Home / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 636 — Hasilnya?

Share

Bab 636 — Hasilnya?

Author: Apple Cherry
last update publish date: 2026-10-08 23:05:22

Dokter Rini sedikit terkejut dengan nada suara Javendra yang begitu penuh tekanan, namun sebagai dokter berpengalaman, ia memahami kepanikan seorang suami yang sangat mencintai istrinya.

"Pak Javendra, perubahan hormon pada trimester pertama kehamilan memang sangat memengaruhi fisik wanita," terang Dokter Rini sabar. "Hormon hCG dan progesteron yang meningkat pesat memicu rasa mual, lemas, pusing, dan sensitivitas terhadap aroma. Ini adalah respons alami tubuh ibu hamil untuk mengondisikan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 730 - Merawat Istri Tercinta

    "Iya. Kamu tinggal diam dan pejamkan mata kalau mengantuk." "Jangan sampai kena mataku, ya." Javendra mengangkat alis. "Memangnya selama ini aku pernah membuatmu matanya perih?" "Pernah. Waktu itu kapasnya terlalu basah." "Itu karena kamu bergerak terus." "Aku kan geli." "Kalau begitu, malam ini jangan banyak bergerak." Sasa tertawa kecil, lalu segera menutup mulutnya karena mengantuk. Javendra tersenyum melihatnya, kemudian menuangkan sedikit pembersih makeup ke kapas. Ia mulai membersihkan riasan di wajah Sasa dengan gerakan perlahan. Kapas itu menyapu bagian pipi terlebih dahulu, kemudian berpindah ke dahi dan dagu. Ketika membersihkan area sekitar mata, Javendra meminta Sasa menutup matanya rapat-rapat. "Pejamkan mata, Sayang. Aku bersihkan maskaranya dulu." Sasa menurut. Javendra menggunakan kapas baru untuk setiap bagian yang perlu dibersihkan. Ia tidak menggosok kulit istrinya dengan kasar, melainkan menempelkan kapas sebentar agar produk makeup lebih mu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 729 - Kembali ke Mansion

    Perjalanan dari mansion Aldebaran menuju kediaman utama Maheswara memakan waktu hampir satu jam. Kota mulai lengang, hanya sesekali kendaraan lain melintas di jalan yang mereka lewati. Di kursi belakang sedan hitam, Sasa bersandar nyaman di bahu Javendra. Sejak makan malam tadi, ia memang menghabiskan banyak energi. Pertemuan dengan sang ayah membuatnya begitu bahagia hingga ia terus tersenyum, tertawa, bahkan beberapa kali menangis haru. Ia juga banyak bercerita dan terlibat dalam percakapan bersama keluarganya, sesuatu yang jarang dilakukannya dalam waktu lama. Kini, setelah semua kegembiraan itu berlalu, rasa kantuk mulai menguasainya. Javendra yang merangkul pinggang istrinya menunduk ketika merasakan kepala Sasa semakin berat di bahunya. Ia mendapati perempuan itu sudah tertidur dengan bibir sedikit terbuka dan napas teratur. Salah satu tangannya masih menggenggam lengan jas Javendra, seolah bahkan dalam tidur pun ia enggan berjauhan dari suaminya. Javendra tersenyum keci

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 728 - Harapan untuk Bu Andini

    “Sejauh ini baik, Yah. Sasa juga rutin memeriksakan diri ke dokter. Dokter bilang perkembangan kehamilannya berjalan sesuai harapan.” Mendengar jawaban itu, Aldebaran tampak lega. Ia meletakkan sendoknya, kemudian menatap putrinya dengan penuh perhatian. “Papa senang mendengarnya. Tapi kamu harus benar-benar menjaga kesehatan. Jangan terlalu memaksakan diri, jangan sampai kelelahan, dan jangan melewatkan pemeriksaan rutin. Sekarang kamu bukan hanya bertanggung jawab atas dirimu sendiri, tetapi juga atas calon anakmu.” Sasa mengangguk patuh. “Iya, Yah. Sasa akan menjaga kehamilan ini baik-baik.” “Kalau ada sesuatu yang kamu rasakan, sekecil apa pun itu, jangan diabaikan. Segera beri tahu Javen dan periksakan diri ke dokter. Papa tidak ingin kamu mengalami sesuatu yang tidak diharapkan.” Javendra menggenggam tangan istrinya di atas meja, lalu menatap Aldebaran dengan sungguh-sungguh. “Saya akan menjaganya, Yah. Saya tahu kehamilan ini sangat berarti bagi Sasa. Saya juga ti

