Share

975. Part 11

last update publish date: 2025-01-22 01:04:27

Pukulan jarak jauh itu hanya membuat nyeri di tulang belakang. Tapi Sedayu cepat mengatasi rata nyeri itu dengan menghirup napas panjang-panjang dan menahannya beberapa saat. Perempuan berpakaian biru muda itu kini tegak di depan lelaki berpakaian kulit bulu beruang putih yang tanpa lengan, menyerupai rompi panjang itu.

Mereka saling berpandangan mata tajam beberapa saat, kemudian Sedayu yang membuka suara lebih dulu, "Tak kusangka kau keji padaku, Ekayana!"

"Karena kau pun keja

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1576. Part 2

    "O, iya, ya! Kalau begitu, mari kita cepat pergi dari sini. Jangan mengganggu tidurnya. Nanti kalau kita berisik di sini tidurnya terganggu dan dia bisa marah kepada kita."Kedua orang itu segera pergi, tapi masing-masing berceloteh tentang kabar yang mereka dengar dari mulut ke kuping tentang kesaktian Pendekar Kera Sakti. Bahkan yang bertubuh pendek mempunyai pendapat, jika Baraka tidak sedang kelelahan, tentunya tak akan mau tidur di atas dedaunan sekecil itu.Mendung menyingkir dengan penuh kesadaran. Sang matahari menerobos celah dedaunan. Matahari sudah mulai bergeser ke barat. Cahayanya masih menyengat dan membuat Pendekar Kera Sakti terbangun dari tidurnya.Wuuuut...! Ia sentakkan pinggulnya dan turun dari atas dedaunan. Badannya menggeliat dengan otot dikeraskan. Mulutnya sempat menguap sebagai sisa kantuknya. Baraka sedikit terkejut saat meraba sabuk pinggangnya."Mana sulingku!"Jantungnya berdebar-debar karena tegang. Suling Naga Krishn

  • Pendekar Kera Sakti   1575. SULING NAGA KRISHNA

    ANGIN bertiup semilir sejuk. Barangkali karena mendung menggantung di langit dan hujan sedang berkemas untuk turun, maka angin pun membawa kelembaban udara yang sejuk. Cuaca seperti itu enak untuk tidur. Maka bersiaplah pemuda tampan berambut poni itu untuk mencari tempat buat baringkan badan. Setidaknya dengan duduk bersandar pun jadilah, yang penting bisa untuk pejamkan mata dan terlena tidur. Pemuda berpakaian rompi tanpa lengan itu tak lain adalah Pendekar Kera Sakti: Baraka.Karena tak ada tempat yang enak untuk baringkan badan, Baraka akhirnya berbaring di atas dedaunan semak tak berduri. Tempat yang sepi dan sangat kecil kemungkinannya dijamah manusia itu membuat Baraka tak segan-segan berbaring di atas dedaunan semak. Daun-daun itu tidak patah, bahkan tidak melengkung terlalu banyak. Padahal daun dan ranting kecil-kecil itu menyangga tubuh Pendekar Kera Sakti. Tentu saja hal itu dilakukan oleh Baraka dengan menggunakan ilmu peringan tubuh yang bekerja dengan sendiriny

  • Pendekar Kera Sakti   1574. Part 23

    Trabb...! Zlapp...!Sinar itu membalik ke arah pemiliknya lebih cepat dan lebih besar. Tapi Aswarani sudah pernah melihat kehebatan suling mustika itu, sehingga ia sudah menduga akan terjadi hal demikian. Maka dengan satu kali lompatan bersalto, ia lolos dari sinar baliknya itu.Blegarrr...!Sinar itu menghantam pohon besar. Dua pohon lenyap berubah menjadi debu."Kau boleh bangga dengan suling mustikamu, tapi tak akan mampu menahan jurusku kali ini, haaah...!"Claappp...!Sinar merah besar terlepas dari tangan Aswarani. Baraka menghadangnya lagi dengan suling mustika, namun kali ini sinar tidak membalik arah melainkan meledak di depan Baraka.Blegarrr....Pendekar Kera Sakti terbang melambung ke udara. Peristiwa itu pernah dialaminya ketika ia ingin menyelamatkan Bulan Sekuntum dalam peristiwa Keranda Hitam dulu. Kini keadaan Baraka terkapar dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Semua yang menyaksikan hal itu menjadi tegang d

