Beranda / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 148 Istri Kepala Desa

Share

Bab 148 Istri Kepala Desa

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-06-03 17:41:54

Di sepanjang jalan menuju Kota, Joko melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Dia tidak kebut-kebutaan,mengikuti nasihat dari para wanita terdekatnya.

Jalan menuju kota sebagian besar melewati kawasan hutan yang sunyi. Bahkan di siang hari seperti sekarang, kendaraan yang melintas pun terbilang jarang.

Saat melaju di jalanan yang sepi itu, pandangan Joko menangkap sebuah mobil sedan putih yang terparkir di tepi jalan. Tidak jauh dari mobil tersebut, seorang wanita berdiri di bagian belaka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 357 Ciuman Panas Nadya

    Joko menatap wajah Nadya dari dekat. Pipi wanita itu masih merona, bibir merahnya sedikit terbuka. "Nadya," bisiknya. "Aku mau ciuman." Nadya tersentak. Wajahnya seketika memerah padam. "A-apa sih! Tiba-tiba minta yang aneh-aneh!" "Tadi kan sudah hampir," balas Joko sambil menyeringai. "Gara-gara si brengsek itu, jadi batal." Nadya menunduk, menggigit bibirnya. Dia tidak menjawab, tapi juga tidak memalingkan wajah. Joko menyentuh dagunya, mengangkat wajah Nadya perlahan. Mata mereka bertemu. "Kalau kamu gak mau, bilang saja," ucapnya pelan. Nadya terdiam beberapa detik. Lalu, dengan suara yang nyaris tak terdengar, dia berbisik, "Siapa bilang aku gak mau..." Joko tak menunggu lagi. Dia langsung melumat bibir Nadya dengan penuh gairah. Nadya sempat terkejut oleh keberanian ciuman itu. Tangannya refleks mendorong dada Joko, tapi hanya sesaat.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 356 Langkah Besar Joko

    Nadya masih bersandar di bahu Joko. Untuk beberapa saat, keduanya diam, menikmati keheningan ruangan setelah keributan tadi. "Nadya," ucap Joko memecah keheningan. "Aku mau bikin perusahaan." Nadya mengangkat kepalanya, menatap Joko dengan alis terangkat. "Perusahaan? Serius?" "Serius," jawab Joko. "Masa aku cuma main saham terus. Aku mau punya usaha sendiri." Nadya terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. Tatapannya berubah serius, seperti seorang direktur yang sedang menilai proposal bisnis. "Itu ide bagus," ucapnya. "Tapi saranku, kamu kumpulkan modal yang banyak dulu. Biar begitu berdiri, kamu bisa langsung bikin perusahaan besar, bukan mulai dari kecil. Lagian, kamu jago banget nyari uang. Main saham untung, beli batu giok untung, beli barang antik juga untung." Joko terkekeh. "Uangku sekarang sudah lebih dari enam triliun. Apa itu belum cukup?" Nadya nyaris tersedak ludahnya sendiri. Dia menatap Joko dengan mata membelalak. "E-enam triliun?" "Kurang lebih," jawa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 355 Tamparan Untuk Tuan Muda Rico

    Tuan Muda Rico menarik napas dalam-dalam, berusaha meredam api cemburu yang membakar dadanya. Dalam sekejap, wajahnya kembali memasang senyum ramah, seolah tak terjadi apa-apa. "Maaf, Nona Nadya. Saya terlalu bersemangat ingin bertemu Anda," ucapnya sambil merapikan jasnya. "Saya dengar kalung Mutiara Kaisar milik Permata Biru sedang jadi pembicaraan di mana-mana. Selamat, ya." "Terima kasih," balas Nadya datar. "Kebetulan sudah jam makan siang," lanjut Tuan Muda Rico, senyumnya semakin lebar. "Saya sudah memesan tempat di restoran terbaik di Ibu Kota. Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Sekalian merayakan keberhasilan Anda." Nadya belum sempat menjawab, Joko sudah lebih dulu bersuara. "Ternyata kau Tuan Muda Rico." Tuan Muda Rico menoleh. Senyumnya menghilang seketika. Dia menatap Joko dari atas sampai bawah dengan tatapan tajam, penuh penghinaan. "Siapa kau?" ucapn

