แชร์

96. Part 5

ผู้เขียน: KSATRIA PENGEMBARA
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-05 01:01:15

Dengan ragu kakek itu mengambil cangkir yang diberikan si pemuda. Bocah Ontang Anting dekatkan mulut cangkir ke hidungnya. Dia makin tambah berani. Seingatnya tadi dia memberikan kendi berisi air hangat biasa pada pemuda berambut kemerahan itu.

Lalu bagaimana dengan tiba-tiba saja air biasa bisa berubah menjadi minuman lezat seperti yang terdapat di Istana Es?

"Kau telah merubah minuman ini? Bagaimana kau melakukannya?" Kata si kakek makin tambah heran. Lagi-lagi si pemuda bersi

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   282. Part 5

    "Bagus. Apakah kau juga pernah mendengar sebuah senjata sakti. Senjata itu adalah Raja dari segala pedang yang pernah ada di dunia persilatan ini.” Tanya Danyang Sepuh. Kabut Hitam anggukkan kepala."Ya. Kudengar dulu prabu Sangga Langit punya senjata sakti luar biasa berupa pedang aneh bernama Pedang Laut Selatan.”"Yang kau dengar tidak berlebihan. Senjata itu sekarang ada pada Pendekar Sinting.” terang Danyang Sepuh."Danyang Sepuh. Aku kagum padamu. Saya tahu kau tak penah pergi kemana-mana. Tapi diluar dugaan kau banyak menyirap kabar diluar sana""Kau tak usah memuji Kabut Hitam. Lebih baik cari pemuda itu. Temui dia.”"Bila telah bertemu apa yang harus aku lakukan?""Bila bertemu, kau dan dia harus saling bantu dalam melenyapkan Pangeran Durjana dan para pengikutnya.”"Tapi... aku tidak yakin dia bisa menerima kehadiranku. Mahluk dalam ujud sepertiku tak pantas bertemu dengannya.” kata Kabut

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   281. Part 4

    "Tidak! Kau harus mengatakan sembilan syarat yang harus saya lakukan Danyang Sepuh. Aku tidak ragu lagi. Dan aku tetap ingin bebas dari segala kutuk yang menimpa diriku.”Danyang Sepuh menghela nafas pendek. Bibir mengulum senyum namun dengan bersungguh-sungguh dia berujar.”Sembilan syarat yang harus kau kerjakan tidak semuanya kusebutkan saat ini. Nanti bila satu tugas berhasil kau selesaikan dengan baik, aku yang akan datang menemuimu dan mengatakan syarat berikutnya yang harus kau penuhi. Untuk sekarang ini, cukup dua syarat yang harus kau kerjakan.”Walau dalam hati Kabut Hitam merasa kurang setuju dengan penjelasan Danyang Sepuh, dia tak berani membantah."Katakan dua syarat yang harus kupenuhi itu?" desak Kabut Hitam tidak sabar."Syarat ini sebenarnya berupa dua tugas penting. Bila kau dapat melakukannya dengan baik maka kau punya hak untuk menerima syarat yang ketiga dan seterusnya.”"Katakan saja mudah-mudahan aku b

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   280. Part 3

    Kabut Hitam tundukan kepala."Saya masih ingat Danyang Sepuh.” Jawab Kabut Hitam. Sang anjing diam sejenak seakan merenung namun kemudian cepat merenungkan ucapannya."Awalnya saya merasa sebagai orang yang paling sakti dan menjadi orang yang selalu ingin tahu segala rahasia. Kemudian dengan kesaktian yang saya miliki saya pergi ke langit, berkeinginan ingin mengetahui rahasia pembicaraan para dewa terhadap kehidupan di bumi. Para dewa mengetahui kehadiran saya. Lalu bukan keinginan yang saya dapatkan, sebaliknya saya malah menuai celaka. Bukan hanya itu. Beberapa kesaktian saya termasuk kekuatan saya terbang menembus tiga lapis langit dimusnahkan para dewa Kembali ke bumi dalam keadaan dikutuk.”"Bagi saya hanya melahirkan penyesalan yang panjang.” Kata kabut hitam dengan mata berkaca-kaca."Sekarang agaknya kau telah sadarkan diri diatas langit masih ada langit. Diatas ilmu diatas kesaktian masih ada kesaktian yang jauh lebih tinggi la

