Share

Bab 285 Ratuku

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-07-08 22:07:55

Aira menggeliat pelan, memutar kepala ke sisi ranjang yang sudah kosong. Namun, tatapannya seketika tertuju pada sebuah map kulit hitam dengan emboss lambang emas Varmadeo yang tergeletak tepat di atas bantal di sampingnya.

Cklek.

Pintu ruang bilas terbuka. Adriel melangkah keluar dengan handuk putih melingkar di pinggang, memamerkan dada bidang berotot yang masih basah. Rambut hitamnya yang basah dibiarkan sedikit berantakan.

"Sudah bangun, Sayang?" sapa Adriel.

Aira dengan canggung merapatkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Subaida
belom sempat kuliah dedek ke2 muncul .........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 424 Selalu Mendukung

    Di balik kaca pembatas anti-peluru, Dimitri menunduk, membiarkan air mata membasahi wajahnya yang tirus dan kasar. Kedua bahunya berguncang teramat hebat. Rantai borgol di pergelangan tangannya bergemerincing nyaring setiap kali ia menarik napas."Mama," isak Dimitri. "Maafkan aku. Maafkan aku."Wanita berwajah kaukasia itu, Helena, menempelkan kedua telapak tangannya yang keriput di atas permukaan kaca."Tidak, tidak ada yang perlu dimaafkan," tangis Helena. Ia menatap wajah putranya dengan kepedihan. "Mama yang salah. Mama yang seharusnya meminta maaf padamu, Dimitri. Mama tidak bisa melindungimu. Mama membiarkanmu menanggung dendam yang bukan milikmu."Dimitri menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia mendongak, menatap ibunya dengan mata merah."Aku meninggalkan Mama," racau Dimitri di sela isak tangisnya. "Aku mengabaikan panggilan telepon Mama. Aku nekad datang ke Jakarta demi mengejar pengakuan dari seorang kakek yang bahkan tidak pernah tahu aku hidup. Aku sangat bodoh. Aku mengor

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 423 Sangat Lelah

    Bibir Dimitri yang kering bergetar pelan, sebelum akhirnya sebuah tawa penuh kepahitan meledak. Rantai borgol di pergelangan tangannya bergemerincing sewaktu bahunya berguncang."Halo?" kekeh Dimitri dengan suara serak yang memuakkan, menatap Aira dengan kebencian. "Hanya itu? Setelah semua yang kamu dan suami iblismu itu lakukan padaku, kamu datang hanya untuk berbasa-basi?"Aira tidak terpancing. Ia duduk tenang. "Aku datang untuk melihat keadaanmu, Dimitri. Dan untuk menyelesaikan satu urusan terakhir yang masih mengikat kita berdua.""Menyelesaikan urusan?" potong Dimitri cepat. Matanya berkilat beringas. "Apalagi yang mau kamu selesaikan, Aira?! Apalagi yang mau kamu ambil dariku?! Rumah Menteng sudah jatuh ke tangan pesuruh itu! Seluruh harta Guntur sudah masuk ke kantongmu! Rekeningku dibekukan! Aku sudah membusuk di tempat jahanam ini! Apalagi yang kamu inginkan?!""Aku tidak pernah berniat mengambil apa pun yang bukan hakku. Semua yang terjadi padamu saat ini adalah hasil dar

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 422 Sangat Familier

    Pagi yang cerah di awal bulan Desember terasa begitu hangat, setelah tiga bulan berlalu sejak badai besar mereda."EJ! Sayang, pelan-pelan larinya! Nanti kamu menabrak meja, Nak!" seru Aira, setengah berlari menyusuri lorong berlantai marmer.Si kecil EJ kini sudah genap berusia satu tahun. Ia tampak berlari lincah dengan kaki-kaki mungilnya. Balita cantik yang mengenakan gaun katun bermotif bunga matahari itu tertawa kegirangan, menoleh ke belakang untuk melihat ibunya yang kewalahan mengejar."Nona EJ! Ya ampun!" seru Nora yang ikut berlari kecil dari arah berlawanan, mencoba mencegat laju si balita.EJ memekik girang. Ia tiba-tiba berbelok tajam ke arah pintu kamar utama yang terbuka separuh, mencoba menghindari hadangan Nora.Namun, sebelum tubuh mungil itu berhasil menerobos masuk, Adriel sudah lebih dulu menangkapnya dari ambang pintu. Adriel mengangkat tubuh putrinya tinggi-tinggi ke udara, membuat EJ kembali tertawa yang nyaring."Mau lari ke mana jagoan kecil Papa, hm?" goda

