Home / Romansa / Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam / Bab 252 Melengserkan Adriel

Share

Bab 252 Melengserkan Adriel

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-06-10 21:37:43

Aira meregangkan tubuhnya pelan, lalu secara refleks mengulurkan tangan meraba sisi ranjang di sebelah kirinya. Aira membuka mata dan menoleh, mendapati Adriel sudah tidak ada di sebelahnya.

Kerutan samar langsung muncul di dahi Aira. Ia duduk perlahan sembari memegangi kepalanya yang sedikit pening, matanya menyisir sekeliling kamar utama luas itu.

”Adriel?” panggil Aira.

Hening. Tidak ada sahutan dari arah kamar mandi maupun ruang ganti.

Pandangan Aira kemudian menyorot sofa kecil dekat lemar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 396 Berdiri Menunggu

    Dua lembar dokumen audit yang dijilid mika bening tergeletak terbuka di atas meja kerja di lantai tiga gedung Yayasan Ragendra. Cahaya siang yang terang menembus dinding kaca, menyinari tumpukan Laporan Keuangan lima tahun terakhir, sertifikat tanah warisan, hingga dokumen pengalihan kas lembaga yang baru saja diterbitkan.Dimitri duduk di atas kursi pimpinan, fokus meneliti angka demi angka di atas lembaran kertas tersebut. Di samping meja, sekretaris barunya berdiri dengan catatan di tangan."Bagaimana dengan rincian kas likuid di bank swasta cabang Jakarta Selatan, Bu Yulia?" tanya Dimitri."Semua sudah direkap sesuai instruksi Bapak," jawab sekretaris itu. "Sisa dana bantuan operasional senilai empat belas miliar rupiah masih berada di rekening induk. Namun, tim hukum Tuan Besar Guntur pagi tadi sempat mengirimkan dokumen penahanan transaksi..."Dimitri menyunggingkan senyuman tipis yang dingin di sudut bibirnya. Ia menutup berkas itu. "Penahanan transaksi dari Kakek tidak memili

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 395 Wanita Lemah

    Selena berdiri kaku di dekat meja konsol jendela, kedua tangannya terlipat di depan dada. Mata tajamnya yang berkilat membeku menatap Aira.Aira mengulas senyuman tipis yang hangat. "Bagaimana kabarmu, Selena?"Selena menghembuskan napas pelan. Ia mengalihkan pandangannya ke luar jendela sejenak sebelum kembali menatap Aira."Bagaimana kabarku?" ulang Selena datar. "Hidupku sangat tenang, sampai anak buahmu yang berwajah kaku itu mendobrak pintu rumahku kemarin sore."Aira tidak tersinggung oleh ucapan dingin itu, ia justru melangkah lebih dekat ke arah sofa tengah. "Aku minta maaf kalau cara penjemputan anak buah Serafina membuatmu terkejut, Selena. Tapi aku hanya ingin memastikan kamu aman dan bisa datang ke sini."Selena menyeringai. "Aman? Pengawal khususmu itu membawaku naik SUV menembus jalur perbukitan Ngawi seolah-olah aku ini adalah buronan negara yang sedang dilarikan dari penjara."Selena mendengus pelan, lalu menyandarkan panggulnya pada tepi meja. "Tapi jujur saja... aku

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 394 Bukan Orang Asing

    "Nyonya Aira! Nyonya mau ke mana?!" cecar Nora setengah berbisik. "Sera! Ini masih pagi sekali! Kenapa malah mau pergi keluar rumah?"Aira menghentikan langkahnya tepat di dekat pintu depan. Ia memutar tubuhnya perlahan, menatap Nora dengan sangat tenang."Nora, kamu tidak perlu cemas. Aku hanya ada urusan sebentar di luar.""Tapi Nyonya," potong Nora. "Siapa sebenarnya orang itu yang dimaksud Sera tadi? Kenapa ada orang asing yang datang ke dekat tempat persembunyian kita? Gimana kalau orang itu utusan dari Dimitri? Gimana kalau ini jebakan?"Aira mendekati Nora, meraih kedua telapak tangan tua yang gemetar itu, lalu meremasnya."Percaya padaku, Nora," tukas Aira. "Orang yang akan kutemui ini bukan orang asing, dan ini sama sekali bukan jebakan. Ini adalah langkah yang harus kuambil demi membantu Adriel menyelesaikan kekacauan di Jakarta."Nora menelan ludah, matanya berkaca-kaca. "Tapi Nona EJ bagaimana, Nyonya? Si kecil kan baru saja terlelap.""Justru karena itulah aku memintamu t

