Inicio / Urban / Pemuda Pemikat Gadis Desa / Bab 196 Pertarungan Hebat

Compartir

Bab 196 Pertarungan Hebat

Autor: Tristar
last update Fecha de publicación: 2026-06-22 18:42:12

Semua kelompok Darto menerjang lawan. Mereka semua tak ada rasa takut meski lawan berjumlah lebih banyak.

"Mari kulihat, seberapa kuat kalian!" ucap Joko, lalu dia menerjang ke arah pria berambut pirang dan pria bertato, yang sepertinya pemimpin dari kelompok tersebut.

"Bocah, aku habisi kau!" teriak pria bertato sambil menebaskan balok yang dia bawa ke arah kepala Joko.

Para penonton tampak sangat panik, saat melihat pertarungan meledak di sana. Orang yang paling panik tentu saja para wanit
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 207 Dua Wanita Mau Ikut

    Kemudian, Joko memberi tahu kedua wanita itu tentang niatnya yang ingin pergi ke ibu kota. Dia memberi tahu tujuannya ~ kenapa dia ingin ke sana. Setelah Joko menceritakan hal itu, kedua wanita itu memeluk Joko dengan erat. "Sayang, kalau kamu ke ibu kota, aku gimana? Aku pasti sangat kesepian!" ucap Sinta. "Sayang, aku gak mau jauh dari kamu!" tegas Lana. Terlihat air mata kesedihan menggenang di mata indah mereka. Joko merangkul kedua wanita itu. "Begini saja, kalau kalian mau... kalian bisa ikut sama aku ke ibu kota." "Aku mau!" Lana langsung mengangguk tanpa pikir panjang. "Tenang saja, aku gak akan merepotkan kamu. Walau aku gak kerja, aku punya penghasilan dari usaha peninggalan orang tua ku. Lagi pula aku bisa mencari pekerjaan di sana kalau aku mau." Joko mengangguk, lalu dia melirik Sinta. Terlihat kalau Sinta hanya diam dengan wajah di tekuk.

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 206 Target Tercapai

    Joko melirik dua wanita itu. Dua perhiasan emas lalu memberikannya kepada mereka. "Ini buat kalian. Tapi ingat, apa yang terjadi sini, jangan sampai kalian sebarkan!" ucap Joko dengan nada tegas. "B-bang... g-gak perlu! Tenang saja... kita gak akan kasih tahu siapapun kok!" ucap salah satu wanita itu dengan ekspresi ketakutan. Joko tetap memberikan emas itu dengan paksa. "Sudah terima saja! Kalian pasti butuh ini. Sekarang Juragan Rusdi sudah gak ada, jadi gak ada lagi yang menafkahi kalian," ucap Joko. Pada akhirnya, kedua wanita itu menerima emas itu. Di dalam hati keduanya, mereka merasa sangat bersyukur ~ mendapatkan uang sebanyak itu. Meski sebelumnya mereka adalah selir Juragan Rusdi, mereka tidak pernah diberi uang. Mereka melayani pria itu karena terpaksa. "Sekarang kalian boleh pergi!" ucap Joko. Kedua wanita itu mengangguk, lalu pergi dari tempat tersebut. Sampai di luar, salah satu

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 205 Mengambil Uangnya

    Mendengar itu, mata Joko menajam. Dia mencubit dagunya, tampak sedang berpikir. "Dia orang jahat! Gak ada salahnya mengambil semua uangnya," gumam Joko di dalam hati. Kemudian, dia menatap Darto. "Ya sudah, ambil saja!" Darto mengangguk dengan ekspresi berseri-seri. Dia menoleh dua wanita Juragan Rusdi yang sedang ketakutan di pojok ruangan. Kemudian, dia melangkah menghampiri kedua wanita itu. Melihat Darto datang, dua wanita itu lebih ketakutan. Sampai salah satu dari mereka kencing di sana. "Tu-tuan Darto, to-tolong jangan sakiti kami," ucap salah satu wanita itu. "Kalau kalian gak mau aku hajar juga, tunjukan di mana si gemuk itu menyimpan uang dan semua hartanya!" ucap Darto. Tanpa ragu, kedua wanita itu mengangguk setuju. "Ma-mari saya antar!" Juragan Rusdi yang masih sadar, jelas mendengar apa yang dikatakan Darto. Dia merasa sangat putus asa. "Jangannnn.... jangannn ambil uangku!" teriak Juragan Rusdi dengan seluruh tenaganya. BUGHH! Seno meninju wajah Juragan R

