로그인Surya menghilang begitu saja di tengah bulan madu mereka, meninggalkan Senja hanya dengan satu pesan: "Sebulan ke depan aku akan melakukan perjalanan bisnis. Jangan menungguku. Pulanglah ke Indonesia." Tersesat di kota asing, Senja berjuang menghadapi sepi dan pertanyaan yang tak terjawab. Tapi pikirannya justru terpaut pada sosok misterius yang disebut D—pria tanpa wajah, tanpa nama, yang konon terlibat dalam skandal perselingkuhan. Satu bulan berlalu, dan saat Surya dijadwalkan pulang, Senja dihadapkan pada kenyataan yang lebih mengejutkan. Seorang wanita -panutannya sekaligus kunci dari teka-teki D- mengungkap sebuah kebenaran: Bahwa Surya bukan hanya seorang suami. Ia adalah suami dari dua istri.
더 보기MYRA’S POV.
.~~~ I feel that cold chill again. “It’s nothing, Myra. There is nothing there,” I mutter, trying to push that dreaded feeling down as I head to the door of my small cabin home. My hand stiffened against my keys as I fiddled with the locks, fighting to get myself into my home even as my body felt enthralled to look back. I tried not to turn around, tried not to feed on that feeling of something or someone staring at me, watching me... like I was being hunted, like I was its prey. The only thing I wanted was one normal night on my birthday. After a shift at the vet clinic and my rejection from Doctor Meredith for my position as junior vet had crushed my spirit beyond everything I had hoped. But I won’t let her break me further. As I recalled the marked date for meeting a realtor in the big city in a few days, I’d saved enough money to open my practice soon enough to help more furry animals. But right now, I want nothing to do but rest and forget about it all, almost eager to finish my smutty novel that I put down two days ago and just for once not lead into my thoughts from work. I passed the dark foyer, not bothering to turn on the light as I headed for my bedroom, and just as I sat on the bed, my phone dinged. Seeing the blue icon of Nate Sander, the male who’s been obsessed with me for months, and he was the only one who cared that today was my birthday. And evidence of his gift laid daintily on my neck as I caressed the grey stone pendant he'd given me, and he’d promised there would be more as Nate handed me a box that I was supposed to open when home. NATE: Have you opened it yet? I read as I pulled the box open, and my eyes widened with surprise from its content. I looked at the two-piece baby blue lingerie inside the box. MYRA: I have now.. I text back, swallowing back my nerves as I watch the bubbles of his chat type once more. NATE: Perfect, put it on. I want to see it with your pendant and send a picture to me, my love. You promised. MYRA: I don’t know, Nate.. I bite my lips, as an intense anxiety fills me. Nate had done nothing but pressure me to date him, shamelessly probed me to sleep with him and give my virginity to him. NATE: Just for my eyes only, baby, I swear. he texted back. And maybe it was the thrill of getting attention from him, all the nurses and women in the clinic wanted him, but he’d only wanted me so I wanted to break past my limit and do something I’d never done before for him. So I rushed to the bathroom, quickly removing my clothes and slipping into the lacy, vibrant baby blue lingerie that fit snugly on my body. It hugged my curves, but it was a bit too revealing. With the cup barely covering my nipples, I whispered to myself, “Do not back out of this now, Myra.” I had to put my big girl pants on; I wasn't a kid, and this was adult flirting... I think. Next, I fix my hair, straightening the parts of my naturally curly hair to ease my hair as I reached for the red lipstick I bought some months ago but never used, but I was sure it would make my grey eyes stand out. Smearing the lipstick carefully on my lips as I looked at my