Inicio / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 104. Putri Budukan vs Dewa Geli

Compartir

104. Putri Budukan vs Dewa Geli

last update Fecha de publicación: 2024-05-23 01:02:03

Tak mau melihat Puncak Kupu-kupu yang menjadi tempat tinggalnya meledak hancur karena pukulan dahsyat tiga puluh manusia raksasa, Putri Budukan meloncat cepat. Dia turut maju menyerang Dewa Geli. Di tangannya telah tercekal sebuah bola bergerigi.

Sambil mengirim tendangan ke kepala, Putri Budukan menghantamkan bola bergerigi yang dibawanya ke dada Dewa Geli. Namun, serangan wanita buruk rupa itu hanya mengenai angin kosong. Tubuh Dewa Geli dapat berkelebat amat cepat. Gerakan si bocah

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pendekar Kera Sakti   1728. Part 9

    "Menyebar...!" seru seorang pengawal berompi merah yang kumisnya cukup lebat dan wajahnya berkesan angker itu. Ia mencabut pedangnya, kemudian mengibaskan ke berbagai arah dengan gerakan memutar.Trang, trang, tring...!Rupanya gerakan pedang itu dilakukan untuk menangkis serangan tiga mata pisau yang meluncur deras ke arahnya. Tiga pisau itu berhasil ditangkis, namun pisau keempat tak mampu dihindari lagi.Zuuuut...! Juubb...!"Aaaahhh...!" orang itu menjerit dengan kasar dan keras, matanya mendelik, tubuhnya mengejang. Sebilah pisau berukuran dua kali lebih besar dari pisaupisau tadi telah menancap di tengkuknya. Pisau itu membuat orang tersebut roboh ke depan, menggelepar sebentar, setelah itu menghembuskan napas terakhir dan tak bergerak lagi."Dari mana datangnya serangan itu!" gumam Baraka dengan heran dan matanya bergerak jelalatan memandang ke sana-sini."Serangan itu dilakukan oleh dua orang," bisik Rara Santika. "Yang satu berada d

  • Pendekar Kera Sakti   1727. Part 8

    Pendekar Kera Sakti jadi salah tingkah. Aroma wangi yang menyebar dari tubuh perempuan berjubah merah jambu itu menimbulkan kegelisahan sendiri di hati Baraka. Bola mata yang sedikit besar namun berbentuk indah dengan bulu mata lentik itu menggelitik perasaan cinta Baraka. Belum lagi dandanannya yang tergolong seronok, jubah tak berkancing dengan penutup dada tipis warna biru muda, sungguh menggoda jiwa pemuda dari Lembah Kera itu. "Montok sekali dia? Kulitnya putih mulus dan, waaah... pikiranku jadi kacau kalau begini," keluh Pendekar Kera Sakti dalam hatinya. Akhirnya Baraka melirik kipas gading yang terselip di pinggang perempuan itu. Ia lakukan lirikan ke arah kipas, karena hatinya merasa tak kuat menahan debaran indah jika terlalu lama memandang wajah berbibir menantang gairah itu."Apakah orang di dalam tandu itu sudah keluar?" bisik perempuan tersebut berlagak akrab, seakan tak membutuhkan basa-basi sama sekali."Bel... belum," jawab Baraka agak gugup karena deb

  • Pendekar Kera Sakti   1726. Part 7

    SEJAK berpisah dan berpencar arah dengan Tembang Selayang dan Resi Pakar Pantun, hati Baraka diliputi rasa penasaran ingin segera bertemu dengan yang namanya Gundik Sakti. Rasa ingin menjajal ilmu si Gundik Sakti membuat Baraka mempercepat langkahnya menuju Bukit Sangkur. Untung sang Resi memberinya petunjuk arah menuju Bukit Sangkur dan ciri-ciri lembah berhutan cemara putih, sehingga Baraka merasa tak akan salah langkah."Kau akan melalui dua buah desa," kata sang Resi sebelum berpisah. "Bermalamlah di desa pertama walau hari masih terang. Sebab jika kau lanjutkan perjalananmu, maka kau akan bermalam di hutan dan mencapai desa kedua esok harinya. Tapi jika kau bermalam di desa pertama, maka keberangkatanmu dari desa itu pada esok harinya akan membuatmu tiba di desa kedua di senja hari, dan kau bisa bermalam lagi di desa kedua itu. Lanjutkan perjalanan pada pagi harinya, maka kau akan tiba di Bukit Sangkur menjelang matahari bertengger di atas kepala manusia."Tentu s