  • Pendekar Kera Sakti   1573. Part 22

    "Baik! Kudengar kau pun juga menantang pertarungan denganku. Semula aku ingin melupakan tantangan itu, tak ingin melayaninya. Karena kupikir kau pemuda yang layak dibelai, bukan layak dihancurkan. Tapi karena sikapmu sudah tak mau bersahabat lagi denganku, terpaksa kulayani tantanganmu. Sekarang, di sini juga, kita awali pertarungan kita. Tunjukkan kepada perempuan-perempuan itu bahwa kau mampu mengungguli ilmuku! Tapi tentunya kau tahu bahwa sekarang aku mengenakan Gelang Naga Dewa ini!"Aswarani menunjukkan gelang yang dimaksud dengan mengangkat tangan kirinya, ia menyambung kata, "Kau tak akan mampu kalahkan aku jika gelang ini masih ada di tanganku, Baraka!""Kusarankan, kembalikan gelang itu pada pemiliknya!"Anak Petir tertawa. "Hah, hah, hah, hah...! Kau mau coba-coba memerintahku, Pendekar Kera Sakti! Oh, jangan harap ucapanmu bisa membuatku tunduk dan menuruti perintahmu! Gelang ini adalah nyawaku. Kalau memang kau inginkan gelang ini kembali kepada pem

  • Pendekar Kera Sakti   1572. Part 21

    Ki Lurah Tunggoro segera keraskan semua uraturatnya, mengerahkan tenaga untuk melawan rasa panas yang membakar tangannya. Bulan Sekuntum sentakkan kaki dan melesat menerjang Ki Lurah Tunggoro dengan pedangnya.Wuuttt...! Namun tiba-tiba Ki Lurah Tunggoro melemparkan sesuatu dari tangan kirinya. Ternyata sinar hijau seperti bola kecil yang diarahkan kepada Bulan Sekuntum.Pedang pun dikibaskan untuk menangkis tenaga dalam berbentuk sinar hijau itu.Wusss...! Dam...!Ledakan tersebut membuat Bulan Sekuntum terpental tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, ia jatuh terguling-guling sampai dalam jarak tujuh langkah dari tempatnya."Bulan Sekuntum terluka," bisik Dinada. "Lihat, wajahnya mulai pucat dan kebiru-biruan! Kita harus segera bertindak.""Jangan dulu," cegah Baraka. "Bulan masih mampu bangkit, ia pasti akan menyerang kembali."Tetapi tiba-tiba Ki Lurah Tunggoro mengangkat kedua tangannya ke atas dalam keadaan telapak tangan terbu

  • Pendekar Kera Sakti   1571. Part 20

    "Mengapa heran?""Pada waktu pertarungan pertama; bukankah Raja Hantu sudah memegang Gelang Naga Dewa? Mengapa ia tidak bisa tumbangkan Nini Kutang Katung, bahkan gelang itu dititipkan kepadamu?""Tentu saja karena gelang itu baru diperoleh dari pencuriannya. Gelang itu hanya akan berguna jika pemakainya sudah lakukan puasa selama tujuh hari sambil memakai gelang tersebut. Jika belum lakukan puasa selama tujuh hari, gelang itu tidak bedanya dengan gelang biasa bagi pemakainya.""Apakah gelang itu sudah ada tujuh hari di tangan Anak Petir?""Lebih," jawab Dinada cepat. "Tentunya sudah dipuasai oleh Aswarani."Percakapan demi percakapan dilakukan sambil memandang ke sana kemari, mencari suara pertarungan yang terjadi antara Nini Kutang Katung dan Aswarani. Tetapi suara pertarungan itu tidak mereka dengar, gerak bayangan orang berlari pun tidak mereka lihat.Dinada hampir putus asa. Hatinya kesal membayangkan kebodohan Pendekar Kera Sakti. Untu

  • Pendekar Kera Sakti   405. Part 13

    Tangan berjari lentik dengan kuku panjang segera meraba punggung lengan Baraka. Mata sayunya menatapi rajah Naga Emas melingkar di punggung lengan Pendekar Kera Sakti. Saat itu, terciumlah aroma harum cendana bercampur bunga melati dari tubuh Dewi Selimut Malam. Aroma harum yang lembut itu mulai

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pendekar Kera Sakti   410. Part 18

    Dalang Setan pun segera melamar Ratu Cadar Jenazah, tapi lamarannya selalu ditolak dengan cara halus. Bahkan ketika Dalang Setan kerahkan murid-muridnya untuk menyerang pihak Ratu Cadar Jenazah, ternyata kekuatannya kalah. Padahal semula ia ingin persunting sang Ratu dengan cara paksa. Sekarang k

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pendekar Kera Sakti   407. Part 15

    Orang yang dihadang Baraka adalah seorang lelaki berusia sekitar lima puluh tahun lebih, rambutnya panjang sepundak warna abu-abu, sama seperti kumisnya yang menempel di bawah hidung besar dari wajah berkesan bengis. Lelaki itu memakai pakaian surjan bergaris-garis. Bagian kancingnya tidak ditutu

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pendekar Kera Sakti   414. Part 2

    "Dendam seseorang dapat bikin Ken Warok harus mati digantung seperti itu. Kalau bukan karena dendam mendalam, tentunya Ken Warok hanya cukup ditikam jantungnya, tak perlu digantung terjungkir begitu. Dendam itu pasti timbul dari orang yang sangat dikecewakan oleh Ken Warok. Orang itu pasti benci

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status