공유

Bab 33

작가: Leona Valeska
last update 게시일: 2026-04-13 21:20:29

“Tahan sedikit, Elian,” gumam Lucian tanpa mendongak, dia tengah membasuh luka lecet di telapak tangan Emily dengan teliti. “Luka ini tidak seberapa dibandingkan apa yang akan Duke lakukan jika dia melihatmu melamun di aula tadi.”

Emily menarik napas panjang seraya menatap uap yang naik dari mangkuk air. “Dia benar-benar kejam, Lucian. Dia menjadikan Benny tukang sapu hanya karena Johan lebih cerdik darinya. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa ada orang yang bisa mempermainkannya.”

Lucian m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 179

    Rencana pengalihan yang dilakukan Johan berjalan dengan sangat sempurna. Provokasi beringasnya berhasil memancing amarah buta semua prajurit, hingga mereka bergerak massal dalam formasi buru, meninggalkan area tenda dalam gemuruh langkah besi yang menjauh.Kael kini benar-benar berada seorang diri di dalam tendanya tanpa perlindungan kavaleri satu pun.Namun, harga yang harus dibayar Johan untuk taktik nekat ini sangatlah mahal. Sesaat setelah dia melompat ke pohon berikutnya, rentetan anak panah militer dan tembakan uap bertekanan tinggi terus menyerang posisinya dari bawah dengan sangat gencar.JEDAS! JEDAS! STREEEK!"Sialan! Mereka benar-benar menembak untuk membunuh!" umpat Johan, suaranya tenggelam di antara dahan pinus yang hancur berantakan terkena proyektil uap.Hantaman energi mekanis itu merobek mantel bulunya menjadi serpihan, membuat Johan harus melompat dari satu dahan ke dahan lain dengan bersusah payah demi menghindari maut yang mengintai di setiap jengkal udara.Napasn

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 178

    Tanpa membuang waktu lagi, Johan bergerak dengan ketangkasan luar biasa yang hanya dimiliki oleh seorang ksatria terlatih perbatasan utara.Tubuh kekarnya merayap cepat, memanfaatkan tonjolan kulit pohon, lalu langsung memanjat naik ke atas dahan pohon pinus tinggi yang berada tepat di jalur luar perkemahan kavaleri. Angin badai yang mulai mereda membuat siluetnya terlihat samar namun pasti di antara dedaunan yang membeku.Dari atas sana, Johan menarik napas dalam-dalam, mengabaikan udara dingin yang menusuk paru-parunya. Ia berteriak lantang memanggil nama Kael dengan nada mengejek yang sangat menggema, memecah kesunyian lembah berbatu tersebut."Hei, Kael Ravenshire! Serigala pincang dari utara!" seru Johan, suaranya menggelegar bergaung di antara tebing-tebing granit. "Apakah zirah uap buatan kekaisaranmu itu hanya hiasan meja sampai-sampai kau tidak bisa mengejar seorang ksatria tua di halaman rumahnya sendiri?!"Tindakan provokasi yang luar biasa nekat itu seketika membuat semua

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 177

    Dari balik bayang-bayang batang pohon pinus raksasa yang berselimut es, Emily dan Johan berdiri membeku. Dari celah semak-semak, mereka berdua bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana kondisi Kael yang sangat mengenaskan di dalam tenda darurat yang kain depannya sengaja dibuka setengah untuk sirkulasi udara uap pemanas."Lihat itu, Kak," bisik Emily, suaranya bergetar hebat menahan isak tangis yang nyaris pecah. "Tubuhnya menggigil sampai seburuk itu. Dia sekarat karena infeksi panahmu."Johan menyipitkan mata, memperhatikan gerak-gerik Panglima Juan dan para prajurit yang sibuk di sekitar tenda. Ia basahi ujung jarinya, mengangkatnya ke udara untuk memeriksa arah mata angin yang berembus di antara celah tebing batu."Sial, ini buruk," gumam Johan, wajahnya mendadak berubah sangat serius. Ia lalu menoleh ke arah adiknya dengan tatapan memperingatkan."Emily, dengerkan aku baik-baik. Angin malam ini berembus tepat ke arah tenda Kael. Jika Kael yang sedang demam tinggi ekstrem itu sam

