Home / Romansa / Pembalasan Dendam Gadis Lugu / Bab 51 : Perang dingin

Share

Bab 51 : Perang dingin

Author: PengenJadiCEO
last update publish date: 2026-09-11 23:57:23

Penerbangan lintas Pasifik menuju New York berlangsung dalam atmosfer yang tenang namun sarat dengan kalkulasi strategi tingkat tinggi. Di dalam kabin VIP jet pribadi Vane Group yang kedap suara, barisan layar monitor menampilkan grafik pergerakan saham bursa Wall Street yang bergerak dinamis.

Luka tidur lelap di dalam baby crib portabel berlapis beludru di sudut kabin, dijaga penuh oleh perawat senior dan sistem pengamanan internal yang luar biasa ketat.

Aku duduk di hadapan meja kerja marmer
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Dendam Gadis Lugu   Bab 53 : Welcome to tokyo

    Penerbangan sembilan jam menyeberangi Samudra Pasifik membawa jet pribadi Vane Group mendarat mulus di apron VIP Bandara Haneda, Tokyo. Udara malam musim gugur yang dingin dan basah oleh sisa hujan menyambut kami begitu pintu jet dibuka.Konvoi enam mobil Lexus LM Royal Lounge warna hitam mengkilap sudah berjejer rapi di samping pesawat.Aku melangkah turun dari tangga jet dengan keanggunan mutlak. Malam ini aku mengenakan kimono-inspired trench coat warna hitam pekat berbahan wol premium dipadu dengan high heels lima inci. Di sampingku, Adrian berdiri tegap dengan mantel panjang bergaris abu-abu gelap, tangannya melingkar posesif di pinggangku, melindungiku dan Luka yang berada aman di dalam dekapan pengasuh senior di mobil belakang.Mobil membawa kami membelah gemerlap lampu neon distrik Ginza menuju Aman Tokyo—hotel paling eksklusif di mana dua lantai teratasnya telah disewa penuh oleh Vane Group untuk satu bulan ke depan.Di dalam presidential suite berdinding kayu hinoki dan kaca

  • Pembalasan Dendam Gadis Lugu   Bab 52 : Jejak gelap

    Kemenangan mutlak Vane-Aristha Group di bursa Wall Street mengguncang peta kekuatan industri teknologi global. Kekalahan dramatis Marcus Vance di hadapan komite perdagangan New York tidak hanya mempermalukan konsorsium Amerika tersebut, tetapi juga memicu efek domino yang menghancurkan. Saham Vance Global merosot tajam sebesar dua belas persen dalam satu hari perdagangan, sementara saham gabungan Vane-Aristha melesat naik mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah bursa internasional.Namun, di jajaran tertinggi persaingan bisnis tingkat dunia, kemenangan di atas kertas saham hanyalah babak awal dari pertempuran yang jauh lebih kompleks.Pagi itu, jet pribadi Vane Group membelah lautan awan menuju pantai barat Amerika Serikat. Tujuan kami adalah San Francisco, California—pusat dari jantung teknologi dunia, Silicon Valley.Di dalam presidential penthouse suite Hotel St. Regis San Francisco yang menghadap langsung ke panorama jembatan Golden Gate, suasana terasa amat hangat namun tetap

  • Pembalasan Dendam Gadis Lugu   Bab 51 : Perang dingin

    Penerbangan lintas Pasifik menuju New York berlangsung dalam atmosfer yang tenang namun sarat dengan kalkulasi strategi tingkat tinggi. Di dalam kabin VIP jet pribadi Vane Group yang kedap suara, barisan layar monitor menampilkan grafik pergerakan saham bursa Wall Street yang bergerak dinamis.Luka tidur lelap di dalam baby crib portabel berlapis beludru di sudut kabin, dijaga penuh oleh perawat senior dan sistem pengamanan internal yang luar biasa ketat.Aku duduk di hadapan meja kerja marmer ramping. Pakaian santai selama penerbangan telah berganti menjadi tailored blazer dress warna merah anggur berpotongan tegas, dipadu dengan selendang sutra hitam. Rambut hitamku disanggul modern dengan aksen klip berlian ramping, memancarkan aura keanggunan mutlak seorang pemimpin tertinggi korporasi.Klek.Adrian melangkah mendekat dari area istirahat. Pria tegap itu telah mengenakan setelan jas tuxedo kustomisasi hitam bergaris perak yang memancarkan wibawa dingin tak tersentuh. Dia melangkah

