Share

1251. Part 18

last update Tanggal publikasi: 2025-04-25 01:02:09

Tetapi tiba-tiba sekelebat Sinar putih perak dari telapak tangan sang pengintai melesat lebih dulu sebelum Rajang Lebong lepaskan jurus 'Pasir Neraka' andalannya.

Zlaaap...!

Sinar putih perak yang dinamakan jurus 'Tapak Dewa Kayangan' itu tepat kedai dada Rajang Lebong.

Deeub...! Blaaarrr...!

Apa yang terjadi sungguh tak diduga-duga oleh Pangkas Caling. Tubuh Rajang Lebong hancur. Pecah menjadi serpihan-serpihan daging dan tulang yang menyebar ke mana-mana. Bahkan

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1632. Part 10

    "Matanya siapa?" sela Baraka menanggapi dengan santai juga."Mungkin mata kalian itulah yang dibohongi!" gerutu Tua Bangka.Darah Prabu dan Pinang Sari menjadi heran dan menampakkan wajah keraguannya. Akhirnya Darah Prabu berkata, "Aku perlu tanyakan kepada Guru tentang kebenaran pusaka itu. Ada atau tidak, dan benarkah Empu Tapak Rengat tidak mau memegang senjata pusaka lagi. Aku perlu jawaban dari Guru secepatnya.""Aku akan mendampingimu," kata Pinang Sari. "Aku juga perlu menceritakan kematian guruku kepada Resi Badranaya, sebab kudengar kabar dari seorang tokoh tua yang telah tiada; Resi Badranaya adalah kakak sepupu mendiang guruku."Baraka menyahut, "Kalau begitu aku akan ke Gunung Bunting untuk temui Empu Tapak Rengat. Akan kutanyakan kebenaran tentang pusaka itu juga.""Baiklah, kita berpisah untuk sementara waktu Baraka," kata Pinang Sari."Sepertinya kita akan jumpa lagi dalam peristiwa Kapak Kubur ini. Kita sama-sama mencari kete

  • Pendekar Kera Sakti   1631. Part 9

    "Begitukah menurutmu, Kek?" Darah Prabu tersenyum, segera memandang Baraka dan bertanya, "Apakah kau datang bersama kakekmu ini, Kang?""Aku bukan kakeknya Baraka!" potong Tua Bangka."Aku... aku adalah penasihatnya Pendekar Kera Sakti. Ya, penasihat pribadi!"Baraka melirik dengan sedikit bersungut-sungut. Tua Bangka tak enak hati, sehingga berkata kepada Darah Prabu, "Maksudnya, penasihat yang jarang sehat. He, he, he...!"Tiba-tiba gadis cantik itu berkerut dahi dan berkata pelan, “Tua Bangka, aku sepertinya pernah melihatmu sebelum ini.""O, ya! Di mana kau melihatku, Anak manis?""Entah. Aku lupa. Tapi aku merasa pernah melihatmu. Mungkin... mungkin dalam mimpi.""Memang dari muda aku sering menjadi impian para gadis," kata Tua Bangka dengan nada sombong, membuat Baraka mencibir geli."Apakah kau kenal dengan Papan Rayap tadi, Darah Prabu!" tanya Baraka mengalihkan pembicaraan.“Tidak. Aku tidak kenal de

  • Pendekar Kera Sakti   1630. Part 8

    Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi hijau matang. Suling Naga Krishna yang telah berwarna hijau matang dijulurkan lurus ke depan. Saat Baraka mengalirkan tenaga dalam, lubang-lubang yang ada di Suling Naga Krishna menyemburkan asap berwarna hijau."Wusss...!"Asap yang mengandung racun itu segera lenyap diterbangkan angin. Baraka menarik nafas lega, selanjutnya tinggal menyembuhkan luka Pinang Sari. Dengan satu sentakan tangan kanannya, jari tengah Baraka mengeras lurus dan dari ujung jari itu melesat sinar putih bening seperti kaca. Sinar itu menghantam pertengahan dada Pinang Sari. Aji Kristal Bening digunakan oleh Baraka.Clapp...!Dess...!Lebih dari lima helaan napas sinar bening mirip kaca itu dibiarkan menghantam tubuh Pinang Sari. Beberapa saat kemudian, tampak kulit tubuh yang terluka itu bergerak-gerak. Dari berubah warnanya sampai gerakannya membentuk kesatuan seperti semula.Trang, trang, tran

