Share

1507. Part 2

last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-15 01:01:32

Raja Tato sebagai ketua perompak laut pernah memerintahkan anak buahnya untuk merampas kapal pengangkut perak itu. Tapl oleh Kertapaksi anak buah Raja Tato dibabat habis. Saat itu Kertapaksi bersenjata pedang. Kematian anak buah Raja Tato itu membuat sang Raja Tato menaruh dendam kepada Kertapaksi. ia bersumpah akan mencabut nyawa Kertapaksi jika masa berkabungnya sudah selesai.

Tiga purnama lamanya masa berkabung itu berlangsung. Dan sekarang Raja Tato benar-benar datang untuk memenuhi janji serta sumpahnya kepada Kertapaksi. "Tetapi urusan klta bukan hanya sekadar persoalan di atas kapal itu. Kertapaksi. Ada persoalan lain yang harus kutuntaskan pula kepadamu!”

"Aku bersedia." jawab Kertapaksi dengan tegas.

“Tapi kuingin tahu persoalan baru kita itu apa. Raja Tato?"

“Kudengar kau melamar Putri Adipati Jayengrana yang bernama Muria Wardani.”

"Benar"

"Kau berurusan denganku, Kertapaksi. Karena sejak gadis itu berusia

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1508. Part 3

    "Uuhg...!? Raja Tato mengerang dengan seringai kesakitan. Samurainya tetap tergenggam dengan dua tangan. Pegangan itulah yang membuat Raja Tato tak bisa menahan tubuhnya dengan tangan saat berguling-guling tadi. Pukulan jarak jauh tanpa sinar yang punya kekuatan tinggi itu datang dari seorang lelaki tua yang muncul dari hutan kelapa tepi pantai tersebut. Lelaki itu segera berkeiebat dalam gerak cepatnya. Tahu-tahu sudah ada disamping Kertapaksi. Hal itu membuat Kartapaksl kaget dan segera menyapa penuh hormat.“Eyang Resi..?" Kertapaksi segera bersikap hormat kepada lelaki tua itu.Sebelum si leiakl tua menyahut sapaan Kertapaksi. Raja Tato sudah bangkit lagi dengan samurainya berlari cepat lalu melompat menerjang mereka. Tetapi sebelum hal itu teriadl, lelaki tua itu menyodokkan tangannya dalam keadaan jari lurus rapat.Wutt..!Sodokan itu mempunyai kekuatan tenaga dalam jarak jauh yang mampu membuat Raja Tato terjungkal ke belakang lagi.Wu

  • Pendekar Kera Sakti   1507. Part 2

    Raja Tato sebagai ketua perompak laut pernah memerintahkan anak buahnya untuk merampas kapal pengangkut perak itu. Tapl oleh Kertapaksi anak buah Raja Tato dibabat habis. Saat itu Kertapaksi bersenjata pedang. Kematian anak buah Raja Tato itu membuat sang Raja Tato menaruh dendam kepada Kertapaksi. ia bersumpah akan mencabut nyawa Kertapaksi jika masa berkabungnya sudah selesai.Tiga purnama lamanya masa berkabung itu berlangsung. Dan sekarang Raja Tato benar-benar datang untuk memenuhi janji serta sumpahnya kepada Kertapaksi. "Tetapi urusan klta bukan hanya sekadar persoalan di atas kapal itu. Kertapaksi. Ada persoalan lain yang harus kutuntaskan pula kepadamu!”"Aku bersedia." jawab Kertapaksi dengan tegas.“Tapi kuingin tahu persoalan baru kita itu apa. Raja Tato?"“Kudengar kau melamar Putri Adipati Jayengrana yang bernama Muria Wardani.”"Benar""Kau berurusan denganku, Kertapaksi. Karena sejak gadis itu berusia

