LOGINChen sang pembunuh bayaran mati saat menjalankan Misi, saat membuka mata Chen berada di tempat berbeda dengan sebelumnya, ingatan pemilik tubuh sebelumnya yang berputar di kepalanya membuatnya mengerti semua. Saat mencari jalan keluar Chen malah menemukan pedang yang memiliki roh, sang roh pedang membantunya sedikit kultivasi agar bisa keluar dari hutan dan agar tidak terlihat lemah.
View MoreDisclaimer :
This is a work of fiction. Unless otherwise indicated, all the names, characters, businesses, places, events and incidents in this book are either the product of the author's imagination or used in a fictitious manner. Any resemblance to actual persons, living or dead, or actual events is purely coincidental.
All rights are reserved.
No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval
system or transmitted in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without prior permission of the copyright owner.~~~Chapter 1 : It's just the beginning~~~Is it the beginning or the end?
Are you kidding me!
This was the end!
Definitely the end, at least for me.
Now for those who don't know me, you must be thinking why am I being so dramatic for the first thing in the morning?
Trust me you would as well if you were in my position too.
Spending the last night of my vacation by partying and drinking into oblivion was the highlight of my master plan.
Waking up, naked and tangled in the sheets with a stranger was definitely not.
Yes, there was a stranger beside me and he was sleeping very peacefully with his arm around my midsection.
He looked a couple of years older than me, must be in his late twenties if I was not guessing wrong.
The man appeared as calm as a sleeping tiger can be who just had its meal of the night wholeheartedly.
No matter how breathtakingly handsome this man may seem, he was still a stranger.
And so was my surroundings.
This man can also be a serial killer, so I should be alerted.
Shit, that could also be true!
But at least I think he must have been one handsome serial killer.
All right! It was too frightening to be thinking about serial killers in a strange place with a stranger beside them, so, let’s not walk in that route.
That's exactly why I said this is the end.
Or could be a delicious new beginning.
'Okay, stop there' you need to take control of your thoughts right now.' I murmured as my thoughts were getting out of control.
'Think, think… how did you end up here?' I tried to figure out.
"Shit! What the fuck did I do last night?"
And why the hell was I here, tangled up in the sheets with a stranger?
Calm down. I tried to calm down myself because no way I was ready to have a panic attack first thing in the morning
It's been long since I had a panic attack and judging by my actions, I could clearly feel my inside clenching with a sense of uncertainty.
I learnt never to drink to fill up my guts unless I want to end up with a parched throat dryer than the Sahara desert and a killer headache.
Consider the lesson that was learned.
My body was feeling sour.
The pain was not bad, to be honest.
It was worth it actually.
Why?
Well, my body was aching from the after-effects of the best s*x I ever had, thanks to the delicious devil sleeping beside me.
So yeah it was worth it.
For your kind information, I was no masochist and neither the man beside me was any sadist.
I have lost count of how many times I have orgasmed last night thanks to Mister Stranger.
This man was my nirvana personified.
Curious?
Then I have to disclose about how I met him in the first place.
Beware, you are all in for one hell of a sexy ride.
Suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari arah belakangnya, Chen yang melihat siapa yang datang hanya menatapnya dari awal Chen sudah curiga pada pria yang mengantarnya naik ke setiap tingkatan. "Tidak ku sangka aku terlalu meremehkan mu, aku mengira kamu sudah mati di tangan mereka," ucap sang pria."Aku sudah menduganya dari awal," sahut Chen "Baguslah kalau kamu bisa menduganya, Sekarang berikan semua isi di dalam peti mati itu, termasuk kotak yang kamu sembunyikan di dalam baju mu," ucap sang pria."Kenapa aku harus memberikannya pada mu, aku yang membukanya tentu saja ini menjadi mili ku," sahut Chen.Walau sebenarnya Chen sama sekali tidak tertarik dengan yang ada di dalam peti Chen langsung mengambil semuanya dan menyimpannya masuk ke dalam kantong ruang miliknya, Chen berpikir mending dia memilikinya sendiri daripada memberikan kepada orang yang ingin memanfaatkannya."Aku sudah berada di sini lebih dari lima belas tahun dan tidak bisa membukanya, atas dasar apa kamu yang
Kedua ketua lainnya terkejut melihat saudari mereka yang saat ini terduduk sambil terus berteriak, ketua Nie Ang bisa melihat kalau saat ini tangan Nie Ya terbakar.Mereka tidak tahu apa yang dilakukan Chen, kenapa jarum milik Nie Ya bisa terbakar api seperti itu."Apa yang kamu lakukan pada saudari ku!" teriak Nie Ang yang terlihat sangat marah."Aku hanya mengembalikan miliknya," ucap Chen dengan sangat santai."Kita habisi saja dia, berani sekali mencari masalah dengan kita," sahut Nie Eng.Nie Ang menghampiri Chen dengan tatapan membunuh dan mengarahkan pedangnya ke leher Chen, melihat pedang yang tepat ada di lehernya Chen sama sekali tidak takut, Chen yang malah tersenyum membuat Nie Ang semakin kesal padanya."Aku sebenarnya tidak ingin membunuh mu dengan tanganku, tapi kamu yang memaksa ku melakukannya, anggap saja kamu sedang tidak beruntung saat ini," ucap Nie Ang."Sombong sekali, bunuh saja jangan banyak bicara," sahut Chen menghilang ke belakang."Akan ku turuti permintaa
Melihat sang pria yang sangat meremehkannya Chen hanya menyunggingkan bibir dan berjalan melewatinya, Chen melangkah menuruni tingkatan hingga ke tingkat dasar pertama.Chen sendiri sebenarnya sejak tadi sudah merasa sangat kesal karena sang misterius terus memintanya mencari peti kecil yang ada di bagian bawah menara cahaya."Tunggu dulu." Pria yang meremehkan Chen masih terus mengikutinya, Chen ingin tahu apa lagi yang akan dikatakan sang pria yang mengikutinya seketika Chen menghentikan langkahnya."Kenapa lagi?""Kamu sudah sampai ke tingkat sembilan untuk apa lagi kamu ke tingkat dasar pertama?" ucap sang pria yang berdiri di samping Chen."Apa yang salah jika aku ke tingkat dasar pertama, bahkan aku akan memasuki tingkat dasar inti," Jawab Chen dengan santai nya."Hahahahaha," Pria di depan Chen tiba-tiba tertawa sangat keras.Chen tidak memperdulikannya dan langsung melanjutkan langkahnya yang terhenti, ternyata percuma saja dirinya menghentikan langkah pikir Chen yang kesal
Chen mengambil kitab di sampingnya yang tersisa satu, Chen langsung membuka kitab tinju pembelah lautan dan kembali menutup matanya.Tepat setelah menutup mata Chen merasa kakinya terendam di dalam air yang tidak terlalu dalam, Chen yang membuka matanya melihat lurus ke depan.Luasnya lautan dan semilir angin sejuk membuat Chen terdiam, air laut seperti memanggilnya untuk merenangi lautan di depannya hingga ke ujung."Kamu tidak akan bisa mencari ujung dari lautan, kembali saja anak muda." Suara seorang pria dari belakang Chen membuatnya langsung memutar badannya, Chen menatap pria paruh baya yang berdiri hanya beberapa langkah di depannya saat ini."Dari mana kamu mengetahuinya? Siapa kamu sebenarnya?" tanya Chen."Aku mengetahuinya karena aku kepingan roh yang tinggal sangat lama di sini, kamu bukan orang pertama yang datang kemari," ucap sang pria."Jadi apakah anda pemilik jurus tinju pembelah lautan?" tanya Chen lagi."Aku bukan pemilik jurus itu, aku sama seperti mu yang hanya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.