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 176

    Panglima Juan akhirnya terpaksa menghentikan barisan kavaleri besi tepat di tengah lembah yang terlindung dinding batu raksasa.Ia melompat dari kudanya dengan beringas begitu melihat Kael sudah terlihat sangat sekarat, tubuh kekarnya limbung dan hampir jatuh terjerembab dari atas kudanya ke atas tumpukan salju yang membeku."Hentikan barisan! Dirikan tenda darurat sekarang juga!" teriak Juan, suaranya menggelegar mengalahkan deru angin badai. "Bawa lampu pemanas mekanis ke dalam! Cepat!"Para prajurit bergerak cekatan, memicu kompresor uap pada zirah mereka untuk menegakkan tiang-tiang tenda militer tebal dalam hitungan menit.Dua prajurit kavaleri lapis baja bergegas membopong Kael masuk ke dalam tenda, membaringkannya di atas dipan lipat darurat.Juan segera membuka wadah logistik medis, mengeluarkan sebuah botol kaca berisi cairan pekat berwarna perak kehitaman."Yang Mulia, Anda harus meminum ini. Ini adalah ramuan obat penurun demam militer dosis tinggi. Setidaknya, cairan ini b

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 175

    "Lepaskan aku, Kak Johan! Kita membuang-buang waktu!" seru Emily, meronta dalam dekapan tangan kakaknya yang sekokoh karang.Johan menahan pundak adiknya dengan cengkeraman kuat agar tidak bertindak bodoh dan nekat menerobos badai salju di luar gua dalam kondisi buta. "Tenangkan dirimu, Emily! Keluar sekarang dalam keadaan badai seperti ini sama saja dengan bunuh diri!""Tapi Kael sedang terluka! Dia menderita di luar sana!" kilat Emily, air matanya kian deras membasahi pipi."Aku tahu! Dan aku setuju denganmu bahwa kita memang akan menemui Duke itu malam ini," kata Johan, suaranya meninggi demi mengalahkan deru angin, matanya menatap Emily dengan ketegasan mutlak."Maka dari itu, Emily, hapus air matamu dan segera bantu aku memasukkan racun herba ini ke dalam wadah tabung bambu agar persiapan kita segera selesai! Kita butuh tameng untuk melumpuhkan pengawalnya, atau kau akan tertembak sebelum sempat menyapanya!"Emily terengah-engah, mencoba menguasai gemuruh di dadanya, lalu mengang

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 174

    Johan menatap jilatan api yang mulai mengecil, lalu mengarahkan pandangannya kembali pada Emily. "Pikirkan lagi, Emily. Paksa otakmu mengingat kembali masa sebelum rumah kita dibakar.""Aku sedang mencoba, Kak, tapi kepalaku sakit," keluh Emily, meremas pelipisnya yang terasa berdenyut akibat hawa dingin yang menusuk."Biar kubantu memancing ingatanmu," potong Johan, nadanya bergeser menjadi lebih dalam dan menyelidik."Bukankah kau dulu saat masih berusia tujuh tahun pernah memiliki seorang teman pria rahasia yang sering menyusup ke halaman belakang rumah kita? Ingatkah kau, kalian berdua bahkan sering membantu ibu kita memasak sup herba di dapur?"Emily tertegun. Detak dadanya mendadak bergemuruh hebat, seolah ada dinding besar di dalam ingatannya yang runtuh seketika. "Teman pria... rahasia?""Ya. Anak laki-laki bertubuh kurus yang selalu mengenakan jubah lusuh berkerung besar untuk menyembunyikan wajahnya," lanjut Johan, matanya berkilat intens."Ibu sering memberinya makanan kare

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 88

    Jantung Emily serasa berhenti berdetak saat jemarinya baru saja menyentuh tepian kertas yang kasar dan berbau sangit itu.Belum sempat ia membuka lipatan yang menyimpan rahasia tersebut, suara debuman pintu yang menghantam dinding membuyarkan segalanya.“Apa yang kau lakukan, Elian?! Kau pikir kama

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 87

    Sinar matahari yang pucat menerobos melalui celah gorden beledu berat, menciptakan garis-garis debu yang menari di atas lantai kayu ek yang dipoles hingga mengilap.Emily melangkah masuk ke dalam kamar pribadi Duke Kael dengan langkah yang diredam, membawa ember kayu dan kain pembersih. Hawa dingin

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 86

    Lucian terdiam sejenak, namun raut wajahnya mendadak berubah drastis. Sorot matanya yang biasanya teduh kini berkilat tajam, memantulkan api dari lampu minyak yang bergetar di atas meja.Ia menggebrak meja kayu itu dengan kepalan tangannya, menciptakan suara dentuman yang cukup keras hingga membuat

  • Pelayan Kesayangan Tuan Duke   Bab 85

    Sudah larut malam dan Emily masih berada di dalam sana. Dia sedang berdiri mematung, menatap kegelapan hutan Ravenshire yang tampak seperti lautan tinta tanpa ujung.Tidak ada bintang yang berani menampakkan diri malam ini, seolah langit pun ikut berduka atau mungkin malu menyaksikan sandiwara yang

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status