مشاركة

Bab 108

مؤلف: Mrs.Jeon
last update آخر تحديث: 2026-01-11 02:35:17

Amarah Tristan yang meledak tiba-tiba, disertai hentakan keras ke dinding, membuat Scarlett merasa seolah dadanya dihantam hingga napasnya nyaris terputus.

Ia mencengkeram pergelangan tangan Tristan dengan sekuat tenaga. Wajahnya memerah saat ia meronta dan terengah-engah. “Tristan… lepaskan aku…” katanya dengan suara terputus-putus.

Scarlett sadar ia tidak bisa mengalahkan Tristan, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar. Ia sama sekali tak sebanding dengannya.

Tatapan Tristan penuh amarah. Ia tak melepaskannya—justru cengkeraman di leher Scarlett semakin menguat. Udara di paru-paru Scarlett menipis, pandangannya mulai mengabur, bahkan sosok Tristan di depannya perlahan memudar.

Tangannya masih mencengkeram pergelangan tangan pria itu, tetapi tenaganya terus terkuras. Ia ingin berbicara, ingin memohon, namun tak satu pun kata mampu keluar.

Nathan… Nathan…

Nama itu terlintas di benaknya. Nathan tak memiliki ayah, dan mungkin sebentar lagi juga akan kehilangan ibunya. Air mata menggena
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Yayuk Robiah
seruu.. di tunggu kelanjutanya
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 109

    Malam itu, Henry tiba-tiba berkata bahwa sudah sangat lama sejak keluarga mereka terakhir kali berkumpul lengkap di rumah. Karena itu, Audrey pun diminta untuk menghubungi semua orang dan mengajak mereka pulang.Tristan sebenarnya sama sekali tidak berniat kembali. Namun, Audrey menggunakan alasan yang sulit ia tolak—mengatakan bahwa Henry dan Ruby sudah semakin tua, dan setiap kali berkumpul bisa saja menjadi yang terakhir. Dengan perasaan berat, Tristan akhirnya pulang.Saat tiba, Tristan hanya memberi respons singkat. Sama sekali tidak menunjukkan keinginannya untuk menghadiri acara keluarga itu.Tatapan para anggota keluarga membuatnya merasa tidak nyaman. Sejak dulu, Tristan tidak pernah suka dikasihani. Dan jelas sekali, kabar tentang anak Scarlett sudah menyebar di kalangan keluarga.“Tristan, kalau memang sudah tidak sanggup lagi, lebih baik kalian bercerai saja,” ujar bibinya blak-blakan.“Benar. Masih banyak perempuan lain di luar sana. Kenapa harus bertahan pada satu orang?

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 108

    Amarah Tristan yang meledak tiba-tiba, disertai hentakan keras ke dinding, membuat Scarlett merasa seolah dadanya dihantam hingga napasnya nyaris terputus.Ia mencengkeram pergelangan tangan Tristan dengan sekuat tenaga. Wajahnya memerah saat ia meronta dan terengah-engah. “Tristan… lepaskan aku…” katanya dengan suara terputus-putus.Scarlett sadar ia tidak bisa mengalahkan Tristan, perbedaan kekuatan mereka terlalu besar. Ia sama sekali tak sebanding dengannya.Tatapan Tristan penuh amarah. Ia tak melepaskannya—justru cengkeraman di leher Scarlett semakin menguat. Udara di paru-paru Scarlett menipis, pandangannya mulai mengabur, bahkan sosok Tristan di depannya perlahan memudar.Tangannya masih mencengkeram pergelangan tangan pria itu, tetapi tenaganya terus terkuras. Ia ingin berbicara, ingin memohon, namun tak satu pun kata mampu keluar.Nathan… Nathan…Nama itu terlintas di benaknya. Nathan tak memiliki ayah, dan mungkin sebentar lagi juga akan kehilangan ibunya. Air mata menggena

