Share

Bab 158

Penulis: Apple Cherry
last update Tanggal publikasi: 2026-06-18 00:09:05
Sementara itu di dapur, suasana tampak begitu sunyi. Sasa berdiri di depan wastafel dengan kedua tangan yang bergetar halus saat membersihkan cangkir sisa kopi milik Javendra. Pikirannya sama sekali tidak ada di sana. Fokusnya benar-benar buyar, sepenuhnya terngiang-ngiang oleh rentetan kalimat dingin yang diucapkan sang tuan di depan kamar tadi.

"Tidak ada wanita normal yang menerima kondisi pria impoten, Claudia."

Sasa mendadak menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia meletakkan spons di t
Apple Cherry

jangan lupa kasih ulasan untuk cerita ini yaa ^^

| 50
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Dwi Martini
benarrrrr.
goodnovel comment avatar
NenengYhara
Juwita kayaknya bisa nekat ni, bener2 pula Juwita mau melenyapkan Sasa.
goodnovel comment avatar
NenengYhara
Bingung ya Sasa kok javen diblg impoten padahal bersama kamu gagah x.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 541 - Peluru Yang Bersarang

    "A-aku tidak apa-apa..." bisik Javendra parau di telinga Sasa, suaranya tercekat oleh rasa sakit yang luar biasa. Ia tetap menahan tubuhnya rapat-rapat untuk melindungi Sasa. Sebelum Arka sempat melepaskan tembakan ketiga, pasukan khusus yang dipimpin Kenzo sudah menerjang turun dari atas tebing. Tiga personel langsung menindih Arka ke tanah dengan brutal, mengunci kedua tangannya dan merebut senjata pria itu. "Jangan bergerak! Tetap di tanah!" bentak personel pasukan khusus seraya membelenggu Arka dengan borgol baja. Kenzo berlari kencang dari arah tangga tebing, menghampiri Javendra dan Sasa yang tergeletak di atas tanah. "Javendra!" seru Kenzo panik seraya berlutut di sebelah mereka. Sasa memangku kepala Javendra dengan tangan yang gemetaran parah. Air matanya deras mengalir membasahi wajah suaminya yang kian pucat pasi. "Mas Javen... bangun, Mas! Tolong! Mas Javen!" tangis Sasa pecah, memeluk leher Javendra yang mulai lemas. "Kenapa kamu lakukan ini... kenapa kamu turu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 540 - Satu Tembakan

    Sasa menahan napas di balik batu besar. Ia memejamkan mata rapat-rapat, mencoba menghitung jarak langkah kaki Arka. Enam meter. Lima meter. Pria itu makin mendekat ke arah batu tempatnya bersembunyi. Sasa meraih sebuah batu kecil berukuran genggaman tangan dari permukaan tanah. Dengan perlahan, ia melempar batu itu jauh ke arah semak-semak di sebelah kirinya. Brak! Semak-semak itu bergetar nyaring. Arka seketika memutar tubuhnya dan mengarahkan pistolnya ke sumber suara. "Di sana kamu rupanya!" Arka berlari ke arah semak-semak tersebut. Begitu pria itu membelakanginya, Sasa langsung bangkit dari balik batu dan berlari sekencang-kencangnya ke arah berlawanan, menuju area lapangan terbuka bekas galian pabrik. Namun, Arka yang menyadari jebakan itu segera berbalik. "Kurang ajar!" Arka mengejar Sasa dengan kecepatan penuh. Karena kondisi fisik Sasa yang lelah dan lemas akibat efek obat penenang, jarak di antara mereka terpangkas sangat cepat. Brak! Arka menerjang punggun

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 539 - Situasi Mendebarkan

    Baling-baling helikopter tempur membelah angin malam dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Di dalam kabin penunggang yang gelap dan hanya diterangi pendar merah lampu darurat, Javendra dan Kenzo duduk berseberangan. Javendra menatap jam perak di pergelangan tangannya. "Berapa lama lagi?" Kenzo melirik layar instrumen navigasi di dekat pilot. "Empat menit. Tim darat Vanguard sudah mengunci radius lima ratus meter di luar kawasan bekas Pabrik Sektor Tiga. Arka tidak akan bisa keluar dari tempat itu tanpa memicu baku tembak." "Pastikan anak buahmu tidak menembak membabi buta," sergah Javendra tajam, matanya menghujam Kenzo dengan ancaman mutlak. "Sasa ada di dalam. Kalau satu peluru nyasar mengenai kulitnya, aku sendiri yang akan menghabisi orang-orangmu." Kenzo menyunggingkan senyum dingin yang penuh ejekan. "Simpan kekhawatiran konyolmu itu, Maheswara. Orang-orangku terlatih untuk mengeksekusi target, bukan menembak patung. Yang harus kamu khawatirkan justru dirimu send

