Beranda / Romansa / Pengantin Pengganti Milioner Mandul / BAB 79 TERKURUNG DALAM RUANG JIWA

Share

BAB 79 TERKURUNG DALAM RUANG JIWA

Penulis: Libra Syafarika
last update Tanggal publikasi: 2025-08-15 16:00:13

Viviane membuka pintu Ravenhall dengan gerakan kasar, seolah sedang melampiaskan emosinya. Ia berlari , menyapu segala area dalam mansion itu sembari merengek. "Ibu... Kau di mana? Aku punya kabar buruk!" 

Ia masuk ke dalam kamarnya, membuang tasnya ke lantai, lalu melempar tubuhnya ke kasar. Ia berguling tak karuan, kakinya mengacak-acak sprei, tangannya memukul-mukul kasur sembari terus merengek. "Ibu... Cepatlah datang! Suasana hatiku sangat buruk. Ibu!" teriaknya.

Tak l

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 122 LURUHNYA LUKA DI DESA BERGDOF

    Meix menggandeng lembut lengan Elena, menuntunnya menjauh dari kerumunan staf. "Ayo, Sayang. Di sini terlalu berisik," bisiknya.Elena mendengus pelan. Sebelum benar-benar memutar tubuh, ia sempat melemparkan lirikkan sinis yang dingin ke arah Viviane yang masih bersimpuh meratapi nasibnya di atas lantai koridor. Tanpa sepatah kata pun lagi, Elena melangkah mantap bersama Meix menuju ruang kerja direktur yang kini telah resmi menjadi miliknya."Kau hebat, Elena. Kau sungguh berbeda dengan Elena yang kukenal dulu," puji Meix tulus, begitu pintu kayu ek ruang direktur tertutup rapat, menyisakan keheningan yang menenangkan.Elena menatap manik mata suaminya. Mengikuti dorongan emosi yang membuncah, ia melangkah mendekat dan melingkarkan kedua tangannya di leher Meix dengan gerakan yang intim."Itu semua karena dirimu, Meix."Mata mereka saling mengunci, melempar senyuman hangat yang sarat akan kelegaan. Perlahan, Elena merasakan wajah Meix mendekat hingga jarak di antara mereka terkikis

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 121 PELAJARAN SETIMPAL

    "Apa yang kau lakukan?!"Hardikan Meix menggema di seluruh penjuru ruangan seiring dengan gerakannya yang mendorong kasar bahu Camille agar menjauh dari Elena. Pria itu dengan sigap menangkup wajah Elena, menyentuh bekas hantaman yang mulai berdenyut di pipinya. "Kau tidak apa-apa, Sayang?"Elena hanya menggeleng samar, mengabaikan rasa perih di kulit wajahnya karena sepasang matanya kini terkunci rapat pada Camille yang berdiri beberapa langkah di depannya.Di hadapan Elena, Camille justru menyunggingkan senyuman miring penuh penghinaan. "Dia memang pantas menerima semua itu!" teriak wanita tua itu tanpa rasa bersalah. "Selama bertahun-tahun, aku bekerja keras untuk tetap berada di posisi ini. Tapi kau... seenaknya mengambil alih dengan mudah?"Elena menangkap pergerakan Meix dari sudut matanya yang hendak melangkah maju menghampiri Camille, namun ia segera mengulurkan tangan untuk menahannya. "Biar aku saja, Meix," ucap Elena, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan kete

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 120 EKSEKUSI PEMBALASAN

    Di dalam keheningan kabin mobil yang tengah melaju membelah jalanan menuju gedung Vorontsof Group, Elena meraih ponselnya. Jemarinya bergerak lincah mencari satu nama, lalu menekan tombol panggil. Ia menghubungi Belinda, seorang karyawan tepercaya yang sengaja ia tempatkan di dalam perusahaan sebagai mata-mata untuk mengawasi pergerakan musuh-musuhnya.​"Halo, Belinda..." Elena bersuara. Ia tidak bisa menyembunyikan getaran tipis yang menyelinap dalam intonasinya begitu panggilan itu tersambung.​"Halo, Nona..." sahut suara Belinda di seberang sana, terdengar berbisik seolah sedang bersembunyi.​Elena memajukan posisi duduknya, menuntut kejelasan. "Kau sudah mendapatkan bukti yang aku perintahkan?"​"Sudah, Nona. Semua dokumennya sudah berada di tangan saya. Selama ini, Nona Viviane banyak sekali mengalirkan uang perusahaan ke rekening pribadinya. Beliau menggunakan dalih biaya perjalanan bisnis untuk menutupi semuanya."​Elena menyunggingkan senyum miring sembari melemparkan tatapan

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 119 MEMBOHONGI DIRI SENDIRI