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 354 Kedatangan Tuan Muda Rico

    Joko melangkah masuk ke lobi gedung Permata Biru. Lantainya marmer putih mengilap, langit-langitnya tinggi dengan lampu kristal yang menggantung megah. Di sudut ruangan, sebuah layar besar menampilkan foto kalung Mutiara Kaisar yang berkilauan. Seorang resepsionis wanita berseragam rapi langsung berdiri begitu melihatnya. "Selamat siang, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" sapanya sopan. "Siang. Aku mau ketemu Nadya. Katanya dia sudah menunggu," jawab Joko. Resepsionis itu sedikit terkejut mendengar Joko menyebut nama atasannya tanpa embel-embel apa pun. Namun dia tetap tersenyum ramah. "Boleh saya tahu nama Tuan?" "Joko." "Mohon tunggu sebentar, Tuan." Resepsionis itu mengangkat gagang telepon, berbicara singkat, lalu mengangguk beberapa kali. Begitu menutup telepon, sikapnya berubah jauh lebih hormat. "Maaf sudah membuat Tuan menunggu. Bu Direktur sudah menunggu Tuan di ruangannya. Mari, saya an

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 353 Ternyata Memang Milik Nadya

    "Dipamerkan?" Joko menegakkan punggungnya. "Kapan?" "Kemarin," jawab Nadya dengan nada riang. "Terus gimana hasilnya? Banyak yang suka?" "Lebih dari sekadar suka, Joko!" Suara Nadya terdengar sangat bersemangat. "Berkat kalung Mutiara Kaisar, popularitas perusahaanku naik pesat. Mutiara seperti itu jarang sekali ada. Perusahaan yang bisa mendapatkannya, tentu langsung jadi sorotan." Joko tersenyum mendengarnya. "Syukurlah." "Sudah banyak yang menawar, lho. Ada kolektor, ada juga dari keluarga-keluarga besar," lanjut Nadya. "Tapi aku gak akan menjualnya dulu. Aku masih butuh popularitasnya buat mengangkat nama perusahaan." "Keputusan yang bagus," balas Joko. Hening sejenak di seberang telepon. Lalu suara Nadya terdengar sedikit lebih pelan. "Ngomong-ngomong... kalau kamu lagi santai, main saja ke kantorku." Joko menyeringai. Dia menyandarkan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 352 Main Di Luar Sama Sinta

    Sinta menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Untuk beberapa saat dia diam, lalu tersenyum tipis. "Aku gak nyangka hidupmu bakal sampai di titik ini, Joko," ucapnya pelan. "Aku masih ingat waktu kamu pertama kali mangkal ngojek di dekat warungku," lanjut Sinta sambil terkekeh. "Bajumu lusuh, motormu jelek banget. Kadang mogok di tengah jalan, terus kamu dorong sambil ngedumel." Joko ikut tertawa. Ingatannya melayang ke masa-masa itu. Panas terik di pangkalan ojek, menunggu penumpang yang tak kunjung datang, makan seadanya di warung Sinta. "Iya, ya. Dulu khawatir banget gak dapat uang," gumamnya. Sekarang, semuanya berubah total. Uang ratusan miliar di rekening, vila megah di Ibu Kota, Ferrari dan Rolls Royce di garasi. Jauh sekali dari pemuda kampung yang dulu duduk di atas motor butut menunggu penumpang. "Kadang aku juga ngerasa ini kayak mimpi," ucap Joko jujur. Sinta melingkarkan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 3 Goda Wanita Bersuami

    Setelah mengantarkan Bu Tika pulang ke rumahnya, Joko kembali melajukan motornya menuju warung Bu Sinta untuk mangkal di sekitar sana. Beberapa saat kemudian, Joko sampai di warung Bu Sinta. Warung Bu Sinta tampak sepi tak ada pembeli. Terlihat, Bu Sinta yang sedang sibuk menggoreng sesuatu di dal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status