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 538 - Kode Rahasia dari Sasmaya

    Arka mengangguk puas dari balik ponselnya. "Mas Javen, ini aku..." lanjut Sasa. Ia memejamkan mata sejenak, mengingat kembali percakapan pribadinya dengan Javendra mengenai proyek terbengkalai Maheswara Corp di perbukitan timur. "Tolong turuti kata-katanya, Mas," bisik Sasa, menyuntikkan nada memohon yang sangat halus dalam bicaranya. "Aku takut di sini. Tempat ini sangat dingin... seperti bangunan bekas Pabrik Sektor Tiga yang pernah kamu ceritakan waktu itu. Suara angin dan gema berisik di sini kencang sekali, Mas Javen... persis seperti area galian perbatasan barat yang pernah kita bahas." Arka mengerutkan dahi mendengar nama bangunan dan deskripsi tempat itu. Ia mendadak menurunkan ponselnya sedikit. "Apa-apaan itu? Jangan berbelit-belit! Bilang padanya untuk menyerahkan apa yang kuminta!" Sasa menatap Arka dengan pandangan memohon yang terlihat sangat alami dan tidak berdaya. "Pak Arka, mohon mengerti... Mas Javen tahu aku paling takut tempat sepi dan dingin. Kalau aku tidak

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 537 - Akal Cerdik Sasa

    Suara derit pintu kayu tua yang bergeser nyaring seketika menghentikan gerakan jemari Sasa. Rasa dingin merayap cepat dari tengkuk hingga ke ujung kakinya. Dengan sisa refleks yang ada, Sasa menahan napas, membiarkan pergelangan tangannya yang terbeset memar tetap berada di belakang sofa, lalu menjeplakkan kepalanya kembali ke sandaran. Ia memejamkan mata rapat-rapat, mematungkan tubuhnya seolah-olah pukulan kejam tadi masih membuatnya tak sadarkan diri. Langkah kaki Arka terdengar berat menggesek lantai papan yang berdebu. Suara derap itu berhenti tepat di samping sofa. Arka membungkuk sedikit, memperhatikan wajah Sasa yang tertutup beberapa helai rambut kusut. Tawa kecil yang hampa berhembus dari bibirnya. "Masih pingsan?" bisik Arka dingin. Ia memindahkan cangkir teh yang sudah dingin ke atas meja kayu di depannya. Arka tidak menyentuh Sasa, melainkan melangkah menuju jendela kayu yang terkunci rapat dari dalam. Ia menyibak sedikit tirai kusam, menatap kegelapan hutan pinus

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 536 - Detik Yang Menyiksa

    Tiga puluh menit berlalu dalam ketegangan yang mencekam. Javendra duduk di dalam mobil komando pengamanan di luar area rumah sakit. Layar laptop di depannya menampilkan puluhan rekaman CCTV lalu lintas kota yang diperiksa secara simultan oleh tim analisis Maheswara Corp. Di sebelahnya, Kenzo berdiri bersedekap, menatap layar monitor yang terus berkedip. Ketegangan di dalam mobil itu begitu pekat. Tidak ada percakapan santai, hanya suara ketukan kibor yang intens dan deru napas ketakutan yang tertahan dari para staf. Tiba-tiba, ponsel pribadi Javendra di atas meja bergetar keras. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor terenkripsi muncul di layar. Bip. Kenzo langsung mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya terkunci pada layar ponsel Javendra. Javendra meraih ponsel tersebut dengan jemari yang menegang. Pesan itu berisi sebuah berkas video berdurasi singkat. Tanpa mengulur waktu, Javendra menekan tombol pemutar video tersebut. Layar ponsel menampilkan rekaman sudut ren

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status