    Langkah kaki mereka akhirnya membawa Elena menyusuri koridor rumah sakit yang dingin, tempat Vladimir tengah dirawat. Elena berhenti tepat di depan sebuah pintu kayu. Melalui kaca transparan kecil di sana, pandangannya langsung tertuju pada sesosok pria yang terkulai tak berdaya di atas ranjang putih. Tubuh yang biasanya tegak dan angkuh itu kini membeku, tidak bergerak sedikit pun. Hanya kelopak matanya yang tampak berkedip dengan ritme stabil.'Ayah... andai saja dulu kau mau mendengarku sedikit saja. Mungkin, kau tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini,' batin Elena, berbisik perih di dalam kepalanya sendiri.Keheningan batin Elena terusik saat ia merasakan jemari Meix bergerak hangat, menggenggam tangannya erat. "Kalau kau mau, kau bisa masuk ke dalam dan bicara padanya," bisik pria itu tepat di sisi telinganya.Elena tidak langsung menyahut. Sepasang matanya masih terpaku pada sosok di dalam sana, sementara benaknya dipenuhi pertimbangan yang berkecamuk. Namun, rasa sakit y

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 118 KABAR BURUK NAMUN MELEGAKAN

    Keesokan harinya, tepat saat Meix dan Elena bersiap melangkah keluar menuju mobil untuk bertolak ke gedung Vorontsof Group, getaran di saku jas menghentikan gerakan Meix. Ia merogoh ponselnya, menatap layar sekilas, lalu menempelkan benda pipih itu ke telinga."Halo, Jack. Kau sudah dapat petunjuknya?" tanya Meix tanpa basa-basi."Iya, Tuan," sahut suara Jack di seberang sana, terdengar mendesak. "Rupanya, Vladimir sudah mengetahui bahwa Nona Elena adalah benar anak kandungnya."Meix merasakan darahnya berdesir hebat. Kalimat pertama dari Jack sukses membuat ekspresi wajahnya mendadak pias. Secara refleks, Meix menoleh ke arah Elena yang berdiri di dekatnya. Ia menatap lekat-lekat wajah istrinya itu selama beberapa saat, mencoba mencerna kebenaran baru ini sebelum kembali bersuara ke ponselnya."Jadi... itu yang membuat sikap Vladimir tiba-tiba berubah?" gumam Meix, merendahkan intonasi suaranya."Benar, Tuan. Menurut informasi yang saya dapat, Vladimir juga baru saja terlibat perten

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 117 KEKALAHAN TELAK

    Tanpa berpikir panjang lagi, Elena langsung menorehkan tanda tangannya di atas berkas pelimpahan saham tersebut, lalu menggeser map tebal itu kembali ke hadapan Vladimir."Elena... Maafkan, Ayah," bisik Vladimir lirih.Elena tertegun. Sepasang matanya sedikit melebar menatap pria tua di hadapannya. 'Maaf?' batinnya bersuara, sarat akan rasa tidak percaya.Pikiran Elena mendadak ditarik mundur ke masa kecilnya yang dingin. Jangankan kata maaf, Vladimir bahkan tidak pernah memperlakukannya layaknya seorang anak kandung. Pria itu selalu membanding-bandingkannya dengan Viviane, bahkan berkali-kali melontarkan kalimat kejam bahwa Elena bukanlah darah dagingnya sendiri."Selama ini Ayah sudah salah besar tentangmu. Ayah sangat menyesal telah mengabaikanmu selama ini." Vladimir menundukkan kepala dalam-dalam.Bahunya yang biasa tegak lurus penuh keangkuhan kini tampak merosot, seolah-olah ia sedang berusaha menyembunyikan gurat penyesalan di wajahnya.Elena mengepalkan jemari di bawah meja.

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 29 KASIH YANG TULUS

    Bruak...!Suara pukulan benda tumpul menggelegar. Elena membuka matanya perlahan, napas lega menghela saat Meix berdiri di depannya.Pria itu baru saja menghantam ular kobra yang mengancam Elena, dengan balok kayu hingga mati."Meix..." bisik Elena lirih, napasnya masih

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 7 DINGIN TAPI DIMANJA

    Tak ada satu katapun terucap di sepanjang perjalanan. Elena dan Meix masih membisu. Mungkin, mereka enggan berdamai dengan keadaan.Setibanya di pusat perbelanjaan, Meix berjalan menjauh dari Elena. Sesuai kesepakatan mereka di awal. Di luar rumah, Elena bukanlah siapa-siapa bagi Meix."Tuan Meix.

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 6 MELUMAT LUKA

    Meix menatap Elena dalam. Entah bagaimana perasaannya saat ini."Kau tidak sedang menyusun rencana kan, Meix?" tanya Erich meyakinkan diri bahwa cucunya ini tak akan berulah lagi.Meix menyeringai, penuh siasat. "Tentu saja tidak. Aku akan memikirkan tempat terindah untuk bulan madu kami." Ia meny

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 5 SEBATAS SANDIWARA

    "Selamat pagi, Meix."Erich berbinar menyaksikan cucu satu-satunya menggandeng mesra Elena. Wanita yang ia pilih sebagai istri Meix. Mata birunya sangat terang penuh semangat, meski kulitnya sudah keriput."Selamat pagi, Elena..." sapanya, tersenyum sumringah.Elena menundukkan wajahnya seraya ters

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status