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 727 - Kehangatan Keluarga

    Sasa masih memandangi pintu yang baru saja dilewati Kenzo. Rasa penasarannya semakin besar, terlebih karena kakaknya sengaja merahasiakan identitas orang yang ingin diperkenalkan kepadanya. Di sampingnya, Javendra mengusap punggung tangan sang istri dengan ibu jarinya. “Penasaran sekali?” bisiknya. Sasa menoleh. “Iya, Mas. Kak Kenzo sampai sengaja membuat kejutan. Berarti orang itu cukup penting, kan? Apalagi dia sudah membantu Ayah selama dua bulan terakhir.” “Yang jelas, orang itu berjasa untuk kesembuhan Ayah. Kita tunggu saja. Sebentar lagi juga datang.” Sasa mengangguk, lalu kembali menatap pintu. Ada perasaan lega mengetahui ayahnya tidak menjalani pemulihan seorang diri. Selama ini, ia selalu khawatir setiap kali mendengar kabar tentang kondisi Aldebaran. Namun, melihat sendiri keadaan ayahnya malam itu membuat hatinya jauh lebih tenang. Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki dari arah lorong. Sasa langsung mengangkat kepala. Kenzo muncul lebih dahulu, disusul

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 726 - Makan Malam dan Seseorang

    Aldebaran masih berdiri terpaku di ambang ruang keluarga. Tatapannya tidak beranjak dari perempuan yang berdiri di samping Javendra itu. Seolah-olah ia membutuhkan waktu untuk meyakinkan dirinya bahwa sosok yang dilihatnya bukan sekadar bayangan dari kerinduan yang selama ini ia pendam. Sasa pun tidak kalah terkejut. Begitu melihat ayahnya berdiri di hadapannya, matanya langsung berkaca-kaca. Bibirnya bergetar, tetapi tak ada satu pun kata yang berhasil keluar. “Ayah...” panggilnya lirih. Satu kata itu seolah meruntuhkan seluruh pertahanan Aldebaran. Pria itu melangkah mendekat. Wajahnya yang semula menunjukkan keterkejutan perlahan berubah menjadi haru. Ia memperhatikan wajah Sasa lekat-lekat, seakan ingin memastikan bahwa putrinya benar-benar berada di hadapannya. “Sasa? Kamu benar-benar datang?” Sasa mengangguk. Air matanya akhirnya jatuh ketika ia tak sanggup lagi menahan perasaan yang sejak tadi memenuhi dadanya. “Iya, Yah. Sasa datang.” Aldebaran mengulurkan tang

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 725 - Sampai di Mansion Aldebaran

    Pertanyaan itu membuat Javendra mengangkat sebelah alis. “Kenapa tiba-tiba membicarakan hal itu?” “Tidak apa-apa. Aku hanya penasaran. Kak Kenzo terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan keluarga. Aku ingin dia juga punya seseorang yang bisa membuatnya bahagia.” Javendra terdiam sebentar sebelum mengangguk. “Kalau memang dia punya pasangan, menurutku itu bagus.” “Benar, kan?” Sasa terlihat senang. “Aku pasti mendukungnya. Aku ingin Kak Kenzo punya kehidupan pribadi yang menyenangkan, bukan hanya sibuk mengurus pekerjaan dan mengkhawatirkan orang lain.” “Kalau begitu, semoga saja ada perempuan yang cukup sabar untuk menghadapi sifatnya.” Sasa langsung tertawa. “Memangnya Kak Kenzo sesulit itu?” “Kamu sendiri tahu bagaimana sifat kakakmu.” Sasa mengangguk sambil menahan senyum. “Memang terkadang dia keras kepala. Tapi Kak Kenzo juga sebenarnya perhatian.” “Aku tidak menyangkal itu. Hanya saja, kalau dia punya pasangan, mungkin perhatiannya bisa terbagi.” Sasa menoleh

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status