reflection, I was barely recognizable and barely comfortable as goosebumps grew on my skin, watching the tight ropes wrapped around my curves. Should I be doing this? Should my heart be beating this hard that I feel it so hard against my ribs? I hear another ding on my phone, reminding me that Nate was waiting. I take one last shaky breath before I walk out of my bathroom and reach for my phone. I walk to my door-length mirror, kneel on the floor, and awkwardly strike a pose with the pendant. Was this good enough? Right? I cringed, slowing my breath as I pressed send, throwing my phone to my bed as I awaited a response, but none came. Just then, I felt the ground outside tremble, and the sound of something large slamming into my yard made me scream, 'What the hell was that?' A crushing feeling of dread washed over me. The sound of something large that came crashing in my backyard broke my train of thought. “No, no, no! Why me!” As I walk to the back door across the kitchen, my heart racing. I reached for a robe to cover myself and then grab the baton from my closet as my hip healed on it so hard I could see my fingers pale as I let out a shaky breath. “It’s probably just nothing; it’s your imagination! It’s your imagination, Myra…” I try to quell the anxiety in my mind as I walk towards the door, and with shaky hands, I open it, seeing that the large willow tree I played with when I was a child has crashed down. This wasn’t normal, having a ginormous tree crash so hard without an earthquake or even a sign of a tornado was all the glaring signs that I needed to know that I should turn back, but I didn’t. Instead, I trailed closer, swallowing down my nerves, I noticed a trail of blood leading to the shed. I crease my eyes smaller to look past the large black shadow that took over the shed. But then a chill ran down my spine when I realized the large black shadow was the entity that I was looking for, as it reared its large head and red crimson eye stared back at me. And in that moment, I’d witnessed something I'd never imagined, my hands trembling as the baton fell from my grip as eyes widened in disbelief to never having seen anything like this even in my 22 years of living. I peered at the creature, the giant, barely conscious beast. A black wolf appeared in my courtyard, wounded. I didn’t know it yet, but my life was screwed already. And my life was about to change forever.“Rencanaku dari dulu akan selalu sama, Mbak. Melepaskanmu dari jeratan si berengsek Surya,” ujar Arya dengan nada yang penuh amarah terpendam.Kelam menggeleng perlahan. Ia tidak menanggapi langsung, namun tangannya tetap cekatan membersihkan sobekan di tepi bibir Arya dan menekan perlahan memar di pelipisnya dengan kapas berantiseptik. Suasana kamar pun terasa tenang, hanya diisi oleh detak jarum jam yang terdengar samar berpadu dengan aroma antiseptik menggantung tipis di udara.Surya kemungkinan besar sudah kembali ke kamarnya. Atau, mungkin saat ini ia sedang menjejalkan pakaiannya ke dalam koper dengan kepala penuh kekacauan. Kelam tidak tahu pasti. Yang ia yakini hanyalah satu hal: ucapan Surya tadi bukan bualan, bukan ancaman kosong.Perselingkuhan Senja dengan Arya adalah ancaman nyata bagi Surya, dan pria itu tidak akan tinggal diam. Ia pasti akan pulang, memastikan semuanya berhenti sebelum hubungan terlarang itu tumbuh lebih jauh.Terlebih, Surya baru sekali menyentuh Senj