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 421 Merenggut Kebahagiaan

    Aira berdiri diam bersandar pada kusen pintu kaca balkon yang terbuka separuh. Ia membiarkan angin pagi membelai helai-helai rambut hitam panjangnya yang tergerai. Ia menatap jauh ke hamparan langit. Pagi ini, langit ibu kota tampak begitu cerah dan bersih, seolah badai yang sempat mengguncang telah disapu bersih tanpa menyisakan awan sedikit pun.Aira menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan.Klek.Suara putaran kenop pintu kamar mandi yang terbuka membuyarkan lamunan Aira. Ia memutar tubuhnya perlahan.Adriel melangkah keluar dari balik pintu kaca buram tersebut. Ia baru saja selesai mandi. Langkah kaki Adriel melambat saat matanya menangkap siluet sang istri.Aira berdiri di ambang balkon, bermandikan pendaran cahaya keemasan pagi yang membuat gaun satin gadingnya seolah bercahaya. Wajah cantik istrinya itu tampak begitu damai.Adriel mendekat tanpa bersuara.Aira tidak beranjak dari tempatnya. Ia hanya memiringkan kepala, menyunggingkan senyuman manis sewaktu melihat su

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 420 Dunia Melupakanmu

    "Apa maksudmu jadwalku dibatalkan?!" jerit Dimitri. "Minggir! Singkirkan barikade itu sekarang juga!"Marcus tidak bergeser. Pria bertubuh raksasa itu hanya melipat kedua tangannya di belakang punggung, membiarkan air hujan menetes membasahi kemejanya."Berapa Adriel membayarmu, hah?!" gertak Dimitri. "Katakan padaku! Berapa nilai kesetiaanmu pada pria sombong itu?! Sepuluh miliar?! Dua puluh miliar?! Buka jalannya sekarang juga, dan aku akan mentransfer lima puluh miliar ke rekening pribadimu! Kau bisa pensiun dan hidup seperti raja!"Marcus perlahan memiringkan kepalanya, menyunggingkan senyuman tipis yang mencemooh."Anda benar-benar tidak memahami cara kerja dunia ini, Tuan Dimitri," ucap Marcus. "Kesetiaan tidak memiliki harga. Dan terlebih lagi, dengan apa Anda akan membayar saya? Apakah dengan rekening cangkang Anda yang satu jam lalu telah dibekukan?"Dimitri tersentak. "K-Kau...""Simpan marah Anda, Tuan," potong Marcus tenang, melangkah mundur.Dari balik barikade tersebut,

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 419 Resmi Dibatalkan

    Adriel duduk di balik meja kerjanya. Matanya fokus menatap layar ponsel.Di layar tersebut, tampak wajah Notaris Hendrawan dan Prabu yang masih berada di dalam ruang kerja kediaman Menteng."Laporan diterima, Prabu," timpal Adriel. "Apakah tikus kecil itu menyerangmu saat diusir?""Dimitri sempat mengamuk, Tuan Adriel," lapor Prabu. "Namun tim keamanan telah menyeretnya keluar."Adriel menyunggingkan sebuah senyuman tipis."Kerja yang sangat luar biasa, Prabu, Bapak Hendrawan," puji Adriel. "Ini adalah kehormatan bagi saya untuk menjaga rumah almarhum Tuan Besar, Tuan Adriel," sahut Prabu. "Saya hanya berharap Nyonya Aira bisa menemukan kedamaian setelah semua badai ini berlalu.""Akan saya pastikan istri saya mendapatkan kedamaian itu, Prabu," sahut Adriel. "Marcus akan mengirimkan satu kompi tambahan dari pasukan Varmadeo untuk berjaga di sana malam ini.""Siap, Tuan Adriel. Terima kasih banyak."Layar monitor mati setelah panggilan diakhiri.Adriel menarik napas perlahan, merapika

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 4 Jika Tidak Menolak

    Aira masih duduk di kursi yang disediakan untuknya. Ia masih bisa merasakan tatapan tamu-tamu yang menertawakannya di aula tadi.“Aira, duduklah di sisi Adriel,” tukas Leonidas. Suaranya yang berat membuat Aira sedikit tersentak.Aira terbelalak kecil. Adriel menoleh sebentar, ekspresinya datar. Ta

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 3 Keluarga Varmadeo

    Pagi itu Aira dibawa Marcus ke sebuah suite megah di hotel bintang lima. Di sana, tim perias terbaik negeri ini sudah menunggu.Aira terpaku. Ia mengenali mereka. Mereka adalah perias selebritas, desainer pemenangpenghargaan, dan hairstylist yang biasa muncul di acara penghargaan besar.Seorang pr

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 2 Pilihan Sederhana

    Setelah pertemuan singkat tapi menegangkan dengan asisten Sir V, Aira pulang.Berhadapan dengan asistennya saja sudah begitu menakutkan, apalagi Sir V langsung.Aira membuka pintu ruang kerja ayahnya dan melihat Adrian duduk dengan wajah penuh tekanan. Marissa dan Bianca juga ada di sana.“Bagaiman

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 1 Lebih Berguna

    Di depan rumah, sebuah mobil hitam panjang dengan kaca gelap sudah menunggu. Marissa dan Bianca, ibu tiri dan saudari tiri Aira, memperhatikannya dari teras, seolah ini hiburan terbaik mereka dalam setahun terakhir.Sementara Aira menelan ludah, lalu membuka pintu mobil dengan tangan gemetar.“Sela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status