Accueil / Rumah Tangga / Pembalasan Istri Yang Terluka / 45. Sisi Lain Yang Tersembunyi

Partager

45. Sisi Lain Yang Tersembunyi

last update Date de publication: 2025-11-12 21:39:27

Setelah lebih dari sepuluh hari tinggal di villa milik Demian, kondisi Andira semakin membaik. Andira baru saja sembuh dari demam. Dahinya masih ditempeli plester penurun demam. Demian tak pernah pergi dari sisinya dan selalu menemani wanita itu.

"Sudah lebih baik?" tanya Demian.

Andira mengangguk. "Sudah lebih baik. Tidak pusing seperti beberapa hari lalu."

"Tapi kamu masih sedih?"

"Aku masih sedih. Tapi aku mulai menerima semuanya."

Andira menatap wajah Demian dengan dalam. Ada rasa haru men
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    73. Peradilan Semu

    Ruang kelas telah diubah menyerupai ruang sidang pengadilan. Meja‑meja disusun rapi, papan tulis besar di depan, dan suasana hening menekan. Satu pengacara wanita berpakaian rapi, setelan dress dan blazer merah maroon, high heels warna senada, nampak formal berdiri tegak di depan. Matanya tajam menatap lima belas orang mahasiswa duduk rapi, dan disertai wajah mereka yang tegang.Udara di kelas itu terasa kaku. Tidak ada sedikitpun suara bisikan. Tidak ada gerakan yang tidak perlu. Pengacara itu, Andira, seorang advokat berpengalaman sepuluh tahun, menatap satu per satu setiap wajah mahasiswa di hadapannya. Suasana itu bukan sekadar pelatihan biasa. Suasana itu disusun persis seperti sidang di pengadilan negeri. Aura ketegasannya membuat siapa saja yang berhadapan merasa kecil dan harus waspada."Kalian dengar baik‑baik, ya? Mulai detik ini, ruangan ini bukan lagi kelas. Ini adalah ruang sidang. Kalian bukan mahasiswa biasa, tapi penasihat hukum yang bertanggung jawab penuh atas nasib

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    72. Membandingkan

    "Lepaskan Mas ...," rengek Jenna berusaha melepaskan cengkraman tangan suaminya.Arsa menghempaskan tangan Jenna dengan kasar. Semenjak membawa pulang istri keduanya dari mall dan bertemu langsung dengan Andira, mereka tak berhenti bertengkar di jalan saat berada di dalam mobil. Jenna marah-marah karena tidak terima bahwa Arsa tidak membelanya di depan Andira. "Kenapa sih kamu nggak membelaku di depan calon mantan istrimu? Coba jelaskan kenapa?!" murka Jenna.Arsa menunjuk wajah Jenna. "Berhenti bersikap murahan dan memalukan seperti itu. Kamu terlihat seperti wanita tak tahu malu dan tak tahu diri!!""A-apa?!"Jenna shock mendengar Arsa menilainya bersikap murahan. Wanita yang baru saja mendapat gelar ibu muda itu menggeleng tak percaya. Ia tak menyangka bahwa suaminya bisa mengatakan hal yang menyakitkan padanya seperti ini."Apa kata kamu? Bisa diulangi sekali lagi?" Jenna menatap nanar suaminya. "Aku adalah wanita memalukan dan tak tahu diri? kenapa kamu bersikap seperti ini d

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    71. Pembelaan Yang Beralih

    “Dimana kamu sembunyikan Mas Arsa?” tanya Jenna dengan penuh emosi.Andira tertawa sinis. “Kamu tidak salah mempertanyakan dimana keberadaan pria itu kepadaku?”Jenna menuding wajah Andira. “Kamu masih istri sahnya. Tentu saja dia sebagai suami membagi waktunya bersama dengan kamu. Kamu itu jangan egois, ya? Yang membutuhkan Mas Arsa itu bukan cuma kamu.”Andira tertawa pelan melihat Jenna yang emosional melayangkan berbagai ucapan kepada dirinya. Andira menyimpulkan bahwa Jenna pasti sangat merindukan Arsa. Dan Arsa tidak diketahui dimana keberadaannya. Sekarang dialah yang dituduh menyembunyikan.“Memangnya kamu pikir ..., siapa yang membutuhkan Arsa? Aku?” Andira menunjuk dirinya sendiri.“Kalau kamu memang masih membutuhkannya, untuk apa menggugatnya cerai? Anak-anakmu bahkan sudah dirampas oleh Arsa karena kamu tak mau menyetujui Arsa menikah denganku. Selain itu, kamu juga berselingkuh,” ucap Jenna memiringkan bibirnya.Andira menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan terakhir

