Share

122. Part 5

last update publish date: 2026-03-03 01:01:57

"Sobatku Linuk Kantili, Ketahuilah, menurutku kau sudah terlalu tua dan tak membutuhkan pedang itu lagi. Selain tua kau juga digerogoti penyakit. Jadi kuanggap kau tak membutuhkan senjata mustika" Kata Sang Maha Sesat dengan suara perlahan namun jelas. Mata si nenek berkedap-kedip.

"Apa maksudmu? Aku memang sudah tua dan hampir mampus digerogoti penyakit. Tapi muridku Kupu Kupu Putih pasti membutuhkannya." Ujar si nenek.

Sang Maha Sesat menggeleng.

"Tidak. Muridmu tak mem

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   183. Part 19

    Ratusan rambut panjang berputusan. Namun Maha Sesat mampu menyarangkan pukulan ganasnya ke bagian dada Maut Biru. Tanpa ampun cekalan Maut Biru pada rambut awan terlepas, tubuhnya terpental sejauh lima tombak dan dia jatuh terkapar dengan mulut semburkan darah sementara di bagian dada terdapat sepuluh bekas jemari tangan menghitam.Dada Maut Biru hangus gosong. Dia meregang ajal dengan mata mendelik. Maha Sesat menyeringai melihat lawannya tewas. Dia kemudian meludah sedangkan dari mulut terdengar ucapan."Manusia keparat! Ternyata kau bukan lawan mudah bagiku.Gara-gara perbuatanmu jadi rusak rambutku!"Maha Sesat kemudian menyisir rambut panjangnya yang awut-awutan dengan jemari tangan. Dia merasa puas dapat menghabisi Maut Biru.Ingat pada Kupu Kupu Putih itu Maha Sesat segera memutar tubuh dan berjalan cepat menuju ke arah di mana dara cantik tergeletak tak sadarkan diri. Tetapi ketika sampai di tempat yang dituju. Kejut dihati laki-laki bukan main mel

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   182. Part 18

    Dia melompat ke arah Maha Sesat melepaskan dua pukulan sekaligus lancarkan tendangan menggeledek ke bagian pinggang.Empat cahaya biru terang berkiblat dari tangan dan kaki Maut Biru.Dua serangan yang berasal dari tangan menghantam dada dan kepala Maha Sesat sedangkan dua serangan lain yang berasal dari kakinya menghantam pinggang dan membabat kedua kakinya.Hawa panas menyengat menyambar tanpa suara deru. Maha Sesat tercekat. Sama sekali dia tak menyangka dia akan mendapat serangan seperti itu."Pengecut sialan!"Maha Sesat keluarkan suara menggembor marah. Dia tidak tinggal diam. Sadar serangan lawan sangat mematikan, dia memutar tubuh. Sambil berputar rambutnya yang tergerai dikibaskan, sementara ujung jubah hitam dia kebutkan menghalau serangan ganas Maut Biru.Segulung angin dingin menderu dahsyat dari ujung jubah. Sementara ratusan helai rambut Maha Sesat yang panjang sepinggang berubah kaku seperti kawat baja menghantam sekaligus mencari sas

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   181. Part 17

    Dengan seksama sambil berpikir Maut Biru memperhatikan sosok gadis didepannya. Dia menatap wajah yang cantik luar biasa itu, dia juga memandang ke arah dada membusung yang hanya terbalut gaun tipis berwarna hijau kelabu. Dada yang putih dan sebagian menyembul dari belahan gaun tipis ketat. Membuat Maut Biru jadi belingsatan.Maut Biru menelan ludah. Sekujur tubuhnya menggeletar. Dia menjadi lupa diri. Hasrat begitu menggebu hingga membuatnya hilang kewaspadaan. Maut Biru sama sekali tidak menyadari di tempat itu baru saja ada orang yang datang.Orang yang sengaja menguntitnya sejak dari pendataran bukit Induk."Anjing penjaga jahanam! Berani sekali kau hendak berbuat aib pada calon istriku!"Satu bentakan menggelegar merobek kesunyian.Maut Biru terkesiap. Dia tidak sempat melihat siapa yang datang. Tahu-tahu semak belukar terkesingkap, sebuah kaki terbalut celana hitam terjulur. Sambaran kaki disertai suara deru angin dingin.Maut Biru terk