  • Pendekar Kera Sakti   1629. Part 7

    Wuuttt...! Brreett...!"Aaauh...!" Pinang Sari terpekik. Ulu hatinya bagaikan sedang dibedah oleh pedang lengkung itu. Ia segera tersentak mundur dan tergagap-gagap. Darah menyembur dari luka panjang tersebut.Brrukk...!Pinang Sari jatuh terjengkang, kini ia terkapar dengan tubuh menggigil. Rupanya pedang si Papan Rayap beracun ganas. Dalam waktu cukup singkat tubuh Pinang Sari mulai dikerumuni rayap yang muncul dari dalam tanah akibat mencium bau racun pedang yang bercampur dengan darah. Binatang putih kecil-kecil itu semakin banyak jumlahnya dan membuat Pinang Sari menjerit karena jijik."Katakan di mana kau simpan kapak itu! Lekas! Kalau tidak kau katakan, akan kubiarkan rayap-rayap itu menggerogoti tubuhnya hingga menjadi tulang belulang!"Namun sekelebat bayangan segera bergerak menerjang Papan Rayap.Bruuss...!Papan Rayap terpelanting dan jatuh dengan menyedihkan karena kepalanya bagaikan disambar kaki petir. Hampir saja ujung

  • Pendekar Kera Sakti   1628. Part 6

    Orang kerempeng yang menjadi lawan Pinang Sari itu memakai jubah coklat tua yang lusuh dengan celana merah tanpa baju dalam. Tulang iganya kelihatan bertonjolan. Wajahnya tampak angker, karena matanya biar kecil tapi memancarkan kebengisan. Rambutnya kucal, tipis, panjang sebatas punggung. Lelaki itu menyelipkan senjata di pinggangnya berupa pedang lengkung panjangnya satu lengan, tapi ukurannya cukup kecil. Pedang itu belum dicabutnya, ia masih menggunakan tangan kosong dalam melawan Pinang Sari. Tangannya itu bagaikan besi yang mampu membuat pohon yang terhantam menjadi somplak besar. Pinang Sari masih tampakkan kelincahannya dengan melenting ke atas dan bersalto hindari serangan orang kurus itu.Wuukkk...!Pinang Sari mendarat ke belakang orang kurus itu dalam jarak lima langkah. Orang kurus itu segera balikkan badan dan sentakkan satu tangannya ke depan.Wuuttt...!Slaapp...! Sinar merah lurus tanpa putus keluar dari tangan telapak tangannya. Sinar se

  • Pendekar Kera Sakti   1627. Part 5

    "Dulu aku pernah mengabdi kepada sang Adipati sebagai juru taman. Tapi baru tiga purnama sudah dipecat, karena aku dianggap malas kerjaku hanya nonton Branjang Kawat melatih ilmu kanuragan kepada para prajurit kadipaten. Setelah beberapa waktu berlalu, tiba-tiba aku dicari mereka kembali dan ditangkap atas tuduhan mencuri sebuah pusaka. Padahal waktu aku pergi dari istana kadipaten, aku tidak mencuri apa-apa kecuali sebungkus nasi untuk bekal di perjalanan.""Pusaka apa maksudnya?" Baraka makin tertarik."Nama pusaka itu adalah Kapak Kubur."Baraka terkejut mendengar nama pusaka tersebut. "Kapak Kubur pernah kudengar dari mulut Ayunda?" pikirnya, "Kalau tak salah ingat, seseorang yang mempunyai ilmu 'Mahkota Neraka' hanya bisa dibunuh oleh Kapak Kubur. Dan ilmu 'Mahkota Neraka' dimiliki oleh Gandapura, manusia titisan raksasa yang doyan makan daging manusia dan sekarang kabarnya sedang mengamuk di Pulau Jelaga. Tapi, apa benar Kapak Kubur pernah dimiliki oleh Ad

  • Pendekar Kera Sakti   373. Part 2

    Tiba-tiba sang gadis berseru,"Berhenti! Jangan mendekat lagi!""Lho, kenapa?""Aku mau bunuh diri! Aku tak mau kau pegangi saat aku mau melompat nanti!""Kau mau bunuh diri?" Baraka bernada tidak percaya. Sengaja ia bernada begitu, supaya sang gadis mengurungkan niatnya k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   360. Part 10

    "Luar biasa. Memang anak ini benar-benar anak aneh. Pingsan saja masih bisa menantang, apalagi kalau dalam keadaan sadar. Oh, aku tak bisa bertahan lagi."Sistem penyembuhan untuk menghancurkan Racun Kembang Kubur telah membuat kepekaan tinggi dari semua urat saraf di tubuh sang Pendekar Ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   336. Part 3

    “Yang kutanyakan, dari mana kau tahu namaku Dukun Gadai?”“Ooo… itu? He, he, he, he… Aku tadi mendengar sahabatku itu menyebutmu Dukun Gadai. Sahabatku itu tak pernah bohong, jadi aku percaya bahwa namamu Dukun Gadai. Apa mau diganti Gadai Jaya?”

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
  • Pendekar Kera Sakti   362. Part 12

    BULAN PURNAMA kurang dua malam lagi. Bukit Jengkal Demit sudah banyak disatroni para tokoh rimba persilatan. Tentu saja mereka datang secara sembunyi- sembunyi. Ada yang datang berdua, ada yang datangnya bertiga. Tetapi yang banyak mereka datang secara pribadi. Sendiri dan tersembunyi. Arah sasar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-21
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status