LOGINMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Lola Ayu, Kak Eny Rahayu, kak Pengunjung5804, Kak Sendy Zen, Kak Herman Muhammadamin, kak Aday Wijaya, Kak Patricia Inge, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Elly Mawar, Kak Hari, dan Kak Sayutin Budianto Tongani atas Hadiah Koinnya (≧▽≦) Terima Kasih Kak MarSoedi Udie atas hadiah Kuenya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (◍•ᴗ•◍) Karena mendadak ditimpuk banyak koin, jumlah target tercapai san akan ada bab bonus setelah ini. (≧▽≦) Ditunggu (◠‿・)—☆
"Marsh Quinn, lebih baik kau tidak melawan." Suara Tetua Fang datar dan terukur. "Pemimpin Klan sudah mengetahui situasi ini. Kalau kau masih keras kepala, beliau akan turun tangan sendiri."Tekanan di dada Ryan naik satu tingkat.Kalau Quinn Marsh menyerah atau ditekan mundur, tidak ada yang akan menolong Ryan di sini. Mereka sudah berada dalam satu perahu sejak Quinn Marsh mengucapkan sumpahnya atas nama Dao Surgawi. Perahu itu tidak bisa dipisah di tengah jalan, dan Ryan tidak punya niat mencoba."Ryan." Suara Quinn Marsh masuk lewat transmisi suara, pelan dan langsung ke telinganya. "Aku perlu satu jam lagi untuk menyelesaikan penyerapan kristal ini. Bisa kau tahan mereka?"Ryan mengedarkan pandangannya ke barisan di depannya. Tetua Fang di Creation puncak. Dua Kultivator Creation tingkat lima. Ratusan kultivator Klan Laut yang matanya sudah tidak menyimpan niat baik. Jarak antara posisi Ryan dan garis terdepan mereka tidak lebih dari tiga puluh meter.'Satu jam. Lebih mud
Ryan tidak tahu sudah berapa lama dia mengumpulkan ketika matanya menangkap sesuatu di sudut paling jauh ruang itu.Celah kecil. Hampir tak terlihat di balik tumpukan kristal yang lebih besar. Tapi tekanan yang menguar dari dalamnya berbeda dari semua kristal yang sudah dia kumpulkan tadi. Lebih terpusat, lebih dalam, dan jauh lebih tua.Ryan mendekatinya dengan langkah hati-hati, satu tangan sudah di gagang Pedang Iblis Darah meski tidak ada ancaman yang terlihat. Dia masuk ke celah itu sendirian.Semakin dalam, tekanan semakin berat. Kristal-kristal kecil di dinding gua sempit ini meleleh di bagian yang paling dekat dengan jalur yang dilaluinya, bukan dari panas tapi dari energi yang tidak cocok dengan keberadaannya.Lalu Ryan melihatnya.Tidak besar. Dua puluh sentimeter, berdiri tegak di atas alas batu alami seperti sudah menunggu di sana sejak lama. Warnanya ungu, pekat dan dalam, ungu yang punya jarak di dalamnya seperti membuat siapapun yang memandangnya merasa belum sampa
"Aku bersumpah atas nama Dao Surgawi."Kata-kata Marsh Quinn tidak keluar dengan mudah, tapi tidak ada keraguan di baliknya. Bagi Klan Laut, sumpah atas nama Dao Surgawi bukan sekadar formalitas. Melanggarnya bukan urusan harga diri semata, melainkan urusan dengan konsekuensi yang tidak bisa ditawar oleh siapapun, tidak peduli seberapa tinggi tingkat kultivasi mereka.Ryan mendengarkan sampai kata terakhir selesai diucapkan. Baru kemudian ia mengangguk satu kali."Baik. Tapi ada satu hal yang perlu aku tahu dulu." Matanya tidak beranjak dari wajah Marsh Quinn. "Klan Laut punya banyak kultivator. Kau sudah terkurung di sini cukup lama. Seberapa besar peluang kita bisa benar-benar keluar?"Marsh Quinn tidak langsung menjawab. Jarinya menyentuh lantai es di sebelahnya, menelusurinya perlahan seperti orang yang sedang mengingat sesuatu yang sudah lama tidak disentuh."Di bawah penjara ini ada Kristal Es Seribu Tahun." Suaranya datar, bukan menyombongkan diri, hanya menyampaikan fakta