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    70. Siasat

    Apa harus demikian?” tanya Cindy sambil merapikan beberapa dokumen di dalam kotak kardus.Sembari meminum expresso hangat di tangan ... Andira menjawab, “tenang. Semuanya aman.”Wanita yang sedang dalam proses meresmikan status jandanya itu terlihat sangat tenang. Tenang, namun tatapan mata yang cukup tajam menerawang jauh. Seolah sedang menyusun rencana yang akan ia realisasikan. “Sudah selesai semuanya 'kan? Kalau sudah, panggil petugas cargo untuk mengangkut semua ini dan dipindahkan ke tempat yang aman,” saran Andira membuat Cindy dan Fauzan mengangguk..“Baiklah kalau begitu. Karena aku pulang kerjanya cepat, aku akan pergi berlibur sebentar,” ujar Fauzan sembari meregangkan otot tubuhnya.Hari ini Andira meminta kepada kedua karyawannya menuntaskan pekerjaan selesai dengan cepat. Andira juga ada jadwal untuk moot court bersama anak-anak fakultas hukum universitas di Jakarta. Jadi, dia lebih fokus menyiapkan materi untuk para calon praktisi hukum di masa depan.“Silakan gunaka

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    69. Saran Untuk Berhenti

    “Lebih baik kamu berhenti saja dari pekerjaanmu ini,” kata Demian sambil meletakan cangkir kopi susu ditangan.Andika mengerutkan keningnya. “Kenapa harus demikian?”“Demi keamanan mu,” kata Demian.“Sayang sekali harus begitu. Aku bersusah payah membangun karier ku,” sahut Andira dengan lesu.Saran dari Demian yang memintanya berhenti dari pekerjaan sebagai praktisi hukum, sama sekali tidak disetujui oleh Andira. Ia cinta dengan pekerjaan itu. Bagaimana mungkin harus berhenti begitu saja.Sebelum menikah, Andira merintis karir sebagai jaksa muda. Dan wanita itu harus merelakan pekerjaannya setelah menikah dan punya anak. Dan setelah anak-anaknya sudah bisa ditinggal, ia beralih profesi menjadi pengacara dan membangun firma hukum sendiri. Sekarang harus berhenti, sungguh disayangkan."Aku menemukan indikasi bahwa suamimu ada rencana ingin menjebak mu. Dia menginginkan kamu berhenti dari pekerjaanmu dengan cara menjebloskan kamu ke penjara.

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    68. Jebakan

    Andira merasakan tubuhnya diangkat sosok yang membekap mulutnya. Kepala Andira bahkan ditutup menggunakan kain hitam, tangan diikat, dan mulut dilakban. Ia menyadari bahwa dirinya pasti diculik. Dan gudang tadi, adalah tempat untuk menjebak dirinya. Sosok yang menggendong tubuhnya itu menurunkannya. Ia bisa merasakan bahwa dirinya berada di dalam mobil. Dalam keadaan terbelenggu, Andira hanya bersikap pasrah walau hati diserang rasa takut. Cukup lama Andira berada di dalam mobil. Bahkan tak ada suara sepatah katapun yang berinteraksi dengannya. Dari pendengaran, terasa mobil telah berhenti. Kemudian, kain hitam yang menutup kepalanya dibuka.Ia terkejut melihat seorang pria yang berada di hadapannya kini. Dengan perlahan, lakban yang menutup bibir Andira, dilepas. Tak lupa belenggu ditangan jua. Kemudian, pria itu tersenyum kepadanya."Demian?!" gumam Andira.Ya. Pria itu adalah Demian. Dia membawa Andira dengan cara yang ekstrim. Seketika, Andira bingung dengan semuanya."Ya. Ini a

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    19. Hamil

    "Apa?! ... Ha-hamil?!" Tubuh Firman terasa lemas setelah mendengarkan keterangan dari dokter. Hampir saja ia limbung ke belakang jika tidak ditahan oleh istrinya. Ia pikir, sang anak hanya merasa depresi karena masalahnya. Tapi malah terjadi sesuatu yang benar-benar tidak diduga.

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    18. Kejujuran Yang Mengejutkan

    "Jadi benar, kalau kamu berselingkuh dengan wanita lain di belakang istrimu?" tanya Mira tidak percaya.Arsa menemui ibu kandungnya dan mengatakan bahwa ia telah berbuat sesuatu dosa terhadap rumah tangganya. Mira yang mendengar, tentu saja syok dibuatnya. Ia tak menyangka bahwa putra yang ia sayan

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    6. Anak Hilang

    "Nyonya ... Anak-anak dari tadi siang belum juga pulang dari sekolah." Beri tahu Ana---art di rumah Arsa dan Andira. "A-apa?" Andira terkejut bukan main. "Kenapa tidak mengabari saya dari tadi?" Andira baru pulang ke rumah setelah menjalani aktivitas dikantor firma hukum miliknya. Wanita itu pula

  • Pembalasan Istri Yang Terluka    5. Menghilangkan Duri

    Hari ini adalah hari kedua setelah kepergian Arsa pamit keluar kota. Andira masih memantau pergerakan suaminya. Pria itu tetap berada di Jakarta dan istirahat di sebuah hotel. Hotel yang ditempati adalah hotel yang berbeda dari tempat ia bermalam dengan Jenna sebelumnya. Tring.Andira menaikkan se

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status