamar Clara. Pandangannya menyapu posisi mereka berdua yang berdiri cukup dekat satu sama lain, lalu menatap layar ponsel Adrian yang masih menyala di genggaman.“Konsultasi apa sampe pintu kamar ditutup rapet dan mukanya pada tegang begitu? Awas ya, jangan pada bikin ulah atau berisik di siang bolong begini. Mama sama Papa lagi pada santai,” selidik Siska, matanya melirik tajam ke arah Adrian memberikan senyuman s

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 146

    Adrian tampak malu-malu dengan perkataan Clara yang begitu blak-blakan dan tepat sasaran. Ia mengalihkan pandangannya sejenak ke arah jendela kamar, mencoba menahan senyum di bibirnya karena isi pikirannya berhasil dibaca dengan sangat sempurna oleh kakak tirinya itu tanpa perlu penjelasan panjang lebar.“Jangan diem aja lo! Iya, kan? Ngaku lo, dasar cowok mesum!” sentak Clara lagi, semakin mendekatkan wajahnya dengan tatapan menyelidik yang penuh rasa gemas bercampur kesal.Adrian tersenyum lebar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, benar-benar tidak bisa mengelak dari tuduhan tersebut. “Lo tau aja, Kak? Hehehe!”“Tau lah, gue kan gini-gini Kakak lo yang paling baik hati. Walau status kita cuma saudara tiri, gue udah hapal banget sama isi kepala dan gerak-gerik lo, hm? Cowok modelan kayak lo mah mana bisa nolak kalo dikasih pancingan sedikit aja,” balas Clara dengan nada sinis penuh akan keakraban tersembunyi di balik perdebatan mereka.“Terus gimana, dong? Kan sayang banget

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 145

    Adrian saat itu juga langsung beranjak dan keluar dari kamarnya. Ia melangkah menyusuri koridor lantai atas menuju pintu kamar Clara yang berada tak jauh di ujung lorong.“Lagi tidur siang gak ya dia? Gue takut singa betina itu ngamuk kalo tidurnya diganggu,” gumam Adrian ragu, sambil menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar Clara.Setahu Adrian, Clara kalau sudah tidur siang mirip orang pingsan dan sangat benci jika ada yang membangunkan. Namun rasa penasarannya yang membuncah mengalahkan rasa takutnya. Akhirnya ia memberanikan diri mengetuk pintu kamar kakak tirinya itu dengan perlahan.Tuk! Tuk! Tuk!“Kak Clara!” panggil Adrian pelan sambil memutar gagang pintu yang untungnya tidak dikunci.Tidak berapa lama, pintu terbuka sedikit. Clara muncul dari balik pintu dengan wajah ditekuk, rambutnya yang agak berantakan menandakan ia baru saja merebahkan diri di atas tempat tidur.“Apaan sih, Yan?! Berisik banget! Gue baru mau merem juga!” omel Clara dengan suara serak khas oran

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 144

    Adrian melotot tajam ke arah Clara. Matanya hampir keluar karena kaget sekaligus panik dengan celetukan kakak tirinya yang asal ceplos di depan Mama mereka.“Kak, lo apa-apaan, sih?!” tegur Adrian dengan nada tinggi, menatap Clara penuh kejengkelan sambil mengusap mulutnya yang masih basah.“Ya abisnya lo ngeselin! Pintu dikunci segala. Terus ditanya lagi ngapain, malah jawab lagi nonton bokep terus sambil mendesah kenceng! Kan jijik banget!” balas Clara kesal, sama sekali tidak mau kalah.Ia lalu menoleh ke arah Siska yang berdiri membeku di sebelahnya. “Iya kan, Kak Siska? Jijik banget, ya?”Siska terkesiap hebat, matanya membelalak lebar dengan raut wajah panik setengah mati. Suaranya sampai tercekat di tenggorokan. “Heuh! I-iya, Clar! Jijik gue juga,” sahut Siska patah-patah sambil memalingkan wajah, menyembunyikan rona merah yang mendadak membakar pipinya.Maya yang sedang mengaduk masakan di atas kompor menggeleng-gelengkan kepala. Namun, bukannya marah besar atau memarahi Adria

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 143

    Di dalam kamar yang terkunci rapat itu, keheningan malam hanya dihiasi oleh gesekan halus kulit dan embusan napas hangat yang saling beradu. Setiap pergerakan Siska di atas tubuh Adrian terasa begitu terukur, menyeimbangkan antara puncaknya hasrat dan rasa takut yang mendalam jika Clara di kamar lain sampai terbangun kembali.“Yan... uuhhh! Ini... ini berasa banget,” bisik Siska terbata-bata, keringat dingin mulai merembes halus di pelipis dan leher mulusnya. Tangannya yang tadinya mencengkeram bahu Adrian kini berpindah mencengkeram erat lututnya sendiri.“Tahan suaranya, Kak! Nanti si Clara denger beneran!” Adrian berbisik, sambil mengimbangi pacuan gerakan dari bawah untuk membantu Siska mencapai puncak kepuasannya.“Gue... gue usahain... tapi lo jangan makin kenceng nyodok dari bawah, bego!” umpat Siska penuh pasrah. Pipinya membakar merah padam di balik keremangan lampu tidur.Sensasi di antara mereka kian memuncak ketika irama pergerakan makin cepat dan kompak. Adrian mencengker

  • Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!   Bab 142

    Gerakan Siska seketika terhenti total. Ia membeku kaku di tempatnya, matanya membelalak lebar menatap Adrian dengan kepanikan luar biasa. Adrian pun menyentak napasnya, menahan tubuh Siska agar tetap tenang.“Yaelah, si Clara beneran bangun! Gimana nih, Yan?! Kalo dia tau gue di dalem kamar lo, mampus kita!” bisik Siska sangat pelan, sambil menjulurkan lidahnya.Slurpp!“Ahhhh.... Kak! Diem dulu, Kak! Jangan dijilat!” bisik Adrian meringis, berusaha mengatur napasnya yang masih memburu agar terdengar sewajar mungkin.Dari balik pintu, gedoran Clara makin menjadi-jadi. “Adrian! Buka gak pintunya?! Gue panggil Kak Siska nih kalo lo gak nyaut!”Adrian dan Siska saling melempar pandangan. Siska hampir saja menjerit panik mendengar Clara yang berniat memanggil namanya sendiri di luar sana.“Yan, buruan jawab!” desik Siska panik setengah mati sambil hendak mengambil baju dan merapikan rambutnya yang acak-acakan.Adrian menarik napas dalam-dalam, mencoba mengubah intonasi suaranya seolah-ola

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status