LOGINPagi Semua ( ╹▽╹ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Meski serangan daya jiwanya gagal mengguncang Ryan Pendragon, ayunan tongkat Kane Wexley sama sekali tidak melemah.Karena daya jiwa tidak mampu menembus kesadaran lawan, ia tinggal memakai cara paling sederhana.Kekuatan mentah.Selama tongkatnya bisa menghantam tubuh Ryan, ia yakin pemuda itu tetap akan remuk di tempat. Tidak peduli sekuat apa jiwanya, tubuh fisik tetap memiliki batas.Ryan menatap Kane, lalu tersenyum bersemangat. Matanya menyala oleh hasrat bertarung yang sulit disembunyikan. Sejak memasuki ibu kota Kerajaan Nine Nether, akhirnya ada seseorang yang membuat darahnya berdesir.Kane Wexley berbeda dari Yorick Windson. Orang ini pantas menerima seluruh kekuatannya.Ryan meraung.Guratan ilahi di kulitnya mulai berpendar. Api ungu menyala di sekujur tubuhnya, menari liar seperti hendak membakar udara di sekitar.Dalam sekejap, sosok Ryan berubah menjadi keberadaan yang setengah binatang dan setengah iblis.Ia mengaktifkan daya saripati darah ilahi, Teknik Membakar Da
“Aku tidak ingin bertarung,” ujar Ryan Pendragon datar.Ia melirik Landon Westalis, yang masih begitu terkejut sampai tubuhnya nyaris lemas.“Meski begitu, kalau keluarga yang berdiri di belakangmu datang mencari perkara denganku lagi, aku jamin mulai saat itu Keluarga Westalis tidak akan bertahan lama di Kerajaan Nine Nether.”Begitu kalimat itu selesai, seluruh ruangan seolah baru tersadar dari keterkejutan mereka.Para tamu memandangi Ryan dengan mata membelalak.Pemuda ini baru saja membunuh Yorick Windson dengan satu tebasan, namun ia masih berani menginjak martabat Keluarga Westalis tanpa sedikit pun ragu. Di ibu kota Kerajaan Nine Nether, mengancam akan menghapus salah satu keluarga terbesar bukan sekadar kelancangan.Kalimat seperti itu biasanya hanya keluar dari mulut orang gila.Atau dari mulut seseorang yang benar-benar sanggup melakukannya.Mata Landon Westalis memerah oleh amarah. “Kau sudah bosan hidup!”Ia menggertakkan gigi, lalu membentak dengan suara penuh niat memb
Yorick Windson memakai Telapak Roh Elang Terbang, salah satu jurus terkenal Akademi Divine Wind.Tingkatannya sepadan dengan Seratus Langkah Mengejar Petir milik Ryan Pendragon. Bahkan sebagian besar Kultivator Ranah Star Seed tidak akan berani menahan serangan seperti itu secara langsung.Yorick sama sekali tidak berniat menahan tenaga.Ia mengerahkan seluruh kekuatannya.Setelah serangan itu dilepaskan, ia memandangi Ryan dengan sorot merendahkan. Di kepalanya, ia sudah membayangkan wajah pemuda itu berubah pucat, tubuhnya gemetar, lalu mulutnya memohon ampun dengan cara paling memuakkan.Ia bahkan sudah menyiapkan kalimat yang akan ia ucapkan sambil menginjak kepala Ryan nanti.Namun pemandangan yang ia bayangkan sama sekali tidak terjadi.“Cuma segini kekuatanmu?”Ryan hanya mengucapkan kalimat itu dengan tenang.Lalu Pedang Feralrot di tangannya diayunkan.Sesaat kemudian, seberkas sinar pedang dengan hawa yang aneh terwujud di udara. Sinar itu terasa seolah sanggup menembus a
Bahkan Selene Chase terpaku setelah mendengar kalimat Ryan Pendragon.Sebenarnya, kalau hanya membereskan Landon Westalis, ia sendiri sanggup melakukannya. Kedudukannya lebih tinggi, dan Keluarga Chase tidak lebih lemah daripada Keluarga Westalis.Bagaimanapun, perselisihan antara dua keluarga besar di ibu kota Kerajaan Nine Nether masih bisa dianggap sebagai urusan dalam negeri. Paling jauh, itu hanya benturan antara dua raksasa yang sama-sama berdiri di puncak ibu kota.Keluarga Westalis mungkin marah, tetapi mereka masih bisa menerima campur tangan Selene.Namun Ryan berbeda.Ia bukan orang Kerajaan Nine Nether. Ia justru menghina Keluarga Westalis secara langsung, lalu memaksa Landon berlutut di hadapan begitu banyak orang.Ini bukan lagi persoalan kecil. Ini merusak wajah Keluarga Westalis. Dan keluarga seperti itu pasti tidak akan membiarkannya berlalu begitu saja.Selene tahu Ryan berkaitan den
Meminta maaf bukan hanya mempermalukan dirinya sendiri, melainkan juga merusak nama baik Keluarga Westalis.Karena itu, Landon Westalis tidak mungkin menundukkan kepala begitu saja.“Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?”Selene Chase menatap Landon dengan serius. Matanya yang bening tampak dingin, tanpa sedikit pun niat untuk mundur.Meski ia belum sepenuhnya memastikan hubungan antara Ryan Pendragon dan Demon Emperor, ia tahu jati diri pemuda itu sama sekali tidak biasa. Jika yang berdiri di sini benar-benar memiliki hubungan dengan Demon Emperor, maka urusan ini tidak akan selesai hanya dengan permintaan maaf.Kalau Demon Emperor sendiri yang datang, mungkin seluruh keluarga kerajaan Kerajaan Nine Nether pun bisa lenyap.“Dan satu lagi,” lanjut Selene dengan nada rendah. “Siapa yang mengizinkanmu memanggilku Selene?”Dahi Landon sudah dibanjiri keringat dingin. Ia menatap mata Selene yang sedingin es.
Dalam sekejap, semua mata di ruangan tertuju kepada Ryan Pendragon. Para tamu menunggu penjelasan apa yang akan ia berikan kepada Landon Westalis. Bagaimanapun, Landon bukan orang biasa. Di ibu kota Kerajaan Nine Nether, nama Westalis saja sudah cukup membuat banyak orang menundukkan kepala. Namun Paviliun Divine Spring justru jatuh ke dalam keheningan yang aneh. Ryan sedang mencicipi arak di tangannya dengan tenang. Ia menyesapnya sedikit demi sedikit. Alisnya sesekali berkerut, lalu mengendur lagi, seolah sedang menelusuri sesuatu yang tersembunyi di dasar cairan tersebut. Ia bahkan tidak menunjukkan niat sedikit pun untuk menjawab Landon. Ia benar-benar mengabaikannya. Sebab, pada detik arak itu menyentuh lidahnya, Mata Iblis di kening Ryan bergetar samar. ‘Demon Emperor yang sedang tidur panjang akan bangun?’ batinnya. Jemarinya mengencang di sekeliling cawan. ‘Ini jauh lebih cepat daripada yang kubayangkan.’ Dalam keadaan seperti itu, mana sempat ia mengurusi Landon Wes







