MasukBab Selanjutnya Epilog yang akan tayang setelah ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Tubuh Cassian Weston terdorong mundur beberapa langkah.Cetakan telapak tangan tampak jelas di pipinya. Darah merembes dari sudut bibirnya, dan dua gigi gerahamnya terasa bergeser. Ia harus menahan diri mati-matian agar tidak memuntahkannya di depan umum.Seluruh antrean di depan Gerbang Bulan membeku.Seorang Kultivator Ranah Creation baru saja menampar Kultivator Ranah Star Seed sampai terdorong mundur. Lebih mengerikan lagi, tidak seorang pun sempat melihat kapan tangan Ryan Pendragon bergerak.Cassian baru hendak membuka mulut ketika Ryan lebih dulu berbicara, satu kata demi satu kata.“Kalau lain kali kau berani menghina guruku, kau mati.”Suaranya tidak keras, tetapi dingin sampai membuat udara terasa turun beberapa derajat.“Sekalipun Kepala Lembah Myriad Demon sendiri yang datang, dia tidak akan sanggup menyelamatkanmu.”Sebelum siapa pun sempat bereaksi, pandangan Ryan berpindah kepada Zara Westalis.Sorot matanya jauh lebih dingin daripada tadi.Ryan tersenyum miring, lalu
llMeski begitu, Ryan Pendragon jelas tidak mungkin mengakuinya.Ia menjawab dengan nada tenang, “Aku pernah pergi ke sana atau tidak, apa hubungannya denganmu?”Tatapannya menyapu pasangan pria dan wanita itu tanpa banyak emosi.“Aku rasa aku tidak punya kewajiban menjawab pertanyaanmu.”Begitu kalimat itu keluar, pasangan tersebut langsung melangkah mendekat.Keduanya adalah Kultivator Ranah Star Seed, dan aura mereka jauh lebih berat daripada murid biasa. Pakaian yang mereka kenakan pun tidak sederhana. Pria itu berjubah hitam dengan motif halus yang nyaris menyatu dengan kain, sementara wanita di sisinya memakai gaun ungu yang berkilau lembut.Kain pada tubuh mereka memancarkan getaran energi tipis.Jelas, itu bukan pakaian biasa.Latar belakang keduanya pasti tidak rendah.Sekarang, mereka menatap Ryan dengan sorot sedingin es, seperti sedang memandangi musuh bebuyutan.
Ryan memang penasaran.Seberapa lama ia sanggup menahan Gerbang Bulan tetap terbuka?‘Sekalian saja,’ pikirnya. ‘Aku bisa memakai kesempatan ini untuk menguji seberapa besar daya Teknik Membakar Darah setelah Api Mistik naik tingkat.’Setelah itu, rombongan mereka langsung bersiap berangkat.Mereka berjalan sambil bercanda dan tertawa, dengan Xander Jett memimpin di depan. Jalan setapak yang mereka lalui berkelok di antara pepohonan tinggi. Udara di sekitarnya terasa bersih, dan energi spiritual yang mengalir di bawah tanah membuat dedaunan memancarkan kilau samar.Tidak lama kemudian, sebuah bangunan tinggi muncul di tengah hutan.Mata mereka serentak berbinar.Bangunan itu memancarkan cahaya lembut yang menenangkan, seperti pendar bulan yang jatuh ke permukaan danau. Dindingnya tersusun dari batu putih berkilau, tetapi cahayanya tidak menyilaukan. Atapnya melengkung anggun ke ata
Mendengar ucapan Ryan Pendragon, Xander Jett dan yang lainnya sama-sama terpaku.Kesempatan pergi ke Kerajaan Nine Nether bukan sesuatu yang bisa diperoleh murid biasa. Bahkan banyak Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak pun tidak memiliki izin untuk menginjakkan kaki ke sana.Kerajaan Nine Nether selalu tertutup rapat dari dunia luar. Namun sekarang, Ryan justru mendapat kesempatan berangkat ke sana, bahkan mungkin bertemu langsung dengan keluarga kerajaannya.“Setahuku, Akademi Heavenly Flame memang beberapa kali diundang ke Kerajaan Nine Nether untuk merayakan hari kelahiran anggota keluarga kerajaan,” ujar Xander.Keningnya lalu berkerut.“Tapi biasanya yang berangkat bersama Kepala Akademi adalah dua genius terkuat dari angkatan ketiga, ditambah satu genius terbaik dari angkatan kedua.”Ia menatap Ryan dengan serius.“Ryan, kali ini jatah genius angkatan kedua itu pasti diberikan Kepala Akademi kepadamu.” “Aku khawatir para genius puncak angkatan kedua tidak akan meneriman
Ryan terdiam.Ia memang punya dendam dengan dua keluarga besar itu. Darah anggota mereka pernah tumpah di tangannya, dan mereka juga pernah mengirim orang untuk memburunya. Dengan keadaannya sekarang, jangankan bertanya kepada leluhur mereka, mendekati wilayah inti keluarga itu saja sudah hampir mustahil.Begitu ia menampakkan diri, yang menyambutnya bukan jawaban.Melainkan tangan yang cukup kuat untuk meremukkan tengkoraknya.'Berarti tidak ada jalan lain,' pikir Ryan. 'Aku harus menjadi kuat secepat mungkin.'“Bocah, pertumbuhanmu terlalu cepat,” ujar Quillon Wynn pada akhirnya. “Ingat baik-baik, jalan kultivasi harus ditapak selangkah demi selangkah.” “Fondasi yang dilompati hari ini akan menagih harganya di kemudian hari.”Ryan mendengarkan tanpa menyela.“Akademi Heavenly Flame adalah keberadaan yang sangat misterius di Benua Valorisia. Faksi yang berdiri di belakangnya juga tidak boleh diremehkan.”Nada Quillon menjadi lebih serius.“Justru karena kau berada di sini, Kerajaa
Ryan Pendragon menarik Api Mistik kembali ke dalam tubuhnya.Setelah kobaran ungu muda itu lenyap, ia menatap ruang kosong di depannya, lalu bertanya kepada Quillon Wynn dengan nada penasaran.“Darah Spirit Phoenix? Apa hubungannya dengan Api Mistik?”“Api Phoenix juga termasuk api yang teramat perkasa,” jawab Quillon. “Api Phoenix sejati bahkan sudah melampaui batas kelas api mana pun di Benua Valorisia. Ia pantas disebut api ilahi.” “Sayangnya, benda seperti itu hampir mustahil dicari. Kalau kau berhasil mendapatkannya, api milikmu bisa terus naik tanpa tersangkut batas.”“Oh?” Mata Ryan berkilat.Quillon tertawa pendek. “Tapi sebelum sampai ke sana, kau harus lebih dulu menempa api yang punya kelayakan untuk menelan Api Phoenix.”“Menelan Api Phoenix?” Ryan tersentak.Api yang sanggup menelan Api Phoenix jelas bukan api sembarangan. Di seluruh Benua Valorisia, nama Api Phoenix saja sudah cukup membuat banyak kultivator api menahan napas. Kekuatannya bahkan dikatakan melampaui Ap