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 107

    Nathan menyimak instruksi dari Scarlett dengan serius. Tatapannya tertuju lurus ke arah Audrey ketika ia mengumpulkan seluruh keberaniannya dan memanggil, “Nenek.” Suaranya terdengar lantang dan jelas, seolah-olah ia takut panggilan itu tak sampai ke telinga Audrey.Begitu kata “Nenek” terdengar, Audrey refleks mencengkeram dadanya, seakan sebuah anak panah menembus jantungnya. “Astaga, Scarlett, suruh dia berhenti memanggilku Nenek. Itu benar-benar menusuk hatiku. Ibu bersumpah, Ibu bisa langsung pingsan hari ini gara-gara kalian berdua.”Sebutan 'Nenek' adalah sesuatu yang terlalu berat untuk diterima Audrey. Ia bahkan takut, beberapa kali lagi dipanggil seperti itu oleh Nathan, usianya akan berkurang beberapa tahun.Melihat reaksi Audrey yang kelewat dramatis, Scarlett nyaris tertawa.Saat Nathan melihat Audrey terengah-engah sambil memegangi dada, ia justru memeluk leher Scarlett lebih erat dan kembali bersuara manja, “Nenek.”Hati Audrey berdenyut nyeri. Pemandangan Scarlett bers

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 106

    Menanggapi pertanyaan Helen, Tristan tetap tenang dan berkata dengan nada datar, “Aku bisa meninggalkan apa pun yang tidak disukai Scarlett.”Helen tidak pernah menyangka Tristan akan mengatakan hal seperti itu. Ia menatap Tristan cukup lama sebelum akhirnya berkata, “Tristan, jangan lupa, Scarlett pernah ingin kamu mati.”Dengan ketenangan yang membuat merinding, Tristan menjawab, “Aku bisa memaafkan dan melupakannya.”Meski hal itu sebenarnya sangat mengganggunya, Tristan tidak ingin Helen melihat kelemahannya. Ia tidak mau memberinya kesempatan untuk memanfaatkannya.Tristan kembali menatap Helen dan melanjutkan, “Helen, alasan aku bisa menikahi Scarlett dan sampai sejauh ini dengannya adalah karena aku peduli padanya. Kau seharusnya tahu itu lebih dari siapa pun. Jadi, tolong jangan lakukan hal-hal yang tidak kusukai.”Meskipun ia tahu Scarlett pernah memiliki niat membunuhnya, Tristan tetap ingin bersamanya dan memilih untuk menikah. Dalam benaknya, ia sudah kalah dalam permainan

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 105

    “Sayang!” Scarlett melangkah masuk ke dalam rumah sambil mengenakan masker. Dalam hitungan detik, Nathan yang sebelumnya murung langsung berubah ceria, seolah disuntikkan energi. Ia bangkit dari lantai dan berlari ke arah Scarlett dengan kaki kecilnya yang berderap cepat. “Ibu, Ibu!”“Ibu!” Nathan langsung menubruk ke dalam pelukan Scarlett, seakan mereka sudah berpisah selama berabad-abad.Scarlett mengangkat tubuh kecil itu ke atas. Tak ada sedikit pun tanda bahwa ia baru saja sakit. Wajahnya terlihat cerah.Sebelum pulang kerumah keluarga Wilson, Scarlett lebih dulu mampir ke Celestial Manor untuk mandi dan membersihkan diri, lalu mengenakan masker dengan rapat sebelum masuk ke rumah.Melihat Scarlett yang begitu hati-hati, Summer tak bisa menahan senyum. “Dokter bilang kamu sudah sembuh, sayang. Kamu akan baik-baik saja. Tidak merasa sesak napas?”“Aku tidak apa-apa,” jawab Scarlett. Suaranya teredam oleh masker, tetapi terdengar tegas.Saat Nathan mengulurkan tangan kecilnya, ber

  • Peluklah aku Seperti Dulu   Bab 104

    Dia sama sekali tidak terlihat berusaha menghindari kecurigaan saat bersama Bruce, jadi mengapa sekarang dia justru begitu sembunyi-sembunyi hanya untuk menelepon?Tristan menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku dan menatapnya dengan pandangan curiga. Saat mendekat, dia langsung meraih dan merebut ponsel Scarlett dari tangannya.Scarlett segera berdiri dan merebut kembali ponselnya dengan kesal. “Hentikan, Tristan! Dengan kondisi hubungan kita sekarang, kamu tidak punya hak untuk mengutak-atik ponselku.” Dulu, ketika dia belum meninggalkan Woodland, bahkan pada saat pembicaraan tentang perceraian belum muncul, kecemburuan Tristan justru terasa manis baginya—sesuatu yang bisa ia goda dan balas dengan menggodanya kembali. Namun sekarang semuanya berbeda. Dia sudah menjadi seorang ibu, dan bermain-main seperti ini dengan Tristan adalah hal terakhir yang ia inginkan.Wajah Tristan langsung menggelap. Dia mencengkeram wajah Scarlett dan menariknya mendekat. “Kita masih suami istri, Scarl

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status