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 204 Datangi Biang Masalah

    Di tempat Juragan Rusdi berada, terlihat pria itu sedang duduk santai sambil di pijat oleh dua wanita cantik. Di depannya, duduk seorang pria tua berpakaian hitam."Rusdi, kamu yakin ~ dia sekuat itu?" tanya pria tua berpakaian hitam tersebut. Sebelumnya, Juragan Rusdi menceritakan tentang Joko yang katanya bisa mengalahkan banyak dari bawahannya."Bawahanku sendiri yang memberi tahu aku! Cuma satu pukulan ~ dia bisa menumbangkan bawahanku!" balas Juragan Rusdi."Apa dia masih muda?" tanya pria tua itu dengan ekspresi serius."Iya. Dia masih sangat muda! Paling sekitar umur 25 tahun," balas Juragan Rusdi.DEG!Hati pria tua berdebar. Seketika, ekspresi wajah pria tua itu berubah. "Mu-mungkin kah... orang yang sama, yang menghajar ku?" gumam pria tua itu di dalam hatinya.Melihat ada yang salah dengan ekspresi pria tua itu, Juragan Rusdi buru-buru bertanya dengan nada yang dalam. "Ada apa? Apa kamu kenal si Joko itu?"Pria tua itu buru-buru menggelengkan kepalanya."Aku gak kenal!" J

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 203 Di Keroyok

    Joko melajukan mobil itu dengan kecepatan sangat tinggi. Sampai mesin mobil itu meraung cukup keras. Hanya dalam beberapa menit, Joko pun sampai di markas Darto.Dari luar markas pun, Joko dengan jelas mendengar suara keributan di dalam. Namun yang jelas terdengar, adalah suara tawa dan cacian. Wajah Joko tampak sangat dingin, matanya memerah karena amarahnya yang memuncak. Dia buru-buru turun dari mobil, lalu berlari masuk ke dalam Markas.Sampai di dalam, Joko melihat Darto dan kelompoknya sudah dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Mereka sedang di pukuli sambil di caci maki oleh para bawahan Juragan Rusdi. Joko meraih batang besi panjang yang tergeletak tidak jauh dari dirinya, lalu dia menerjang sambil berteriak keras."Para bajingan! Apa kalian inginku hancurkan!"Semua bawahan Juragan Rusdi menoleh ke arah datangnya suara. "Itu... itu dia! Dia si Joko!" teriak salah satu bawahan Juragan Rusdi yang mengenal Joko."Bagus... kau malah datang sendiri! Kita gak perlu cape mencar

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 202 Tidak Terima

    Wanita itu bangkit perlahan, lalu mengeluarkan batang pria gemuk itu dari sangkarnya. Terlihat batang kecil itu sudah sangat tegak. Wanita itu berjongkok di atas batang itu, lalu memosisikan ujung batang itu di apemnya. Saat wanita itu hendak menurunkan tubuhnya, terdengar suara pintu di ketuk dan teriakan seorang pria dari luar ruangan tersebut.Tok... Tok... Tok"Juragan! Juragan!"Juragan Rusdi mengerutkan keningnya. "Ada apa sih, mengganggu saja," gerutunya.Wanita muda itu buru-buru turun dari tubuh Juragan Rusdi, lalu mengenakan pakaian tipisnya. Juragan Rusdi membenarkan celana sambil berterik. "Masuk!"Pintu terbuka dan seorang pria bertato yang wajahnya tampak babak belur masuk ke dalam ruangan dengan langkah cepat.Melihat pemandangan itu, kening Juragan Rusdi seketika berkerut erat."Kau kenapa?" tanya Juragan Rusdi.Pria itu berlutut di hadapan Juragan Rusdi. "Juragan... di-dia... si-si Joko itu, ternyata sangat kuat! Kami semua di kalahkan sama dia," ucap pria itu denga

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 88 Permainan Panas Di Mulai

    Mereka saling menatap dengan sorot mata panas. Wajah mereka saling mendekat perlahan, sampai akhirnya bibir mereka pun saling menempel erat. Detik berikutnya, ciuman ganas yang tampak sangat panas pun berlangsung. lidah mereka saling melumat dan bibir mereka saling mengisap ganas satu s

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 87 Tawaran Kak Rita

    Melihat itu, Bu Maya tercengang sejenak, lalu dia kembali sadar. "Rita... kamu... yah... dasar jalang!" umpat Bu Maya, sambil buru-buru mengejar. Namun, karena dia tadi terdiam dulu, jaraknya dan jarak Joko serta Kak Rita sudah agak jauh. Langkah Kak Rita sangat cepat, jadi Bu Maya tak berhasil m

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 86 Teman Bu Maya Yang Menggoda

    "Jadi maksudmu.. kamu mau, layani aku juga?" tanya Bu Maya dengan nada genit."Kalau kamu mau... tentu saja aku gak nolak! Aku gak pernah nolak wanita cantik! Kalau gak cantik... baru aku tolak!" balas Joko.Senyuman tipis yang tampak nakal terlukis di bibir Bu Maya. Namun, tida

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 85 Berangkat Sama Bu Maya

    Saat Joko sedang berjalan ke tempat motornya, terparkir, matanya sekilas melihat seorang wanita yang dia kenali. Wanita itu sedang berjalan ke arahnya. "Joko, ternyata benar kamu ada di sini," ucap wanita itu dengan nada gembira. "Eh, Bu Maya," sapa Joko dengan nada riang. "Ib

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status