  • Pembalasan Dendam Gadis Lugu   Bab 50 : Bayangan baru

    Keberhasilan membungkam The Grand Council di Zurich menegaskan dominasi mutlak Vane-Aristha Group di pasar Eropa dan Asia Tenggara. Penggabungan dua dinasti korporasi ini telah menciptakan sebuah imperium bernilai seribu triliun rupiah yang hampir tak tersentuh. Namun, di jajaran tertinggi persaingan bisnis global, keheningan bukanlah tanda kedamaian, melainkan jeda sebelum badai baru yang lebih besar menerjang.Pagi itu, di dalam penthouse mewah Vane Tower, sinar matahari terbit memantul hangat pada dinding kaca setinggi lima meter yang menghadap ke cakrawala Jakarta. Suasana di dalam suite utama terasa amat tenang, jauh dari hiruk-pikuk papan saham yang biasa mendominasi hari-hari kami.Aku duduk di sofa kulit bernuansa krem, memangku Luka yang kini berusia sepuluh bulan. Putra kecil kami tumbuh dengan sangat sehat dan menggemaskan. Dengan helai rambut hitam halus dan sepasang mata bulat pekat yang amat mirip dengan Adrian, Luka menatap layar tablet kerjaku yang menyala dengan binar

  • Pembalasan Dendam Gadis Lugu   Bab 49 : Dewan tertinggi dan bayangan di zurich

    Laporan pergerakan The Grand Council di Zurich tidak butuh waktu lama untuk sampai ke meja kerja Adrian.Satu bulan pasca-kelahiran Luka, ruang kerja utama di penthouse Vane Tower telah diubah menjadi pusat komando intelijen tingkat tinggi. Dinding kaca dipenuhi proyeksi data arus kas internasional, sementara Rendy bersama tim peretas terbaik bekerja tanpa henti memantau pergerakan bursa Eropa.Aku duduk di sofa kulit, memangku Luka yang tertidur lelap dalam balutan selimut sutra biru muda. Usia bayi kami baru lima minggu, namun kehadirannya telah memberikan ketenangan dan kedamaian luar biasa di dalam dadaku.Adrian melangkah mendekat, melepas jas hitamnya dan menyampirkannya di sandaran sofa. Pria itu berlutut di sampingku, mengusap pipi lembut Luka dengan ibu jarinya secara sangat perlahan, lalu menatapku dengan mata hitam pekatnya yang tajam."Mereka mulai memainkan kartu pembeku saham di bursa Zurich dan Hong Kong," kata Adrian, suaranya berat dan dingin. "The Grand Council menco

  • Pembalasan Dendam Gadis Lugu   Bab 48 : Tangisan pertama diatas takhta

    Lompatan waktu tujuh bulan berlalu dengan cepat.Dunia bisnis internasional tak pernah berhenti berputar, namun fokus utama Vane-Aristha Group selama beberapa bulan terakhir sepenuhnya tertuju pada satu hal: kesehatan sang Ratu Bisnis dan calon tunggal pewaris dinasti.Malam itu, hujan gerimis mengguyur kota Jakarta.Lantai teratas Vane Memorial Hospital telah diisolasi total. Tiga tim dokter spesialis terbaik di Asia bersama belasan perawat senior bersiap di dalam ruang persalinan presidential suite. Di koridor luar yang dijaga ketat oleh pengawal pribadi bersenjata, Alexander Vane dan Duke Victor dari Prancis berjalan bolak-balik dengan raut wajah cemas.Di dalam ruang persalinan, suasana terasa amat tegang sekaligus hangat."Tarik napas dalam-dalam, Nyonya Vane! Dorong pelan-pelan!" instruksi dokter utama dengan sigap.Aku memegangi sprei dengan erat, peluh membasahi dahi dan leherku. Rasa sakit yang luar biasa menjalar di sekujur tubuhku, sebuah pertarungan fisik yang benar-benar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status