  • Pendekar Kera Sakti   1725. Part 6

    Tembang Selayang dan Resi Pakar Pantun sama-sama pandangi Baraka."Ini tugasku; tugas menghancurkan tindak angkara murka dan kekejaman. Kalian tak perlu repot-repot melabrak ke Gua Tumbal Perawan, biar aku saja yang datang ke gua itu."Tembang Selayang mencibir sinis. "Kau tak akan mampu hancurkan Gundik Sakti....""Ilmunya cukup tinggi," sahut Resi Pakar Pantun."Kau lihat sendiri bagaimana ia menghukum pengawalnya yang gagal melumpuhkan diriku tadi? Ia mampu membunuh tanpa terlihat wujudnya, ia menguasai jurus ‘Teropong Pati' dan beberapa jurus lainnya. Bukankah begitu maksudmu, Tembang Selayang?""Yang jelas, Baraka tak akan mampu membunuh perempuan itu, sebab perempuan itu cantik dan tubuhnya sangat mengundang gairah bagi lawan jenisnya. Ia mampu membuat lawan jenisnya bertekuk lutut dengan ilmu pemikat yang dimilikinya, ilmu pemikatnya itu bukan saja untuk lelaki, tapi seorang gadis pun mampu terpengaruh oleh ilmu pemikat-nya, menjadi menurut dibawa ke mana saja, sehingga bagi se

  • Pendekar Kera Sakti   1724. Part 5

    Pencarian mereka dilakukan hingga beberapa saat lamanya. Namun agaknya tak satu pun temukan orang yang dicurigai telah lakukan pembunuhan terhadap beberapa pengawal tandu itu. Tepat di sebuah karang bertebing batu, secara tak sengaja mereka berkumpul kembali dari berbagai arah."Tak ada yang bisa ku lacak," kata Tembang Selayang."Aku pun tak menemukan apa-apa," kata Pendekar Kera Sakti.Sang Resi diam sebentar, kemudian setelah pandangi keadaan sekeliling, ia berkata dengan suara pelan mirip orang menggumam. "Gundik Sakti yang lakukan pembunuhan itu! Pasti dia orangnya.""Mengapa dia lakukan terhadap para pengawalnya sendiri? Mengapa tidak ia lakukan terhadap diri kita?" tanya Tembang Selayang bernada menyanggah pendapat Resi Pakar Pantun."Gundik Sakti merasa kecewa terhadap para pengawalnya yang tak mampu tumbangkan diriku," ujar sang Resi. "Ia merasa sia-sia punya pengawal seperti mereka, lalu merasa lebih baik membuang mereka ke neraka!"

  • Pendekar Kera Sakti   1723. Part 4

    "Benar-benar kosong? Kau tidak bohong?""Bohong," jawabnya pendek dan menjengkelkan.Ploook...! Wajah orang itu dihantam keras-keras oleh pangkal telapak tangan Tembang Selayang, hingga terpental beberapa langkah jauhnya. Tapi orang itu tetap bengong seperti tak pernah mengalami apa-apa.Pengawal yang satu juga direnggut Tembang Selayang, mata gadis itu pancarkan kemarahan lebih tajam lagi. Ia menggertak dengan suara keras, tanpa mengejutkan dan tanpa memancing perhatian para pengawal lainnya yang keadaannya seperti orang linglung itu."Di mana perempuan bejat itu! Jawab...!""Bejat!" jawab orang tersebut dengan agak keras."Kuhabisi masa hidupmu kalau kau main-main denganku. Jawab dengan benar atau kuhabisi masa hidupmu, hah!""Hiduuup...! Hiduuuupp...!" orang itu justru bersorak.Tembang Selayang jengkel sekali dan dihantamnya dada orang itu.Buuuhg...! Wuuuus...! Brruk...!Orang itu jatuh terpuruk tanpa tenaga.

  • Pendekar Kera Sakti   1512. Part 7

    “Buktinya kau sudah pandai mencium bibirku""mencium bibir itu kan pekerjaan yang mudah. Yang sulit mencium anak panah!" Baraka menanggapi dengan kelakar, Muria Wardani geli. Keiakar itulah yang sering membuat Muria Wardani merasa betah bicara dengan Pendekar Kera Sakti.&ldqu

    last updateÚltima actualización : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1528. Part 23

    Orang yang tidur dengan berjalan, yang bisa bertarung sambil mendengkur, tak ada lain kecuali si Bwana Sekarat utusan dari Pulau Serindu yang mempunyai ratu Hyun Jelita alias Gusti Mahkota Sejati Ratu Ayu Sejagat. maka ketika Baraka tampil di depan para prajurit kadipaten, maka ia beri isyarat ke

    last updateÚltima actualización : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1497. Part 15

    Gusraak...!Ia buru-buru bangkit karena mendengar seruan Dewi Gapit Mesra yang bergegas menyerangnya kembali."Hiaaat...!" Lompatannya kali ini menyerupai seekor singa betina yang buas dan sangat bernafsu terhadap mangsanya. Senjata cakra bergerigi itu dikibaskan ke arah dada Telaga

    last updateÚltima actualización : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   298. Part 13

    "Baraka ... hidupku ... tidak ... lama lagi ... ""Ningrum, aku yakin kau pasti sembuh!" potong Baraka dengan cepat.Ningrum menggeleng dengan lemah. "Percuma aku hidup... kalau keadaanku seperti ini Baraka"Baraka hanya diam tak menjawab ucapan Ningrum. Sementara Ningrum mulai

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status