  • Pendekar Kera Sakti   1506. ASMARA DARAH BIRU

    CAHAYA pagi muncul dari balik bukit bertebing. Dari arah pantai tampak sosok bayangan hitam berdiri di tebing itu membelakangi matahari. Sosok bayangan hitam itu tampak berdiri tegak. kakinya merenggang, kedua tangannya sedikit mengembang berkesan gagah dan kekar. Garis bayangan pedang tampak membayang pula dn pinggang kirinya. Melihat bentuk pedang yang memanjang ke bawah. agaknya senjata itu tak layak dikatakan sebagai pedang. Lebih tepat jika dikatakan sebagai samurai bersarung hitam.Rupanya di pantai sudah ada orang yang menunggu bayangan hitam itu. Orang yang menunggu di pantai itu mengenakan baju tangan panjang putlh dirangkap rompi merah dan celananya juga merah. Rompi dan celananya itu mempunyai hiasan benang emas bersulam. Rambutnya pendek, berikat kepala dari Logam emas dengan batu merah bening di tengahnya. Rupanya ia seorang pemuda berusia sekitar dua puluh lima tahun. Tangannya memegang busur dengan anak panah siap dibidikkan, Pemuda itu ternyata anak raja Bumil

  • Pendekar Kera Sakti   1505. Part 23

    "Muri... ooohh...!"Habis sudah napas Sulang Dongo. Ia tak bernyawa lagi. Baraka menyesalkan kekerasan hati Sulang Dongo yang tak mau ditolong itu. Seandainya ia mau ditolong dan menyetujui perjanjiannya dengan Pendekar Kera Sakti, setidaknya sampai saat ini pun Sulang Dongo masih bisa menyebutkan nama Muria Wardani.Baraka segera mendekati Telaga Sunyi yang tundukkan kepala di bawah pohon. Dengan mata memandang tak berkedip suara Pendekar Kera Sakti pun terdengar jelas di telinga gadis itu."Mengapa dia mengulurkan tangan padamu, Telaga Sunyi? Mengapa dia memanggilmu Muria...?"Telaga Sunyi pun akhirnya tarik napas panjang-panjang dan berkata, "Memang akulah Muria Wardani!"Kini Pendekar Kera Sakti yang terperangah dengan pandangan mata tak berkedip sedikit pun. Seakan ada sesuatu yang menyumbat tenggorokan Pendekar Kera Sakti."Akulah Muria Wardani, dan akulah putri sang Adipati itu!""Ajaib sekali!" gumam Baraka. "Ajaib sekali, men

  • Pendekar Kera Sakti   1504. Part 22

    Setelah mereka melintasi desa ketiga, perjalanan terhenti kembali karena munculnya seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh tahun yang menghadang langkah mereka. Lelaki itu bertubuh sedikit gemuk, mempunyai kumis lebat. Tampak gagah namun berwajah culas, ia mengenakan pakaian merah berlengan tanggung sampai lewat siku. Senjata yang dibawanya adalah golok lebar bergelang-gelang tiga buah pada bagian sisinya. Rambutnya yang panjang dijepit dengan ikat kepala warna merah juga."O, ini orangnya!" kata lelaki berkumis. "Ha, ha, ha, ha... rupanya hanya seorang bocah kemarin sore yang belum bisa buang ingus!""Apa maksudmu? Siapa kau sebenarnya?" tanya Baraka dengan heran."Apakah si manis itu belum sebutkan namaku?" sambil orang itu menuding Telaga Sunyi. "Sayang, ayo perkenalkan diriku kepada bocah ingusan itu!""Siapa dia, Telaga?" bisik Baraka kepada Telaga Sunyi. Gadis itu agak gugup, tapi akhirnya menjawab pertanyaan tadi."Dia yang bernama Sulang

  • Pendekar Kera Sakti   1503. Part 21

    Ketika mereka tiba di tempat semula, mulut gua masih tertutup batu besar. Kali ini, Baraka menggunakan ilmu ‘Mata Malaikat’-nya karena dadanya masih diliputi oleh gemuruh kecemburuan atas kata-kata Nyai Kucir Setan itu.Claaap...! Claaap...!Tiba-tiba dari kedua mata Baraka keluar sinar terang berwarna putih keperakan. Bentuknya sebesar lidi, melesat dari kedua mata Baraka. Sinar putih keperakan itu begitu melesat langsung berputar cepat, makin lama semakin besar, memercikkan bunga api warna merah.Woos, wooos, woos, woos...!Sinar putih keperakan itu bagaikan sinar laser yang kini menghantam batu besar yang menutupi mulut gua.Glegaaarrr...!Batu besar itu pun terbang dan terbelah menjadi tiga bagian.Cahaya matahari pagi masuk ke dalam gua, sementara dinding gua semakin bergetar. Langit-langit gua pun bertambah hancur. Dengan gerakan cepat Pendekar Kera Sakti melesat keluar dari mulut gua yang menjadi lebar akibat sebagi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status