Tetua Laurel tidak mengetuk.Pintu kamar Tetua Nox terbuka langsung, dan Unicorn Api Berkaki Naga masuk dengan langkah yang menahan diri untuk tidak terlalu terburu-buru. Di atas ranjang, Tetua Nox berbaring dengan luka dari benturan melawan Tobias Vane yang belum pulih sepenuhnya. Tapi matanya sudah terbuka sebelum Tetua Laurel sampai ke sisi ranjangnya."Sudah tahu?""Sudah." Tetua Nox menjawab sebelum satu kata penjelasan keluar. "Duduklah."Tetua Laurel duduk di kursi di sisi ranjang. Dari aula utama di sebelah, suara-suara terdengar pelan, dijaga kepelannya dengan sengaja."Apa yang sebaiknya kita lakukan?"Tetua Nox tidak langsung menjawab. Pandangannya ke langit-langit, datar, seperti seseorang yang sudah menjangkau kesimpulan sebelum pertanyaan diajukan."Tunggu saja."Kening Tetua Laurel berkerut. "Tunggu apa, tepatnya?""Tuan Muda tidak akan mati di sana
Tidak ada yang perlu mengusir Felix Skye.Begitu energi iblis Ryan menghilang dan Klan Laut membawa Ryan turun ke kedalaman, Felix Skye sudah pergi sendiri. Cepat, tanpa pamit, tanpa menoleh. Harga dirinya sudah hancur hari ini, dan dia cukup pragmatis untuk memilih nyawa di atas sisa-sisa yang sudah tidak ada nilainya.Kini yang tertinggal di medan pertempuran adalah anggota Sekte Slaughter, dan pasukan Klan Spiritum Sanguis yang sudah tidak punya satu pun pemimpin untuk memberi perintah.Amarah yang tadinya tidak punya arah menemukan tempatnya.Pertempuran yang menyusul berlangsung singkat. Tidak ada sorak-sorai saat semuanya selesai, tidak ada yang mengangkat tangan ke udara. Wajah-wajah anggota Sekte Slaughter datar dari kelelahan, dan ada sesuatu yang menggantung di dada masing-masing yang tidak akan hilang hanya karena mereka menang.**Kesadaran Ryan kembali sebelum matanya bisa dibu
Aster Dread yang berdiri di sisi kiri medan pertempuran menatap tiga sosok itu. Rahangnya mengencang. "Klan Laut dari kedalaman Laut Crimson Demon."Tetua Aldren yang berdiri di dekatnya memucat jauh lebih cepat.Pemuda yang lebih muda di antara kedua pangeran itu mengarahkan matanya ke Ryan dan bicara kepada pria tua di depannya. "Tetua Fang, itu iblis yang kita cari."Tetua Fang menatap Ryan tanpa bergerak dari posisinya.Dari kedalaman Laut Crimson Demon, mereka sudah merasakan aura demonis yang tidak wajar naik ke permukaan. Pemimpin Klan Laut mengirim Tetua Fang bersama Pangeran Ketiga dan Pangeran Kelima untuk mencari tahu sumbernya."Pangeran." Suara Tetua Fang rendah, bersih, tanpa warna. "Klan Laut dan Ras Iblis punya hutang darah yang panjang." "Sebelum iblis ini cukup kuat untuk menjadi masalah yang lebih besar, lebih baik kita selesaikan sekarang."Dia mengulurkan satu jari.Cahaya putih terkonsentrasi di ujungnya dan meluncur ke bawah.BOOM!Cahaya itu mendarat di tubuh
Melihat sikap keras kepala ini, Ryan nyaris kehilangan kesabaran. Namun Theodore Crypt melangkah maju dengan tenang. "Muridku, jika ingin mendapat informasi dari orang seperti ini, penyiksaan tidak ada gunanya," ujarnya acuh tak acuh. "Namun, seorang kultivator sejati dapat menghilangkan ingatan be
Meskipun Philip Bark menghormati Maximus Sabre, dia memahami satu hal dengan jelas–setiap praktisi didorong oleh keinginan dan keserakahan untuk menjadi lebih kuat. Tidak peduli setinggi apapun cita-cita mereka, semua itu akan runtuh begitu sesuatu yang menggiurkan diletakkan di hadapan
Begitu sang pembawa acara selesai bicara, suasana di aula lelang itu langsung mencapai puncaknya."Saya tawar 500 batu Spirit!" seru seseorang."Hmph! 500? Aku tawar 550 batu Spirit!" sahut yang lain.Suara-suara tawaran terus bersahutan. Begitu pelelangan dimulai, harga Pil Ilusi Archaic yang tid
Ryan melesat maju tanpa memberi mereka kesempatan pulih. Aura mengintimidasinya yang kuat membuat para pengikut Sekte Dawn Sword membeku di tempat, seolah terjebak dalam rawa tak berdasar. 'Apakah anak ini benar-benar dari Nexopolis dan bukan dari Gunung Langit Biru?' Keraguan mulai menggerogoti