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   279. Part 2

    Wuus! wuust!Delapan mahluk lenyap seketika berubah menjadi kepulan asap tipis berwarna hitam. Kepulan asap bergulung-gulung memenuhi udara lalu menguap bagaikan embun dipagi hari.Kesunyian mencekam kembali menyelimuti telaga. Tapi suasana mencekam tidak berlangsung lama. Suara raung dan lolongan merobek sunyi. Angin bertiup kencang. Dari arah selatan telaga mendadak terdengar pula suara bergemuruh selayaknya suara mahkluk besar dan berat berlari kencang. Semakin dekat suara langkah bergemuruh memasuki kawasan telaga ,disekeliling telaga berguncang keras. Karena guncangan pada permukaan tanah semakin menghebat, sayup-sayup terdengar suara seruan dari kuncup bunga teratai yang berada di tengah telaga itu."Kabut hitam. Jangan membuat kekacauan di daerah kekuasaanku. Suara langkah kakimu menimbulkan rasa tidak suka dihati para danyang yang lain.”"Hauuung! Maafkan saya danyang sepuh yang berdiam menetap di kuncup bunga teratai kesayangan dewa. Saya i

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   278. UTUSAN PANGERAN DURJANA

    DI KAWASAN hutan rimba Ciandur yang dikenal angker ada sebuah telaga luas bernama telaga Warna. Sesuai namanya bila siang hari warna air telaga hitam pekat seperti jelaga. Sebaliknya bila hari beranjak malam warna hitam air telaga berubah menjadi bening berkilau seperti Mutiara.Telaga Warna yang terletak di tengah hutan itu airnya tak pernah surut dimusim kemarau dan tidak pernah meluap dimusim penghujan. Banyak penduduk yang berdiam diluar kawasan hutan yang tahu air telaga Warna bila diambil pada malam hari dapat dipergunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.Sayangnya walau air telaga Warna mempunyai khasiat luar biasa untuk menyembuhkan. Sejauh itu tak seorang penduduk setempat yang berani datang ke telaga itu. Jangankan mendatangi telaga di tengah hutan, memasuki bagian tepi hutan untuk sekedar mencari kayu bakar sekalipun penduduk tak punya nyali. Dulu ketika wabah melanda salah satu desa terdekat memang ada beberapa orang yang berlaku nekat mendatangi

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   277. Part 23

    “Apa?!” tanya Dewa Mabok cepat karena penasaran.“Kanjeng Ratu Nyai Roro Kidul memberikan saya kesaktian Ilmu Amukan Badai Laut Selatan”“Apa?!” Dewa Mabok berteriak kaget. “kesaktian Ilmu Amukan Badai Laut Selatan itu merupakan ajian dasyat yang katanya mampu memporak porandakan Tanah Dwipa”Pendekar Sinting hanya mengangkat kedua bahunya mendengar kata-kata Dewa Mabok.“Kau beruntung sekali anak muda. Oh ya bagaimana kabar gurumu?""Beliau baik-baik saja, kek.""Lalu bagaimana kau bisa kemari?""Saya seorang pengembara. Orang sepertiku bisa berada dimana saja. Terus terang saat ini aku tidak ingin membicarakan masa laluku, kek. Aku hanya ingin menolong, membantu kerajaan Malingping dari kehancuran." terang Pendekar Sinting yang tidak mau diungkit tentang masa lalunya."Baiklah." Dewa Mabok anggukan kepala."Keputusanmu baik untuk membantu prabu Malimping. Namun kau

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   9. Laskar Lawa Merah

    Banyak buaya liar berkeliaran. Selain itu, pasukan yang mencoba menerobos ke sana harus menempuh perjalanan tanpa kendaraan menembus rawa setinggi pusar selama satu malam. Lebatnya hutan bakau tak memungkinkan untuk menggunakan perahu. Besar kemungkinan selama merambah bentangan rawa, mereka akan d

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   8. Tabib Tangan Dewa dari Pulau Hantu

    Ketika hari berganti, kalangan persilatan tanah Jawa malah lebih mengenalnya dengan julukan Tabib Tangan Dewa. Ketika Majapahit dilanda perang saudara sepeninggalan Prabu Rajasanegara, Ki Kusumo mengasingkan diri di sebuah pulau karang yang terpencil di sekitar Laut Selatan.Dia benci pada setiap p

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   7. Siapa sebenarnya Ki Kusumo?

    Bunyi gemeritik bara api yang dimainkan Tresnasari terdengar, ditingkahi derik ramai jangkrik di kejauhan. Nyai Cemarasari merebahkan tubuhnya yang demikian penat dan lunglai di atas rumput. Dengan caping, diganjalnya kepalanya. Tampaknya dia mulai mengantuk. Keadaan tubuhnya memang tak memungkinka

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   6. Bertemu Kembali

    Hari makin tua.Sinar merah tembaganya meredup dan terengah-engah. Matahari terkapar disudut barat bumi. Di batas Kadipaten Ketawang, dua perempuan berjalan perlahan menuju arah matahari tenggelam. Mereka adalah Nyai Cemarawangi dan anaknya, Tresnasari."Kita membutuhkan kuda untuk sampai di Jogobo

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status