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   180. Part 16

    BERLARI jauh meninggalkan pendataran bukit induk Maut Biru yang tengah mengalami cidera di bagian dalam akibat pukulan Puteri Pemalu akhirnya merasa perlu untuk melepas lelah. Apalagi dalam pelariannya Maut Biru membawa serta majikannya yang tak lain adalah Kupu Kupu Putih yang aslinya bernama Ni Ambar Sabanantang dan merupakan murid Penyihir Racun Utara.Selama melarikan diri sambil memanggul Kupu Kupu Putih di bahu kanan. Beberapa kali Maut Biru yang telah kehilangan saudara tuanya Maut Merah dan Maut Hijau sengaja mengambil jalan sulit. Tindakan ini terpaksa dia lakukan karena khawatir ada musuh atau pihak-pihak tertentu yang mengamatinya.Kini setelah cukup lama berlari, laki-laki yang sekujur tubuh serta rambutnya berwarna serba biru itu memperlambat larinya. Di suatu tempat ketinggian tak jauh dari deretan pepohonan besar yang tertutup semak belukar Maut Biru hentikan langkah. Sambil memegang tongkat hitam bernama Geger Gaib milik sang majikan di tangan kiri dia

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   179. Part 15

    Tapi apa yang terjadi. Pedang tetap tak beranjak dari tempatnya menancap. Malah kini seolah mengejek orang tua itu sang pedang yang lentur meliuk, melenggang lenggok selayaknya orang yang menari.Penasaran, Bocah Ontang Anting datang mendekat sambil angsurkan rangka pedang ke arah senjata mustika itu.Tuiing!Pedang malah melenting berpindah tempat, lalu melompat turun naik tak ubahnya seperti anak kecil yang sedang bermain-main."Edan! Benar-benar Pedang Pusaka Istana Es! Sama seperti pewarisnya Paduka" Menggerutu si kakek sambil geleng-geleng kepala.Di luar tahu Bocah Ontang Anting. Pendekar Sinting telah berada di dalam ruangan itu. Ketika pertama kali masuk ke dalam ruangan Gua Empat Ruang Satu Pintu. Pemuda ini tertegun melihat Sang Samudra Langit telah bergeser jauh meninggalkan altar kedua. Kemudian dia juga melihat Pedang Pusaka Istana Es yang telah keluar dari tempat penyimpanannya.Pendekar Sinting menjadi heran saat mengetahui sa

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   178. Part 14

    "Pemuda itu bernama Angon Luwak. Tapi nama sebenarnya adalah Saka Buana, dia lebih dikenal dengan sebutan Pendekar Sinting, tapi gelar sebenarnya adalah Dewa dari Istana Es." Terang si kakek."Hm, apakah dia murid kakek aneh bernama Dedengkot Sinting?" Tanya suara itu."Betul. Dia juga murid Tabib Tangan Dewa dari Pulau Hantu." Bocah Ontang Anting menambahkan.Sunyi sejenak."Ternyata apa yang kau katakan tentang ciri-ciri pemuda itu sesuai dengan garis suratan nasib. Pemuda itu nampaknya memang berjodoh dengan Pedang Pusaka Istana Es..."Bocah Ontang Anting sambil senyum senyum cepat memotong."Ya, aku setuju. Orang gila pantasnya memang berpasangan dengan orang sinting.""Jangan suka menyela bila orang belum selesai bicara. Apa kau ingin aku menyumpal mulutmu hingga membuatmu tak mampu bicara seumur hidup atau kau ingin aku membuatmu sakit perut selama satu purnama?" Tanya suara tak berujud itu membuat Bocah Ontang Anting melengak k

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   71. Part 23

    "Menurut Eyang Guru, hanya murid kita yang bisa menghadapinya. Biarkan dia sendiri. Aku percaya pada kesanggupan Cah Sinting kita itu! He he he!"Sementara Dongdongka tertawa, Ki Kusumo cuma bisa mengernyitkan kening. Bagaimana orang tua ini masih sempat tertawa pada saat-saat demikian gen

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   71. Part 22

    Itu sebabnya, pukulan Perempuan Pengumpul Bangkai di Wadaslintang tak berakibat parah terhadap diri Tresnasari. Kebetulan, pukulan itu adalah salah satu ilmu tenaga dalam yang dicurinya."Tresna, bawalah Mayangseruni menyingkir dari tempat ini!" seru Pendekar Sinting, mengimbangi ancaman s

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   71. Part 21

    Mayangseruni terlempar. Tubuhnya berguling di tanah menurun. Saatnya bagi Pendekar Sinting untuk bertindak!Wrrr!Sekali sentak, tubuh Pendekar Sinting melayang cepat menyusul Mayangseruni. Nini Jonggrang tak bisa membiarkan begitu saja. Rasa sakit di pahanya telah sanggup dikuasai.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   71. Part 20

    Dan tampaknya, Nini Jonggrang telah lebih dahulu mengetahui daripada Dongdongka bahwa Pertapa Sakti Gunung Sewu telah meninggalkan tempat pertapaanya itu. Karenanya, tua bangka ahli tenung itu berani mendatangi Goa Sewu.Mayangseruni masih dalam genggaman Ki Ageng Sulut. Dia masih dalam pengaruh to

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status