Kehilangan Senja? Di saat ia baru saja menaklukkan wanita itu di atas ranjang?Ada keraguan yang mengendap di hati Arya; secuil rasa egois muncul. Untuk sekali saja, ia ingin meraih kebahagiaan bagi dirinya sendiri. Rasa cintanya pada Senja telah ia simpan begitu lama, jauh sebelum keluarga Mulia memintanya menjadi calon suami Senja. Namun perasaan itu terpaksa ia pendam karena rumitnya hubungan antara Kelam dan Dirga.Ketika asmara di antara dirinya dan Senja akhirnya mulai terajut, harapan itu kembali runtuh. Sekali lagi, Arya dipaksa mengalah—karena Senja menginginkan Surya, dan Surya membalas perasaan itu. Hatinya hancur. Ia menjauh, menenggelamkan diri dalam hiruk-pikuk dunia malam. Hingga pada akhirnya, takdir menuntunnya kepada Lisette.Lisette adalah sosok teman yang baik; ia mendengarkan luka Arya dan ikut merasakan getir kisah cintanya—juga kisah cinta Kelam. Baik Lisette maupun Damian bersedia membantu. Mereka menyusun rencana untuk membuat Senja tersadar dari kebutaannya t
Arya tersenyum kecil ketika membaca sebuah pesan dari kekasih bisnis-nya, Lisette Alcantara. Isinya ucapan selamat karena ia berhasil meniduri Senja. Hubungan mereka tak pernah melibatkan perasaan, hanya sekadar kesenangan dan status. Lisette sejak awal menegaskan Arya bukan tipe prianya. Wanita mungil itu terkenal sangat pemilih—begitu kata Damian, kakak tirinya.Mungkin karena hatinya masih terkunci pada pria pujaan yang nyaris menjadi suaminya, yang meninggal dalam kecelakaan di Indonesia. Sejak saat itu, Lisette menutup diri. Jika ada pria singgah, tempat singgah itu hanya ranjangnya, bukan hatinya."Sedang asyik berbalas pesan dengan siapa?" Sebuah suara membuat Arya menoleh.Mia sudah berdiri di belakangnya. Berbeda dari penampilan menantang sebelumnya, kali ini ia tampak santai namun tetap anggun dalam piyama panjang. Kesederhanaan itu tetap tak mampu menyembunyikan auranya sebagai bangsawan. Siapa yang tak kenal keluarga De Luca dan Montgomery? Surya benar-benar bodoh meningga
[Gunakan ini untuk menjerat kembali D-mu!]Mia berdecak. Ia melihat jelas tanda centang biru di aplikasi pesan, tapi sudah tiga puluh menit berlalu tanpa balasan.Segera ia menekan nomor itu, mengulanginya hingga tiga kali, namun hasilnya tetap sama—nihil. Ada apa gerangan?Mia melempar ponselnya ke atas ranjang. Mungkin ia akan tidur saja, lalu menghubunginya kembali esok hari. Namun, ketukan di pintu membuatnya urung.“Siapa?” sahut Mia.“Ini aku, Mia … Arya,” jawab suara dari balik pintu.Sekilas Mia menoleh pada laptop yang masih terbuka di meja. Senyum penuh arti tersungging di bibirnya sebelum ia menjawab, “Sebentar ya ….”Pikiran liar berkelana. Mia tahu Arya mencintai Senja, tapi ia juga sadar pria itu masih menjalin hubungan dengan Lisette. Meski hubungan mereka hanya didasari urusan bisnis tanpa melibatkan perasaan, Mia paham keduanya beberapa kali sempat tidur bersama. Friends with benefit, begitu mereka menyebutnya.Mia pun berpikir, mungkin ia bisa menerapkan hal serupa d
"Strategi apa yang kau tawarkan padaku?" Pertanyaan Arya membuat senyum Mia mengembang. Ia baru hendak menjawab ketika terdengar ketukan di pintu kamar—sepertinya pesanan makanan Arya telah tiba. Untung saja mereka datang di waktu yang tepat, tidak saat adegan panas berlangsung. Surya lekas menang
Mia tersenyum sinis melihat kedatangan Mawar. Wanita itu nyaris menangis; matanya berkaca, napasnya terengah, dan tangannya terkepal rapat menahan gejolak amarah. Tatapannya menusuk ke arah Surya yang berdiri membeku tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya."Apa yang kalian lakukan?!" suaranya p
Dengan jantung berdegup kencang, Mia mendorong dua daun pintu secara bersamaan. Begitu terbuka, aroma samar kayu tua yang hangat berpadu dengan wangi mawar putih langsung menyerbu indera penciumannya. Ia memejamkan mata, membiarkan dirinya larut sesaat. Langkahnya perlahan menapaki lantai, lalu tub
Penerbangan lanjutan setelah transit singkat di Doha berlangsung dalam keheningan yang tegang. Insiden di lounge premium membekas dalam benak Senja, membuatnya lebih banyak diam, terjebak dalam pusaran pikirannya sendiri. Sementara itu, Mia tak lagi membuka percakapan. Wanita latin itu memilih memej






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
평점
리뷰더 보기