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 393 Mendatangkan Orang Itu

    "Gimana bisa... Gimana bisa Tuan Besar Guntur tega mencopot posisi Nyonya Aira dari yayasan?! Mana posisi itu malah dikasih ke bajingan bernama Dimitri itu!"Nora melemparkan pisau dapurnya ke atas meja, memutar tubuh menghadap Aira dengan wajah merah padam oleh amarah."Ini tidak adil, Nyonya Aira!" cerocos Nora meluapkan kekesalannya. "Tuan Besar Guntur itu benar-benar sudah keterlaluan! Nyonya ini sudah berdarah-darah mengurus yayasan! Nyonya dibenci para tetua, difitnah media, sampai harus menepi ke rumah persembunyian ini... eh, malah jabatannya diserahkan begitu saja ke anak muda asing yang baru muncul kemarin sore!""Nora, pelankan suaramu," tegur Aira sangat tenang."Bagaimana saya bisa pelan, Nyonya?!" pangkas Nora kian emosional. "Dimitri itu penipu! Dia itu ular berbisa yang sengaja merancang fitnah lima puluh miliar untuk menjatuhkan Nyonya! Kenapa Tuan Besar Guntur gampang sekali dibodohi oleh janji-janji manis pria itu? Kenapa Tuan Besar malah mengalah dan memberikan sel

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 392 Secara Resmi

    Melihat putrinya sudah terlelap, Aira mengelus lembut pipi chubby EJ, lalu melangkah keluar kamar dengan berjinjit pelan. Langkah kaki Aira pelan menuju ke arah dapur di bagian belakang rumah.Di sana, aroma harum bumbu dapur sudah mulai tercium. Nora sedang sibuk berdiri di depan meja dapur. Beberapa kantong plastik berisi belanjaan tadi pagi sudah terkembang di atas meja. Nora sedang sibuk mengupas kulit kentang dan memotong wortel."Nora," sapa Aira lembut seraya mendekat.Nora terkejut kecil, memutar tubuhnya. "Astaga, Nyonya Aira! Kaget saya. Nyonya sudah bangun? Kenapa tidak istirahat saja di kamar?"Aira tersenyum hangat, menggelengkan kepalanya pelan. "EJ sudah tidur nyenyak, Nora. Di kamar terus malah bikin bosan. Nora lagi sibuk sekali ya?""Iya ini, Nyonya," sahut Nora riang, menyapu sayuran di meja. "Tadi pagi kan saya dan Sera habis belanja di pasar. Saya mau buatkan sup iga hangat sama tumis sayur segar untuk makan siang Nyonya Aira."Aira melangkah mendekati meja. "Sini

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 391 Menyisakan Sedikit Pun

    Para karyawan berbisik-bisik di dekat bilik kerja masing-masing, saling bertukar pandang dengan wajah yang dipenuhi kebingungan.Di area lobi utama pimpinan, seluruh jajaran staf senior, kepala divisi, dan anggota dewan pengawas dikumpulkan secara mendadak oleh bagian SDM."Ada apa ini sebenarnya?" bisik salah seorang staf wanita di samping Fanny. "Kenapa kita dipanggil berkumpul secara mendadak begini? Apakah ada pengumuman penting dari Nyonya Aira?"Fanny hanya berdiri mematung. Sepasang matanya menatap cemas ke arah dua bilah pintu kayu jati ruang rapat utama yang masih terkunci rapat.Dua orang perwakilan tim hukum senior Ragendra melangkah keluar, diikuti oleh seorang pemuda bertubuh tegap yang mengenakan kemeja putih mahal berlapis jas hitam tanpa dasi.Pemuda itu melangkah dengan postur tegap yang amat sangat tenang. Wajah blasterannya yang luar biasa tampan membiaskan pendaran bersahaja, sementara matanya menyapu seluruh staf yang berdiri berbaris di lobi.Fanny membelalakkan

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 6 Mengizinkanmu Tinggal

    Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar mansion Varmadeo. Para staf sudah mulai bekerja sejak subuh. Namun ketika Nora hendak turun ke dapur, ia terperanjat melihat Aira ada di sana. Ia sedang mengiris bawang, lalu bergerak gesit memeriksa panci sup. Aira juga membuka ove

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 5 Mimpi Buruk Aira

    Aira mengangkat gaunnya sedikit ketika turun dari mobil. Sementara Adriel langsung berjalan tanpa melihat ke belakang.Aira mengikutinya dari jauh, takut mengganggu jarak yang entah mengapa terasa seperti batas tak tertulis. Begitu ia melangkah masuk ke foyer mansion, para staf rumah sudah berbaris

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 4 Jika Tidak Menolak

    Aira masih duduk di kursi yang disediakan untuknya. Ia masih bisa merasakan tatapan tamu-tamu yang menertawakannya di aula tadi.“Aira, duduklah di sisi Adriel,” tukas Leonidas. Suaranya yang berat membuat Aira sedikit tersentak.Aira terbelalak kecil. Adriel menoleh sebentar, ekspresinya datar. Ta

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 3 Keluarga Varmadeo

    Pagi itu Aira dibawa Marcus ke sebuah suite megah di hotel bintang lima. Di sana, tim perias terbaik negeri ini sudah menunggu.Aira terpaku. Ia mengenali mereka. Mereka adalah perias selebritas, desainer pemenangpenghargaan, dan hairstylist yang biasa muncul di acara penghargaan besar.Seorang pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status