แชร์

Bab 196 Pertarungan Hebat

ผู้เขียน: Tristar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-22 18:42:12

Semua kelompok Darto menerjang lawan. Mereka semua tak ada rasa takut meski lawan berjumlah lebih banyak.

"Mari kulihat, seberapa kuat kalian!" ucap Joko, lalu dia menerjang ke arah pria berambut pirang dan pria bertato, yang sepertinya pemimpin dari kelompok tersebut.

"Bocah, aku habisi kau!" teriak pria bertato sambil menebaskan balok yang dia bawa ke arah kepala Joko.

Para penonton tampak sangat panik, saat melihat pertarungan meledak di sana. Orang yang paling panik tentu saja para wanit
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 309 Enak-Enak Sama Pacar Teman

    Kak Rani menyeringai genit, lalu meraih batang besar itu. Lidahnya menjulur, lalu dia mulai menjilatinya dengan tarian lidah yang sangat lincah. "Uhhh..." Joko melenguh nikmat merasakan sensasi dari jilatan wanita itu. Jari Joko yang berada di apem Kak Rani menari semakin liar. Hal itu membuat Kak Rani mendapatkan kenikmatan juga. Kak Rani memasukkan batang Joko ke dalam mulutnya, lalu mengulumnya. Saking ganasnya, suara-suara becek di hasilkan dari sana. Joko pun memberi permainan lebih jauh. Dia menusukkan jarinya ke dalam apem Kak Rani, lalu memaju mundurkannya. Karena sensasi yang di rasakan semakin hebat, membuat ekspresi wajah Kak Rani semakin kacau. Matanya terus merem melek mengikuti setiap tusukan nikmat jari Joko. Tak lama kemudian, Joko menarik keluar batangnya, lalu dia melebarkan kaki Kak Rani dan mengambil posisi di tengahnya. "Punyaku sudah cukup keras. Punya kakak juga sudah basah banget! Aku masukin yah," ucapnya dengan nada main-main. Kak Rani mengangguk den

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Ban 308 Kak Rani Mengajak Joko Bermain

    Setelah turun dari Yacht, Joko pergi mencari teman-temannya. Dia sempat kebingungan mencari, apalagi di sana sangatlah ramai. Namun, terdengar suara panggilan dari arah samping, tepatnya di tempat naik banana bot. "Jo, di sini!" Joko menoleh, lalu dia pun langsung berlari ke sana. "Aku kira kalian di mana," ucapnya. "Kamu lama banget sih, aku kira kamu tidur," ucap Sumi sambil memeluk tangan Joko. Tubuh wanita itu sudah basah kuyup, seperti sudah beberapa kali naik wahana pantai. "Jo, ayo naik banana bot! Seru lho!" ajak Bang Ari. "Hehe, ayo... ayo!" Joko langsung setuju. "Bayar berapa?" tanyanya. "Gak bayar! Semuanya gratis!" balas Bang Ari. Joko mengangkat alisnya. "Gratis? Masa sih gratis?" "Iya benaran gratis! Petugasnya bilang, rombongan kita bisa sepuasnya baik wahana di sini! Dia bilang, ini sudah fasilitas buat pengguna Luxury Yacht!" Bang Ari menjelaskan. Akhirnya Joko pun paham. "Ternyata begitu. Ya sudah, ayo naik!" Joko dan semua teman-temannya pergi bersenan

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 307 Terjual Sangat Mahal

    Yacht kembali melaju ke suatu arah. Tujuan berikutnya adalah pulau. Di pulau itu, para pengunjung bisa bersantai dan bermain berbagai wahana pantai. Melihat Yacht mewah mendekat, para pengunjung di pulau itu menjadi heboh. Jelas, mereka ingin tahu orang kaya ma yang sedang berlibur. Setelah Yacht berlabuh, dan kelompok Joko turun dari Yacht, ada beberapa orang yang mengenali. "Itu teman-teman Tuan yang kemarin berantem sama Tuan Muda Fendi.""Awas, jangan ada yang ganggu mereka! Tuan Muda Giri pun takut sama Tuan itu!" ucap seorang pria sambil menatap semua orang di dekatnya.Semua orang itu mengangguk paham.===Joko tidak ikut turun, dia beralasan ingin ke toilet dulu. Namun, dia buka pergi ke toilet, malah pergi ke kamar.Setelah menutup pintu, Joko mengambil ponselnya yang di letakkan di kasur kamar itu, lalu dia menelepon Nadya.Telepon tersambung."Halo, ada apa? Aku lagi sibuk nih," ucap Nadya dengan nada malas."Cantik, aku nemu barang bagus lho. Tapi gak tahu berharga apa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 306 Nemu Mutiara

    Beberapa saat berlayar, akhirnya sampai di tujuan pertama. Lokasi itu merupakan tempat untuk menikmati pemandangan terumbu karang. "Jo, ayo turun!" ajak Sumi. "Kamu bisa berenang?" tanya Joko. "Bisa dong," balas Sumi dengan bangga. "Kalau gitu ayo!" ucap Joko dengan antusias. "Aku mau pakai pelampung saja, aku gak bisa berenang," ucap Rara dengan wajah cemberut. "Hehe, gak apa-apa, masih bisa lihat terumbu karang kok!" balas Sumi. Semua orang yang bisa berenang pergi memakai alat selam. Setelah itu, mereka melompat turun dan menyelam. Sementara yang gak bisa, memakai bantuan pelampung untuk menikmati keindahan bawah air. Joko dan Sumi menyelam berdampingan. Melihat banyak ikan yang berenang di sela terumbu karang, Joko malah tertarik untuk menangkapnya.Hanya mengandalkan tangan kosong dan dorongan energi spiritual, Joko menangkap ikan yang berenang lincah itu dengan mudah.Sumi yang melihat tindakan Joko itu sangat terkejut dan tidak percaya. Jika dia tidak memakai tabung ok

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 305 Nadya Akan Beli

    Melihat Joko masuk, semua temannya menghampiri dengan ekspresi antusias. "Jo, Yacht ini mewah banget! Luas banget lagi! Ada beberapa kamar lho di dalamnya," ucap Sumi sambil memeluk tangan Joko. "Kalian sudah berkeliling?" tanya Joko sambil tersenyum lembut. "Sudah." Mereka semua mengangguk. "Kapal kayak gini pasti mahal banget! Kalau sudah kaya, kamu harus beli Jo! Enak buat berlibur di pantai," ujar Rian. "Hehe, kalau sudah kaya, nanggung kalau beli yang kayak gini. Aku mau beli kapal pesiar! Biar bisa ke laut dalam!" balas Joko. "Haha, itu lebih mantap!" Teman-temannya itu tak ada satu pun yang menanyakan obrolan Joko dengan Tuan Muda Giri. Mereka semua paham, ada hal yang gak perlu mereka tahu. Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita menghampiri mereka. Pelayan itu memberi tahu kalau Yacht akan segara berlayar dan dia pun memberi tahu ke mana saja tujuannya. Setelah menjelaskan semuanya, pelayan itu berkata kembali. "Kalau ada minuman dan makanan yang mau di pesan, sil

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 304 Tambang Giok

    Keesokan paginya... Joko dan teman-temannya pergi ke pelabuhan tempat Yacht berlabuh. Pelabuhan itu tidak jauh dari vila, hanya butuh beberapa menit berjalan kaki untuk sampai di sana. Saat Joko dan teman-temannya sampai di sana, ternyata Tuan Muda Giri sudah berada di sana. Luxury Yacht juga sudah berlabuh di belakangnya. "Aku kira kau berbohong," ucap Joko dengan nada santai. "Gak akan. Mana mungkin aku berani berbohong sama Tuan Joko," balas Tuan Muda Giri sambil menghampiri Joko dengan ekspresi berseri-seri. Joko menatap Yacht itu dengan takjub. "Yang kayak gini pasti mahal yah?" "Hehe, ini salah satu usaha milik keluargaku. Kebetulan di sewakan di panti ini. Kalau harganya lumayan! Tapi pastinya masih ke beli kalau sama Tuan Joko," balas Tuan Muda Giri.Semua teman Joko tentu saja terkejut. Mereka semua jelas tahu, kalau Yacht pasti harganya miliaran."Emangnya Joko punya uang berapa banyak?" itulah yang terpikirkan mereka semua."Sudah bisa di naiki?" tanya Joko."Sudah..

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 5 Godaan Dan Tawaran

    Joko melajukan motornya ke luar dari kampung, ia pergi menjemput gadis bernama Mia di kosannya. Sampai di sana, ternyata Mia belum siap. Pada akhirnya, Joko menjemput langganannya yang lain terlebih dahulu. Gadis yang Joko jemput bernama Dea. Kosan Dea tidak jauh dari kosan Mia, jadi tidak butuh

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 4 Bu Tika Lebih Berani

    Ketika hari mulai beranjak sore, Joko memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Penghasilannya dari mengojek hari ini sudah cukup banyak, jadi ia tidak perlu lagi berkeliling mencari penumpang hingga malam. Setelah selesai bersih-bersih, Joko duduk di kursi yang sudah tampak lapuk dimakan usia. Ia kemu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status